Upaya Perbaikan Jembatan H Lukman, Kementrian PU Diharap Lakukan Kajian Teknis

Kondisi jembatan h LukmanTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas PU  Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Tengku Edy Efrizal berharap, tim Kementerian PU dapat turun secara langsung ke Inhil dalam rangka penelitian persiapan teknis perbaikan jembatan H Lukman Kecamatan Enok yang ambruk beberapa waktu yang lalu.

“Kementerian PU bisa melakukan kajian secara langsung, menindaklanjuti dan melakukan pembenahan. Karena kita tahu jembatan itu urat nadi perhubungan darat masyarakat di Inhil, selain itu jembatan tersebut jalur satu-satunya menuju Pelabuhan Samudra, Kuala Enok,’’sebutnya kemarin

Ditambahkan T Edy,  bagian jembatan yang ambruk berada di bagian tengah yang panjangnya 60 meter. Jembatan itu berada di jalan Negara serta merupakan jembatan vital lalu-lintas transportasi warga.

Awalnya, pembangunan jembatan ini dibiayai melalui sharing dana APBN dan APBD Provinsi Riau. Namun dua tahun lalu tiba-tiba ambruk karena adanya tiang penyangga yang rusak, diduga akibat pengaruh struktur tanah, sehingga tidak lagi memiliki ketahanan.
Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil ini juga berharap, disamping melakukan perbaikan jembatan,  pemerintah pusat melalui Kementerian PU juga melakukan peningkatan jalan lintas Samudera tersebut, mulai dari Sungai Akar sampai ke Pelabuhan Samudera Kuala Enok. Karena kondisi jalan saat ini sudah sangat membutuhkan perhatian.(dro/*1)




Mobil Terjungkal di Oprit Jembatan, Camat Keritang Sempat Shock

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Akibat tidak adanya tanda-tanda perbaikan Jembatan, sebuah mobil angkutan sewa pribadi terbalik di jembatan Parit 8 jalan lintas provinsi desa pulau palas, Tembilahan, dini hari kemarin (1/10) meski tidak menimbulkan korban jiwa, Camat Keritang Ahmad Rahmani yang menjadi penumpang di mobil tersebut sempat shok dengan kejadian tersebut.

Mobil yang mengangkut tiga orang penumpang dari Pekanbaru itu terbalik setelah sopir yang membawa mobil tersebut tidak melihat adanya tanda perbaikan pada jembatan Parit 8 Pulau Palas yang harusnya diberikan oleh penyelenggara perbaikan jembatan.

Menurut Rio, salah seorang penumpang lainya selain tidak adanya tanda-tanda perbaikan jembatan tersebut kondisi kabut yang menyelimuti daerah itu juga jadi penyebab terganggunya pengliatan supir.

“Memang tanda-tanda perbaikan jembatannya tidak ada, selain itu kabut juga cukup tebal mengganggu pandangan supir.” Jelasnya.

Ahmad Rahmani yang shok dengan kejadian tersebtu sempat kesal dengan penyelenggara jalan yang sama sekali tidak mengkuti prosedur perbaikan yang harusnya dilengkapi dengan tanda-tanda perbaikan. Menurutnya hl ini sangat mengancam para pengguna jalan yang melintas dijalan tersebut.

“Seharusnyakan setiap perbaikan yang dilakukan ditempat umum harus ada tanda-tandanya, apa lagi ini jembatan yang dulintasi banyak pengguna jalan, jika ada apa apa siapa yang mau bertanggung jawab,” kata Ahmad sambil ditolong oleh penumpang lainya.(dro/rls)




Warga Desa Bente Minta Perbaikan Jembatan

TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Warga desa Bente Kecamatan Mandah mengharapkan Pemkab Inhil dalam hal ini Dinas PU untuk segera melakukan perbaikan kerusakan jembatan yang menghubungkan desa tersebut dengan ibu kota Kecamatan Mandah.
Ungkapan tersebut disampaikan oleh Kades Bente Suhaimi SAg, melalui HP, Selasa, (18/9).Menurutnya, kerusakan yang ada memang belum begitu parah, tapi bukan berarti dibiarkan. Sebab tinggi arus orang dan barang tentunya akan berdampak pada ketahanan jembatan tersebut.

“Saat ini kenderaan roda dua masih bisa melintas di atas jembatan tersebut. Tapi meski begitu, kerusakan disana-sini tetap harus dilakukan perbaikan. Sebab kalau dibiarkan, tentunya kerusakan akan terus bertambah,” ujarnya.

Kalau sudah seperti itu nantinya kejadian yang menimpa, tentunya bisa membuat akses jalan lewat darat bisa jadi terputus. kondisi itu tentunya sangat tidak diinginkan, karena akan sangat berdampak dan merugikan masyarakat karena jembatan itu adalah satu-satunya akses jalur darat.
“Kita tentunya tidak ingin kalau sampai jembatan tidak bisa dilewati lagi. Karena itu nantinya akan mengisolir desa Bente dari ibu kota Kecamatan. Makanya kita sangat berharap kepada Pemkab Inhil untuk dapat segera melakukan perbaikan,” katanya mengakhiri.(dro/2*)




PERBAIKAN RUAS JALAN NEGARA AKAN MENJADI PRIORITAS

HasilKunjungan Komisi III DPRD Inhil Ke Ditjen Bina Marga di Jakarta —

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi rusaknya beberapa ruas jalan Negara yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir mendapat respon dari pemerintah pusat di Jakarta.

“Informasi ini kita peroleh saat kunjungan ke Ditjen Bina Marga Subdin Wilayah 1 c, Joko Sulistiyono pada senin (9/7) yang lalu. Kunjungan ini kita lakukan untuk menyampaikan secara langsung mengenai kondisi ruas jalan Negara yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir yang kini kondisinya sudah sangat rusak,” Ujar Ketua Komisi III DPRD Inhil, Feriyandi saat ditemui diruang Komisi II DPRD Inhil, Kamis (12/7).

Ditambahkan Feriyandi, ruas jalan Negara yang kondisinya kini cukup rusak adalah ruas jalan dari Sebrida ke perbatasan Jambi (panjang ruas jalan 49 KM). Untuk perbaikannya kini sudah masuk dalam proses lelang. Sedangkan jalan dari bagan jaya ke pelabuhan samudra kuala enok ( 68 KM) serta beberapa ruas jalan Negara lainnya akan diprioritaskan di tahun anggaran 2013 mendatang. ”Namun yang kini kondisinya sangat parah adalah ruas jalan dari Bagan Jaya ke Pelabuhan Samudra tepatnya di Desa Suhada menuju Desa Sungai Rukam Kecamatan Enok sepanjang kurang lebih 5 hingga 7 KM,”Jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Komisi III DPRD Inhil yang juga didampingi oleh Wakil Ketua, H. Ardiyanto dan Sekretaris H. Samsudin juga menyampaikan bahwa untuk perbaikan Jembatan parit H.Lukman dilaksakan pada tahun 2013. “perbaikan jembatan yang sudah ambruk sejak 2 tahun lalu ini kini perencanaannya sedang dikerjakan,”Pungkas Feriyandi. (fsl)