2 Tiang Jembatan Patah, Pemerintah Diminta Kucurkan Anggaran Perbaikan

IMG_20150810_134232PELANGIRAN (detikriau.org) – Jembatan di desa Teluk Lanjut Kecamatan Pelangiran kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sangat memprihatinkan, sebab tampak jelas 2 tiang infrastruktur penyebrangan itu dalam kondisi patah. Bahkan, lantainya pun hampir tak layak untuk dilewati kendaraan bermotor.

“Lantai jembatan disitu mayoritas hanya menggunakan bahan seadanya sepeti belahan papan dari batang kelapa, padahal jembatan itu sering dilewati sepeda motor, anak-anak sekolah dan masyarakat yang ingin singgah ke Pustu,” ujar salah satu pengurus Komunitas Pencinta Kecamatan Pelangiran, Hamsan kepada awak media, Senin (10/8/2015).

Ditambahkan, jika jembatan itu tidak segera diperbaiki, berkemungkinan besar kondisinya akan semakin parah, secara otomatis menjadi salah satu hambatan bagi masyarakat setempat dalam beraktivitas.

Senada, salah satu warga setempat, Nazwa juga menyampaikan hal yang serupa. Meski jembatan itu sudah pernah diperbaiki, namun hanya inisiatif warga saja tanpa ada bantuan dari pihak terkait, dalam hal ini pemerintah.

“Perbaikan kemaren itu sumbangan dari rumah ke rumah warga sini, dan hasilnya cuma dapat memperbaiki lantai jembatan dengan papan terbuat dari batang kelapa, itu saja. Kalau kita fikirkan berapa lamalah tahannya,” tandasnya.

Sebab itu, ia sangat berharap ada pandangan perhatian dari pemerintah untuk mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jembatan di desa tersebut, sebelum kerusakan semakin parah hingga tak layak dilewati lagi, apalagi jembatan tersebut merupakan infrastruktur penting bagi warga setempat. (mirwan)




Pemprov Riau Diminta Segera Perbaiki Jembatan Sungai Nyiur

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau diminta untuk segera memperbaiki jembatan Sungai Nyiur Kecamatan Tanah Merah yang saat ini kondisinya sudah sangat memperihatinkan.

Permintaan tersebut disampaikan Anggota DPRD Inhil, Edi Haryanto Sindrang saat berbincang dengan sejumlah awak media di Gedung DPRD Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Edi, keberadaan jembatan ini merupakan tanggung jawab Pemprov Riau, karena berada di jalan lintas provinsi dan jalan negara.

“Kalau saja jembatan ini menjadi kewenangan kebupaten, tentu kita siap menganggarkannya, tapikan ini tanggung jawab provinsi,” tutur Edi.

Oleh karena itu, lanjut politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, Pemprov Riau harus secepatnya mengatasi persoalan tersebut karena keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Seperti kita ketahui bersama, keberadaan jembatan dan jalan penghubung sangat penting bagi masyarakat, khususnya untuk membuka keterisolasian dan akses dari suatu daerah ke daerah lainnya,” imbuhnya.(adi/adv)




Wabup Tinjau Pembersihan dan Penggalian DAS Jembatan Ssungai Pabrik

5Bagansiapiapi (detikriau.org) – Wakil Bupati Rokan Hilir, Erianda melakukan penintinjau pembersihan dan penggalian DAS sekitar jembatan di Sungai Pabrik, Kelurahan Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Selasa (05/05/15).

“Kalau sudah bersih kan enak dipandang. Jika nanti tiba musim hujan, aliran air aaakan lancar maka tidak ada lagi kebanjiran,” ujar Wabup kepada wartawan usai meninjau Sungai Pabrik

Erianda juga minta kepada dinas terkait untuk bekerja sungguh-sungguh. “Jangan tunggu diperintahkan baru dikerjakan,” ucap Wabup menyikapi pemeliharaan aliran air dan sungai.

Kepada masyarakat, Wabup menghimbau untuk melakukan gotong royong dan menjaga kebersihan aliran sungai. “Lakukan hidup bersih maka kita akan sehat dan kebersihan itu sebagian dari iman,” ajak Erianda.

Ddalam kesempatan itu, Wabup didampingi Kepala Bidang ( Kabid ) Prasarana Jembatan dan Jalan dan Plt Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Jalan Dinas Bina Marga Dan Pengairan, Nasrudin.

Sebelumnya, pada Senin (04/05/15), usai meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Di SMP N 2 Bangko, Wakil bupati Erianda meninjau Sungai Pabrik. Dalam peninjauan itu, Erianda memerintahkan Dinas Bina Marga dan Pengairan untuk melakukan pembersihan Sungai Pabrik, karena rumput dan lumpur sudah hampir menutup sungai pabrik tersebut. [tris/adv]




Dinas PU Inhil Lakukan Penomoran 57 Unit Jembatan.

“No 1, Jembatan Rumbai Jaya”

jembatan rumbai jayaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dari Rumbai Jaya menuju Tembilahan terdata sebanyak 57 jembatan. Penomoran jembatan ini telah selesai dikerjakan oleh Dinas PU Kabupaten Indragiri Hilir.

Menurut Kepala Dinas PU, Fauzar, penomoran jembatan didasarkan kepada petunjuk Bupati Inhil, HM Wardan yang menginginkan agar seluruh jembatan didaerah ini menjadi identitas daerah dan mudah dikenal oleh masyarakat

” Nomor 1 kita mulai dari jembatan Rumbai, Kecamatan Kempas. Sedangkan nomor terakhir (57) berada di Parit 13 Tembilahan,”Ujar Fauzar, Rabu (3/12).

Pemberian nomor jembatan lanjut Fauzar, bertujuan agar setiap masyarakat maupun tamu bisa menjelaskan saat itu ia sedang berada dimana. Selama ini tidak ada identitas apapun sehingga jika ada yang bertanya mereka tak bisa menerangkan kalau mereka sedang berada dilokasi itu.

“Daerah kita inikan daerah perairan yang sudah pasti akan banyak jembatan. Maka dari itu saya rasa tak salah kalau kita berikan nomor sebagai identitas agar mudah dikenali warga,” paparnya.

Jika anggarannya memungkinkan tak menutup kemungkinan Dinas PU akan memberi nomor dan nama jembatan-jembatan lainya. Untuk tahap awal dimulai dari jembatan yang menjadi jalur utama keluar masuk kota Tembilahan.

“Diluar itu masih kita pertimbangkan. Kalau memang dibutuhkan bisa saja juga kita berikan nomonya,”tutup Fauzar sambil mengatakan penomoran jembatan juga disertai dengan pengecetan pada bagian jembatan.(dro/*1/adv pemkab inhil)




Bupati Inhil Komitmen Entaskan Isolasi Daerah

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM wardan berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan sarana jembatan. isolasi daerah merupakan salah satu isu sentral yang harus dientaskan daerah ini.

Ada beberapa sarana jembatan skala besar yang masih harus dituntaskan seperti Jembatan penyeberangan Sungai Gaung di Desa Belantaraya dan Jembatan Penyeberangan Enok.

“Kita akan tuntaskan pembangunannya. Jka PR ini dapat kita selsaikan tentunya akan mampu membuka isolasi daerah yang sangat dibutuhkan warga,” Ujar Bupati Inhil belum lama ini

Jembatan Penyeberangan Sungai Gaung keberadaanya mampu membuka isolasi wilayah Inhil Bagian Utara dan sekitarnya. Sedangkan jembatan penyeberangan Enok ditujukan membuka isolasi wilayah Enok dan beberapa kecamatan lainnya.

“Untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Kita harus membuka isolasi daerah.” Imbunya.

Hanya saja, karena pembangunan jembatan penghubung termasuk sarana jalan penunjangnya tentunya akan memerlukan anggaran yang sangat besar. Pembangunan itu terpaksa haruslah dilakukan secara bertahap. Tandasnya. (dro/*1/adv Pemkab inhil)




Tiga Tahun Ambruk, Jembatan H Lukman Kecamatan Enok Akhirnya Diperbaiki

Kepala Bappeda Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie
Kepala Bappeda Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  –Jembatan Parit H Lukman Kecamatan Enok akhirnya diperbaiki.  Pelaksanaan perbaikan akan menggunakan dana sebesar Rp 12 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil Hj Alvi Purwanti Alwie menyebutkan, dana sebesar Rp 12 M itu akan dipergunakan sepenuhnya untuk perbaikan jembaatan H Lukman. Kini dalam proses pelelangan.

“Mudah-mudahan proses tendernya cepat selesai dan bisa disegerakan pengerjaanya,” ungkap Alvi, Selasa (5/3).

Selama tiga tahun belakangan ini, untuk mempermudah akses transportasi, warga hanya mengandalkan jembatan darurat dari kayu yang dibangun melalui swadaya masyarakat. Meski tidak maksimal, namun jembatan darurat tersebut bisa membantu memperlancar aktivitas warga dan menjauhkan dari isolasi.

Selain usulan permintaan anggaran perbaikan jembatan H Lukman, lanjut Alvi, Pemkab Inhil juga mengusulkan peningkatan jalan Provinsi Kecamatan Enok menuju Pelabuhan Samudra Kuala Enok.(dro/*1)