Dulu janji di”hitamkan” Kini dipenuhi Lubang dan Berlumpur

Jalan Batang Tuaka TembilahanTembilahan, detikriau.org – Kerusakan parah sejumlah ruas jalan yang berada di dalam Kota Tembilahan lagi-lagi menuai keluhan warga. Jika di Ibu Kota Kabupaten saja kondisi jalan seperti ini, warga mengaku tidak bisa membayangkan kondisi jalan yang berada diluar kota.

Padahal menurut warga, dulu Bupati pernah menjanjikan untuk menghitamkan seluruh badan jalan terutama yang berada di dalam kota Tembilahan.

“parah bang. Jalan di Ibukota Kabupaten saja seperti ini. Wajar kalau jalan di Kecamatan dan Desa kondisinya bisa lebih parah,” Kritik warga Tembilahan ditemui di jalan Abd Manaf Tembilahan, Kamis (21/7/2016)

Jalan H SadriJalan Sutan Syarif QasimMenurut warga yang mengaku bernama Yadi ini, dengan kondisi jalan dipenuhi lubang dan lumpur seperti itu maka kendaraan roda tiga (becak. Red) yang menjadi tumpuan nafkah keluarganya haruslah dikemudikan secara hati-hati. Jika tidak, akibat terperosok kelubang jalanan, bukannya mendapatkan rezky, justru biaya yang harus rela ia keluarkan.

“Sudah pernah bang. Terperosok, ban becak saya sampai rusak. Jangankan rezky bisa dibawa pulang, saya malah ngutang ke bengkel untuk lakukan perbaikan,” Ujarnya bercerita

Sebagai masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dengan menawarkan jasa tranportasi kecil, Yadi sangat berharap pemerintah untuk segera memperbaiki dan merawat badan jalan agar tidak terus rusak dan mengganggu aktifitas warga.

Amat, pengemudi kendaraan angkutan barang kecil ditemui di jalan Sultan Syarif Qasim Tembilahan-pun melontarkan kritikan. Menurutnya dengan kondisi badan jalan seperti saat ini disamping memperlambat tranportasi barang pastinya juga akan menjadikan kota Tembilahan semakin terkesan kumuh.

“dulu kita sempat senang saat membaca dibeberapa media bahwa Bupati berjanji akan menghitamkan seluruh badan jalan khususnya di dalam kota. Udah sempat sih hitam, tapi tidak bertahan lama. Kini jalanan sudah kembali rusak. kota juga kesannya semakin kumuh. ” Sampikannya sembari tersenyum dan pergi./ dro




Warga Nilai Janji PLN Sebatas “Pepesan Kosong”

foto net
foto net

Tembilahan (detikriau.org) – Warga Tembilahan menilai janji pihak PLN untuk menormalkan pasokan listrik hingga saat ini masih terkesan “pepesan kosong”. Semakin merosotnya pelayanan perusahaan pemasok tunggal kebutuhan listrik milik Negara ini kian memperburuk citranya dimata masyarakat.

Menurut warga Kecamatan Tembilahan Hulu, Nani, kerap terputusnya pasokan PLN membuat ia terpaksa harus kehilangan tambahan penghasilan keluarga. Dengan pekerjaan sampingan membuat balok es yang akan dipergunakan sebagai pendingin oleh pedagang ikan, matinya listrik artinya es tidak bisa membeku.

“kita tidak bisa memenuhi permintaan pelanggan. Kami terpaksa harus kehilangan tambahan penghasilan. Padahal saat ini biaya hidup semakin tinggi,” Ungkap kekecewaan Nani kepada detikriau, ahad (22/3)

Sebagai masyarakat, nani mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak PLN. Ia berharap agar PLN jangan hanya berani tegas menuntut kewajiban pelanggannya sementara kewajibannya justru belum terpenuhi.

Warga Tembilahan lainnya, Andre justru menilai pihak PLN selama ini hanya banyak berjanji untuk kembali menormalkan pasokan listrik. Menurutnya, beberapa kali janji PLN masih belum ada bukti.

“dimedia kita sudah beberapa kali mendapatkan informasi akan janji-janji PLN. Beberapa hari yang lalu katanya listrik giliran 16 jam hidup dan 8 jam mati, kemudian 2 hari hidup dan 8 jam mati. Tapi sejauh ini semua itu masih sebatas omong kosong. Kita tunggu nanti tanggal 25 maret yang katanya sudah berganti giliran menjadi 4 hari hidup dan 8 jam mati. Apakah ini masih sekedar omong kosong PLN kembali, ” Kesalnya.(Aam)

 

PLN Tembilahan diperkirakan Baru Normal pada 15 April Mendatang




Masyarakat Harapkan PLN Penuhi Janji Normalkan Pasokan Listrik April Mendatang

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat berharap janji pihak PLN untuk menormalkan pasokan listrik di Kabupaten Inhil khususnya di Kota Tembilahan dapat benar-benar dipenuhi. Dengan kondisi pasokan listrik byar pet yang sudah beberapa bulan ini dirasakan sudah sangat merugikan masyarakat.

“Kita berharap janji pihak PLN untuk menormalkan pasokan listrik bulan april mendatang benar-benar terpenuhi. Jangan nanti setelah sampai waktunya PLN kembali beralasan dengan berbagai dalih.”Pinta Ridwan, warga Tembilahan, selasa (10/3)

Ditambahkannya, dengan kondisi listrik seperti saat ini, aktifitas keshariannya sudah sangat terganggu. Bekerja dengan mempergunakan perangkat komputer, jika terputusnya pasokan listrik, seluruh pekerjaan akan menjadi tertunda. “ya kita mau bilang apa lagi. Yang jelas kami meminta agar PLN benar-benar memnuhi janji itu.” Harap Ridwan

Senada, Anto, warga Kecamatan Tembilahan Hulu juga menyampaikan permintaan demikian. Dengan usaha sampingan dengan membuat es batu, kestabilan pasokan listrik menurutnya menjadi keharusan.

“kalau listrik mati, pastinya es kita tidak akan beku dan uangpun tidak mungkin kita dapatkan. Mudah-mudahan memang april nanti PLN sudah kembali normal dan usaha kamipun dapat kembali berjalan dengan baik.” Ujar Anto.

Pantauan, saat ini terputusnya pasokan listrik tidak hanya terjadi satu atau dua kali. Padamnya lampu ini bahkan kerap terjadi hingga belasan kali dalam hitungan waktu 24 jam.

Dengannya, cukup banyak masyarakat yang sudah menyampaikan keluhan akan kerusakan perangkat elektronik akibat kondisi seperti ini. (dro)

 

April, Pasokan Listrik PLN Rayon Tembilahan diyakini Kembali Normal




Ini Pesan MUI untuk Jokowi

ketua-majelis-ulama-indonesia-amidhan-berjas-abu-abu-_140623154354-804JAKARTA — Segudang pekerjaan rumah telah menanti presiden Indonesia yang baru terpilih. Harapan dari seluruh rakyat Indonesia terbeban di pundaknya.

Demikian juga segudang permasalahan umat Islam di negeri yang menjadi populasi umat Islam terbesar di dunia ini. Berbagai macam persoalan telah menunggu untuk diselesaikan sang presiden baru.

“Yang penting, presiden baru bisa menjalankan pemerintahannya sesuai dengan janji-janjinya pada waktu kampanye. Awal-awal ini saja sudah ada yang menagih janji. Jadi harus satu kata dengan perbuatan,” pesan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan kepada ROL, Selasa (21/10).

Amidhan berpesan, rakyat Indonesia harus mengakhiri kubu-kubu yang dulu saling berlawanan saat kampanye. Sudah saatnya menyatukan langkah dan meninggalkan perbedaan untuk membangun negri.

“Sebagai bagian dari rakyat Indonesia, kita support presiden baru kita. Pilpres itu sudah selesai. Jadi kubu-kubu dari tataran rakyat sudah tidak ada lagi. Yang menang rakyat semuanya. Di tataran politik, ranah dari partai politik baik yang ada di dalam pemerintahan atau diluar, kita tidak ada komentar,” paparnya.

“Menurut saya dari perkembangan demokrasi justru baik. ada pemerintah, dan ada partai penyeimbang. akhirnya pemerintah berjalan dengan baik karena terkontrol dengan baik,” tambahnya.

sumber: republika