10 Tahun Jalan Bunga 2 Rusak, Aktifitas Siswa di Dua SD Terganggu

Kondisi jalan Bunga 2 TembilahanTembilahan (detikriau.org) – Warga berharap agar pemerintah daerah segera melakukan perbaikan ruas jalan Bunga 2 Tembilahan. Mirisnya, selama kurang lebih 10 tahun lamanya jalan ini tidak pernah tersentuh pembangunan padahal dijalan itu berdiri dua sekolah dasar yakni SDN 007 dan SDN 008.

Disampaikan oleh salah seorang guru SD 007, Juneidi, sekitar 3 tahun yang lalu, pihak sekolah sudah pernah mencoba menyampaikan keluhan kepada pemerintah daerah khususnya instansi terkait mengenai kondisi jalan Bunga 2 yang tak kunjung diperbaiki namun keluhan itu tidak pernah ditanggapi. “Kita sduah sampaikan kondisi jalan menuju dua sekolah ini. Tapi ya sepertinya belum ada tanggapan,” Ungkap Junaidi

Rafika salah seorang siswi kelas 6 SDN 007 juga mengungkapkan rasa kecewa. “sudah hampir enam tahun rafika belajar disekolah ini tapi jalan tak kunjung baik. Kita pastinya repot apalagi disaat musim pasang tinggi dan hujan tiba. Seragam kami kerap kotor,” katanya.

Disamping itu ia juga mengeluhkan sepatu yang dipakai belum lama digunakan sudah rusak dan robek akibat jalannya penuh batu kerikil. Lebih parah lagi rafika mengatakan kendaraan sepeda yang biasa ia pakai kerap mengalami bocor ban.

Menanggapi hal ini, Pemkab Inhil melalui Kabid Bina Marga, H Jamaris menyatakan kalau tidak ada aral rintangan tahun 2015 ini jalan bunga 2 akan segera dilakukan peningkatan dan perbaikan.

“Insyaallah tahun 2015 ini kita lakukan perbaikan dan peningkatan badan jalan. Mudah-mudahan nantinya setelah diperbaiki bisa dimanfaatkan masyarakat khususnya siswa SD untuk menjalankan aktifitasnya dengan lebih nyaman.” Sampaikannya. (rls)




Komisi III DPRD Gelar Hearing Bersama Kontraktor

Suasana hearing di ruang rapat Komisi III Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Subrantas Tembilahan
Suasana hearing di ruang rapat Komisi III Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Subrantas Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar hearing atau rapat dengar pendapat bersama seluruh kontraktor yang tergabung dalam Asosiasi Jasa Kontruksi, di ruang Komisi III DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (26/1/2015).

Hearing yang turut dihadiri Ketua DPRD, Dani M Nursalam, Ketua Komisi I DPRD, HM Yusuf Said, serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Inhil ini, terkait dengan kinerja dan hasil pembangunan yang kualitasnya dinilai masih jauh dari harapan.

Pada kesempatan itu, beberapa keluhan yang disampaikan oleh para Kontraktor adalah menyangkut satuan harga, pembinaan jasa kontruksi, sistem lelang yang tidak transparan, Pokja yang tidak profesional serta aplikasi ULP yang tidak transparan.

“Persyaratan dalam lelang itu tidak transparan dan seolah dibuat-buat, sehingga menyulitkan kami. Jadi, kami minta Komisi III bisa menyampaikan keluhan ini kepada Dinas terkait, supaya dalam pekerjaan kami nantinya bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan berkualitas,” tutur anggota Asosiasi Gabungan Kontraktor Indonesia Kabupaten Inhil, As’ad.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD, Iwan Taruna menyatakan bahwa setiap keluhan dan masukan yang telah didapat dari para kontraktor, selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan memanggil Dinas terkait, sehingga bisa menjadi perbaikan untuk kedepannya.

“Hasil hearing ini nantinya akan kami teruskan ke pihak terkait. Mudah-mudahan setelah ini leading sektor kita mendengar dan mengadakan perbaikan. Kemdian,bdinas terkait yang mengadakan lelang bisa memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pihak, dalam upaya meningkatkan kinerja dan kualitas pembangunan di Negeri Seribu Parit ini,” inbuhnya.(adi)




Warga Pinta Pemkab Benahi Saluran Drainase

saluran drainase di jalan H Khalidi Tembilahan
saluran drainase di jalan H Khalidi Tembilahan

Tembilahan (detikriau.org) – Atasi persoalan banjir pasang, masyarakat berharap agar pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk membenahi saluran drainase terutama diseputaran kota Tembilahan. Selama ini hampir seluruh saluran pembuangan air itu mampet dan tidak berfungsi dengan baik.

Dikatakan Andre (34), warga Tembilahan, tersumbatnya saluran drainase ini menjadi penyebab air tidak bisa dengan cepat dialirkan kesungai. Akibatnya saat curah hujan tinggi, air melimpah dan menggenangi badan jalan hingga kerumah-rumah penduduk berhampiran.

“Coba saja perhatikan saluran drainase seperti di jalan H Khalidi (lorong garam. Red), drainase sama sekali tidak mengalir, airnyapun berwarna hitam, kotor, berbau dan menjadi tempat bersarangnya jentik-jentik nyamuk,” Sampaikan Andre, ahad (11/1)

Senada, Iwan (37), warga Tembilahan lainnyapun membenarkan. Ia berharap agar kondisi ini sgera mendapatkan perhatian pemerintah agar terciptanya kota Tembilahan menjadi kota yang bersih dan indah.

“Harus ada penanganan serius dan terus menerus. Jika persoalan tidak bisa diatasi maka akan sangat sulit untuk menjadikan kota Tembilahan sebagai kota yang bersih,” Saran Iwan

Ditambahkan Iwan, selain melakukan upaya pembersihan dan normalisasi saluran drainase, pemkab juga diminta selalu melakukan sosialisasi dan mengajak keterlibatan secara langsung dari masyrakat. Tanpa adanya kesadaran untuk bersama-sama menjaga kebersihan, segigih apapun usaha pemerintah diyakininya akan sulit mendapatkan hasil maksimal.

“setidaknya ada upaya himbuan secara terus menerus agar masyarakat mau ikut bersama-sama menjaga kebersihan. Jika perlu berikan sanksi jika masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan untuk menjaga kebersihan.” Ujar Iwan

Pantauan lapangan, tidak hanya disatu lokasi, hampir seluruh saluran drainase seputaran kota Tembilahan memang tidak berfungsi dengan baik. Disebahagian besar, drainase tidak obahnya seperti kolam lumpur dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Beberapa penyebab diantaranya saluran drainase dipenuhi dengan lumpur, sampah, hingga berbagai material lainnya. Kerap upaya untuk melakukan pembersihan oleh petugas menjadi sulit karena kebanyakan pemilik bangunan ruko menutup saluran drainase dengan cor beton. Harusnya memang ada aturan yang memberikan sanksi agar kepentingan masyarakat umum ini dapat memberikan hasil baik dan menjadikan kota Tembilahan yang Indah dan bersih. (dro)




Bupati Aajak Umat Muslim Bersama-sama Ramaikan Peringatan Maulid Nabi

5Bagansiapapi (detikriau.org) – Bupati Rokan Hilir, H. Suyatno mengajak umat muslim di wilayah sekitar mesjid Agung Jalan Utama Bagansiapiapi untuk mengikut acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (6/01/15) malam.

Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir yang setiapkan tahunya dilaksanakan, sekaligus saling mempererat tali silaturahmi antar warga.

” Bupati menghimbau seluruh umat muslim untuk dapat meramaikan masjid Agung pada malam besok,dalam rangka memperingati hari maulid Nabi SAW. ” kata Kabag Humas Pemkab Rohil Hermanto, kepada wartawan di kantornya, Senin (05/01/15).

Menurut Kabag Humas, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap tahunnya memiliki makna tersendiri bagi umat muslim. Bupati Rokan Hilir, H.Suyatno dalam moment ini, yang merupakan salah hal terpenting bagi umat muslim karena maulid nabi merupakan kebangkitan bagi umat muslim.

Tambah Kabag, sebagai penceramah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemkab Rohil mengundang dosen UIN Riau, Dr.H.Suardi Husen. [tris/adv]




Bupati Inhil: Boleh Mengkritik, Tapi Juga Harus Disertai Dengan Solusi

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Terkait pembangunan Infrastruktur jalan yang kini sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), banyak sekali kritikan-kritikan dari pengguna jalan bahkan masyarakat pada umumnya, baik melalui sosial media maupun berbicara dibelakang layar.

Hal ini ditanggapi Bupati Inhil HM Wardan saat meninjau lokasi MTQ tingkat Provinsi Riau 2014 di lapangan Gajah Mada Tembilahan, Jum’at (28/11/2014). “Sekarang ini, kalau mau mengkritik harus ada solusinya, jangan hanya mengkritik tanpa solusi,” Ujar Bupati.

Ia menjelaskan untuk saat ini pihaknya sedang menjalankan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) yang tidak akan selesai dalam waktu singkat, tentu katanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat tidak hanya melihat yang buruknya saja.

“Lihatlah juga yang sudah selesai, memang saat ini banyak yang masih dalam pekerjaan, tunggu tahun-tahun berikutnya, akan rampung kerjaan itu semua, sekarang ini saya baru memulai berbuat,” Tambah Bupati.

Dalam kesempatan itu, HM Wardan mengajak masyarakat Kabupaten Inhil turut membantu untuk kelancaran program yang dicetuskan Pemkab Inhil ini, serta dukungan penuh agar cepat terealisasi dengan baik.

Dalam pantauannya pada persiapan pelaksanaan MTQ ke 33 Tingkat Provinsi Riau itu Bupati didampingi oleh sejumlah pejabat dilingkungan Setdakab Inhil. Dilokasi ini, Bupati meninjau pelaksanaan pembangunan astaka, tribun serta sejumlah bangunan pendukung lainnya yang pengerjaannya sudah hampir rampung.(mirwan/adv pemkab Inhil)




Gencar di Kritik, Rekanan Akhirnya Pasang Plang IMB. Eh, Plang Proyek ding

Plang Proyek paket pekerjaan peningkatan ruas jalan provinsi dalam kota Tembilahan ini terpasang dipagar seng depan bangunan ruko yang masih dalam proses pekerjaan. sepintas terlihat seperti plang IMB
Plang Proyek paket pekerjaan peningkatan ruas jalan provinsi dalam kota Tembilahan ini terpasang dipagar seng depan bangunan ruko yang masih dalam proses pekerjaan. sepintas terlihat seperti plang IMB

Tembilahan (detikriau.org) – Gencar dikritik tidak transparan, pelaksana pekerjaan paket proyek jalan provinsi dalam kota Tembilahan pun nampaknya gerah dan plang proyekpun akhirnya dipajang. Hanya saja, kewajiban itu terkesan masih dilakukan setengah hati.

Melintas dijalur lintas jalan provinsi parit 10 Kecamatan Tembilahan Hulu, rabu (26/11), awalnya detikriau.org sama sekali tidak menyangka bahwa plang yang terpasang didepan ruko yang masih dalam pekerjaan pembangunan itu adalah plang proyek paket jalan provinsi. Selintas diduga, plang tersebut sepertinya hanyalah sebatas plang IMB bangunan ruko.

Pada bagian teratas plang proyek itu tertera Pemprov Riau Dinas Bina Marga.

dibagian selanjutnya terincikan bahwa program pekerjaan adalah pembangunan jalan dan jembatan dengan kegiatan peningkatan jalan dalam kota Tembilahan termasuk beberapa rincian lainnya yakni panjang efektif 1,5 KM dan dana sebesar 14 Milyar lebih dengan jangka waktu pelaksanaan 75 hari kalender termasuk 180 HK jangka waktu pemeliharaan.

Rupanya, pelaksana pekerjaan yang awalnya diduga proyek siluman ini adalah PT Sinar Abadi Riau Mandiri tertanggal kontrak 17 oktober 2014 dengan konsultan pengawas PT Jasa Mitra Manunggal.

Dibagian paling bawah dengan cetakan huruf lebih besar tertuliskan bahwa kegiatan ini terlaksana dengan dana yang dihimpun dari pajak yang saudara bayarkan.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Keenganan kontraktor untuk memasangkan plang pekerjaan proyek sempat mendapat kritikan masyarakat. Mereka menilai tindakan ini menimbulkan kesan tidak transparan serta akan menyulitkan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan. (dro)