Air Pasang Kembali Melanda, Masyarakat Diimbau Waspadai Berbagai Penyakit

image-1 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Naiknya volume air Sungai Indragiri beberapa hari belakangan ini membuat sejumlah ruas jalan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama Kota Tembilahan terendam.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya anak-anak untuk bermain di lokasi yang digenangi air. Padahal, air tersebut tidak bersih dan bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti penyakit kulit dan diare.

Oleh karena itu, seluruh masyarakat di Negeri Seribu Parit diminta mewaspadai penyakit-penyakit yang akan timbul disebabkan air pasang tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, air pasang yang naik kepermukaan jalan tersebut merupakan air kotor yang mengandung bakteri penyebab penyakit, seperti penyakit kulit dan diare. Selain itu, perubahan cuaca saat ini juga sangat rentan terhadap penyebaran penyakit-penyakit tersebut.

“Untuk itu, kita berharap warga selalu waspada dan terus menjaga kesehatannya, agar tidak terserang penyakit pada musim air pasang yang sedang melanda Kota Tembilahan saat ini,” tutur Alvi kepada detikriau.org, Jum’at (20/2/2015).

Selanjutnya, alvi juga berharap para orang tua dapat mengontrol anak-anaknya agar tidak bermain-main di air yang menggenangi permukaan jalan, apalagi saat air mulai pasang, karena disamping untuk menghindari berbagai penyakit yang akan timbul nantinya, juga untuk menjaga keselamatan anak-anak dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kepada orang tua kita imbau agar mencegah anak-anaknya untuk tidak mandi dan berenang saat air pasang. Karena apabila terminum air yang kotor itu, dikhawatirkan anak-anak akan mengalami sakit perut,” terang mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Sementara itu, salah seorang anak yang ditemui detikriau.org menjelaskan, bahwa ia dan teman-temannya sangat senang apabila musim air pasang tiba, karena mereka bisa bermain sambil mandi dan berenang di air yang menutupi badan jalan tersebut.

“Kalau banjir begini asyik maennya bang, kita bisa maen bola sambil basah-basahan dan berenang bersama-sama,” kata Ican, ketika sedang bermain bola dan bersenda gurau bersama teman-temannya di salah satu jalan yang digenangi air.

Pantauan di lapangan, di beberapa ruas jalan di Kota Tembilahan, seperti Jalan Baharuddin Yusuf, Jalan H Said dan Arsyad Ahmad, serta Jalan Gunung Daek Tembilahan. Sekitar pukul 16.30 WIB, jalan-jalan tersebut mulai digenangi oleh air, dan lama-kelamaan menutupi seluruh badan jalan. Kondisi jalan yang tergenang tersebut, banyak dimanfaatkan anak-anak untuk bermain-main air. (adi)




DKPP Inhil Akan Benahi Taman Swarna Bumi dan Gadjah Mada

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) komit benahi di dua taman yang ada di kota Tembilahan, yakni Taman di Jalan Swarna Bumi dan Taman di Jalan Gadjah Mada.

Pernyataan ini disampaikan Kepala DKPP Kabupaten Inhil Eddywan Syasby melalui Kabid Pertamanan, Azwizarwi, Selasa (17/2/2015). Dikatakannya, kedua taman tersebut harus dikembangkan sebagai ojek untuk bersantai bagi warga kota Tembilahan maupun warga yang berkunjung ke kota Tembilahan ini.

“Taman itu mempunyai fungsi dan manfaat tersendiri seperti yang dimanfaatkan kebanyakan orang untuk bersantai melepaskan lelah, belajar dengan santai dan dijadikan tempat bermain bagi anak-anak,” katanya.

Selain itu lanjutnya, bebatuan yang ada di taman Jalan Gadjah Mada khususnya berguna untuk kesehatan bagi para Lansia yang berjalan di batu itu. Maka demikian, pihak DKPP Inhil berkomitmen untuk membenahi kedua taman itu untuk ditingkatkan pelestariannya.

Ia menjelaskan, rencana pembenahan ini salah satunya berupa penambahan pepohonan yang akan bermanfaat untuk berteduh. Artinya, dengan adanya pohon nantinya, para pengunjung taman akan lebih tertarik dan lebih merasakan kenyamanan.

Ditambahkan, menanam pohon nanti butuh waktu yang lama, dan ini perlu kerjasama yang baik antara pemerintah dengan masyarakat untuk saling menjaga dan pemeliharaannya.

“kita berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan di taman kota kita ini sebagai fasilitas umum milik seluruh masyarakat juga, tidak hanya mengandalkan kinerja yang dimiliki oleh petugas kami,” harapnya.

Untuk jumlah tenaga operasional DKPP Inhil ini cukup banyak. Jika dirincikan katanya, maka terbagi pada 3 orang mandor, 1 orang penata lampu, 18 juru taman, 10 orang juru tebas , 10 lampu, dan 3 koordinator. (mirwan/adv pemkab inhil)




Bupati Inhil Wacanakan Bangun Jalan Pengubung Alternatif

Dengan jarak hanya beberapa meter dari bibir pantai, disaat pasang tinggi, ruas jalan penghubung di parit VI Kecamatan Tembilahan Hulu menjadi langganan banjir. dikhawatirkan lambat laun jalan ini akan semakin tergerus dan sewaktu-waktu akan terjadi longsor. karenanya memang sangat diperlukan jalan penghubung alternatif
Dengan jarak hanya beberapa meter dari bibir pantai, disaat pasang tinggi, ruas jalan penghubung di parit VI Kecamatan Tembilahan Hulu menjadi langganan banjir. dikhawatirkan lambat laun jalan ini akan semakin tergerus dan sewaktu-waktu akan terjadi longsor. karenanya memang sangat diperlukan jalan penghubung alternatif

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan menyatakan kekhawatirannya dengan kondisi satu-satunya ruas jalan keluar melalui darat dari Ibukota Kabupaten Inhil, Tembilahan menuju daerah lainnya.

Badan jalan yang dibangun berhampiran dengan bantaran sungai Indragiri ini sewaktu-waktu dikhawatrikan akan putus akibat terjangan erosi. Oleh karenanya, Bupati menyatakan keinginannya untuk membangun badan jalan penghubung alternatif.

“Bisa saja nanti badan jalan baru itu akan melalu Desa Pekan Kamis atau lebih jauh kedarat lagi.” Ujar Bupati belum lama ini ketika sempat berbincang-bincang dengan sejumlah awak media

Dicontohkan Bupati, ruas jalan yang dikhawatrikannya akan terputus itu seperti ruas jalan parit VI Kecamatan Tembilahan Hulu. Titik ruas jalan itu kini saat ini hanya tinggal beberapa meter dari badan sungai dan sangat rawan terjadinya longsor. Termasuk beberapa titik ruas jalan lainnya.

Keinginan orang nomor satu di Kabupaten Seribu Parit ini membangun jalan alternatif mendapat dukungan penuh dari warga. Pasalnya warga juga sangat khawatir dengan jalan penghubung yang berada di titik Parit Enam Tembilahan. Selain selalu tergenang air pasang. Saat ini hanya berjarak sekitar dua meter di pinggir sungai.(Mirwan/adv pemkab inhil)




Sampah Menumpuk, Warga Keluhkan Kota Tembilahan Jadi Jorok

Tumpukan sampah di Jalan H Said Tembilahan. Selasa (10/2/2015)
Tumpukan sampah di Jalan H Said Tembilahan. Selasa (10/2/2015)

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat kota Tembilahan mengeluhkan keberadaan tumpukan sampah yang masih kerap didapati diberbagai sudut kota Tembilahan.

Salah seorang Ibu Rumah Tangga warga Jalan H Said Tembilahan, Yanti berharap Pemkab Inhil melalui Dinas Terkait untuk dapat bekerja lebih maksimal.

“Setiap hari tumpukan sampah berserakan. Bahkan kadang-kadang memenuhi hingga sepertiga jalan dan menutupi saluran drainase. Apalagi baunya sangat tidak nyaman,” Keluhkan Yanti, selasa (10/2)

Disebutkannya, efek dari tumpukan sampah, selain menimbulkan aroma tidak sedap, kota juga tampak djorok.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Inhil, Eddiwan Shasby menyatakan bahwa belum maksimalnya kinerja Dinas baru pecahan Dinas PU ini disebabkan waktu jam kerja yang masih sangat kurang.

Ia telah merencanakan kedepan menaikkan jam kerja, namun penambahan waktu ini akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Saat ini, ketersediaan anggaran baru diperuntukkan untuk dua jam kerja.

“Kita akan terus upayakan agar persoalan ini segera bisa diselesaikan,” Ujarnya. (mirwan)




Musrenbang Kecamatan GAS, Pembangunan Jalan Penghubung Paling Banyak Diusulkan

Camat GAS, Riduan saat memimpin Musrenbang tingkat Kecamatan GAS
Camat GAS, Riduan saat memimpin Musrenbang tingkat Kecamatan GAS

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan penghubung menjadi prioritas serta paling banyak diusulkan oleh masyarakat yang bermukim di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bagian utara, Khususnya masyarakat di Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).

Hal itu diketahui dalam paparan lurah dan kepala desa saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan GAS, yang dipusatkan di Teratak Sepakat Kelurahan Teluk Pinang, Senin (9/2/2015).

Musrenbang yang dipimpin langsung Camat GAS, Riduan ini dihadiri oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhil, Upika, lurah dan kepala desa, fasilitator dan pendamping desa, serta LPM dan tokoh masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Kuala Gaung, H Syarif. Dimana, saat ini kondisi jalan penghubung, baik antar kecamatan, kelurahan maupun desa sudah sangat memprihatinkan dan perlu perhatian serta penanganan khusus dari Pemkab Inhil.

“Contohnya saja jalan penghubung Teluk Pinang-Kuala Gaung, jangankan mau melewatinya dengan menggunakan kendaraan, jalan kaki saja sudah tertatih-tatih,” turur Syarif

Senada dengan itu, Kepala Desa Rambaian, H Ardi menyatakan bahwa pihaknya sudah menunggu-nunggu kedatangan pihak dari Pemprov Riau dan Pemkab Inhil, untuk segera mengukur jalan yang kerusakannya sudah sangat parah, seperti jalan poros Desa Rambaian-Simpanh Jaya.

“Jadi, melalui program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) yang merupakan program prioritas Pak Bupati, kami harapkan pembangunan dan perbaikan jalan penghubung antar desa ini dapat lebih diutamakan,” tambahnya.

Lurah Teluk Pinang, M Saleh yang didampingi Ketua LPM, Hasriansyah juga membenarkan tentang banyaknya kondisi jalan yang sudah mengalami kerusakan sangat parah, seperti jalan penghubung Kelurahan Teluk Pinang-Sungai Piring.

Oleh karena itu, mereka berharap agar usulan pembangunan dan perbaikan jalan penghubung ini dapat segera direalisasikan, guna mendukung kelancaran perekonomian dan aktifitas sehari-hari masyarakat.

“Belum lagi kerusakan badan jalan yang ada di Teluk Pinang, yang merupakan Ibukota Kecamatan GAS. Sepeti di Jalan M Thaib, Jalan Serai, Jalan M Taha, Jalan M Ruslan dan sejumlah jalan lainnya yang sangat membutuhkan perbaikan segera,” imbuhnya. (adi/adv pemkab inhil)




Kurang Dana, Kata Camat, Pengaspalan jalan Jadi Tidak Tuntas

Jalan H Hasan ini salah satu titik badan jalan yang terabaikan dalam perbaikan pembanguna jalan Pelangiran Besar
Jalan H Hasan ini salah satu titik badan jalan yang terabaikan dalam perbaikan pembanguna jalan Pelangiran Besar

PELANGIRAN (detikriau.org) – Perbaikan badan jalan yang telah dibangun di pusat ibu kota kecamatan Pelangiran dinilai masih belum maksimal. Hal ini disebabkan masih terdapat beberapa titik ruas jalan yang belum tuntas dikerjakan.

“Saya pikir bangunan jalan di Pelangiran Besar ini belum bisa dikatakan maksimal, masak tidak keseluruhannya diperbaiki,” keluh Supri, salah seorang warga setempat, Jum’at (30/1/2015).

Mirisnya lagi, diantara beberapa titik badan jalan yang tidak disemenisasi tersebut tepat pada badan jalan yang rusak parah seperti jalan H Hasan parit 3. atas persoalan itu sangat diharapkannya kepada Pemerintah untuk benar-benar serius memperhatikan kondisi bangunan yang akan dinikmati bersama.

“Kita berharap Pemerintah Daerah melalui dinas terkait maupun Pemerintah Kecamatan tidak sekedar membangun, tapi perhatikan hasil dari bangunan itu bisa memuaskan,” pintanya.

Sementara itu, Camat Pelangiran Sutarno Wandoyo S Sos MH saat dikonfirmasi menerangkan bahwa setelah pekerjaan pembangunan perbaikan badan jalan Pelangiran Besar beberapa waktu lalu itu terdapat permasalah. Sebab, para pekerja tidak menyelesaikan secara tuntas.

Permasalahan tersebut dikatakannya bahwa para pekerja tidak melakukan pengaspalan secara menyeluruh, masih ada sekitar 40 meter yang tidak terselesaikan. Meski begitu, ia telah mendapat pernyataan nantinya akan diselesaikan.

“Memang tidak semua disemenisasi karena keterbatasan dana, karena dana yang disediakan dari APBD Kabupaten Inhil kurang sedikit dari jumlah Rp 1 Miliyar. Pengaspalan jalan itupun masih ada sekitar 40 meter, tapi persoalan tersebut sudah kami bicarakan,” kata Sutarno.(mirwan)