Dua Orang Pemabuk Hujam Juru Parkir Plaza Tembilahan Dengan Pisau Dapur

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Yandi (35) warga jalan SKB Tembilahan ini terpaksa dilarikan ke rumah sakit, karena ia mengalami luka robek dibagian mata sebelah kiri dan jempol tangan sebelah kiri akibat dikeroyok 2 orang pemabuk dengan menggunakan pisau dapur di parkiran atas plaza jalan Jendral Sudirman, Minggu (14/6/2015) sekitar pukul 05.15 WIB.

Diketahui, keseharian korban pengeroyokan ini bekerja sebagai tukang parkir. Menurut keterangan dari pihak kepolisian, waktu itu ada selisih paham antara tukang parkir dengan kedua pelaku.

“Namun kami belum tahu persis apa motif dari tindak pidana ini. masih menunggu keterangan kedua belah pihak, terutama korban yang saat ini masih dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman kepada awak media melalui telpon selularnya.

Saat ini ditambahkan Warno, petugas kepolisian sudah mengantongi identitas kedua pelaku yang berinisial Ac dan Ed yang telah disesuaikan dengan keterangan beberapa saksi saat kejadian peristiwa tersebut. Saat ini keberadaan kedua pelaku masih dalam penyelidikan serta barang bukti berupa pisau dapur telah di tangan petugas.

“Yang jelas usai mengeroyok, pelaku langsung kabur dan korban dibawa oleh beberapa saksi ke Rumah sakit. Salah seorang saksi menghubungi abang kandung korban dan mengabarkan kalau adiknya sedang mengalami luka-luka,” tutup Warno. (mirwan)




Hati-hati, di Tembilahan Ada Jalan Maut

Lobang besar yang ditutupi warga dengan berbagai bahanTEMBILAHAN (detikriau.org) – di Tembilahan yang dikenal sebagai kota Ibadah ini sekarang ada yang namanya jalan Maut, nama tersebut dibuat warga jalan Baharuddin Yusuf parit 11 Tembilahan, Jum’at (8/5/2015).

Berdasarkan pantauan awak media, wajar warga membuat nama tersebut di badan jalan dengan menggunakan berbagai bahan seperti ban bekas, pohon dan papan tipis. Karena, di badan jalan tersebut terdapat lubang besar yang cukup membahayakan para pengendara.

Apalagi lubang itu tak tampak oleh para pengedara roda dua maupun roda 4, sebab tertutup oleh genangan air. Jika tidak diberi tanda, menurut warga setempat, sering kali para pengendara terjebak dan terjatuh.

“Memang sering terjadi, kan cukup berbahaya,” ujar salah satu warga setempat.

Sementara itu, salah satu pengendara sepeda motor di Tembilahan, Udi (24) mengaku kesulitan melintasi jalan tersebut. Kenapa tidak, jika disiram hujan maka akan tergenang air.

“Kok begini ya kondisi jalan di perkotaan, cukup memprihatinkan,” katanya dengan heran.

Untuk diketahui, Jalan Baharuddin Yusuf tersebut merupakan jalan Provinsi dan menjadi tanggung jawab pihak Pemerintah Provinsi Riau. Namun demikian, tetap saja Pemkab Inhil yang menjadi sasaran masyarakat.

Seperti yang disampaikan wakil rakyat pada tanggapan Fraksi pada rapat paripurna beberapa waktu lalu menilai pemerintah kabupaten Inhil ini kurang berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Riau terkait kondisi jalan Provinsi yang ada di Inhil.

“Jika hanya pasrah menunggu kapan masyarakat bisa menikmati jalan Provinsi yang baik disini,” ujar Surya Lesmana, juru bicara dari Fraksi PDI-P. (mirwan)




Ribuan warga Tampan Padati Kawasan Car Free Day Stadion Utama

car3PEKANBARU (detikriau.org) – Senam  massal dan jalan sehat bersama Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT beserta para muspida dan para pejabat Pemko membooming di kawasan Car free day, Jalan Naga Sakti Stadion Utama PON Tampan, Minggu pagi (3/5).

Sejumlah tokoh masyarakat dengan mengunakan sepeda ontel juga ikut menghangatkan suasana yang penuh kekeluargaan tersebut.

carWalikota Pekanbaru Firdaus ST MT dalam sambutannya menyatakan salut dan kagum dengan antusias mayarakat kecamatan tampan yang tumpah ruah di jalan yang ditutup untuk kendraaan sejak pukul 06.00-09.00 itu.

“Hidup sehat, hidup bersih adalah salah satu ciri masyarakat madani. Kita sambut hari esok dengan optimis, dengan kondisi tubuh yang sehat dan prima.” Ujar Wako

Kawasan car free day ini dirasakan paling nyaman dan asri di Kota Pekanbaru dengan kapasitas yang sangat memadai. Mulai hari ini, dan Hari Minggu selanjtnya, Wako menyatakan kawasan ini menjadi kawasan Car free day.

“Seluruh masyarakat dipersilahkan berolahraga dan menikmati kebersamaan dengan keluarga di tempat yang asri dan besih ini,’’ ujar Walikota yang ditandai dengan melepas balon ke udara dengan logo “CR”.(dro/humas Pemko)




Lantai III Pasar Dayang Suri Dicanangkan Jadi Pusat Wisata Batu Akik

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan memintakan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menjadikan lantai tiga pasar dayang suri, Jalan Jendral Sudirman sebagai pusat wisata batu akik di kota Tembilahan.

Permintaan ini disampaikan Bupati dalam sambutannya saat membuka secara resmi pameran batu akik dilantai tiga bangunan pasar yang pada awal pendiriannya diperuntukkan sebagai lokasi pasar buah di kota Tembilahan ini. Rabu (8/4)

Menurut Bupati, meskipun secara umum Kabupaten Inhil bukanlah penghasil batu akik namun penduduknya sudah sejak dari dulu cukup banyak yang mencintai berbagai batu asli Indonesia ini. Terlebih lagi saat bepergian keluar daerah, Bupati mengakui kerap ditanyakan oleh-oleh batu akik asal kabupaten Inhil baik oleh relasi dan maupun kerabatnya.

“Usai kegiatan ini saya menginginkan dilokasi ini tetap ditetapkan sebagai lokasi wisata batu akik di kota Tembilahan. Nantinya bagi siapa saja penggemar batu akik dapat dengan mudah mencari berbagai batuan indah ini sesuai seleranya. Lagi pula nantinya setelah dilokalisasi saya berharap tidak ada lagi pengrajin batu akik yang mangkal ditepi-tepi jalan, ” Ujar Bupati

Ditambahkan Bupati, meski bukan sumber penghasil batu akik, namun diwilayah Inhil dibagian utara juga banyak didapati bebatuan alam yang cukup Indah. Untuk mencirikan khas daerah, Bupati menamai batu akik yang berasal dari Kecamatan Kemuning itu sebagai batu “Tembulun Rusa” yang dinamai sesuai asal batu akik tersebut dari kawasan Air Terjun Tembulun Rusa yang terletak di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Inhil. (mirwan/adv pemkab inhil)




Sekali Tabrakan, 6 Orang Masuk Rumah Sakit

Gbr Ilustrasi: gresnews.com
Gbr Ilustrasi: gresnews.com

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kecalakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi di depan Kantor DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (23/3/2015) kemaren. Naasnya, kecelakaan itu mengakibatkan 6 orang masuk Rumah Sakit.

Dari 6 orang tersebut, diantaranya 2 Wanita, 1 remaja dan 3 anak-anak. Dimana pada saat itu seorang wanita berinisial TT (31) mengendarai sepeda motor dengan membonceng 2 sanaknya yang masih berumur 5 dan 1 tahun serta seorang sanaknya yang sudah dewasa berumur 24 tahun.

Menurut keterangan kepolisian, TT datang dari jalan SKB menuju ke Jalan Prof M Yamin. Sebelum sampai ketujuan yang dimaksud, kendaraan TT malah bertabrakan dengan sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang remaja Ha (19) yang berboncengan dengan seorang bocah Fi (6) dengan arah yang berlawanan sekitar pukul 19.30 WIB.

“Saat itu juga keenam korban Lakalantas langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan,” kata Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Kasat Lantas AKP Ahmad Salmi.

Akibat kecelakaan ini lanjut Salmi, TT mengalami luka robek di kepala bagian kening sebelah kanan dan mengeluarkan darah dari hidung dan mulut, begitu juga dengan korban lainnya masing-masing mengalami luka lecet dibeberapa bagian tubuhnya.

“Ada juga yang mengalami luka lecet pada bagian tangan, bahkan ada juga yang luka memar pada bagian kepala,” tukasnya.(mirwan)




Dinilai Sudah tak Layak, Desa Sungai Iliran Butuh Perbaikan Jalan Penghubung

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kondisi infrastruktur yang tidak memadai sejak dulu memang menjadi permasalahan serius di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), serta harus segera dicari solusi dan jalan keluarnya oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Ini dapat dilihat dari cukup banyaknya keberadaan jalan penghubung, baik antar desa dan kelurahan, serta antar kecamatan di Negeri Seribu Parit, yang kondisinya rusak parah dan sangat memprihatinkan.

Seperti keberadaan jalan penghubung di Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), yang dinilai oleh Kepala Desa (Kades), Ahmad Sukri sudah tidak layak untuk digunakan serta dilalui oleh para pengendara dan pengguna jalan.

Padahal, lanjut Ahmad Sukri, jalan penghubung di desa setempat merupakan akses terdekat dan sering digunakan oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang akan berkunjung ke Kecamatan Gaung dan Mandah ataupun sebaliknya.

“Jalan kita ini sudah tidak layak pakai lagi, karena lebih banyak yang rusak. Padahal, setiap hari banyak pengendara roda dua yang lewat disini untuk pergi ke daerah lain dan melakukan aktifitas sehari-hari,” tutur Ahmad Sukri saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2015).

Dijelaskan, seringnya para pengendara sepeda motor melewati jalan tersebut, dikarenakan jembatan penyeberangan sungai, baik menuju Kecamatan Gaung maupun Mandah, hanya ada satu-satunya di Desa Sungai Iliran.

“Jadi, kami harapkan kondisi jalan penghubung ini cepat diperbaiki oleh Pemda melalui instansi terkait, sehingga aktifitas sehari-hari masyarakat bisa berjalan lancar dan tidak terganggu. Ini juga dalam upaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.(adi)