Inilah Ciri Manusia yang Lebih Buruk dari Firaun dan Iblis

Firaun dan iblis merupakan sosok yang memerankan tokoh antagonis dalam skenario kehidupan manusia. Setiap kisahnya, membahas tentang kejahatan serta laknatnya kedua makhluk ini.

Firaun adalah manusia  biasa yang mengaku sebagai Tuhan. Ia menghalalkan berbagai cara untuk menyamakan diri dengan Sang Pencipta. Sedangkan Iblis menjadi musuh nyata yang menjerumuskan Bani Adam menuju jalan kesesatan agar bersama-sama masuk ke neraka.

Begitu ngeri keburukan keduanya, sehingga manusia diperintahkan untuk menguatkan iman dan taqwaanya. Meski sikap mereka demikian buruk, ternyata ada manusia yang dianggap lebih buruk dari keduanya. Seperti apa cirinya? Berikut ulasannya.

Tidak terbayangkan, bagaimana mengerikannya jika seorang manusia dianggap lebih buruk dibanding keduanya. Pasalnya baik Firaun maupun Iblis saja sudah demikian jahatnya, bagaimana jika lebih buruk dari mereka. Pasti hal-hal yang dilakukan oleh manusia yang lebih buruk ini akan lebih buruk pula dibanding keduanya.

Ternyata tidak demikian adanya, karena cirinya sangat sering sekali terlihat dan dialami oleh manusia. Bahkan diantara kita juga sering melakukannya. Ciri manusia yang dianggap lebih buruk dari firaun dan iblis adalah tidak mau memaafkan kesalahan orang lain.

Hal ini sangat sering terjadi dalam kehidupan. Memaafkan ternyata bukan perkara mudah. Namun bukan berarti manusia boleh tidak memberi maaf orang yang telah berbuat kesalahan.

Hal ini tertulis dalam kitab an-Nawâdir karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Mishri al-Qulyubi asy-Syafi‘i. Dikisahkan, suatu kali Iblis mendatangi Fir’aun dan berkata, “Apakah kau mengenaliku?”

“Ya,” sahut Fir’aun.

“Kau telah mengalahkanku dalam satu hal.”

“Apa itu?” Tanya Fir’aun penasaran.

“Kelancanganmu mendaku sebagai tuhan. Sungguh, aku lebih tua darimu, juga lebih berpengetahuan dan lebih kuat ketimbang dirimu. Tapi aku tidak berani melakukannya.”

“Kau benar. Tapi aku akan bertobat,” kata Fira’un.

“Jangan buru-buru begitu,” bujuk Iblis la’natullah ‘alaih, “Penduduk Mesir sudah menerimamu sebagai tuhan. Jika kau bertobat, mereka akan meninggalkanmu, merangkul musuh-musuhmu, dan menghancurkan kekuasaanmu, hingga kau tesungkur dalam kehinaan.”

“Kau benar,” jawab Fir’aun, “Tapi, apakah kau tahu siapa penghuni muka bumi ini yang lebih buruk dari kita berdua?”

Kata Iblis, “Ya. Orang yang tidak mau menerima permintaan maaf orang lain. Ia lebih buruk dariku dan darimu.”

Memang, perkara memaafkan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih jika kesalahan yang dibuat demikian menyakitkannya hingga menjadi luka yang teramat pedih. Namun hal itu bukan menjadi alasan untuk seseorang tidak memaafkan kesalahan orang lain. Karena ternyata Allah SWT akan membalas pemberi maaf dengan hal yang begitu istimewa.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah  bersabda: “Barangsiapa yang didatangi  saudaranya yang hendak meminta maaf ,hendaklah memaafkannya,apakah ia berada dipihak  yang benar ataukah yang salah, apabila tidak melakukan hal  tersebut (memaafkan), niscaya tidak akan mendatangi telagaku (di akhirat) (HR Al-Hakim)

“Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah memberinya maaf pada hari kesulitan (HR Ath-Thabrani)

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang”. (QS An-Nuur :22./infoyunik.com




Ini Nasehat Manusia yang Kisah Hidupnya Tercatat di Al Qur’an untuk si Anak Tentang Hakekat Hidup

detikriau.org – Satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul, tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Al Qur’an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa ? tak lain, karena hidupnya dipenuhi akan hikmah. Dikisahkan suatu hari manusia istimewa ini pernah menasehati anaknya tentang hakikat hidup. apakah itu?

“Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah, dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir.”

“Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya.”

“Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu.”

“Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya.”

“Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan.”

“Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang.”

“Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:

  1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik.
    2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.
    3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu.
    4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.
    5. Ingatlah Allah selalu.
    6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu
    7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.
    8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

 

Dipetik dari tulisan Muhammad Khair Ramadhan Yusuf dalam bukunya Lukman al Hakim, Lukman dijelaskan adalah anak kepada Faghur bin Nakhur bin Tarikh (Azar), dengan demikian Luqman adalah anak saudara kepada Nabi Ibrahim a.s.; atau dikatakan juga Luqman itu anak saudara kepada Nabi Ayub a.s.

Diriwayatkan juga bahawa Luqman telah hidup hingga seribu tahun sehingga dapat menemui zaman kebangkitan Nabi Daud a.s., bahkan dia juga pernah menolong Nabi Daud a.s. dengan memberikan kepadanya Hikmah atau kebijaksanaan. Luqman pernah menjadi Kadi, yakni hakim, untuk mengadili perbicaraan kaum Bani Israel.

AI-Allahamah AI-Alusy berkata: “Kebanyakan pendapat mengatakan bahawa beliau hidup di zaman Nabi Daud a.s.” Katanya lagi: “Orang juga berselisih pendapat, adakah beliau seorang yang merdeka atau seorang hamba? Kebanyakan pihak mengatakan beliau adalah seorang hamba Habsyi”

Dipetik dari Ibnu ‘Abbas katanya: “Luqman bukanlah seorang nabi mahupun raja tetapi beliau hanyalah seorang pengembala ternakan yang berkulit hitam. Lalu Allah telah memerdekakannya dan sesungguhnya Dia redha dengan segala kata-kata dan wasiat Luqman. Maka kerana itu, kisah ini diceritakan di dalam AI-Quran agar kita semua dapat mengambil pedoman dan berpegang dengan wasiat-wasiatnya.”

Ibnu Kathir berkata: ‘Ulama’ salaf berselisih pendapat tentang diri Luqman; adakah dia seorang nabi atau pun seorang hamba yang soleh tanpa taraf kenabian? Di antara dua pendapat ini, kebanyakan mereka berpegang dengan pendapat yang kedua.’

Para ulama’ semuanya sepakat mengatakan Luqman itu seorang bertaraf wali dan Ahli Hikmah (bijak bistari), bukan seorang nabi, kerana lafaz hikmah dalam ayat di atas dimaknakan ‘kenabian’. Dan dikatakan juga apabila Luqman disuruh pilih antara Hikmah (kebijaksanaan) dengan Nubuwwah (kenabian), dipilihnya Hikmah. Di antara para ulama’ tersebut ialah seperti Mujahid, Sa’id bin AI-Musayyab dan Ibnu Abbas. Wallahu A’lam.”

Ibnu Kathir ada menyebutkan di dalam kitab sejarahnya: “Beliau ialah Luqman bin Unqaa’ bin Sadam.” Diceritakan dari As­ Suhaili, dari Ibnu Jarir dan AI-Qutaibi: “Beliau ialah Luqman bin Tharan”

Dikatakan bahawa beliau ialah anak kepada AI- Baura’. Ibnu Ishaq ada menyebutkan beliau ialah Luqman bin AI Baura’ bin Tarikh yaitu Aazar Abu Ibrahim AI-Khalil.

Adalah diceritakan, bahwa Luqman telah tidur di tengah hari lalu kedengaran suara memanggilnya: “Hai Luqman! Mahukah kalau Allah jadikan engkau seorang Khalifah di bumi yang memerintah manusia dengan hukuman yang benar?” Dijawabnya: “Kalau Tuhanku menyuruh pilih, akan saya pilih ‘Afiat (selamat) dan saya tidak mahu bala (ujian). Tetapi kalau saya ditugaskan juga saya akan turut. Kerana saya tahu bahawa Allah Taala kalau menetapkan sesuatu kepada saya pasti Dia menolong dan memelihara saya.

Kemudian dikatakan para malaikat pula bertanya: “Hai Luqman! Adakah engkau suka diberi Hikmah?” Dijawabnya: “Sesungguhnya seorang hakim kedudukannya berat, dia akan didatangi oleh orang-orang yang teraniaya dari segenap tempat. Kalau hakim adil akan selamat, dan kalau tersalah jalan akan tersalah pulan jalannya ke neraka. Siapa yang keadaannya hidup di dunia, itu lebih baik daripada dia menjadi mulia. Dan siapa yang memilih dunia lebih daripada akhirat, akan terfitnah oleh dunia dan tidak mendapat akhirat.”

Para malaikat pun takjub mendengarkan kebagusan kata-katanya itu. Apabila Luqman tertidur semula, dia dikurniakan Hikmah, lalu terjaga dan berbicara dengan kata-kata yang berhikmah selepas itu.

Juga diriwayatkan bahawa Luqman itu seorang hamba bangsa Habsyi, kerjanya sebagai tukang kayu, tukang jahit dan seorang penggembala kambing. Apabila bertemu dengan seorang lelaki dia bercakap dengan penuh Hikmah, sehingga orang lelaki itu takjub lalu berkata: “Bukankah engkau seorang penggembala kambing?” Dijawabnya: “Benar!” Lalu ditanya orang lelaki itu lagi: “Bagaimana engkau telah dapat mencapai kedudukan engkau yang begini (bijak bestari)?” Luqman menjawab: “Saya mendapatnya dengan bercakap benar, memelihara amanah dan tak ambil tahu apa yang bukan urusan saya.”

Ada juga diriwayatkan bahawa Luqman berasal dari Sudan/Mesir, berkulit hitam, bibirnya tebal dan kulit kakinya pula retak-retak. Juga dikatakan bahawa sebaik-baik orang dari benua Afrika itu adalah 3 orang, iaitu: Bilal bin Robah, Mahja’ (yakni hamba sahaya Sayidina Umar ibn Khattab) dan Luqman al-Hakim. Orang yang ke empat pula ialah an-Najasyi (Raja Habsyah yang beriman di zaman Nabi Muhammad s.a.w.)

Ibnu Qutaibah berkata: “Luqman adalah seorang hamba Habsyi kepada seorang lelaki dari kalangan bani Israil. Kemudian beliau dibebaskan dan diberikannya harta.”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dia telah berkata: Rasullullah s.a.w. pernah bersabda:

“Adakah engkau semua tahu siapakah dia Luqman? “Mereka pun menjawab: “Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih tahu.” Baginda bersabda: “Dia adalah seorang Habsyi.” Pendapat yang mengatakan dia adalah seorang habsyi, adalah dari lbnu Abbas dan Mujahid.

As-Suhaili berkata: “Luqman adalah Naubah dari penduduk Ielah ( Sebuah bandar di tepi laut merah )” Demikian juga dipetik oleh Qatadah, dari Abdullah bin Az-Zubair: Aku telah bertanya kepada Jabir bin Abdullah: “Apakah cerita terakhir yang sampai kepadamu tentang perihal diri Luqman? “J abir menjawab: “Dia adalah seorang yang pendek, pesek hidungnya dari keturunan Naubah.” lanya juga sebagaimana yang disebutkan dari Sa’id bin AI­ Musayyab, katanya: “Luqman adalah dari Sudan, Mesir.”

AI-Hassan AI-Basri pula berkata: “Luqman telah membina sebuah singgahsana di Ramlah, Syam. Pada masa itu, tempat tersebut masih lagi belum dibangunkan. Dia berada di sana sehinggalah Ian jut usianya dan meninggal dunia.”

Ibrahim bin Adham berkata: “Aku telah diberitahu bahawa kubur Luqman adalah di antara Masjid Ar-Ramlah dan tempat didirikan pasar pada hari ini.Di tempat tersebut terdapat 70 kubur nabi-nabi sebelum Luqman.

Dilaporkan, bahawa Luqman adalah seorang mufti sebelum Nabi Daud a.s dibangkitkan. Apabila baginda diutuskan kepada umatnya, Luqman berhenti dari memberikan fatwa. Ada orang bertanyakan; padanya tentang hal itu lalu dia pun berkata: “Adakah aku tidak mahu berhenti apabila aku telah merasa cukup?!! “

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Mujahid: “Beliau adalah seorang Qadhi di kalangan kaum bani Israil di zaman Nabi Daud a.s”

Demikianlah siapa itu Luqmanal Hakim. Tidak penting siapapun dirinya, yang penting beliau adalah seorang yang mempunyai hikmah kebijaksanaan. Kata-katanya diberkati Allah dan diabadikan didalam kitab suci Al Quran.

Editor: dro

Disadur dari berbagai sumber

 




Merinding Saat Jenazah Berbicara Waktu dimandikan. Apa yang dikatakannya Sangat Mengejutkan

detikriau.org – Sewaktu waktu ajal menjemput, tidak ada seseorang juga yang dapat menghentikan.

Dalam satu kitab karya Imam Abdirrahin bin Ahmad Al Qadhiy, diterangkan bagaiman sakitnya raga waktu ruh mulai dicabut.

Hal semacam ini dikisahkan Rasulullah SAW pada Aisyah ra.

“Dan datanglah sakaratul mautdengan sebenarnya Itulah yang anda selalu lari darinya”.

Dilansir Ohbulan.com, Selasa (23/8/2016), dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, dikisahkan bila satu hari ia tengah duduk di dalam rumah dan mengatakan salam.

Aisyah ra merencanakan untuk berdiri dan menyongsong kedatangan kekasih Allah itu.

“Duduklah di tempatmu, tidak usah berdiri wahai Ummul Mukminin, ”begitu ucap Rasulullah SAW.

Lantas Rasulullah SAW ikut duduk dan menempatkan kepalanya di pangkuan Aisyah, Tak berapa lama lantas Rasulullah SAW juga tidur terlentang.

Saat itu Aisyah ra dapatkan uban yang ada di jenggot Rasulullah SAW dan lihat 19 helai rambut yang memutih.

Jadi Aisyah juga menangis sampai air matanya jatuh menetes di muka Rasulullah SAW sampai pada akhirnya ia juga terbangun dari tidurnya.

“Wahai ummul mukminin, apa yang bikin anda menangis? “ tutur Rasulullah SAW.

Jadi Aisyah ra bercerita apa yang ia rasakan sesudah lihat uban-uban Rasulullah SAW itu.

“Tahukah anda, kondisi apakah yang paling menyusahkan untuk mayit? ” Kata Rasulullah SAW.

“Tidak ada kondisi yang paling menyusahkan atas diri mayit dari saat keluar dari rumahnya, anak-anak yang ditinggalkan ada di belakangnya, serta menangisinya, ” kata Aisyah.

“Itu memanglah menyakitkan, tetapi masih ada lagi yang jalan pedih dari itu, ” sahut Rasulullah SAW.

“Tidak ada keadaan yang lebih berat atas diri mayit dari saat dia dimasukkan dalam liang kubur dan dikubur di bawah tanah, beberapa kerabat, anak dan istrinyameninggalkannya pulang.”

“Lalu datanglah Malaikat Munkar dan Nakir dalam kuburnya, ” papar Aisyah lagi.

Rasulullah SAW tersenyum mendengar pembicaraan itu. Lalu beliau menjelaskan pada bila sebenarnya saat yang paling berat untuk mayit yakni waktu datangnya “Tukang Memandikan Mayit”.

Mereka keluarkan cincin dari jari-jari orang yang mati itu, melepas pakaiannya kemusian memandikannya.

Waktu itu, ruhnya memanggil saat saksikan jasadnya telanjang dengan suara yang dapat didengar oleh semuanya makhluk kecuali jin dan manusia.

“Apa yang diserukan oleh ruh itu ya Rasulullah? “tanya Aisyah.

“Hai tukang memandikan, untuk Allah saya memohon kepadamu agar engkau mencopot bajuku dengan rencana- ide, karena sesungguhnya saat ini saya tengah istirahat dari sakitnya pencabutan nyawa dari Malaikat Maut, “begitu ungkap Rasulullah SAW.

“Lalu apa yang diserukan lagi oleh ruh …? “tanya Aisyah ra lagi.

“Hai tukang memandikan, untuk Allah jangan sampai engkau tuangkan air panas, jangan sampai engkau gunakan air panas dan jangan sampai juga air dingin, sesungguhnya jasadku telah terbakar sebab dicabutnya nyawaku, “papar Rasulullah SAW.

“Lalu waktu dimandikan, apa yang diserukan oleh ruh itu …? “tanya Aisyah ra lagi. Dan waktu dimandikan, ruh itu berkata,

“Demi Allah, hai tukang memandikan, jangan pernah engkau pegang diriku begitu kuat, sesungguhnya jasadku masih tetap terluka karena keluarnya nyawa, “tutur Rasulullah SAW.

Baca Sumber

 




Inilah Nomor Darurat untuk Menghubungi Allah

Perkembangan teknologi semakin mempermudah manusia dalam urusan berkomunikasi. Berbicara jarak jauh ini bisa saja membahas mengenai profesi, kegiatan sehari-hari, bahkan urusan pribadi. Manusia hanya tinggal tekan nomor saja agar bisa terhubung satu sama lain.

Berbagai permasalahan kehidupan seolah sudah ada nomornya masing-masing. Namun tetap saja, mereka yang kita hubungi lewat nomor darurat ini adalah manusia yang tidak sepenuhnya mampu menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Sayangnya diantara kita jarang terbesit untuk menghubungi Allah? Padahal Dia memiliki nomor-nomor darurat yang bisa dihubungi. Nomor ini tidak pernah berganti, dan menjadi jalan keluar bagi manusia yang memiliki permasalahan duniawi. Berapa saja nomornya?

Nomor-nomor ini bisa anda cari di dalam Alquran. Di sana Allah menjelaskan bagaimana mengatasi persoalan yang kerap kali dialami manusia. Sayangnya, manusia kerap kali memilih sesamanya untuk berbagi dibanding Sang Pencipta.

Padahal, tidak jarang mengadu kepada manusia justru akan menimbulkan persoalan baru. Berikut ini nomor yang bisa anda hubungi sesuai kondisi kehidupan yang anda alami.

1. Jika Sedang Sedih Hubungi 2:286
Nomor pertama yang bisa anda hubungi adalah 2: 286, yang artinya Surah ke dua dalam Alquran ayat 25. Nomor ini merujuk pada surat Albaqarah ayat ke-286. Anda bisa menghubungi Allah melalui surat ini ketika sedang bersedih hati.

Ayolah, jangan lagi mengadu kepada teman, sahabat atau saudara ketika hati sedang sedih. Karena tidak jarang apa yang kita ceritakan justru membebani dan membuat hati mereka pedih.

Hubungi saja Allah dengan membaca surat ini. Dalami maknanya, dan ketika hatimu bergetar artinya saat itu kita sedang terhubung dengan Allah. Surat ini memiliki arti sebagai berikut:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Lihat QS.Al-Baqarah : 286).

Bagaimana? Bukankah Dia yang memberikan kesedihan itu? Sehingga kita tidak perlu untuk berlarut-larut untuk bersedih. Karena sesuai janji-Nya, Allah hanya memberikan ujian sesuai kesanggupan hamba-Nya.
Boleh juga untuk menambahkan nomor lainnya ketika sedih itu datang. Yakni pada nomor 2:216 yang berarti dalam Surat Albaqarah ayat 216 yang artinya

“…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 216)

2. Jika Mencari Teman Hubungi Nomor 9:129
Kita kerap kali merasa kesepian dalam kehidupan. Tidak jarang hal ini justru membuat frustasi dan kehilangan arah. Namun tenang saja, Allah juga menyediakan nomor darurat untuk dihubungi. Angka ini merujuk pada Surat At Taubah ayat 129 yang artinya

“….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal…….” (Lihat QS.At-Taubah : 129)

3. Jika Hati Tidak Tentram Hubungi Nomor 13:28
Nomor ini merujuk pada surat Al-Ra’d ayat 28. Ini menjadi jawaban untuk manusia yang tidak tentram dalam menjalani kehidupannya. Lihatlah bagaimana Allah memberi jawaban untuk mereka yang hatinya tidak tentram. Surat tersebut memiliki arti:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS: Al Ra`d:28).

4. Jika Merasa Tidak Dihargai Hubungi nomor 79:22
Ketika merasa tidak dihargai orang, kita biasanya akan marah-marah sendiri, menceritakan kekesalan yang dialami kepada orang lain dan tindakan negatif lainnya. Bersabarlah cobalah bercerita dengan Allah dengan menghubungi nomor 79:22 berikut ini. Nomor ini merujuk pada surat Al-Insan Ayat 22 yang artinya:

“Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)”. (QS. 79:22)

Nah lihatlah bahwa ternyata apa yang kita dapatkan merupakan balasan atas perlakuan kita sendiri. Boleh jadi hari ini kita berlaku baik, namun apa kita ingat kalau mungkin saja bertahun-tahun lalu kita juga pernah tidak menghargai orang lain. Sehingga balasannya baru diterima hari ini.

5. Jika Merasa dalam Kesulitan Hubungi Nomor 94-5-6
Dalam hidup kita sering kali mengalami kesulitan. Dalam berbagai aspek, rasanya ujian tidak henti-henti menghampiri dan membuat kita berputus asa.  Jika merasa hidup sulit, maka jangan langsung menghubungi orang lain. Karena mengadu kepada Allah ternyata lebih menenangkan hati. Silakan hubungi 94-5-6 yang merujuk pada surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6 yang artinya:

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6).

Lihatlah bagaimana Sang Pemberi Kesulitan ini menjanjikan kemudahan kepada kita. Jawaban ini tentu tidak diberikan oleh manusia jika kita mengadu kepada mereka. Manusia tidak bisa menjamin kemudahan dibalik kesulitan itu, layaknya Allah SWT.

Semoga nomor-nomor ini bisa menjadi jalan keluar bagi Anda yang membutuhkan pertolongan. Bacalah, jika hati bergetar artinya kita sedang terhubung dengan Sang Pemberi kehidupan.

sumber: infoyunik




Kenapa Babi Diciptakan, Lantas Diharamkan?

babiKenapa BABI itu haram? Kenapa Tuhan menciptakan BABI? Kalau soal minuman keras itu haram wajar karena mengudang bahaya dan itu buatan manusia. Tolong di jawab.

Beberapa hal perlu diterangkan untuk menjawab hal di atas.

Pengharaman Babi dan Segala Unsurnya

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al- Baqarah: 173).

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (QS. Al-Maidah: 3).

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 115).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Begitu juga dilarang memakan daging babi baik yang mati dengan cara disembelih atau mati dalam keadaan tidak wajar. Lemak babi pun haram dimakan sebagaimana dagingnya karena penyebutan daging dalam ayat cuma menunjukkan keumuman (aghlabiyyah) atau dalam daging juga sudah termasuk pula lemaknya, atau hukumnya diambil dengan jalan qiyas (analogi).” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 36)

Yang jelas haramnya babi adalah berdasarkan ijma’ atau kata sepakat ulama sebagaimana dikatakan oleh Ibnul ‘Arabi rahimahullah. Penyusun Ahkam Al-Qur’an ini berkata, “Umat telah sepakat haramnya daging babi dan seluruh bagian tubuhnya. Dalam ayat disebutkan dengan kata ‘daging’ karena babi adalah hewan yang disembelih dengan maksud mengambil dagingnya. … Dan lemak babi termasuk dalam larangan daging babi.” (Ahkam Al-Qur’an, 1: 94).

 

Hikmah Diharamkannya Babi

Hewan yang diharamkan pasti akan memberikan pengaruh bagi orang yang memakannya. Dan ini berlaku untuk makanan haram secara umum.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Diharamkan darah yang dialirkan karena darah seperti itu dapat membangkitkan syahwat dan menimbulkan amarah. Jika terus dikonsumsi, maka akan membuat seseorang bersikap melampaui batas. Saluran darah inilah tempat mengalirnya setan pada badan manusia. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setan itu bisa menyusup dalam diri manusia melalui saluran darahnya.” (HR. Bukhari, no. 3281; Muslim, no. 2175).” (Disebutkan oleh Al-Qasimi dalam tafsirnya, 3: 41-42. Dinukil dari Tafsir Syaikhil Islam Ibni Taimiyah, 1: 405.)

Begitu pula orang yang memakan binatang buas yang bertaring bisa mendapat pengaruh sombong dan congkak di mana sifat tersebut termasuk watak hewan buas. Ada juga hewan yang diharamkan karena sifatnya yang khobits (menjijikkan) seperti babi yang kita bahas kali ini. Maka orang yang gemar memakan babi akan punya sifat khobits pula. Juga yang memakan hewan ini bisa mewarisi sifat sombong dan angkuh sebagaimana babi.

Jika ada pengaruh jelek seperti di atas, kenapa dalam keadaan darurat masih dibolehkan untuk dimakan?

Jawabnya, karena kebolehannya dalam keadaan darurat seperti itu mengingat bahwa mengambil maslahat dengan dipertahankannya jiwa lebih didahulukan daripada menolak bahaya seperti yang disebutkan. Karena bahaya di atas tidak diwarisi ketika dalam keadaan hajat yang besar seperti yang disebutkan. (Lihat kitab Al-Ath’imah karya guru kami, Syaikh Shalih Al-Fauzan, hlm. 39-40. Lihat penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al-Fatawa, 21: 585 dan 20: 340)

 

Kenapa Babi Diciptakan?

Jika memakan babi itu haram, kenapa Allah menciptakan babi?

Moga pertanyaan ini bukan mengetes dan bukan bercanda. Namun benar ingin bertanya.

Pertanyan itu sama saja maksudnya, kenapa sampai Allah menciptakan sesuatu yang buruk?

Maka pertanyaan itu sama juga dengan, kenapa Allah menciptakan setan?

Bukankah semau Allah, memerintah apa saja dan melarang apa saja? Tugas kita sebagai hamba-Nya adalah, sami’naa wa atho’naa, yaitu dengar dan taat.

Kalau mau dinyatakan sebagai orang beriman yang benar,

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An-Nuur: 51)

 

Yang Harus Direnungkan

Allah Ta’ala berfirman,

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ

Allah tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.” (QS. Al-Anbiya’: 23)

Tentang ayat tersebut, Ibnu Katsir rahimahullah berkata, Allah itu Al-Hakim yang tidak ada yang bisa menentang ketetapan Allah karena kebesaran dan keagungan Allah. Karena Allah menetapkan sesuatu dengan Maha Adil dan penuh kelembutan. Makhluk-Nya lah yang ditanya oleh Allah atas apa yang mereka amalkan kelak.

Surat Al-Anbiya’ ayat 23 menerangkan bahwa setiap muslim tidak mesti mengetahui hikmah dari apa yang dilakukan oleh Allah Ta’ala. Manusia hanya punya kewajiban untuk membenarkan dan beriman karena Allah yang lebih mengetahui mana yang terbaik untuk diri kita daripada diri kita sendiri. Allah tidak mungkin melarang dan menjauhkan kita dari sesuatu kecuali pasti mengandung mudarat (bahaya) bagi kita. Begitu pula Allah tidak mungkin memerintahkan dan mendekatkan kita pada sesuatu kecuali pasti ada kebaikan di dalamnya.

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آَمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-A’raf: 157)

Namun terkadang, Allah melarang sesuatu dan menjelaskan hikmahnya pada kita.

Semoga Allah memberi taufik untuk menerima hukum dan ketentuan Allah.

Sumber: https://rumaysho.com/13221-kenapa-babi-diciptakan-lantas-diharamkan.html

 




Ini Pertanda Kiamat yang Sudah Muncul di Sungai Eufrat

Sungai Eufrat di Irak Jadi Salah Satu Tanda Kiamat
Sungai Eufrat di Irak Jadi Salah Satu Tanda Kiamat

Umat Isalm mempercayai bahwa akan ada masanya dunia beserta isinya hancur lebur saat kiamat. Namun, tidak ada yang tahu pasti kapan peristiwa dasyat ini akan terjadi. Namun Rasulullah SAW sudah menyampaikan tanda-tandanya dalam banyak riwayat.

Selain keluarnya Dajjal, beberapa wilayah berikut disebutkan Nabi sebagai tanda semesta mendekati kiamat. Adalah Sungai Eufrat yang nantinya menjadi salah satu pertanda akan datangnya hari kiamat. Sungai ini melintasi tiga negara yakni Turki, Suriah, dan Irak.

Dalam sabdanya Nabi Muhammad SAW mengatakan jika pada akhir zaman nanti sungai ini akan mengering dan mengeluarkan harta karunnya yang menyebabkan peperangan. Faktanya, hal itu kini sudah terjadi. Seperti apa? Berikut penjelasannya.

Sungai Eufrat bersama dengan Sungai Tigris memiliki peran besar dalam membesarkan peradaban terkenal Mesopotamia. Sungai ini memiliki mata air di Anatolia, Turki dan bermuara di Teluk Persia. Dalam Islam, Eufrat memiliki arti penting karena pernah masuk dalam sabda Rasulullah SAW sebagai pertanda datangnya hari kiamat.

Berikut ini tiga sabda Nabi tentang Eufrat. Rasulullah SAW bersabda, ‘’Hari Kiamat tak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan ‘Gunung Emas’ yang mendorong manusia berperang. 99 dari 100 orang akan tewas (dalam pertempuran), dan setiap dari mereka berkata,  ‘Mungkin aku satu-satunya yang akan tetap hidup’.’’ (HR Bukhari).

Rasulullah juga bersabda dalam riwayat lain yang artinya ‘’Sudah dekat suatu masa di mana sungai Eufrat akan menjadi surut airnya lalu ternampak perbendaharaan daripada emas, maka barang siapa yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun daripada harta itu.’’ (HR Bukhari Muslim).

Imam Bukhari juga  meriwayatkan hadis lainnya tentang permasalahan yang sama. Rasulullah SAW bersabda, ‘’Segera Sungai Eufrat akan memperlihatkan kekayaan (gunung) emas, maka siapa pun yang berada pada waktu itu tidak akan dapat mengambil apa pun darinya. Imam Abu Dawud juga meriwayatkan hadis yang sama.

Lantas, apa maksud Rasulullah dengan harta karun berupa kekayaan seperti gunung emas ini? Mari kita lihat terlebih dahulu kondisi Eufrat saat ini. Badan Antariksa Amerika Serikat NASA dalam siarannya di Surat Kabar New York Time melaporkan hasil penelitian mereka terhadap Sistem Sungai di Timur Tengah.

Ilmuan NASA, Irvine ddan penelitia lainnya dari Univeritas California, mendapati bahwa sejak tahun 2003, debit air sepanjang Eufrat dan Tigris kehilangan debit air sebanyak 144 juta kilometer kubik. Hal ini berarti sungai tersebut sudah mulai mengering.

Debit air ini semakin mengering dalam jumlah yang semakin besar pada periode 2010 hingga 2015. Para peneliti mengatakan sekitar 60 persen dari kerugian air ini adalah akibat “pompa air yang terus menghisap air tanah.”

Tiga negara yang terdiri dari Irak, Suriah dan Turki tidak berkoordinasi dalam pengelolaan air dengan baik. Adalah Turki yang membangun bendungan raksasa, Ataturk, yang penuh dengan kontroversi. Bendungan ini dibangun pada tahun 1975 dengan tinggi sekitar 210 meter.  Suriah dan Irak mengaku mengalami kekurangan air yang ekstrem akibat pengembangan proyek ini.

Bagaimana tidak, wilayah Turki menjadi begitu subur dan makmur dengan adanya bendungan tersebut. Namun tidak demikian dengan Suriah dan Irak. Hal ini memunculkan polemik antar tiga negera dan kini merambat ke banyak negara. Banyak orang yang sudah mulai kuatir bahwa apa yang disebutkan Nabi mulai menjadi kenyataan.  Yakni ketika Sungai Eufrat mulai mengering, maka setelahnya akan diikuti dengan perang.

Lalu bagaimana dengan gunung emas yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW? Benarkah di Sungai Eufrat tersimpan harta karun yang begitu banyak?  Apakah yang dimaksud adalah ‘Emas Hitam’ sebuah bahasa kiasan dari hasil bumi (Batu Bara, Minyak Bumi mentah, Gas alam, bijih besi, timah , aspal dan hasil hasil bumi yang lain yang sangat berharga).

Timbul pertanyaan lagi apakah perang di Suriah dan Irak ada hubungannya dengan perebutan ‘gunung emas’ yang telah tersingkap/terdeteksi oleh satelit ketika sungai eufrat di keringkan Turki saat pembangunan Waduk raksasa di Turki ?

Sudah menjadi rahasia umum, jika peperangan yang terjadi tidak semata-mata penggulingan kekuasaan. Namun juga ingin menguasai minyak di wilayah tersebut.  Wallahu A’lam, Semoga umat muslim disana dan dimanapun juga diberi keselamatan dan dilindungi dari fitnah akhir jaman.

sumber: infoyunik.com