POLISI PINTA ASSET PT.PNB YANG DIKUASAI NASABAH SEGERA DIPULANGKAN

Hindari Kejadian Serupa,  Polisi Akan Panggil Perusahaan Investasi Sejenis yang Beroperasi di Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Wakapolres Inhil, Kompol Yuniar Ari Darmawan SIK menghimbau agar masyarakat yang dirugikan dalam kasus PT.Palton Niaga Berjangka (PNB) Unit Tembilahan untuk menempuh penyelesaian sesuai hukum yang berlaku. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari nasabah dari kerugian kedua kalinya.

“Kita himbau seluruh nasabah untuk mengambil penyelesaian melalui jalur hukum. Sekali-kali jangan mencoba mencari penyelesaian dengan cara sendiri seperti melakukan penjarahan atau perampasan asset perusahaan. Tindakan seperti itu jelas sebuah tindakan pelanggaran hukum. Anda sudah menjadi korban jangan kedepannya malah akan bermasalah lagi.” Himbau Wakapolres melalui detikriau.org diruang kerjanya, jum’at (3/8).

Untuk nasabah yang sudah sempat menguasai asset milik perusahaan, Wakapolres juga berpesan agar segera mendatakan kepada pihak kepolisian atas asset perusahaan yang kini berada dalam penguasaannya.” Kita berharap nasabah bertindak kooperatif dan mengembalikan asset perusahaan yang sempat dibawanya. Kalau ini tidak diindahkan dan nantinya hasil penelusuran kepolisian ternyata memang ada asset yang dikuasainya, dipastikan mereka akan bermasalah dengan hukum.” Tegas Wakpolres.

Polres Inhil akan Panggil Perusahaan Investasi Sejenis

Dalam memilih investasi, Wakapolres juga menghimbau agar masyarakat dapat berlaku lebih selektif. Hindari sikap ingin meraup untung besar dan berharap kaya dalam waktu singkat. Wakapolres juga berpesan apabila ingin berinvestasi sebaiknya memiliki mentor yang akan bertindak sebagai pembimbing.

“Dari informasi, kita ketahui ada beberapa Badan Usaha yang melakukan pengumpulan uang masyarakat sejenis PNB ini. Dalam waktu dekat kita juga akan agendakan untuk undang mereka.” Tutup Wakapolres. (fsl)




Rumah Pimpinan PNB Unit Tembilahan Kosong Melompong

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Rumah berwarna hijau disebuah perumahan jalan sungai beringin milik pimpinan unit Platon Niaga Berjangka (PNB) Unit Tembilahan, Suprianto terlihat sudah kosong. Bagian pintu depan terbuka lebar. Menurut keterangan tetangga, seluruh harta benda dirumah putra kelahiran Bekawan Kecamatan Mandah 25 tahun lalu dengan cara kredit itu sudah dikosongkan beberapa orang sejak tadi pagi.

“Tadi pagi saya lihat banyak orang yang mendatangi rumah itu dan mereka mengosongkan semua isinya. Tapi kami tak berani menegur karena mereka kelihatan marah-marah,” Ujar seorang warga perumahan yang enggan menyebutkan namanya kepada detikriau.org, Kamis (2/8).

Menurut warga yang mengaku masih tetangganya ini, meski ia mengetahui Supriyanto pimpinan di PNB tapi ia enggan untuk ikut berinvestasi.” Saya memang pernah bicara dan juga diajak untuk berinvestasi. Tapi karena saya nilai investasi ini sangat tidak masuk akal, saya tidak berminat.” Jelasnya.(fsl)