Diduga Hubungan Arus Pendek, 200-an Juta Harta Warga Pulau Kijang Jadi Abu

Reteh, detikriau.org – 1 unit rumah warga di jalan penunjang Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir ludes menjadi arang. Kebakaran yang menimpa rumah Fuad Mustafa (34) ini ditaksir menimbulkan kerugian hingga 200-an juta, rabu (29/11/2017) sekira pukul 20:30 Wib kemaren.

Menurut keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra, S.IK, MH melalui Kapolsek Reteh AKP Suharyono, kejadian berawal saat istri korban, Susilawati (28) sedang tidur bersama 2 orang anaknya di kamar.

Mendadak Susi terbangun karena mendengar ada suara letupan dari arah belakang rumah.  Penasaran, Susi kemudian mencari tau untuk memastikan sumber suara.

Begitu diketahui, Susi-pun kaget karena api terlihat sudah membakar plafon ruangan belakang. Menyaksikan kobaran api, susi langsung berteriak meminta tolong.

Masyarakat yang berdatangan bersama Personel Polsek Reteh, Koramil 07 Reteh dan Masyarakat Peduli Api (MPA), mencoba memadamkan api dengan menggunakan 2 unit mesin robin dan alat – alat lainnya.

Setelah berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan sekira pukul 21.05 WIB, namun 1 unit rumah hangus terbakar. Penyebab kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek/kosleting listrik.

“Tidak terdapat korban jiwa, sedangkan kerugian materil ditaksir kurang lebih Rp. 200.juta” Sampaikan AKP Suharyono./ Am




3 Warga Pelangiran Disambar Petir di Keritang, 1 diantaranya Tewas

Tembilahan (detikriau.org) – Nasib malang dialami 3 orang petani asal Lubuk Kempas Kecamatan Pelangiran. Bagaimana tidak, ketiganya disambar petir saat diperjalanan menggunakan pompong di Kuala Parit Celong Desa Pangalehan Kecamatan Keritang, Jum’at (20/5/2016) kemarin, sekitar pukul 15.00 WIB.

Ketiga korban itu adalah Said (55), Herman (35) dan Muhamad Sayuti (68). Berdasarkan informasi dari kepolisian, Akibat kejadian itu, Said dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan kedua rekannya dirawat di Puskesmas Desa Pengalihan.

“Pada saat ketiga korban dalam perjalanan dari Desa Lubuk Kempas dengan menggunakan motor pompong yang bermuatan kelapa bulat. Setibanya di TKP kondisi cuaca dalam keadaan hujan lebat, tiba- tiba ketiga korban tersambar petir,” terang Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik. /Mirwan




Diserempet OTK, Jutaan Harta Hamidah Dibawa Kabur

gambar ilustrasi/ net
gambar ilustrasi/ net

KERITANG (detikriau.org) – Jutaan harta benda milik Hamidah (56) ludes digasak 2 orang tak dikenal menggunakan sepeda motor di Desa Talang Jangkang, Selasa (3/5/2016).

Saat itu, warga RT 01/RW 01 Dusun Parit Kongsi Desa Pasar Kembang Kecamatan Keritang ini juga menggunakan sepeda motor dari arah Keritang menuju kecamatan Kemuning membawa beberapa harta dan uang tunai.

Di TKP, harta benda berupa 1 unit Handphone, anting-anting dan uang tunai senilai Rp 8 juta milik Wiraswata ini dirampas OTK.

“Setelah itu pelaku langsung melarikan diri ke arah Kota Baru Keritang,” kata PAUR Humas Polres Indragiri Hilir (Inhil) Iptu Warno Akman, Jum’at (6/5/2016).

Atas kejadian tersebut, lanjutnya, korban mengalami kerugian materil sebesar lebih kurang 10.500.000. Saat ini, pelaku masih dalam penyelidikan yang ditangani Polsek Kemuning./ Mirwan




Ir Amd Junaidi Ajak Petani Kembalikan Citra Inhil Sebagai Lumbung Padi Riau

Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir Amd Junaidi (dua dari kiri) saat mengikuti panen padi perdana di Kelurahan Kotabaru Reteh Kecamatan Keritang
Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir Amd Junaidi (dua dari kiri) saat mengikuti panen padi perdana di Kelurahan Kotabaru Reteh Kecamatan Keritang

Keritang (detikriau.org) – Petani diminta ikut berperan aktif mengembalikan citra Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebagai lumbung padi Riau.

Ajakan ini disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir Amd Junaidi melalui detikriau.org disela kegiatan panen padi perdana bersama warga Kelurahan Kota Baru Reteh Kecamatan Kerintang, kamis (28/4/2016) kemaren

Menurut Junaidi, hasil panen padi masyarakat khususnya di Kabupaten Inhil bagian selatan ini setiap tahunnya selalu menunjukkan hasil mengembirakan. Bulir padi menguning hasil kerja keras petani selalu melimpah dan cenderung menunjukkan peningkatan dibandingkan hasil panen tahun sebelumnya.

“Pastinya kita merasa bangga dengan buah hasil kerja keras petani ini. Kita berharap peningkatan hasil panen ini akan memberi dampak signifikan terhadap peningkatan penghasilan petani itu sendiri,” Ujar Politisi Partai Golkar Inhil ini.

Menunjang kinerja petani, ditambahkan Junaidi, Ia berharap kepada Pemerintah Daerah melalui SKPD terkait untuk menganggarkan pengadaan alat sarana pertanian seperti mesin pemotong, perontok padi termasuk mesin yang dapat dipergunakan membantu mengairi lahan pertanian.

“Dengan dukungan pemerintah dan pastisipasi aktif petani, mengembalikan Inhil sebagai lumbung padinya Riau pastinya akan semakin mudah untuk digapai.” Tandasnya./*/adv

 

 




Disambar Petir, Pria Ini Meregang Nyawa di Perairan Pulau Kijang

RETEH (detikriau.org) – Mahadi (45) ditemukan warga mengapung tidak bernyawa di perairan parit 5 Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh, Selasa (12/4/2016) kemarin.

Menurut informasi dari kepolisian, mayat pertamakali ditemukan oleh warga setempat yang hendak mencari daun nipah sekira pukul 06.00 WIB.

Saat itu, saksi melihat korban terapung-apung. Sontak saja ia memberi kabar kepada warga lainnya beserta petugas kepolisian setempat.

“Tak hanya kepada petugas, saksi juga langsung menyampaikan ke keluarga korban. Dimana wajah korban masih dikenali yang merupakan warga RT 001 RW 008 Kelurahan Metro, Reteh,” terang PAUR Humas Polres Indragiri Hilir (Inhil) Iptu Warno Akman, Rabu (13/4/2016).

Mendapat informasi itu lanjutnya, petugas langsung menuju TKP sekaligus membawa Tim Kesehatan dan menyegerakan melakukan Visum Edreveetum.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun disekujur tubuh korban terdapat luka bakar serta bagian hidung mengeluarkan darah yang diduga akibat sambaran Petir./ Mirwan




Dewan: Kita Harapkan PLN Tidak Lagi Berikan Harapan Palsu

“Bulan ini PLN Mulai Bangun PLTMG 30 Mega di Simpang Granit, Pembangunan diperkirakan Selesai Akhir 2016”

“Interkoneksi Sebahagian Akan Pasok Kebutuhan Listrik Insel dan Inhil”

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berkunjung ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau-Kepri, Jumat (18/3/2016) kemarin.

Dari kunjungan tersebut diketahui bahwa PLN berencana akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mini Gas (PLTMG) di Simpang Granit Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

“Tahun ini, rencananya PLN akan membangun PLTMG sekitar 30 mega,” tutur Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna kepada awak media, Minggu (20/3/2016).

Meskipun dibangun di Simpang Granit Kabupaten Inhu, lanjut pria yang akrab disapa IT ini, namun jaringan tersebut interkoneksinya akan sampai ke wilayah Kabupaten Inhil.

“Interkoneksinya akan memasok listrik ke Insel dan sebagian Inhil,” tambahnya.

Sesuai dengan janji PLN saat itu, jelas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, pembangunannya akan mulai dilaksanakan pada bulan ini dan akan selesai sekitar November 2016 mendatang.

“Katanya, saat ini sudah mulai pelelangan. Jadi, kita harapkan PLN tak lagi memberi harapan palsu kepada masyarakat, laksanakan sesuai janji, karena kita dari Komisi III akan mendukung dan selalu mengawasi,” pungkasnya. / Adi