Tengku Razmara mengundurkan diri dari ketua DPD Partai NasDem inhu.

Foto; net
Foto; net

Rengat, detikriau.org – Drs H Tengku Razmara Msi resmi Mengundurkan diri dari ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) Partai NasDem kabupaten Inhu, surat pernyataan pengunduran dirinya ini telah disampaikan kepada Pihak terkait.

” Surat pengunduran diri sudah saya sampaikan kepada DPP Partai NasDem di jakarta, dan DPW Provinsi Riau” katanya 28/3 via seluler.

Dikatakannya, alasan Pengunduran diri dari ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Inhu, karena sudah tidak  maximal lagi menjalankan Program- program Partai, alasan pertama sudah pindah Domisili dan saat ini menetap di Kota Pekan Baru sehingga tidak dapat aktif mengembangkan Partai di Kabupaten Inhu, dan yang jelas Tidak dapat melaksanakan fungsi partai dengan baik,

” saya mohon ma’af atas kekhilafan dan kesalahan selama saya memimpin di Kabupaten Inhu,dan  Saya tak ingin ada ketersinggungan orang lain dengan pengunduran diri saya ini”, harapnya.

Sekertaris DPD Partai NasDem kabupaten Inhu, Budi Ramlan Membenarkan pengunduran Diri Drs H Tengku Razmara dari Partai NasDem kabupaten Inhu, titipan  surat tembusan pengunduran diri beliau sudah saya sampaikan diantaranya kepada Bupati Inhu, Kapolres Inhu, KPU kab Inhu, bahkan surat pengunduran diri Beliau disampaikan kepada DPC Partai NasDem di tingkat Kecamatan, ujarnya.

“Meski rasa sangat kehilangan harus berpisah dengan tokoh Idola yang saya hormati dan saya segani, namun apa mau dikata , pilihan Politik seseorang itu adalah hak Pribadi, dan saya menDo’a kan semoga Beliau selalu mendapat jalan kemudahan, amin”,harapnya, (zal)

 




Ketua PD Muhammadiyah Inhu Buka Kegiatan Seminar di Gedung Sejuta Sungkai

Rengat, detikriau.org – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Indragiri Hulu, Astaman, Sag membuka acara seminar bertemakan “menanam pemikiran islam moderat kepada pemuda untuk menangkal berkembangnya aliran sesat atau radikal di Kab. Indragiri Hulu.

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung sejuta sungkai ini juga dihadiri oleh Ketua Panitia, Mulya Santoni, Wakil Ketua MUI Kab. Indragiri Hulu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Indragiri Hulu, Drs. Lasmiati, Tokoh Muhammadiyah Inhu, diantarany Dedi Amril, SPdi, MPdi, M. Zulkifli, N.  Syamsiar, serta sejumlah mahsiswa dan pelajar se Kec. Rengat.

Foto: Rizal
Foto: Rizal

Ketua Panitia, Mulya Santoni dikomfirmasi usai kegiatan berharap dengan diskusi ini, pemuda Inhu akan dapat menyerap materi ilmu untuk menangkal berkembangnya aliran sesat dan radikal di Kabupaten Indragiri Hulu

“kita berharap kepada pemuda Inhu mengerti dengan apa itu ajaran sesat dan apa itu radikal”, harapnya.

Disamping itu, diskusi tersebut juga diharapkan Mulya Santoni agar pemuda di Inhu dapat mengetahui  faktor-faktor yang menyebabkan munculnya aliran sesat dan Mengetahui cara atau solusi agar tidak terpengaruh aliran sesat tersebut.

Hadir sebagai pemateri seminar diantaranya Kapolres Inhu, Kepala Kejaksaan Negeri Rengat dan Ketua MUI Kab. Inhu (Zal)

 




Jelang Musda, PD Pemuda Muhammadiyah Inhu Adakan Diskusi

Ketua Panitia Pelaksana Acara Diskusi, Mulya santoni, S.Pi
Ketua Panitia Pelaksana Acara Diskusi, Mulya santoni, S.Pi

Rengat, Detikriau.org – Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Inhu akan menggelar diskusi pada Rabu (23/3)mendatang. Diskusi ini merupakan salah satu rangkaian menjelang pelaksanaan acara Musyawarah Daerah (Musda) PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Indragiri Hulu.

“Menjelang Musda PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Indragiri Hulu yang akan dilgelar bulan April 2016 nanti, sebelumnya kita akan menggelar acara diskusi”, kata Ketua Panitia Pelaksana Acara Diskusi, Mulya santoni, S.Pi kepada wartawan di Rengat, Kamis (17/3).

Dikatakannnya diskusi ini bertemakan  menanamkan pemikiran islam moderat kepada pemuda untuk menangkal berkembangnya aliran sesat/radikalisme di kabupaten indragiri hulu.

“dengan diskusi ini, diharapkan pemuda Inhu akan dapat menangkal berkembangnya aliran sesat dan radikal di Kabupaten Indragiri Hulu”, harapnya.

Disamping itu, dalam diskusi tersebut dia juga diharapkan pemuda di Inhu dapat mengetahui pengertian aliran sesat/radikalisme, mengatahui faktor-faktor yang menyebabkan munculnya aliran sesat dan Mengetahui cara atau solusi agar tidak terpengaruh aliran sesat.

Diagendakan acara diskusi tersebut akan digelar di Gedung Sejuta Sungkai Rengat Kabupaten Indragiri Hulu dan akan dibuka oleh Pemerintah Inhu dengan menghadirkan nara sumber Kapolres Inhu, Kepala Kejaksaan Negeri Rengat dan Ketua MUI Kab. Inhu sedangkan peserta akan dihadiri oleh pemuka dan tokoh muhammadiyah Inhu, mahasiswa dan pelajar SMA. (Zal)




Gelar Donor Darah, MPC PP Inhu Jalin Kemitraan Dengan PT Pertamina Lirik

“45 Personil Kodim 0302 Inhu Juga Ikut Sumbangkan Darah”

Rengat, detikriau.org– Kegiatan Donor Darah tajaan Majelis Pertimbangan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Inhu bekerja sama dengan PT Pertamina Lirik Dimeriahkan oleh Ribuan siswa sekolah SLTA. Demo donor Darah ini juga dilakukan 45  personil Kodim 0302 Inhu beserta sejumlah warga.

Donor darah yang di gelar di Wisata Alam PT Pertamina Lirik juga dihadiri Bupati Inhu H Yopi Arianto SE dan Rombongan, DPDR kab Inhu R Irwantoni, sejumlah Personil Kodim 0302 Inhu Yang dipimpin langsung oleh Kasdim 0302 Inhu, Sukri Hendri,   Sejumlah Personil Polres Inhu, serta ketua dan pengurus partai politik.

“Kita sengaja mengundang siswa SLTA beserta sejumlah instansi lainnya seperti Polres Inhu, kodim 0302 Inhu dan kelompok masyarakat di lingkup Kecamatan Lirik untuk ikut berperan dalam kegiatan ini. Kita harapkan tentunya dapat berjalan sesuai rencana ” Ketua MPC PP Kab Inhu Said Syafriadi, rabu 16/3/2016.

Sementara itu, Manager Pertamina Area Lirik, Alice Maulana dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bupati Inhu untuk menghadiri kegiatan donor darah di Wisata Alam PT Pertamina ini.

Ketua PMI kabupaten  inhu , Mailiswin SSos dikonfirmasi hari itu juga mengatakan, aksi Donor Darah ini terlaksana karena adanya Permintaan dari PT Pertamina Lirik bekerjasama dengan PP kabupaten Inhu, sementara Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Inhu menyertakan PMI dari provinsi Riau, sebab Bank Darah kabupaten Inhu saat ini hanya Mampu menerima 50 kantong saja, Sementara selebihnya akan diserahkan ke pada PMI Provinsi Riau,

“Aksi Donor darah kali ini kita menyiapkan 200 kantong, jadi sisanya sebanyak 150 Kantong Akan kita serahkan kepada PMI Provinsi, namun apa bila PMI kabupaten Inhu Membutuhkan atau Kekurangan stok Darah dapat diminta kembali kepada PMI Provinsi ” ujarnya.

Bupati Inhu H Yopi Arianto menyarankan agar kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan serta aksi positif PP kabupaten Inhu diharapkan dapat memotivasi Kelompok Organisasi kepemudaan yang lain di kabupaten Inhu.

“diharapkan kerjasama ini tidak hanya dengan PT Pertanina saja tetapi kerja sama dengan pihak Perusahaan Lain yang ada di kabupaten Inhu, dan jika PP kekurangan Uniform,  Pemkab akan bantu sesuai keperluan yang dibutuhkan PP”. Kata yopi.

” Organisasi kepemudaan lainnya juga saya harapkan berinovasi sebagaimana yang telah dilakukan PP kab Inhu” Tambah Pembina MPC PP kab Inhu Ini. (Zal)




Proyek Belum Berjalan, Kontraktor Lokal Sebut Ekonomi Masyarakat Melemah

“Minta Bupati Intruksikan SKPD Segera Lelang Proyek”

kontraktorRengat, detikriau.org – Putaran roda Ekonomi Masyarakat khususnya  kabupaten Inhu saat ini melemah, hal ini selain harga sawit dan karet yang masih dirasa Rendah , juga disebabkan faktor belum berjalannya kegiatan Proyek di Pemkab Inhu. dua faktor ini dinilai sebagai Barometer stabilitas Ekonomi Masyarakat khususnya di Kabupaten Inhu.

” Saat ini Ekonomi Masyarakat kabupaten Inhu kian Melemah, kondisi ini ditandai dengan sepinya jual-beli baik  di pasar – pasar Desa maupun pasar perkotaan  ” ujar Suharmaini SP  yang juga berprovesi sebagai Direktur Perusahaan yang bergerak Bidang Kontraktor, Kamis (25/2) di kantor Pekerjaan Umum (PU)Pematang Reba.

Dikatakannya, dua faktor ini jadi  penentu   melemahnya ekonomi masyarakat.  Ia juga   berharap agar Bupati Inhu H Yopi Arianto, SE dapat mengambil  Sikap dan mengambil langkah langkah guna pemulihan ekonomi Masyarakat agar tidak semakin terpuruk.

Masih menurutnya, jika  Bupati Inhu bisa Segera  menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepada Satuan Kerja Pemerintahan Daerah (SKPD) untuk  melakukan proses pelelangan Proyek  Anggaran tahun 2016, diyakini akan dapat memulihkan ekonomi masyarakat. dengan  kegiatan Proyek   berjalan,  maka Sirkulasi putaran uang bisa menormalisasikan Ekonomi.

” Sebelum Proyek  dilelang perekonomian masyarakat disemua lini akan melemah,seperti yang dirasakan oleh masyarakat sekarang ini” tambahnya.

lanjut Suharmaini,  bagi masyarakat yang berprofesi sebagai Kontraktor yang menjadi rekanan dengan pemerintah karena tidak ada putaran keuangan dari APBD, jelas  kebutuhan ekonomi masyarakat tidak stabil.

“Mudah mudahan pemimpin nomor satu di Inhu, H Yopi Arianto SE tergugah hatinya terhadap keluh kesah  yang dirasakan oleh masyarakat yang keseharian berprofesi sebagai Kontraktor ” harapnya. (Zal)




Warga Eks Gafatar Asal Inhu Tolak dipulangkan ke Kampung Halaman

Rengat, detikriau.org – warga eks Gafatar asal Inhu, Sugiono dan Yunizar menolak dipulangkan ke daerah asalnya di Desa Lambang sari V, kecamatan Lirik. Pasangan suami istri ini kini tercatat sebagai warga Pekanbaru.

“Kita dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Inhu sudah berupaya untuk menjemput namun mereka menolak untuk dipulangkan dan memilih untuk menetap di pekanbaru” Sampaikan Kabid Tenaga Kerja Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmingrasi (Dinsosnaker) kab. Inhu, Drs Syamsul Isbar, Rabu (17/2).

Sementara itu, Kepala Desa Lambang Sari V,  Ujang Sukanda mengatakan  bahwa  warganya, Sugiono dan Istrinya  dulu memang bertempat tinggal di Desa Lambang sari V, kecamatan Lirik, namun berdasarkan pendataan, Sugiono dan Istrinya sudah  pindah ke pekan baru Sejak tahun 2014.

“KTP yang bersangkutan memang masih menggunakan KTP lambang sari V, namun dia sudah pindah.” Sampaikannya

Hal yang sama dikatakan oleh Kepala Rukun Tangga (RT) 02 (RW) 01, Pepeng, menurutnya, Sugino kelahiran tahun 1964 dan istri Yulizar (42) sudah Pindah ke pekan Baru sekitar tahun 2014. Yang bersangkutan sebelum pindah kepekan baru berpamitan dengan warga lingkungan.

“mereka beralasan pindah karena menurut mereka di Desa Lambang sari V tidak ada lapangan pekerjaan.” Sampaikan Pepeng. (Zal)