Seluruh Desa di Rengat Barat Sudah Cairkan ADD dari Pemerintah Pusat

Camat Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu, Nurdjanah
Camat Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu, Nurdjanah W SP

Rengat Barat, detikriau.org – 17 Desa di Kecamatan Rengat Barat sudah mencairkan bantuan Alokasi Dana Desa dari Pemerintah Pusat. Jumlah bantuan yang diterima berkisar dari Rp 580 juta hingga Rp 650 juta per desa.

” Kecamatan rengat barat sudah seluruhnya Desa  mencairkan  dana bantuan APBN ini” , ujar Camat Rengat Barat Nurdjanah W SP dihubungi via selulernya jum’at 13/5.

Dikatakannya, saat ini didesa sudah mulai melaksanakan kegiatan pembangunan fisik bahkan sudah ada juga yang tuntas pengerjaannya. Rata rata Desa membangun 2 kegiatan pembangunan fisik, bahkan ada yang hingga 4 kegiatan bahkan ada yang lebih.

“untuk dana APBN yang di alokasikan kedesa terkecil sebesar 580 juta per Desa, hingga mencapai 650 juta per Desa” ditambahkannya.

Dijelaskan Nurdjanah, untuk Alokasi Dana Dari APBN, Pihak Desa dilarang menggunakannya untuk kegiatan selain pembangunan fisik, hal ini sudah ditentukan peruntukannya oleh Pusat

“Pihak  Desa Jangan coba coba menyelewengkan  Dana APBN ini , karena sudah ada ketentuannya” pungkasnya. (Zal)




20.544 Siswa di Inhu Terdata Sebagai Penerima KIP. Kecamatan Rengat Barat Terbanyak

Gambar ilustrasi. net
Gambar ilustrasi. net

Rengat, detikriau.org – Kecamatan Rengat Barat terdata sebagai Kecamatan yang paling banyak menerima penyaluran bantuan Program Nasional Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang digelontorkan pemerintah Pusat dibanding 13 kecamatan lain di Kabupaten Inhu.

Menurut Ketua Koordinator kartu Indonesia Pintar (KIP) Kabupaten Inhu Arifuddin A Khalik, kamis 12/5, Kuota Penerima  KIP dikabupaten Inhu berjumlah  20.544 KIP, dari jumlah ini  akan di didistribusikan kepada Siswa-Siswi SD, SMP, SMA, dan SMK di 14 Kecamatan se Kabupaten Inhu  tanpa terkecuali,

“calon penerima berdasarkan kepatutan di selektif dalam pencatatan calon penerima KIP,” ujar Arifuddin A Khalik.

Dikatakannya, besaran  KIP SD, sebesar Rp. 270 ribu per semester, SMP Rp. 375 ribu per semester dan SMA, SMK sebesar Rp. 500 ribu per semester.

Menurutnya, 14 Kecamatan se Kabupaten Indragiri Hulu, penerima KIP terbanyak ada di Kecamatan Rengat Barat, disusul Kecamatan Batang .Gangsal dan Kelayang masing-masing diatas 2.000 lembar KIP.

Dijelaskannya, untuk mengurus pencairan KIP, masing-masing pelajar penerima KIP langsung membawa kartu KIP dan rekomendasi dari Sekolah ke BRI terdekat,

“Kita berharap ada kerjasama yang baik antara penerima  KIP,  dan Manajeman BRI guna mempermudah pencairan KIP setiap semesternya,” pinta Arifuddin.

Sebab didalam kartu KIP, selain mencatat nama siswa, alamat juga tertera nama orang tua penerima KIP. Tutup Arifuddin,(zal)




Sukseskan Wisuda MDTA, Pemkab Inhu Gelar Lomba Rebana dan Khitanan Massal

lomba rabana, foto  ilustrasi. net
lomba rabana, foto ilustrasi. net

Rengat, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu bekerjasama dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) menggelar lomba rebana dan khitanan massal di Kantor Bupati Inhu, Jumat (13/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari wisuda akbar siswa dan siswi MDTA se Kabupaten Inhu yang akan digelar, Sabtu (14/5) di halaman Kantor Bupati Inhu.

Lomba rebana diikuti oleh ibu-ibu perwakilan BKMT dari seluruh kecamatan di Kabupaten Inhu. Sedangkan khitanan massal diikuti anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berasal dari Kecamatan Rengat Barat.

Ditemui di sela-sela peninjauan kegiatan sunatan massal, Wakil Bupati Inhu H Khairizal mengungkapkan bahwa kegiatan khitanan massal ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan Pemkab Inhu di seluruh kecamatan.

“Ini menjadi salah satu wujud perhatian dari Pemkab Inhu untuk membantu meringankan beban masyarakat. Dilokasi lain pun kegiatan seperti ini juga digelar, hanya saja waktunya yang tidak bersamaan,” jelas Wabup Khairizal.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Inhu H Suhardi. Menurutnya ini merupakan kegiatan sosial yang dilaksanakan bersempena dengan wisuda akbar siswa dan siswi MDTA yang akan dilaksanakan Sabtu (13/5) besok. Untuk kegiatan khitanan massal, ditargetkan akan diikuti seratus anak dari seluruh desa se Kecamatan Rengat Barat.

“Jumlah tersebut berdasarkan data yang telah diambil oleh pihak Kecamatan Rengat Barat. Diharapkan data ini benar-benar data warga yang kurang mampu. Saat ini yang telah terdata ada sekitar 90 anak, jika nantinya masih ada anak yang belum terdata, akan dialihkan ke Puskesmas,” jelasnya.

Turut mendampingi Wabup Khairizal dalam peninjauan kegiatan tersebut, Plt Asisten Administrasi Umum Hendrizal, Camat Rengat Barat Nurdjanah Warsito serta beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Inhu. (Zal)




PDIP Inhu gelar Banteng Festifal Musik 2016

“Band The Guttle asal Kecamatan Seberida Keluar Sebagai Pemenang Pertama”

Rengat, detikriau.org – DPC Partai Demokrat Indonesia Perjuanga (PDIP)  Kab Inhu menggelar
Banteng Musik Festival (BMF) dihalaman Plaza Rengat. BMF 2016 yang digelar DPC PDI Perjuangan sebagai bentuk perhatian bagi anak-anak muda yang punya bakat dan hobbi musik, sabtu malam / 30 April 2016 kemaren.

Menurut Wakil ketua DPRD Kabupaten Inhu Sumini, Festival ini merupakan bagian dari kegiatan  Agenda PDIP, dari jajaran DPC/DPD hingga DPP. malam penutupan BMF dihadiri  oleh Wakil Bupati Inhu H.Khairizal SE MS.I, hadir pula  Ketua DPC PDI Perjuangan Inhu, Juanda, Ketua Komisi III DPRD Inhu Raja Irwantoni SE dan sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) Se Inhu.

“acara sebelumnya dibuka langsung oleh Sekretaris DPD PDI- Perjuangan Riau, Syafarudin Poti”, ucap Sumini.

”Kami berharap Band guttle ini menang di tingkat Propinsi Riau, sehingga dapat masuk seleksi menuju Banteng Music Festival tingkat nasional yang akan digelar pada 28 Mei-1 Juni 2016 mendatang,” tambahnya.

Ditempat terpisah,  Ketua DPC PDI Perjuangan Inhu, Juanda  menegaskan bahwa digelarnya Banteng musik festival  merupakan salah satu wujud nyata kepeduliaan PDI Perjuangan terhadap anak muda yang senang beraktivitas dan berekspresi dalam bidang seni music.

“Saya berharap pemenang (band Guttle red) dapat mengharumkan nama Inhu ditingkat Nasional dan saya akan memberikan dukungan penuh terhadap hal itu,” Ucap mantan Anggota DPRD Inhu periode 2009-2014.

Untuk sekedar diketahui, keluar sebagai pemenang pertama Band The Guttle asal Kecamatan Seberida  dengan personil  Renny Anggraini (Vokal) , Dedi Marulak Pasaribu (Bassis)Hendra (Drumer)Firma (gitar1) dan Agus Purnama (gitar2) “ Atas keberhasilan itu, Band Guttle asal kec Seberida berhak mewakili Inhu untuk bertanding di Banteng Musik Festival (BMF) Tingkat Propinsi di Pekanbaru,” Ungkap Ketua Panitia Pelaksana Banteng Musik Festival (BMF) DPC PDI Perjuangan Inhu, Sumini,SPd.I ini.

pemenang juara II diraih oleh band embrio asal kecamatan seberida,  sedangkan pemenang ketiga diraih oleh band Bohemian asal kecamatan Rengat. (Zal)




PT SIM Diduga Langgar Aturan Pengalihfungsian Kawasan Hutan Gambut

Rengat, detikriau.org – PT Sawit  Indah Murni ( PT SIM ) diduga telah menyalahi aturan dengan mengelola kawasan hutan gambut yang semestinya tidak bisa dialihfungsikan sebagai lahan perkebunan. 

Menurut ketua LSM MPR BER-NAS, Hatta Munir, sesuai bunyi pada UU No 41 Tahun 1999 tentang kehutanan, UU Lingkungan Hidup, Aturan Mentri Pertanian di Dirjen Pekebunan, sanksi tegas bagi pihak perusahaan yang melanggar aturan pengelolaan kawasan hutan gambut sudah sangat jelas dibunyikan.

“Harusnya dilakukan pelepasan kawasan hutan dulu dari kemenhut  sebelum bisa dijadikan areal perkebunan,” ulas mantan anggota DPRD Inhu ini.

Menanggapi hal ini, pemilik PT SIM, Herlimanto menjelaskan bahwa perkebunan kelapa sawit seluas 80 Ha yang kini digarap perusahaan bukan atas nama PT SIM tapi atas nama pribadinya.

“lahan kebun seluas 80 ha yang telah berumur 5 hingga 6 tahun ini bukan atas nama PT SIM tetapi atas nama pribadi, dan kita telah memiliki Izin dari Bupati Inhu” katanya.

Terkait pengelolaan kawasan hutan gambut menurut pria yang akrab disapa Asiong ini aturan larangan pengalihfungsian tersebut merupakan aturan baru.

“aturan pengelolaan kawasan hutan gambut itu kan baru baru saja dibuat, sementara lahan seluas 80 ha ini dikelola jauh hari sebelum aturan itu keluar, jadi tidak ada masalah, kita siap menjawab semua pertanyaan terkait legalitas lahan” katanya. (Zal)




Tim Produksi Film Sinar Menembus Awan Lakukan Pertemuan Bersama Pemkab Inhu

Bentuk rumah tinggal suku talang mamak di Kabupaten Inhu. foto; net
Bentuk rumah tinggal suku talang mamak di Kabupaten Inhu. foto; net

Rengat, detikriau.org – Tim produksi Film Sinar Menembus Awan melakukan pertemuan bersama Bupati Inhu H Yopi Arianto di Aula Bappeda dan Litbang Inhu, Kamis (28/4/2016). Dihadapan Bupati Yopi, tim dari rumah produksi Art Media  ini mempresentasikan alur cerita film layar lebar yang mengangkat budaya suku talang mamak.

Kegiatan ini juga menjadi moment pertemuan sekaligus dialog langsung antara Pemkab Inhu bersama tim produksi serta narasumber yakni para batin dan patih yang merupakan ketua adat dari suku talang mamak.

Film Sinar Menembus Awan merupakan sebuah film yang syarat akan pendidikan. Jika nantinya terealisasi, film ini akan menjadi sebuah produksi film pertama yang mengangkat budaya suku talang mamak di kabupaten Inhu.

Sejauh ini, pihak Art Media Production telah melakukan proses casting pemain pendukung. Rencananya dari proses seleksi tersebut, sebanyak 10 pemain yang notabene putra putri Inhu akan diikut sertakan dalam produksi film ini.

Terkait jalan cerita yang diangkat pada produksi film yang rencananya akan dimulai pada Juli mendatang, Bupati Yopi mengharapkan khusus kepada tim produksi, agar dalam proses pemilihan kandidat pemain benar-benar orang yang dapat memerankan karakter budaya kehidupan masyarakat suku talang mamak.

“Melalui kegiatan festival budaya Kecamatan Batang Gansal yang beberapa bulan kedepan akan di laksanakan, diharapkan dapat menjadi salah satu bahan informasi kepada tim produksi seputar budaya kehidupan asli suku talang mamak, sehingga alur ceritanya sesuai dengan apa yang diharapkan” jelas Bupati Yopi

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat suku talang mamak Batin Tiao, juga turut mendukung produksi film ini, ia mengaku bangga jika nantinya film ini mampu memperkenalkan budaya suku talang mamak secara lebih luas. Namun, ia juga berharap kepada tim produksi agar selama proses pembuatan film data yang diperoleh benar-benar sesuai dengan fakta yang ada dalam budaya suku talang mamak.

Hadir pada kegiatan itu, Kepala Bappeda dan Litbang Inhu Junaedi Rachmat, Kepala Disporabudsata Inhu Armansyah, Kepala Disdik Inhu H Ujang Sudrajat, Kadis Perkebunan, Kakan Satpol, Kabag Humas setda Inhu Jawalter, Camat Rakit Kulim Nursisman, Patih suku Talang Mamak Muhammad Yusuf, sejumlah Kepala Desa dan para Batin suku Talang Mamak. (Zal)