Bantu 50 Pelaku UMKM di Inhu, PTPN V Kucurkan Dana Pinjaman Rp 1,165 Miliyar

Rengat, detikriau.org – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V menyalurkan dana pinjaman kemitraan senilai Rp 1,165 miliar kepada 50 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Inhu.  Penyerahan dana pinjaman tersebut disaksikan Plt Asisten Administrasi Umum Setda Inhu Hendrizal di Balai Karyawan PPKR Kebun Bukit Selasih, Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Selasa (23/8/2016) kemaren.

Menurut Kepala Kebun II Area Airmolek  Kliwon Sirait, penyaluran dana kemitraan ini sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor 9 Tahun 2015 terkait program peningkatan usaha kecil agar lebih tangguh dan mandiri. Sedangkan 50 pelaku usaha yang memperoleh dana pinjaman ini telah dinyatakan layak dan memenuhi persyaratan.

“Total ada 76 proposal yang diajukan masyarakat.  Namun setelah dilakukan survey dan evaluasi ke lokasi usaha serta kelengkapan persyaratan administrasi calon mitra binaan, yang dinyatakan layak mendapatkan pinjaman hanya  50 UMKM,” jelas Kliwon.

Dari jumlah dana Rp 1,165 miliar yang dikucurkan, rinciannya terdiri dari usaha perdagangan senilai Rp 880 juta untuk 39 UMKM, usaha jasa senilai Rp 225 juta untuk 9 UMKM dan usaha perikanan senilai Rp 60 juta untuk 2 UMKM,” tambahnya.

Kliwon berharap dana kemitraan ini dapat dimanfaatkan semata-mata untuk mengembangkan usaha sekaligus mengembalikan cicilannya tepat waktu sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Inhu Selamat  menyambut baik penyerahan dana kemitraan dari PTPN V ini. Ia menyampaikan terima kasih atas kerjasama PTPN V dengan Pemkab Inhu dalam upaya pengembangan usaha mikro di Inhu. “Ini menunjukkan kepedulian PTPN V kepada masyarakat dan pelaku usaha yang cukup tinggi,” ungkapnya.

Selamat juga menambahkan bahwa berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait ijin usaha mikro, kedepan para pelaku usaha di Inhu akan mendapatkan ijin usaha mikro secara gratis oleh Camat di setiap Kecamatan.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Plt Asisten Administrasi Umum Hendrizal selaku perwakilan Bupati Inhu. Ia menyampaikan selamat kepada masyarakat sekaligus terima kasih kepada pihak PTPN V terkait dengan program dana kemitraan ini.

Hendrizal juga mengharapkan agar masyarakat yang telah menerima dana kemitraan ini, nantinya dapat mengembalikannya secara tepat waktu. Untuk itu, pembinaan serta pengawasan perlu dilakukan.

“Selamat kepada masyarakat yang menerima dan terima kasih kepada PTPN V yang telah memberikan program ini di Inhu. Diharapkan dana kemitraan ini benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dapat mengembalikannya tepat waktu. Jadi kalau niatnya untuk usaha, gunakanlah untuk usaha jangan untuk hal lainnya, sehingga sasaran dari program ini dapat tercapai,” ungkap Hendrizal (Zal)




Bupati Yopi Lantik Alfian Rachmat Sebagai Direktur PDAM Tirta Indra

Rengat, detikriau.org – Bupati Inhu H Yopi Arianto melantik Alfian Rachmat SE sebagai Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indra, Kamis (18/8) di Aula Bappeda dan Litbang Inhu. Pelantikan ini mengacu pada Surat Keputusan Bupati Inhu Nomor 312/VIII/2016. Alfian Rachmat menggantikan Ir Ahmad Hafiz yang telah dua periode memimpin PDAM Tirta Indra Rengat.

Pelantikan Direktur PDAM Tirta Indra ini merupakan pergantian pejabat pertama di periode kedua kepemimpinan Bupati Inhu H Yopi Arianto. “Tidak terasa sudah lebih enam bulan saya menjabat sebagai Bupati di periode kedua ini. Sesuai aturan, saya sudah dapat melakukan proses untuk memilih “kabinet” yang akan membantu saya dalam bekerja,” ujar Bupati H Yopi Arianto.

Pada acara pelantikan tersebut, Bupati Inhu H Yopi Arianto juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Direktur PDAM Tirta Indra sebelumnya atas kontribusi terbaik selama dua periode kepemimpinnya di PDAM Tirta Indra.

Selanjutnya Bupati berharap kepada Alfian Rachmat selaku Direktur PDAM Tirta Indra Rengat yang baru untuk mampu membuat terobosan-terobosan baru sehingga mampu membawa PDAM Tirta Indra kearah yang lebih baik, terutama dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

“Selama masih sesuai dengan aturan-aturan yang ada silahkan bentuk tim kerja baru di PDAM Tirta Indra dan saya selaku Bupati siap mendukung jika itu semua bertujuan kearah yang lebih baik,” tegasnya.

Bupati juga berharap PDAM Tirta Indra kedepan mampu meningkatkan PAD dan tidak lagi tergantung kepada pemerintah daerah.”Pelayanan program air bersih serta kerjasama dengan pihak-paihak lain juga diharapkan dapat terus ditingkatkan,” tambahnya.

Tampak hadir pada pelantikan tersebut, Wakil Bupati Inhu H Khairizal, sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Inhu, karyawan dan karyawati PDAM Tirta Indra Rengat serta tamu undangan lainnya. (Zal)




Sukseskan Program Pemberian Obat Filariasis Massal, Pemkab Inhu Gelar Rakor

Rengat, detikriau.org – 1 Oktober 2016 mendatang, program pemberian obat massal penyakit filariasis (kaki gajah) tahap V akan dilakukan serentak diseluruh wilayah di Indonesia. Sebagai bentuk komitmen serta kesiapan guna mensukseskan kegiatan itu, Pemkab Inhu menggelar rapat koordinasi di Aula Bappeda dan Litbang Inhu, Senin (8/8/2016).

Rakor yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Inhu H Asryan tersebut turut menghadirkan narasumber drg Tyas dari Dinas Kesehatan Propinsi Riau.

“Tahun ini merupakan tahun ke lima pemberian obat pencegahan massal dari penyakit filariasis. Secara umum, upaya yang dilakukan Pemkab Inhu pada tahap sebelumnya telah mencapai target. Dan,1 oktober nanti kegiatan ini akan dilakukan serentak di seluruh wilayah yang tergolong dalam wilayah endemis penyakit ini,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Inhu Rika Varia Nora.

Menurutnya, sasaran pemberian obat pencegahan massal filariasis ini adalah seluruh masyarakat Inhu yang tergolong pada kelompok usia diatas dua tahun kecuali ibu yang dalam kondisi hamil. Sejauh ini, lanjut Rika sudah ditemukan sejumlah kasus penyakit filariasis di tiga kecamatan di Inhu. Diantaranya, Kecamatan Rengat Barat, Sungai Lala dan Kelayang.

“Penyakit ini tidak dapat diobati, untuk itu upaya yang dilakukan Dinkes Inhu yakni melakukan tata kelola agar tidak memperburuk kondisi penderita,” tambahnya.

Ia mengharapkan, melalui rakor ini akan terbentuk komitmen untuk mensukseskan gerakan pemberian obat massal penyakit filariasis sehingga nantinya penderita penyakit ini tidak bertambah dan tahun 2020 mendatang tidak lagi ditemukan.

Harapan yang sama juga disampaikan  Asisten Pemerintahan dan Kesra Inhu H Asryan. Menurut Asryan, melalui rapat koordinasi ini diharapkan mampu membangun semangat dalam upaya pengoptimalan bulan eliminasi kaki gajah sekaligus untuk mengevaluasi kendala yang ditemukan pada tahapan sebelumnya.

Untuk itu, ia menghimbau agar semua pihak yang terkait dapat membangun satu komitmen guna mensukseskan pemberian obat pencegahan massal filariasis pada 1 oktober mendatang.

“Saya berharap, melalui rakor ini dapat memacu semangat semua pihak terkait untuk membentuk satu komitmen demi mencapai hasil yang terbaik. Semoga kerja keras kita dapat memberikan hasil terbaik bahwa masyarakat Inhu terhindar dari penyakit ini,” jelas H Asryan.

Turut hadir pada rapat koordinasi ini beberapa perwakilan FKPD, Camat serta sejumlah utusan dari UPTD Puskesmas se Kabupaten Inhu. (Zal)




Cegah Dampak SARA Upika Rengat Barat lakukan Focus Group Discussion (FGD)

Rengat,- detikriau.org, Deteksi dini, cegah dan tangkal ancaman konflik sosial serta intoleransi di kecamatn Rengat Barat Unsur pimpinan kecamatan (UPIKA) Rengat Barat  melakukan Focus Group Discussion (FGD) Bertempat Di Aula Kantor Camat Rengat Barat kabupaten Inhu – Riau.

Hadir Ketua forum kerukunan ummat beragama kabupaten Inhu H Zulkipli Ghani, Perwakilan umat nasrani Pendeta Sitompul, Pemuka dan tokoh agama Muslim (MUI ) kecamatan Rengat Barat, H Cucu Sulaiman, pemuka  agama Budha, Suwarto,  Kepala Kesbangpol Adri Bahar SSos, Camat Rengat Barat Nurdjanah W SP , kapolsek Rengat Barat Kompol Frengki tambunan dan sejumlah anggota, Danramil 01 Rengat dan sejumlah anggota yang diwakili oleh Danpos Rengat Barat, Peltu  Murdi, lurah dan Kepala Desa se kecamatan Rengat Barat, BPD sekecamatan Rengat Barat, sejumlah tokoh dan pemuka Agama, dan sejumlah undangan.

Ketua kerukunan beragama kabupaten Inhu, H Zulkipli ghaniDalam sambutannya mengatakan deteksi dini, cegah dan tangkal ancaman konflik sosial serta intoleransi di kecamatn Rengat Barat Mohon disikapi arif dan bijaksana, kita berharap kerukunan umat beragama secara umum khususnya di kabupaten Inhu dapat terjaga dengan baik, Cepat tanggap dengan apa yang akan terjadi saling menghormati dalam Beribadah  dan saling menjaga  kerukunan dan  terjamin keamanan dan kenyamanan bermasyarakat.”masalah kecil diharap dapat dihilangkan masalah besar dapat dikecilkan dan Padamkan api permusuhan, meski sampai saat ini tidak ada masalah yang timbul di kabupaten Inhu namun jangan sangka air tenang tak ada Buaya nya” ujarnya.

Kapolsek Rengat Barat Kompol Frengki Tambunan SIk, dalam sambutan dan arahannya menyampaikan  FGD deteksi Dini, cegah dan tangkal ancaman konflik sosial serta Intoleransi di kecamatan Rengat Barat mari kita jadikan Silaturrahmi atau sambung rasa umat beragama agar kita selalu rukun, akur, damai menjaga keamanan dan kenyamanan serta kamtibmas.

“Kondusif nya  Kecamatan Rengat Barat  karena adanya kerja sama dari Teman- teman  TNI, pemerintah  kecamatan Rengat Barat,  tokoh dan pemuka masyarakat tokoh agama, cerdik pandai yang ada di lingkup kecamatan Rengat barat dan Elemen lainnya, untuk itu  semoga keamanan dan kenyamanan seperti ini dapat terus kita pertahankan dan kita jaga bersama” paparnya.

Kepala Kesbangpol kabupaten Inhu Adri Bahar SSos Dalam sambutannya Memberikan Apresiasi kepada inspirator kegiatan ini terutama kepada Kapolsek Rengat Barat yang telah merumuskan deteksi dini
Konflik sosial dikecamatan Rengat Barat. ” Setau saya Kegiatan ini kegiatan pertama kali yang dilakukan di kabupaten Inhu , saya apresiasi sekali terutama kepada bapak Kapolsek Rengat Barat yakni Bapak Kompol Frengki Tambunan, yang telah mengispirasi deteksi dini konflik sosial, dan ini merupakan Kebutuhan kita bersama ” paparnya.(zal)

 




Minim Fasilitas, SDN 001 japura Berlakukan Aplus Jam Belajar dan Sulap Gudang Perpus Sebagai Rumbel

gambar ilustrasi murid SD sedang belajar diruang kelas. net
gambar ilustrasi murid SD sedang belajar diruang kelas. net

Rengat, detikriau.org – Memasuki Tahun ajaran baru, SDN 001 japura kecamatan lirik  menerima siswa/i baru sebanyak dua lokal dengan jumlah 47 siswa. Sayangnya ketersedian mebueler tidak memadai. Untuk itu pihak sekolah terpaksa memparalelkan jam belajar.

“Penerimaan  siswa/i baru  ini sesuai dengan pendaftaran para orang tua wali murid yang datang kesekolah, seluruhnya ada 47 siswa/i” ujar kepala SD 001 Japura kecamatan Lirik di Japura, rabu (13/7)

Dikatakannya, dengan jumlah penerimaan  siswa baru sebanyak 47 orang, Sekolah membutuhkan 2 ruang belajar sementara persiapan rumbel hanya ada satu lokal,  dengan kondisi ini SDN 001 japura  kekurangan Meja kursi sebanyak 12 Meja dan 24 kursi Belajar, paparnya.

Untuk mengefektifkan agar siswa tetap belajar sebagaimana mestinya sekolah terpaksa memparalelkan (aplus)  jam belajar bagi siswa kelas Dua dengan menjadwalkan jam masuk sekolah sekira pukul 11 siang , sehingga seluruh siswa tetap bisa belajar.

“Meski Demikian tetap saja sekolah SDN 001 desa Japura kekurangan meja sebanyak 12 unit dan kursi belajar 24 unit” ungkap kasek ini.

Selain kekurangan lokal SDN 001 japura kecamatan Lirik ini juga Belum miliki ruang/ kantor kepala sekolah dan juga belum memiliki ruang majelis guru, sehingga ruang yang bisa dimanfaatkan belajar bagi siswa baru atas kekurangan lokal terpaksa gudang perpustakaan dengan ukuran belum memadai dijadikan ruang belajar , paparnya.

Dijelaskannya, Siswa SDN 001 Desa japura ini saat ini lebih  dari 240 siswa sementara lokal seluruhnya yang tersedia hanya 10 lokal.

” kekurangan sarana Prasarana ini sudah kita sampaikan ke Bapak Kepala Dinas Pendidikan sewaktu Beliau mengunjungi sekolah baru baru ini, dan beliau sudah tau dan responnya sangat baik” ujarnya

Saat berita ini dirilis, Kepala dinas pendidikan Inhu Ujang Sudrajat belum dapat dimintai konfirmasi. (zal)




Gaji ke 13 ASN Dibayarkan Dalam Pekan ini

Rengat,detikriau.orgPemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tunaikan janji  pembayaran gaji ke 13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). Sesuai rencana gaji ke 13 akan dibayarkan dalam pekan ini.

“Pembayaran gaji ke 13 bagi ASN sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 20 tentang pembayaran gaji ke 13 tahun 2016. Sehingga tidak ada alasan untuk menunda pembayaran gaji ke 13 tersebut,” ujar Asisten Pemerintahan dan Admintrasi Umum Setdakab Inhu Ir H Hendrizal Msi, Rabu (13/7).

Dikatakannya, pembayaran gaji ke 13 tersebut sesuai pentunjuknya dibayarkan dalam bulan Juli tahun 2016. Sesuai petunjuk tersebut, Pemkab Inhu bayarkan gaji ke 13 ASN dalam pekan kedua dalam bulan Juli.

Sebelumnya, Pemkab Inhu juga sudah membayarkan gaji ke 14 kepada ASN sebelum libur lebaran Idul Fitri.

Untuk itu katanya, apabila dalam satu atau dua hari kedepan proses admintrasi di Bagian Keuangan tuntas, tentunya gaji ke 13 tersebut langsung dibayar. “Setidaknya pada Kamis (14/7) atau Jum’at (15/7) lusa gaji 13 ASN sudah dapat dibayarkan tuntas,” ungkapnya.

Jumlah ANS penerima gaji ke 13 sumbungnya, sama dengan jumlah penerima gaji ke 14 lalu. Dimana sesuai dengan jumlah ANS yang ada dilingkungan Pemkab Inhu yakni sejumlah 6.617 orang dengan total dana sebesar Rp 26 Milyar lebih.
Selain itu sebutnya, gaji ke 13 yang bakal terima ASN berbeda dengan dengan gaji ke 14 lalu. Sebab, untuk gaji ke 13 yang bakal diterima ASN, selain gaji pokok juga ada tunjangan jabatan serta tunjangan umum atau keluarga, sedangkan gaji ke 14, hanya untuk gaji pokok.
Hanya saja sebutnya, hingga saat ini belum dapat ditentukan jumlah dana yang akan dicairkan untuk gaji ke 13 ini. Sebab, di Bagian Keuangan masih menghitung gaji pokok dan tunjangan yang akan dibayarkan.
Begitu juga di gaji 14 ini untuk anggota dewan yang harus dikeluarkan tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan. “Mudah-mudahan gaji ke 13 ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Apalagi saat ini dihadapkan dengan masa masuk sekolah,” harapnya (zal)