Plt Gubri Buka Resmi MTQ Ke-33 Provinsi Riau Tahun 2014
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-33 tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, Sabtu (13/12/2014) malam.
Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan upacara jalan Gajah Mada Tembilahan ini, dimulai dengan defile dari kafilah Kabupaten Rohul, yang merupakan juara umum MTQ tahun 2013 kemudian dilanjutkan dengan kafilah Rohil, Siak, Kuansing, Kampar, Pelalawan, Inhu, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Kota Pekanbaru, Kota Dumai, serta diakhiri kafilah Kabupaten Inhil, yang merupakan tuan rumah MTQ ke-33 tingkat Provinsi Riau
Plt Gubri dalam sambutannya mengatakan, MTQ merupakan momentum untuk memotivasi dan mengevaluasi cita-cita pemerintah daerah, dalam upaya membumikan Al Qur’an di tanah melayu ini serta sebagai salah satu media pembinaan generasi-generasi yang Qur’ani.
“Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, kita telah mencanangkan program Gerakan Masyarakat Riau Maghrib Mengaji, yang bertujuan untuk menciptakan generasi yang handal dan Qur’ani, guna menyongsong masa depan dan hari esok yang lebih baik,” ujar Plt Gubri.
Sementara itu, Bupati Inhil HM Wardan mengharapkan melalui ajang MTQ kali ini akan mampu melahirkan Qori’ dan Qori’ah yang unggul dan berkualitas yang kedepannya dapat menjadi ujung tombak Riau pada iven yang lebih tinggi.
MTQ ke-33 tingkat Provinsi Riau ini diikuti sebanyak 458 peserta dari 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau, yang terbagi atas 42 peserta Pekanbaru, 38 peserta Kampar, 42 peserta Inhil, 37 peserta Inhu, 36 peserta Kuansing, 42 peserta Pelalawan, 42 peserta Rohil, 42 peserta Rohul, 36 peserta Siak, 36 peserta Bengkalis, 36 peserta Dumai dan 36 peserta Meranti. (dro/A/Mirwan/Adv Pemkab Inhil)
Istri Plt Gubri Kunjungi Dekranasda Inhil
Ibu Bupati Inhil menyerahkan hasil kerajinan tas buah karya Dekrenasda Inhil kepada Ibu Plt Gubri
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Istri Plt Gubri, Sisilita Arsyadjuliandi Rachman menyempatkan diri untuk mengunjungi kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) jalan M Boya Tembilahan, Sabtu (13/12/2014).
Didampingi ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikhah Wardan, istri Plt orang nomor satu dibumi lancing kuning ini memberi banyak harapan akan perkembangan kerajinan yang dihasilkan Dekrenasda Inhil terhadap masyarakat Riau.
“Bagus kerajinannya, dari batiknya, tenunnya, semuanya bagus. Harapan kita kedepan kerajinan ini lebih bagus lagi hingga dinikmati masyarakat Riau bahkan masyarakat seluruh Indonesia,” Puji Silsilita.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil merasa senang atas kunjungannya itu dan menurutnya sangat jarang momen seperti ini disempatkan untuk melihat situasi yang sedang dilakukan oleh Dekranasda Inhil dalam mengerjakan kerajinan serta hasilnya.
“Syukur Alhamdulillah, sejalan dengan helat MTQ k-33 Provinsi Riau, ibu Plt PKK Provinsi Riau berkenan mengunjungi kami di Inhil, mudahan dengan kunjungannya ini dapat memotivasi kami untuk terus mengembangkan berbagai kerajinan di Dekranasda Inhil,” kata Ibu Bupati Inhil ini.
Terkait harapan Ibu Plt Gubri kedepan. Hj Zulaikhah menegaskan, harapan itu akan dicoba diupayakan semampunya dalam mengembangkan berbagai hasil para pengkerajin dari Dekranasda Inhil.
“Ya tentu akan diusahakan, terutama sekali saat ini dalam pengembangan Batik Inhil, karena kini Dewan pengrajin ini juga sudah memiliki batik yang dikenakan setiap hari Kamis dan Jum’at, semoga kedepan kami bisa bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Riau untuk lebih mengembangkannya,” tutupnya.(mirwan/adv pemkab i nhil)
Dishut Inhil Kirim Kontingen ke Bumi Perkemahan Cibubur
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kehutanan (Dihut) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berpartisipasi membawa nama kabupaten Inhil dengan mengirim kontingen dalam Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Wanabakti (Pertiwana) IV Tingkat Nasional 2014, di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta Timur.
Propesi pelepasan dilakukan di halaman Kantor Dinas Kehutanan Jalan Pendidikan Tembilahan oleh Ketua Kwaarcab Pramuka Inhil H Alimuddin RM, yang didampingi Ketua Sakawana Bhakti Dishut Inhil, HM Thaher dan jajaranya.
“Perlu kita berikan apresiasi kepada Dishut karena telah berpartisipasi mengirimkan kontingen Pertiwana ke tingkat Nasional. Meski dengan menggunakan dana swadaya,”ungkap Alimuddin RM, yang saat ini juga menjabat sebagai Sekda Inhil.
Alimuddin berharap kegiatan demikian dapat ditiru oleh intansi lain dan tak hanya tergantung dengan keuangan daerah.
Kepada ketua rombongan, Alimuddin juga menitipkan pesan agar senantiasa menjaga dan mengawasai para anggota yang terlibat dalam kegiatan itu. Tunjukan bahwa Kabupaten Inhil merupakan daerah yang memiliki banyak potensi dalam sumber daya alam (SDA) dan sumber-sumber lainya.
“Buktikan bahwa kita mampu berprestasi ditingkat Nasional dan jaga nama baik daerah. Karena apapun yang kita lakukan akan menjadi kesan bagi peserta Pertiwan Nasional,” pesan Alimuddin.(dro/*1/adv pemkab inhil)
Ketua DPRD Inhil Desak BLH Serius Sikapi Pencemaran Sungai Indragri
Gambar ilustrasi pembuangan limbah
Tembilahan (detikriau.org) – Kesan tidak serius pemerintah menyikapi persoalan dugaan pencemaran air sungai Indragiri kini juga mulai menarik perhatian Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam. Ia meminta pemerintah dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk segera dan serius menyikapi persoalan ini.
“pesan saya BLH jangan terlalu cepat menarik kesimpulan agar tidak menjadi polemik ditengah masyarakat,” Ujar Dani M Nursalam
Dikatakan Dani sebagaiman Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil ini akrab disapa dalam perbincangan dengan detikriau.org diruang kerjanya, Jum’at (12/12), BLH harusnya segera mengecek kembali seluruh aktifitas yang ada disepanjang aliran sungai, baik itu aktifitas yang dilakukan oleh masyarakat maupun milik perusahaan yang patut diduga sebagai pemicu masuknya bahan-bahan berbahaya ke aliran sungai Indragiri.
Disamping hal itu, untuk pengujian sample air, disarankannya BLH tidak hanya bersandar sepenuhnya kepada hasil pengujian laboratorium milik pemerintah di Provinsi tetapi sebaiknya juga melibatkan laboratorium independent seperti Universitas yang nantinya dapat dijadikan sebagai bahan pembanding.
“Cek juga kegiatan-kegiatan industri yang memiliki amdal baik itu UKL maupun UPL,” Saran Dani yang saat itu didampingi oleh Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna.
Menurut politisi lulusan sarjana perikanan ini, Jika BLH bisa melakukan pemeriksaan secara komprehensif maka tentunya akan diketahui potensi kemungkinan terbesar masuknya zat berbahaya yang menjadi penyebab matinya ikan dan hewan air lainnya. Zat apa yang paling banyak didapati di air sample pada saat terjadinya peristiwa itu dan kegiatan mana yang memilki kontribusi terbesar sebagai penghasil bahan2 tersebut tentunya akan dapat dipastikan.
Dalam kesempatan itu Dani juga mengatakan bahwa suatu saat kondisi serupa ini bisa saja akan berulang kembali. Jika saat kejadian ini pemerintah lamban mengambil sikap dan menjadikan pembelajaran dan kejadian ini terus berulang, ia khawatir lambat laun aliran sungai Indragiri kedepannya tidak lagi bisa dijadikan sumber penghidupan oleh masyarakat khususnya nelayan.
“nanti kita akan panggil BLH untuk memintakan klarifikasi terkait persoalan ini. Yang jelas kejadian ini jangan dianggap persoalan biasa karena akan berdampak kepada kerusakan lingkungan. ” Tegaskan Dani.
Ketua Komisi II, Iwan taruna dalam kesempatan ini juga meragukan alibi yang dilontarkan BLH Inhil bahwa penyebab matinya ikan dan hewan air disebabkan penurunan kadar oksigen terlarut akibat tingginya curah hujan.
Alasanya, jika hal itu benar, kenapa penurunan oksigen terlarut yang menyebabkan kematian hewan air hanya terjadi mulai kecamatan Kempas? Padahal di kabupaten Inhu, curah hujan juga tinggi yang tentunya juga terjadinya penurunan kadar oksigen terlarut.
“kita juga mendapatkan keluhan masyarakat dalam kegiatan reses kemaren. Apalagi dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat Kempas tetapi juga masyarakat di Kecamatan Tempuling, Tembilahan Hulu, Tembilahan dan Kuala Indragiri,” Sampaikan Iwan.
Sebelumnya, Kepada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Indragiri Hilir, H Encik Kamal Syahindra menyebutkan bahwa penyebab matinya ikan serta hewan air lainnya dialiran sungai Indragiri lebih dimungkinkan disebabkan pestisida dilahan pertanian masyarakat yang terbawa bersama naiknya air pasang dan curah hujan.
Berdasarkan hasil laporan pengelolaan limbah perusahaan yang ada di sepanjang Sungai Indragiri dalam beberapa bulan terakhir ini menurutnya masih dalam ambang batas. Artinya tidak ada pengelolaan limbah milik perusahaan yang salah.
“Jadi lebih dimungkinkan diakibatkan pertisida dilahan pertanian masyarakat atau juga akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan meningkatnya kadar keasaman air sungai indragiri.” Jawabnya saat dikomfirmasi saat itu. (dro)
Bupati Inhil Hadiri Rapat Evaluasi DMIJ 2014
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil HM Wardan memnghadiri sekaligus memimpin secara langsung kegiatan rapat evaluasi program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) tajaan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bertempat di Hotel Telaga Puri Tembilahan, Kamis (11/12/2014).
Selain Bupati, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala BPMPD Inhil H Yulizal S.Sos MM serta diikuti sebanyak 300 peserta terdiri dari Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Inhil serta pendamping desa di lingkungan Inhil.
Dalam sambutannya, Bupati Inhil menyampaikan bahwa untuk program DMIJ itu harus sukses dijalankan, ketika ada beberapa persolaan dilapangan diminta Bupati segera ditanggulangi oleh pihak terkait. Sebab, DMIJ itu merupakan program utama kepemimpinan Warohmah pada periode ini.
“DMIJ inilah salah satu janji politik saya ketika ingin menjabat sebagai Bupati Inhil kemaren, oleh karena itu saya harapakan setiap yang terkait program ini harus dijalankan dengan serius dan sukseskan semaksimal mungkin,” kata Bupati
Pada laporan 10 Desember kemaren lanjutnya, sudah ada empat kecamatan yang mencapai progress hingga 100 persen, dan ini merupakan pertanggung jawaban yang resmi oleh pihak yang menangani terhadap setiap desa itu.
“Diantara 4 kecamatan itu ialah, kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), kecamatan Tempuling, kecamatan Kemuning dan kecamatan Tembilahan Hulu,” Rinci Bupati
Sementara itu, dari sumber BPMPD Inhil, bahwa keseluruhan total alokasi dana pada tahun 2014 ini sedikitnya berjumlah Rp 105,25 Milyar pada realisasi pencairan dana ke desa per tanggal 10 Desember dan per 5 Desember 2014 untuk kemajuan Fisik.(mirwan/adv pemkab inhil)
Bupati Inhil Tegaskan UNISI adalah sebuah Universitas yang Sudah Terakreditasi
dari kiri: Asisten 3 Setdakab Inhil, HAfrizal, Ketua Dewan Pembina yayasan Tasik Gemilang, H Indra Muclis Adnan dan Ketua Yayasan Tasik Gemilang, H Edy Syafwannur saat menghadiri kegiatan pelantikan rektor UNISI
Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan menegaskan bahwa Universitas Islam Indragiri (UNISI) Tembilahan adalah sebuah Universitas yang sudah terakreditasi. Lulusan UNISI yang mengikuti tes CPNS, 99 % dinyatakan lulus secara administrasi.
“Hal ini tentunya menjawab keraguan kita akan UNISI selama ini. Oleh karenanya secara terang saya sampaikan bahwa UNISI telah terakreditasi secara sah,” Ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisiten III Setdakab Inhil, H Afrizal saat pelantikan Rektor UNISI masa bhakti 2014-2017, Dr R Sri Handayani,SE,MM bertempat di Lapangan Fakultas Ekonomi Unisi jalan Soebrantas Tembilahan, Kamis (11/12/2014).
Pada kesempatan itu, Bupati juga berkesempatan menyampaikan beberapa masukan untuk pengelolaan UNISI kedepannya yakni agar UNISI melakukan konsolidasi dengan seluruh Stake holder Unisi, agar terciptanya harmonisasi dan akselarasi dalam penataan dan pengembangan Institusi dan Akademik.
UNISI juga diminta untuk menyusun dan merumuskan visi dan misi Perguruan Tinggi, serta membuat Road MAP pengembangan UNISI jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
Serta UNISI juga diusulkan untuk melaksanakan tatakelola Perguruan Tinggi yang baik (Good University Governance) dengan menerapkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabel, dan professional. (dro/adv pemkab inhil)