Antisipasi Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap, Ini Tipsnya

foto: Mirwan
foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mengingat semakin pekatnya kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) saat ini, maka seluruh masyarakat diimbau agar melakukan langkah pencegahan sejak dini terhadap berbagai kemungkinan gangguan kesehatan akibat kabut asap.

“Langkah pencegahan ini sangat penting, apalagi mengingat dampak kabut asap yang sangat tidak baik bagi kesehatan kita,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti kepada detikriau.org di ruang kerjanya, kemarin.

Adapun beberapa tips yang perlu diperhatikan, untuk mengantisipasi serta melindungi diri dari gangguan kesehatan akibat kabut asap, diantaranya :

  1. Hindari atau kurangi aktifitas di luar rumah atau gedung, khususnya bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan.
  2. Jika terpaksa harus pergi ke luar rumah atau gedung, sebaiknya menggunakan masker.
  3. Minumlah air putih lebih banyak dan lebih sering.
  4. Bagi anda yang memiliki gangguan paru dan jantung sebelumnya, lakukan konsultasi kepada dokter, untuk mendapatkan perlidungan tambahan sesuai kondisi kesehatan anda, serta segera berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernafas atau gangguan kesehatan lainnya.
  5. Budayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti makan bergizi, jangan merokok, istirahat yang cukup dan lain-lain.
  6. Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah, sekolah, kantor dan ruang tertutup lainnya.
  7. Penampungan air minum dan makanan harus terlindung dengan baik.
  8. Sebelum mengkonsumsi buah-buahan, sebaiknya dicuci terlebih dahulu. (adi/adv)



Penerapan PP No 71 Tahun 2010, Pemkab Inhil Diminta Siapkan SDM dan Manajemennya

IMG_7328TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan manajemennya dalam rangka penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Permintaan tersebut disampaikan Juru Bicara (Jubir) Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Edi Hariyanto Sindrang dalam Rapat Paripurna, yang digelar di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Edi, pasca terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, sebagai pengganti PP Nomor 24 Tahun 2005, maka terhitung pada tahun 2015 penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan haruslah  berbasis akrual.

“Sejalan dengan amanat ini, tentunya kepada pemerintah daerah agar dapat menyiapkan diri, baik dari sisi SDM, manajemen dan hal lain yang berkaitan langsung dengan penerapannya di lapangan,” tutur Edi.

Dengan begitu, lanjut Edi, di tahun-tahun yang akan datang tidak terdapat lagi kendala dan persolaan dikarenakan ketidaksiapan dan ketidakmampuan pemda dalam melaksanakan amanat peraturan dimaksud.

“Kita harapkan, ini dapat menjadi perhatian serius bagi kita bersama, khususnya Pemkab Inhil,” imbuhnya. (adi/adv)




Bupati Inhil Ngaku Kerap dikirimi SMS “Miring”

Bupati Inhil, HM Wardan. Foto: Doc Humas Pemkab Inhil
Bupati Inhil, HM Wardan. Foto: Doc Humas Pemkab Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan mengaku bahwa dirinya sering mendapatkan SMS “miring”, yang berisi tentang berbagai kritikan terhadap sejumlah program dan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil saat ini.

Hal itu diungkapkan orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini dalam sambutannya saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas bagi Kepala Desa (Kades) dan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Program DMIJ tahun anggaran 2015, yang digelar di aula salah satu Hotel di Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Bupati, berbagai SMS “miring” yang diterima selama ini, akan dijadikan sebagai masukan bagi dirinya untuk perbaikan dan penyempurnaan terhadap seluruh program dan kebijakannya selama memimpin daerah, dalam upaya mewujudkan Kabupaten Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat.

“Setiap apa yang kita lakukan, tidak semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar, serta sesuai dengan apa yang direncanakan,” tutur Bupati.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini, sangat dibutuhkan masukan dan koreksi dari berbagai pihak guna memperoleh keberhasilan dan kesuksesan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan dan program pembangunan ke depan.

“Ketika kita melaksanakan tugas serta tanggung jawab dengan tulus dan ikhlas, insya Allah akan dibalas oleh Allah SWT dengan hasil yang baik pula. Jadi, jangan pernah putus asa dan menyerah, teruslah berjuang dan saling memberikan dukungan dalam bekeja,” imbuhnya. (adi/adv)

 




Asap Kian Pekat. Aktifitas di Luar Rumah, Masyarakat Harus Gunakan Masker

foto: Mirwan
foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali diingatkan, untuk tetap menggunakan masker saat melakukan berbagai aktifitas di luar ruangan.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, dr Saut Pakpahan terkait dengan masih cukup banyaknya masyarakat yang terlihat tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah atau kantor dan di jalanan.

Dikatakan Saut, mengingat kondisi kabut asap yang semakin pekat saat ini, maka sangat dianjurkan bagi masyarakat untuk menggunakan masker, dalam upaya mencegah dan mengantisipasi sejak dini terkenanya dampak kabut asap, seperti terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Apalagi, seperti diketahui bersama bahwa dari hasil pengujian kualitas udara di Kabupaten Inhil, kondisi udara akibat kabut asap sudah memasuki kategori tidak sehat.

“Jadi, menggunakan masker ini sangat penting, guna melakukan langkah pencegahan terkenanya dampak penyakit yang disebabkan oleh kabut asap,” tutur Saut kepada detikriau.org, Kamis (10/9/2015).

Selain itu, dokter spesialis penyakit dalam ini juga mengingatkan kepada seluruh orang tua, untuk menjaga dan memantau anak-anaknya agar tidak bermain di luar rumah saat kondisi udara dan kabut asap seperti sekarang ini.

“Bagi anak-anak kita yang libur sekolah, sebaiknya tidak bermain di luar rumah hingga kondisi kabut asap ini menghilang,” imbuhnya. (adi/adv)




BPBD Inhil Tetap Siagakan Personil Tangani Karhutla

petugas siaga memantau hotspot di kantor BPBD InhilTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Yusfik nyatakan tetap siaga akan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di seluruh wilayah Inhil.

Meskipun saat ini personil BPBD telah ditarik kembali dari lapangan, tetapi bukan melepaskan kewajiban pada penanganan Karhutla. Pihaknya mengaku tetap menyiagakan sebanyak 3 kelompok dengan jumlah total 38 personil dan standby selama 24 jam, ditambah lagi dengan beberapa staf BPBD di kantor.

“Kemarin sejumlah personil kita di tempatkan di beberapa titik di Inhil, namun sekarang sudah kita tarik kembali. Mengingat di Inhil sudah tidak ada lagi ditemukan titik api yang signifikan,” katanya melalui Sekretaris BPBD, Annas, Rabu (9/9/2015).

Annas menerangkan, berdasarkan data dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) di Inhil memang selalu ditemukan titik api, namun sejumlah titik api tersebut masih bisa dikendalikan pihak kecamatan. Sebab katanya di setiap kecamatan di Inhil ada tim tersendiri sebanyak 3 orang yang menangani terhadap penemuan titik api.

Jika tim tersebut tidak mampu lanjutnya, maka pihaknya turun ke lokasi dengan segera dan membawa sarana yang ada. Pada intinya, saat ini BPBD Kabupaten Inhil tetap siagakan Karhutla tanpa harus berapa di lokasi setiap hari.

Terkait kian menebalnya kabut asap di Inhil, Ia menegaskan bahwa asap tersebut bukanlah murni hasil kebakaran lahan di Inhil, melainkan asap kiriman dari luar daerah. Bahkan katanya, asap tersebut diperkirakannya lebih dari 50 persen sebagai asap kiriman.

“Buktinya, kita dari BPBD sajalah tidak terlalu menyibukkan diri memadamkan api, karena memang daerah kita sekarang ini titik api nihil ditemukan,” tandasnya. (mirwan)




Belum Tuntaskan APBDes, Bupati Wardan Warning 20 Desa di Inhil

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan memberikan warning kepada 20 desa dari sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil.

Peringatan ini disampaikan terkait dengan masih belum tuntasnya penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di 20 desa tersebut.

Dikatakan Bupati, berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Inhil, diketahui bahwa masih ada sebanyak 20 desa yang belum menyelesaikan APBDes-nya.

“Kalau APBDes ini tidak selesai, maka tidak ada pencairan dana bagi desa bersangkutan. Jadi, saya akan bertindak tegas dengan memanggil kadesnya,” tutur Bupati Wardan dalam sambuannya saat membuka pelatihan peningkatab kapasitas bagi Kades dan BPD, di aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan, Selasa (8/9/2015).

Pemanggilan kades tersebut, lanjut Bupati Wardan, bertujuan untuk mengetahui secara langsung apa yang menjadi kendala dan permasalahan di lapangan, sehingga penyusunan APBDes ini terhambat, guna dicari solusi dan jalan keluarnya.

“Saya berikan waktu paling lambat dalam minggu ini sudah harus selesai dan diserahkan ke BPMPD,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal menjelaskan, keterlambatan penyelesaikan APBDes di 20 desa ini, berkemungkinan dikarenakan belum tuntasnya penyusunan Laporan Pertanggungjawaban kegiatan di tahun sebelumnya.

“Kita tunggu paling lambat tanggal 15 September nanti sudah harus diserahkan, sehingga tanggal 20 September mendatang bisa dilakukan pencairan dana DMIJ tahap II,” imbuhnya. (adi/adv)