Siswa SMA di Mandah-Inhil Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar

gantung diri Mandah (detikriau.org) – Seorang siswa SMA di Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ditemukan tewas tergantung di kamar rumahnya di RT 23 RW 02 Desa Pancur, Sabtu (17/1/2015).

Camat Mandah, Nursal mengatakan, kematian korban diketahui pertama kali oleh ibunya sekitar pukul 06.30 WIB. Dimana saat itu sang ibu berencana membangunkan anak gadis usia 17 tahunan yang tengah duduk di kelas 2 SMA tersebut.

“Orang tuanya heran karena biasanya jam segitu anaknya sudah siap-siap berangkat ke sekolah, namun karena tak kunjung bangun, ia pun mendatangi kamar anaknya dan alangkah terkejutnya ia menemukan anaknya sudah tewas tergantung,” ujar mantan Camat Gaung ini.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kapolsek Mandah, AKP Hendri Suparto saat dimintai keterangan terkait kasus ini menjelaskan bahwa setelah mendapatkan laporan pihaknya kemudian mendatangi rumah korban.

“Kita kesana dengan membawa dokter untuk melakukan visum, dari hasil visum diketahui ini murni kasus bunuh diri karena tidak ditemukan bentuk kekerasan di tubuhnya,” terang Hendri.

Sementara itu, mengenai apa penyebab sehingga anak pertama dari 3 bersaudara ini rela mengakhiri hidupnya dikatakan Hendri masih belum diketahui.

“Kita belum tahu apa penyebabnya, yang jelas dari hasil visum ini murni kasus bunuh diri,” imbuhnya.(adi)

 




Siapkan Sejak Dini, Dewan Usulkan Guru Yang Ikut Sertifikasi Kuasi Kurikulum 2013

sitasTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengusulkan agar guru dan tenaga pendidik yang ingin mengikuti sertifikasi, terlebih dahulu harus menguasai pelaksanaan dan penerapan metode belajar dengan kurikulum 2013.

 

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas. Menurutnya langkah ini dalam upaya mempersiapkan para guru dan tenaga pendidik sejak dini, sebelum metode pembelajaran dengan kurikulum 2013 ini diterapkan secara nasional nantinya.

 

Dikatakan Herwanissitas, dengan ditariknya kurikulum 2013 ini oleh Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Rasyid Baswesan, tentunya menjadi kesempatan bagi seluruh pihak terkait, untuk lebih memantapkan persiapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaannya di lapangan.

 

“Di daerah kita ini, baru ada beberapa sekolah yang menjadi percontohan dan sudah menerapkan kurikulum 2013, meskipun belum maksimal dan secara menyeluruh, dikarenakan terbatasnya sumber daya yang ada,” ujar Herwanissitas saat berbincang dengan sejumlah awak media di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

 

Dijelaskan, setelah dikeluarkannya keputusan penarikan kurikulum 2013 tersebut, tentu pihak sekolah yang sudah menjalankannya harus kembali ke kurikulum 2006, kecuali bagi sekolah yang sudah menerapkannya selama 3 semester dan ingin melanjutkan.

 

“Namun bagi sekolah yang belum siap, bisa kembali menggunakan kurikulum 2006, sambil memantapkan dan mematangkan persiapan penerapan kurikulum 2013 nantinya,” terang Herwanissitas.

 

Oleh karena itu, lanjut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, bagi sekolah-sekolah yang masih ingin melanjutkan dan menerapkan kurikulum 2013, akan menjadi percontohan bagi sekolah lainnya.

 

“Kita minta pihak sekolah terutama para guru dan tenaga pendidik, untuk dapat mempersiapkan diri dengan menjalani bimbingan dan panduan dari kementerian terkait, sehingga ketika kurikulum 2013 ini diterapkan dapat lebih siap dan mantap dalam pelaksanaannya di lapangan,” imbuhnya.(adi)




Sekda Inhil Pinta Aparatur Pemerintah Segera Laksanakan Kegiatan

Foto: Humas Pemkab Inhil/ Syahrul Badrin
Foto: Humas Pemkab Inhil/ Syahrul Badrin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh aparatur yang ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir diminta, untuk segera melaksanakan berbagai kegiatan, khususnya kegiatan fisik yang membutuhkan pelelangan dan lain sebagainya.

Permintaan ini disampaikan Sekda, H Alimuddin RM dalam sambutannya usai melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 50 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Inhil, Jum’at (16/1).

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipusatkan di aula lantai 5 Kantor Bupati Inhil, Jalan Akasia Tembilahan ini turut dihadiri Asisten III Setda, H Afrizal, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Syaifuddin dan sejumlah pejabat eselon lainnya.

Dikatakan Sekda, proses mutasi dan promosi jabatan merupakan hal yang biasa terjadi di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Untuk itu, sebagai abdi negara dan abdi masyarakat haruslah siap ditempatkan dimanapun.

“Mewakili Pemkab Inhil, saya mengucapkan selamat kepada aparatur yang telah dilantik hari ini,” tutur Sekda.

Selanjutnya, Sekda meminta kepada aparatur yang baru dilantik agar dapat segera bekerja serta melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di tempat yang baru, sesuai dengan apa yang telah diamanahkan dan dipercayakan oleh pimpinan.

“Saat ini, APBD kita sudah disahkan sejak Bulan November 2014 lalu. Jadi, jangan bersantai lagi dan jangan sampai terlambat dalam melaksanakan program kerja di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKD Inhil, Syaifuddin menjelaskan bahwa yang mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan adalah sebanyak 50 orang, yang terdiri dari 45 pejabat eselon III dan 5 pejabat eselon IV.

Dari 45 pejabat eselon III tersebut, 4 diantaranya naik jabatan atau promosi, yaitu 1 orang di Dinas Bina Marga, 1 orang di Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan dan 2 orang pada Dinas Pendidikan. Sedangkan, pada pejabat eselon IV, 2 orang mendapatkan promosi, yakni di Bagian Humas dan Keuangan Setdakab Inhil. (adv pemkab inhil)




Asisten III Setdakab Inhil Hadiri Peringatan HUT SMKN 1 Tembilahan

Asisten III Setdakab Inhil menyerahkan penghargaan bagi para mantan Kepala SMKN 1 Tembilahan Kota. Foto: Mirwan
Asisten III Setdakab Inhil menyerahkan penghargaan bagi para mantan Kepala SMKN 1 Tembilahan Kota. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org)  – Asisten III Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Drs Afrizal MP menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) SMK Negeri 1 Tembilahan yang ke-50 bertempat di halaman SMKN 1 jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan, Kamis (15/1/2015).

Selain Asisten III, juga tampak hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil Drs H Helmi MPd, dan sejumlah undangan dari seluruh alumni SMKN 1 Tembilahan Kota serta seluruh guru dan pelajar sekolah tersebut.

Dalam sambutannya, Asisiten III, mengawalinya dengan ucapan selamat Ulang tahun kepada SMKN 1 Tembilahan. Diusia ke 50, dinilainya adalah usia yang sangat matang. Ia berharap diusia ini SMKN 1 akan semakin mampu menunjukkan prestasi terutama dalam memberikan pembekalan ilmu bagi siswa dan siswinya.

Selain itu, ia juga mengatakan setelah sampainya HUT ke-50 ini tidak sedikit alumni SMK 1 yang berhasil menduduki sederetan jajaran di Kepemerintahan Kabupaten Inhil bahkan katanya juga ada yang berhasil ditingkat Provinsi.

“Para alumni telah membuktikan keterampilan dan keahlian yang mereka miliki, begitu juga dengan para pelajar sekarang, pastinya kedepan kita berharap akan menjadi generasi terbaik dalam membangun negeri ini,” kata Afrizal.

Kepala Dinas Pendidikan Inhil, H Helmi mengatakan meski hanya 6 SMK Negeri dan 11 SMK Swasta di seluruh Kabupaten Inhil ini, namun mutu pendidikannya mampu bersaing dengan Sekolah sederajatnya, baik prestasi maupun lain sebagainya.

“Yang jelas lulusan SMK sudah siap untuk turun keduia kerja,” Yakini Helmi

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Tembilahan, Drs Asmar menyatakan bahwa dilingkungan SMKN 1 ditekankannya bebas asap rokok dengan tujuan untuk menjaga kesehatan bagi muridnya. Ia tetap berkomitmen untuk dapat meluluskan siswa-siswa yang memiliki ilmu siap pakai selepasnya dari bangku sekolah.

“Untuk mencapai itu tentunya siswa-siswi harus sehat agar dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik,” Tutup Helmi

Peringatan HUT SMKN 1 Tembilahan ini juga dirangkai dengan berbagai perlombaan yang diikuti oleh seluruh perwakilan Sekolah SMK se Inhil dan beberapa Kabupaten tetangga.(mirwan/adv pemkab inhil)




Bupati Inhil Resmikan DMIJ di Lahang

Bupati Inhil HM Wardan saat menyampaikan sambutanTembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan melakukan peresmian program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) yang di rangkai dengan Pelantikan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lahang Kecamatan Gaung. Kegiatan yang dilaksanakan dihalaman kantor Desa Lahang ini turut dihadiri oleh beberapa kepala SKPD, Camat Gaung, Lurah dan Desa se Kecamatan Gaung, Rabu (14/1) kemaren.

Dalam Sambutannya Bupati berharap dengan Pelantikan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang baru di laksanakan ini bukan hanya sebatas kegiatan seremonial, tapi harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kepada BPD yang baru di lantik, Bupati berpesan untuk dapat bekerjasama dengan Pemerintah Desa dalam melaksanakan tugas dan pengawasan serta ikut bersama-sama melakukan perencanaan Desa degan sebaik-baiknya.

“salah satu fungsi BPD adalah untuk mempersiapkan bagaimana penyelenggaraan pilkades dengan sebaik-baiknya dan semua perangkat di desa dapat bekerjsama sehingga terncipta suasana kondusif,” Pesan Bupati

Camat Gaung H Syahbudi menerangkan bahwa program DMIJ merupakan suatu program pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa serta mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan yang berkelanjutan.

Dijelaskan Camat, Kecamatan gaung terdiri dari 15 Desa dan 1 Kelurahan. Menurut Camat, seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Gaung turut berpatisifasi dalam mensukseskan tahapan-tahapan kegiatan program DIMJ Tahun Anggaran 2014, dimana tahapannya telah mengikuti sosialisasi tingkat kecamatan gaung yang dihadiri oleh seluruh utusan desa dan kelurahan.

“Untuk kecamatan gaung telah terserap dana yang diperuntukan bagi desa-desa yang ada di Kecamatan Gaung sebesar Rp 8,3 milyar,” Jelas Camat

Dana-dana itu menurutnya diperuntukkan bagi belanja fisik dan non fisik sebanyak 86 paket kegiatan senilai Rp. 5,6 milyar lebih serta belanja operasional sebesar Rp.2,6 milyar lebih.

Dalam kesempatan ini Camat juga menjelaskan bahwa untuk program magrib mengaji pada 15 Desa terdiri dari sebanyak 131 tempat mengaji dengan jumlah murid sebanyak 2.195 orang dengan 131 orang tenaga pengajar dengan jumlah alokasi dana terserap untuk magrib mengaji sebesar Rp. 231.333.200

Untuk data PAUD ditambahkan Camat, dari 15 terdata sebanyak 16 Buah PAUD- dengan 46 tenaga pengajar dan 308 Orang Murid. (adv pemkab inhil)




Hasil Reses, Mandah dan Pelangiran Butuh Akses Jalan dan Jembatan Penghubung

Anggota DPRD Inhil dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Okta Hasanatan
Anggota DPRD Inhil dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Okta Hasanatan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk memperhatikan wilayah Inhil bagian Utara terutama Kecamatan Mandah dan Pelangiran yang hingga kini masih memerlukan pembangunan di berbagai sektor.

Anggota DPRD Inhil dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Okta Hasanatan mengatakan, dua kecamatan tersebut sangat membutuhkan pembangunan akses jalan dan jembatan penghubung antar desa maupun antar desa ke Ibukota kecamatan.

Selanjutnya, yang juga perlu mendapatkan perhatian serius adalah terkait penyelamatan kebun kelapa rakyat yang kondisinya saat ini cukup memprihatinkan, dikarenakan intrusi air laut dan sungai. sehingga sangat dibutuhkan pembangunan trio tata air.

“Kecamatan Mandah dan Pelangiran juga perlu bantuan sarana produksi pertanian, perikanan dan perkebunan guna menunjang produktifitas masyarakat,” ujar Okta, juru bicara anggota DPRD Inhil dari Dapil III saat pembacaan hasil reses di Mandah dan Pelangiran, belum lama ini.

Selain itu, lanjut Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, hal-hal lainnya yang perlu dilakukan Pemkab Inhil diantaranya, perhatian dan keseriusan Dinas terkait dan SKPD dalam penanganan pendidikan umum, agama, sarana prasarana, bidang kesehatan, pertanian, perindustrian dan perikanan.

“Pemkab diminta terus melanjutkan program pembangunan tanggul perkebunan dan perbaikan saluran air atau normalisasi parit untuk menyelamatkan sebagian besar perkebunan di Kabupaten Inhil,” tambahnya.

Dengan melihat kondisi rill perkebunan di Inhil yang umurnya diatas umur produktif, yaitu diatas 30 tahun, dengan melakukan program peremajaan dan pengembangan bibit kelapa unggul seperti kelapa rakyat, hibrida dan kelapa sawit.

Kemudian, SKPD dalam menyusun program kegiatan dapat benar-benar memperhatikan skala prioritas kususnya upaya peningkatan perekonomian kerakyatan, serta diharapkan dapar merelisasikan usulan aspirasi masyarakat.

“Apa saja yang dibutuhkan masyarakat harus dijadikan pertimbangan dalam penyusunan RAPBD tahun 2016 yang akan datang,” imbuhnya.(adi/adv DPRD Inhil)