Pendamping Desa Lebih diutamakan Putra Daerah Setempat

Kepala BPMPD Inhil, Yulizal
Kepala BPMPD Inhil, Yulizal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) lebih mengutamakan Pendamping Desa putra daerah setempat.

Pernyataan ini diungkapkan Kepala BPMPD Kabupaten Inhil H Yulizal, belum lama ini. Saat dikonfirmasi mengenai persoalan terdapat beberapa pendamping desa yang menyatakan ingin berhenti dari jabatannya.

“Kita dari BPMPD siap mencari dan menggantikan orang yang baru kalau memang nanti ada yang berhenti. Namun kami tegaskan mulai hari ini, pendamping desa itu kami utamakan putra daerah asli,” ujarnya.

Mungkin lanjutnya, bagi pendamping desa tersebut menilai tugas yang diembankan itu tidak cocok dengan wilayah kerjanya. Dan mungkin juga, ada persoalan lain yang menjadi satu hambatan dalam kelancaran pekerjaan.

Yang jelas katanya, mulai hari ini pihaknya khususkan bagi pendamping desa itu tidak merupakan masyarakat luar Kabupaten Inhil.

“Kalau sekarang ini memang ada sebagian pendamping desa yang bukan asli dari desanya masing-masing. Dan ini bisa menjadi satu hambatan karena ketidakcocokan dengan wilayah kerjanya,” tandasnya.

Yulizal mengharapkan, seluruh pendamping desa harus bisa bersinergi dengan pejabat desa dalam hal ini Kepala Desa maupun Sekdes agar dapat menjalankan tugas dengan baik dalam bersama-sama membangun daerah. (mirwan)




Jangan Ulangi Kesalahan, Pemkab Inhil Diminta Belajar Dari Persoalan Tahun Lalu

edi guanwanTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk belajar dari persoalan yang terjadi di tahun 2014 lalu, sehingga tidak terjadi lagi di tahun 2015 ini, khususnya dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah.

 

“Persoalan di tahun 2014 lalu, hendaknya dijadikan pembelajaran, supaya tidak terulang kembali di tahun-tahun yang akan datang,” tutur Wakil Ketua Komisi II DPRD Inhil, Edi Gunawan, beberapa waktu lalu.

 

Dikatakan Edi, berbagai permasalahan yang timbul pada tahun sebelumnya, yakni rendahnya keterserapan anggaran dan progres pekerjaan yang jauh dari harapan, dimana banyak paket-paket pekerjaan yang tidak terlaksana sesuai dengan harapan masyarakat.

 

“Semua itu tergambar pada struktur APBD yang setiap tahunnya mengalami trend Silpa yang meningkat. ini tentunya akan memberikan dapak yang tidak baik bagi Pemkab, masyarakat dan daerah,” terangnya.

 

Oleh karena itu, Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini meminta Pemkab Inhil, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh satuan kerjanya, jangan sampai kesalahan-kesalah itu terulang kembali.

 

“Alangkah baiknya seluruh paket pekerjaan dimulai sedini mungkin, sehingga kejadian dahulu tidak terjadi lagi,” imbuhnya.(adi)




Wujudkan Inhil Sebagai Kabupaten Pramuka, Bupati Wardan Minta Setiap Tanggal 14 Digelar Parade Senja

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan meminta agar pada tanggal 14 setiap bulannya digelar kegiatan Parade Senja, yang dipusatkan di halaman rumah kediaman dinasnya.

Kegiatan ini merupakan bentuk keseriusannya dalam mengembangkan kepramukaan di Negeri Seribu Parit dan mewujudkan Inhil sebagai Kabupaten Pramuka.

“Saya sudah sampaikan kepada Kwarcab Inhil, untuk mengadakan Parade Senja setiap tanggal 14,” tutur Bupati Wardan, Kamis (26/2/2015).

Selanjutnya, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini juga menginginkan, untuk pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara bergilir oleh Kwartir Ranting.

“Saya ingin pelaksananya juga bergiliran, sampai Kwartir Ranting di seluruh Inhil bisa menjadi pelaksana,” terangnya.

Oleh karena itu, pengaktifan kembali seluruh gugus-gugus depan baik untuk Pandega, Penegak, Penggalang termasuk siaga sangat diperlukan, mengingat pendidikan pramuka juga adalah hal yang harus ditekuni.

“Untuk memberi motivasi kepada seluruh anggota pramuka, saya akan memberikan penilaian kepada setiap Kwartir Ranting yang paling giat, dan akan memberikan hadiah sebagai bentuk penghargaan,” imbuhnya. (adi/adv Pemkab Inhil)




Puskesmas Pengalihan Enok Gelar Program Kelas Ibu Hamil Massal

puskesmas pengalihanPENGALIHAN (detikriau.org) – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Desa Pengalihan, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar program kelas ibu hamil massal, Kamis (26/2/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Puskesmas Pengalihan, Kecamatan Enok ini turut dihadiri Kepala Diskes Inhil diwakili Kasi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni, Kepala Puskesmas Pengalihan, Baihaki dan Bidan Koordinator, Ayu Leningsih beserta jajaran dan diikuti seluruh ibu hamil di wilayah Puskesmas Pengalihan.

puskesmas pengalihan enokKasi KIA, KB dan Gizi Diskes Inhil, Siti Munziarni mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pencapaian program kesehatan ibu dan anak, serta dalam upaya penurunan jumlah kematian ibu dan anak di Negeri Seribu Parit.

“Terlaksananya program kelas ibu hamil massal ini, atas kerjasama UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator, dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor, yakni melalui Tim Penggerak PKK Kecamatan Enok,” tutur Munziarni.

Adapun materi yang diberikan pada pelaksanaan program kelas ibu hamil massal tersebut, diantaranya pemberian informasi tentang kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan kehamilan, HB dan pemeriksaan gigi.

“Selain itu, juga dilakukan senam bersama, hypnoterapi dan pemberian doorprize kepada para peserta,” terangnya.(adi)




Pemkab Inhil Kembangkan Ekowisata Mangrove di Reteh

DSC_0060TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir  (Inhil) lakukan pengembangan kawasan hutan konservasi alam mangrove yang berpotensi mejadi ekowisata Alam. Konservasi ini dilakukan di Desa Sungai Asam Kecamatan Reteh.

Hal Ini disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Encik Kamal Syahendra melalui Kasubbid Kerusakan Pesisir dan laut, Riduan. Kamis (26/2/2015).

Ia menjelaskan dari konservasi alam mangrove yang ada di Desa Sungai Asam Kecamatan Reteh dilakukan secara swadaya masyarakat dan sekarang menjadi Ekowisata Alam yang telah ditetapkan oleh Provinsi Riau pada tahun 2013 lalu.

“Bermula dari swadaya masyarakat yang di motori seorang warga bernama Abas, hingga keberhasilannya mendapatkan penghargaan dari Presiden SBY beberapa tahun lalu, karena keberhasilannya dalam memulihkan ekosistem mangrove yang rusak pada saat itu,” jelas Riduan.

Ia menerangkan, sekarang ekowisata yang ada sudah di fasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Riau berupa jalan dan pemondokan, lanjutnya dari pemerintah kabupaten terus melakukan bimbingan kepada masyarakat.

“BLH terus melakukan bimbingan bagi warga pesisir tentang manfaat tanaman mangrove dan pelestariannya,” pungkasnya.(mirwan/adv pemkab inhil)




Asisten II Setdakab Inhil Hadiri Milad HMI Ke-68

Asisten II Setdakab Inhil saat menyampaikan sambutan. Foto: Mirwan
Asisten II Setdakab Inhil saat menyampaikan sambutan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten II Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil ) H Fauzar hadiri milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-68 yang digelar oleh HMI Cabang Tembilahan bertempat di aula STAI Auliaurrasyidin Kec Tembilahan Hulu, Kamis (26/2/2015).

empena milad, HMI Cabang Tembilahan juga menggelar dialog pemantapan strategi Kabupaten Inhil dalam menghadapi Masyarapat Ekonomi Asean (MEA) yang dibuka langsung oleh Asisten II Setdakab Inhil.

Mewakili Bupati Inhil, Asisten II menyampaikan sangat mengapresiasi dengan apa yang diselenggarakan oleh para Kader HMI Cabang Tembilahan ini dengan melakukan dialog bersama yang bertujuan bersama-sama memantapkan daerah Kabupaten Inhil kedepannya.

“Ini merupakan satu langkah daya saing dalam menghadapi pasar bebas Asean nantinya, dan juga untuk meningkatkan kekuatan ekonomi di tingkat Asean. Maka demikian melalui acara seperti ini sudah saatnya pemantapan dalam menghadapi MEA agar dapat diterapkan dalam peningkatan daya saing nanti,” katanya.

Menurut Fauzar, dalam menghadapi daya saing ekonomi Asean tersebut tentunya ada beberapa hambatan yang dialami. Diantaranya, masih lemahnya dunia pendidikan, dan juga dunia industri yang masih rapuh dalam memanfaatkan bahan mentah yang belum bisa dikelola dengan baik oleh negeri ini.

Sebab itu, ia sangat menyambut baik dengan diselenggarakannya dialog tersebut dengan narasumber cukup ternama di Kabupaten Inhil ini yang merupakan guru dari salah satu Universitas di kota Tembilahan.

“Sudah saatnya segala stekholder yang ada untuk siap dan mampu bersaing dalam menghadapi pasar bebas Asean dalam meningkatkan mutu perekonomian yang meningkat,” tandasnya(mirwan/adv pemkab inhil).