Muslim : Penyelamatan Kebun Kelapa Adalah Harga Mati

IMG-20150430-08098TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebagian besar masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama di daerah pemilihan (dapil) 1, yang meliputi Kecamatan Tembilahan, Tembilahan Hulu, Tempuling dan Kecamatan Kempas meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) segera melakukan berbagai upaya penyelamatan terhadap kondisi perkebunan kelapa yang semakin kritis.

“Langkah ini sangat diperlukan mengingat mayoritas masyarakat Inhil menggantungkan hidupnya dari hasil perkebunan kelapa,” tutur Juri Bicara (Jubir) Anggota DPRD dari Dapil 1, Muslim saat membacakan laporan hasil reses pada rapat Paripurna di aula Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dijelaskan Muslim, selain menurunnya harga jual, para petani di Negeri Seribu Parit ini juga dihadapkan pada masalah rendahnya hasil produksi, lahan kritis karena intrusi air laut dan ketiadaan drainase, serta peremajaan lahan perkebunan yang tidak bisa dilakukan para petani, dikarenakan ketiadaan biaya.

Hal itulah yang harus menjadi prioritas utama dan perhatian serius Pemkab Inhil. Apalagi, sudah 2 kali pergantian Pemda dan 2 kali pula pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu), permasalahan di bidang perkebunan ini belum mampu teratasi secara baik dan maksimal, bahkan hanya terkesan omong kosong belaka.

“Apakah perlu interplasi DPRD terhadap Bupati untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena bagi kami penyelamatan perkebunan kelapa adalah harga mati,” tegasnya.

Oleh karema itu, lanjut Muslim, Pemkab Inhil melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, hendaknya dapat memilih dan memilah program apa saja yang benar-benar urgen serta sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

“Jadi, kami harapkan program-program yang disusun itu bukanlah semata-mata untuk pemenuhan selera pimpinan atau sebgian kelompok tertentu saja,” pungkasnya.(adi/advertorial)




Asisten II Setdakab Inhil Buka Resmi Purnama PA Riau IV

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten II Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Fauzar membuka secara resmi Purnama Pecinta Alam (PA) Riau ke-IV di gedung Engku Kelana jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan, Sabtu (2/5/2015).

Purnama pecinta alam Riau ke-IV ini digelar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Islam Indragiri (Unisi) yang diikuti Mapala se-Riau. Adapun purnama tersebut diselenggarakan selama satu minggu hingga tanggal 6 Mei mendatang di Kampus Unisi.

Asisten II saat menanda tangani Deklarasi bersama Purnama PA Riau IV. Foto: Mirwan
Asisten II saat menanda tangani Deklarasi bersama Purnama PA Riau IV. Foto: Mirwan

Mewakili Bupati Inhil, Asisten II menyambut baik dan dinilainya kegiatan tersebut sangat positif. Kenapa tidak, yang biasanya masyarakat acuh terhadap keindahan alam, namun organisasi mahasiswa satu ini malah mencintai terhadap lingkungan sekitar, terkhusus pada penghijauan.

“Apalagi daerah kita ini merupakan daerah pesisir yang memang membutuhkan sekelompok manusia yang mencintai terhadap alam sekitar. Maka demikian, saya atas nama pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan purnama pecinta alam ini,” kata Fauzar.

Disamping itu, Asisten perekonomian dan pembangunan ini mengharapkan kepada sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Mapala tersebut untuk benar-benar berbuat sesuai dengan misi organisasi.

Artinya, kegiatan yang diselenggarakan tidak sebatas seremonial saja, namun kerja nyata yang diinginkan oleh Pemkab Inhil ini. “Harus ada bukti nyata di lapangan, minimal seusai kegiatan purnama pecinta alam, bukan untuk pemerintah, tapi demi kenyamanan kita bersama, terutama kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Mapala Unisi Roma Irama menyatakan dengan kehadirannya di negeri ini semata-mata untuk menjaga kelestarian alam. Disampaikannya, berdasarkan pengalamannya di lapangan bahwa masyarakat sangat banyak yang memanfaatkan alam, namun yang menjaga kelestarian alam masih terbilang sedikit.

“Oleh sebab itu, kami dari Mapala se-Riau bersatu padu untuk bersama-sama berpartisipasi menjaga alam, semoga bermanfaat untuk daerah Provinsi Riau,” imbuh Roma.

Untuk diketahui, acara peresmian Purnama Pecinta alam Riau ke-IV ini dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Inhil Dany M Nursalam, Sekretaris Yayasan Tasik Gemilang Elda Suhanura dan Wakil Rektor I Unisi Wandi.(mirwan/advetorial)




Bupati Inhil Irup Peringatan Hardiknas dan Otda

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan jadi inspektur upacara pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2015 sekaligus disejalankan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah yang ke-19 di lapangan Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Sabtu (2/5/2015).

Pada upacara ini, tampak ramai diikuti seluruh instansi, mulai dari unsur Forkopimda Inhil, seluruh pejabat jajaran Pemkab Inhil, PGRI Kabupaten Inhil, serta seluruh lembaga pendidikan dari tingkat SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi se-kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu.

Dalam upacara, Bupati Inhil tampak serius menyampaikan amanat pidato dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI serta Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) RI terkait dengan Hardiknas serta Hari Otonomi Daerah ini.

Usai upacara, Bupati mengatakan kepada sejumlah awak media bahwa Hardiknas serta Hari Otonomi Daerah ini satu momen dalam menyatukan persepsi dari segala pihak dengan tujuan tercapainya pembangunan Kabupaten Inhil lebih baik lagi.

Tentu katanya, SDM di lingkungan masyarakat Inhil ini harus berkualitas dan ini juga ditingkatkan secara bersama-sama. Pada intinya, Bupati menginginkan SDM yang berpendidikan di Inhil benar-benar mampu membantu pemerintah meningkatkan kemajuan daerah.

“Apalagi Inhil ini daerahnya luas dan juga begitu subur, sangat diperlukan bagi mereka yang memiliki pendidikan agar Inhil ini bisa lebih baik kedepannya,” kata Wardan.

Berdalih pada otonomi daerah, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini sangat menginginkan Inhil bisa memacu dan menggali potensi-potensi yang ada dan dikembangkan. Lagi-lagi katanya, dalam pelaksanaan tersebut tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah, namun harus ada peran semua pihak yang bisa saling membahu dan bergandengan tangan.

Jika semua pihak di Inhil ini bersatu, ia sangat yakin dan percaya dari segala hambatan dari program Pemkab yang telah disusun akan terlaksana dengan baik dan sukses. (mirwan/advertorial)




Ini Dia Keuntungan Berhenti Merokok Yang Dapat Segera Dirasakan

“Dinkes Inhil Sosialisasikan Kawasan Bebas Rokok”

Kabid Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan Dinkes Inhil, NS Matzen Msi memberikan sosialisasi tentang bahaya merokokTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar sosialisasi tentang kawasan bebas rokok bagi tokoh masyarakat dan kader Posyandu di Kecamatan Pelangiran, kemarin.

Sosialisasi yang dipusatkan di UPT Puskesmas Pelangiran ini, diikuti sebanyak 40 peserta, yang merupakan perwakilan dari seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Pelangiran.

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen Msi menyatakan bahwa sosialisasi tersebut sangat penting dilakukan, dalam upaya mencegah sejak dini timbulnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh rokok.

Peserta terlihat serius mengikuti sosialisasi bahaya merokok
Peserta terlihat serius mengikuti sosialisasi bahaya merokok

“Dengan sosialisasi ini, kita harapkan masyarakat terutama generasi muda lebih mengetahui dan memahami berbagai bahaya yang disebabkan oleh rokok, sehingga bagi para perokok dapat menghentikannya sekarang,” tutur Matzen.

Adapun keuntungan berhenti merokok yang dapat segera dirasakan oleh masyarakat, diantaranya :

  1. 6 jam sesudah berhenti merokok, denyut nadi dan tekanan darah kembali normal.
  2. 12 jam setelah berhenti merokok, karbonmonoksida (CO) meninggalkan sistem peredaran darah dan pernafasan.
  3. 1 hari setelah berhenti merokok, tekanan darah lebih rendah dan kegiatan jantung lebih kuat.
  4. 1 tahun setelah berhenti merokok, resiko serangan jantung menurun sampai setengah dibandingkan dengan perokok aktif.
  5. 5-15 tahun setelah berhenti merokok, resiko stroke menurun sampai tingkat bukan perokok.
  6. 10 tahun setelah berhenti merokok, resiko kanker paru menurun sampai setengah dibandingkan dengan perokok aktif.
  7. 15 tahun setelah berhenti merokok, resiko serangan jantung menurun sampai tingkat bukan perokok, jika berhenti sebelum timbul penyakit.

“Namun, untuk lebih efektifnya harus diimbangi dengan pola hidup sehat, lakukan aktifitas fisik dan konsumsi gizi seimbang,” imbuhnya.(adi/adv)




Mei 2015, Pelaksanaan DMIJ Dimulai

Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal  bersama Bupati, HM Wardan dalam sebuah kegiatan beberapa waktu yang lalu
Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal bersama Bupati, HM Wardan dalam sebuah kegiatan beberapa waktu yang lalu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jika tidak ada aral melintang, pelaksanaan program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) tahun kedua akan dimulai pada Bulan Mei 2015 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Inhil, H Yulizal MM, kemarin. Dikatakannya, penerapan program unggulan Pemkab Inhil ini akan kembali dimulai dengan tahap sosialisasi dari tim yang telah ditunjuk.

“‎Setelah sosialisasi selesai dilaksanakan, maka seluruh desa sudah dapat mengajukan rancangan APBD-Desa yang sudah dibuat, untuk selanjutnya melakukan pencairan dana pembangunan, yang pada tahun ini sudah tidak ada lagi Desa Swadaya, karena semua desa sudah naik kelas menjadi Desa Swakarya,” tutur Yulizal.

Selain mendapatkan dana pembangunan yang berasal dari kabupaten, lanjut mantan Kepala Bagian Keuangan pada Sekretariat DPRD Inhil ini, desa juga akan memperoleh bantuan dana pembangunan dari pemerintah provinsi dan pusat.

“Thun ini, minimal desa mendapatkan dana sebesar Rp 1,2 miliar untuk pembangunan. Dana itu berasal dari pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat,” terangnya.

Oleh karena itu, Yulizal berharap dengan pagu anggaran yang sudah cukup banyak saat ini, pihak desa mampu menyikapi dan mempergunakan anggaran tersebut sesuai peruntukannya, guna membangun dan memajukan daerah.

“Semestinya desa harus memperhatikan skala prioritas yang ada disana, sehingga mendahulukan kebutuhan yang benar-baenar mendesak dan diperlukan oleh khalayak ramai,” imbuhnya.(adi/adv)




Berikan Pelatihan Dokter Kecil, Matzen : Kader Kesehatan Diharapkan Bantu Program UKS

Kabid Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan Dinkes Inhil, NS Matzen Msi menyampaikan materi pada pelatihan dokter kecil
Kabid Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan Dinkes Inhil, NS Matzen Msi menyampaikan materi pada pelatihan dokter kecil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 26 siswa dan siswi didampingi masing-masing guru dari 14 Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kecamatan Pelangiran mengikuti pelatihan dokter kecil, Rabu (29/4/2015) kemarin.

Kegiatan yang digelar di aula SD 004 Kecamatan Pelangiran ini, menghadirkan narasumber dari perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, yakni Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan, NS Matzen Msi, Rini Indriani Mkes dan Masnaria SKm, serta perwakilan UPT Puskesmas Pelangiran, dr Aulia Rahman dan drg Hayati.

Kabid Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan Dinkes Inhil, NS Matzen Msi memasangkan baju dokter kepada perwakilan kader kesehatan sekolahAdapun tujuan dari pelatihan dokter kecil tersebut, adalah untuk melatih para peserta agar dapat membantu dan menolong dirinya sendiri, teman-teman serta lingkungan sekolah dan rumahnya masing-masing.

“Dokter kecil ini merupakan kader kesehatan yang ada di setiap sekolah,” tutur Matzen.

Oleh karena itu, lanjut Matzen, dalam pelatihan ini diberikan materi kepada para peserta tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) dan cara menggosok gigi yang benar.

Selanjutnya, dengan adanya dokter kecil ini diharapkan bisa membantu program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), yang ada hubungannya dengan pelayanan kesehatan dasar di sekolah.

“Melalui pelatihan ini juga diharapkan kader kesehatan di sekolah bisa mengembangkan dan menjaga kesebersihan diri, lingkungan sekolah dan rumah, serta dapat mensosialisasikan ke teman-temannya tentang PHBS,” imbuhnya. (Adi/Adv)