Hindari Penyelewengan, Disdik Diminta Pantau Penggunaan Dana BOS di Inhil

82dana bosTEMBILAHAN (detikriau.org) – Untuk menghindari penyelewengan dan penyalahgunaannya, Dinas Pendidikan (Disdik) diminta melakukan pemantauan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas saat berbincang dengan detikriau.org, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, baru-baru ini.

Dikatakan pria yang akrab disapa Sitas ini, selain melakukan pemantauan langsung di lapangan, Disdik juga harus memberikan pemahaman kepada Kepala Sekolah (Kepsek) tentang penggunaan dan pengelolaan dana BOS yang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

“Seluruh Kepsek harus faham betul bagaimana penggunaan dan pengelolaan dana BOS ini, sehingga tidak terjadi penyimpangan dan nantinya dapat berimbas pada persoalan hukum yang menyebabkan mereka masuk penjara,” tutur Sitas.

Oleh karena itu, lanjut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, setiap sekolah harus memasang papan pengumuman tentang jumlah dana BOS yang diterimanya dan dipergunakan untuk apa saja.

“Ini untuk menghindari adanya persepsi negatif di masyarakat, serta dalam upaya transparansi penggunaan anggaran atas bantuan dari pemerintah yang merupakan tanggung jawab pihak sekolah sebagai penerima dan pengelolanya,” imbuhnya.( adi/adv)




Tangani Kasus Sesuai Protap, Bidan Diminta Tingkatkan Kompetensi

Kabid PPKDPK Dinkes Inhil, Ns Matzen S.Kep, MSi memberikan sambutan saat pelaksanaan peningkatakan kapasitas manajemen BBLR, ASFIKSIA dan SEPSIS di Inhil
Kabid PPKDPK Dinkes Inhil, Ns Matzen S.Kep, MSi memberikan sambutan saat pelaksanaan peningkatakan kapasitas manajemen BBLR, ASFIKSIA dan SEPSIS di Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tenaga bidan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk terus meningkatkan kompetensinya, sehingga dalam penanganan kasus bisa sesuai dengan protap yang telah ditentukan.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen Msi saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas manajemen BBLR, Asfiksia dan Sepsis yang digelar di aula salah satu hotel di Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Matzen, kecenderungan kematian bayi dan balita terutama terjadi pada periode persalinan dan kelahiran serta beberapa saat setelah persalinan dan kelahiran. Dimana, sebanyak 43 persen kematian balita terjadi pada masa neonatal dan sebagian besar dari kematian neonatal terjadi pada usia yang sangat dini, yaitu dalam satu minggu pertama kehidupannya.

“Penyebab utama kematian neonatal adalah Asfiksia, hipotermi dan infeksi. Dimana, selain kondisi yang buruk pada saat dilahirkan, kematian neonatal sering disebabkan oleh cara penanganan kasus yang tidak tepat,” tutur Matzen.

Para peserta terlihar serius mengikuti kegiatan peningkatakan kapasitas manajemen BBLR, ASFIKSIA dan SEPSIS di Inhil
Para peserta terlihar serius mengikuti kegiatan peningkatakan kapasitas manajemen BBLR, ASFIKSIA dan SEPSIS di Inhil

Dijelaskan, permasalahan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dapat berupa hipotermi, rendahnya daya tahan tubuh terhadap infeksi, enterokolitis neokrotokans. Sedangkan kebutuhan bayi berat badan lahir rendah, antara lain dengan kehangatan tubuh ibu yang ternyata marupakan sumber panas yang efektif untuk bayi yang lahir cukup bulan maupun BBLR.

“Dengan demikian, upaya penurunan AKB perlu memberikan perhatian yang besar pada upaya penyelamatan bayi baru lahir ini,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Matzen, terdapat kesenjangan dalam determinan AKB yang cukup besar antar tingkat pendidikan, sosial ekonomi, antar kawasan dan antar perkotaan perdesaan.

“Kematian bayi pada penduduk yang tidak berpendidikan 3 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan yang berpendidikan tinggi dan kematian pada tingkat sosial ekonomi rendah lebih besar dari tingkat ekonomi tinggi,” terangnya.

Oleh karena itu, terkait dengan kendala geografis, daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan, diharapkan kepada pemerintah untuk memberikan perhatian besar dan serius dalam peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.

“Penyediaan sarana dan SDM kesehatan maupun peningkatan kompetensi mereka dalam melakukan penanganan kasus emengensi harus ditingkatkan lagi,” katanya.

Seluruh upaya tersebut, harus dilihat secara komprehensif di dalam suatu continuum of care, baik dari tingkat masyarakat, Puskesmas hingga layanan rujukan di rumah sakit, mulai dari aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Pendekatan yang harus kita berikan adalah equity dan universal access.

“Dengan pelatihan ini, saya harapkan tujuan kita untuk meningkatkan keterampilan petugas dalam manajemen BBLR, Asfiksia dan Sepsis dapat tercapai, sehingga akselerasi penurunan AKB dapat diraih,” imbuhnya.(adi/adv)




Dinsos Diminta Lakukan Pendataan Fakir Miskin dan Orang Terlantar

anak terlantar. Foto; net
anak terlantar. Foto; net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk melakukan pendataan terhadap keberadaan fakir miskin dan orang terlantar di Negeri Seribu Parit.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas terkait dengan adanya penemuan jenazah orang terlantar di Kota Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan pria yang akrab disapa Sitas ini, fakir miskin dan orang terlantar wajib diperhatikan dan dipelihara oleh negara. Karena itu, jangan sampai keberadaan mereka dibiarkan begitu saja tanpa ada perhatian serius dari Pemkab Inhil.

“Ke depan, kita minta hal ini tidak terjadi lagi. Kalau masih ditemukan, Pemda harus bertanggung jawab karena telah mengabaikan dan melakukan pembiaran terhadap masyarakat,” tutur Sitas.

Dijelaskan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, Dinsos harus menyadari serta memahami dengan baik apa yang menjadi peran dan fungsinya di tengah-tengah masyarakat.

Apalagi, sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhil tentunya Dinsos memiliki tanggung jawab penuh dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta turut bersama-sama mendukung dan mensukseskan program pemerintah.

Oleh karena itu lanjut Sitas, diharapkan kepada Kepala Dinsos dan jajarannya agar bisa melakukan pendataan fakir miskin dan orang terlantar ini secara tepat dan akurat sesuai dengan fakta yang ada di lapangan guna memudahkan pemerintah dalam penyediaan pelayanan.

“Kemudian yang juga tak kalah pentingnya, Dinsos harus menjalin kerjasama dan koordinasi yang baik dengan pihak terkait lainnya seperti Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB), dalam upaya memudahkan pelaksanaan berbagai program pemerintah,” imbuhnya.(adi/adv)




Dani Janji Kawal Anggaran Pembangunan Jalan Penghubung Menuju Kampung Hidayat

“Mempermudah Akses ke Makam Tuan Guru Sapat”

 

Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam (dibelakang). Foto: Mirwan
Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam (dibelakang). Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Dani M Nursalam berjanji akan mengawal penganggaran biaya, yang nantinya diperuntukan bagi pembangunan jalan penghubung menuju Kampung Hidayat, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra).

Langkah tersebut dalam upaya memudahkan akses masyarakat yang ingin berkunjung ke makam salah satu tokoh penyebar agama Islam di Negeri Seribu Parit ini, sehingga lokasi itu tidak hanya bisa ditempuh melalui jalur laut saja, tapi juga bisa menggunakan kendaraan darat.

“Kita akan kawal penganggarannya, dan mudah-mudahan tuntas dalam 2 tahun,” tutur Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam kepada awak media saat menghadiri Haul Syekh Abdurrahman Siddiq, Rabu (20/5/2015) kemarin.

Dijelaskan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, melihat antusias masyarakat yang berkunjung ke Makam Tuan Guru Sapat, tentunya DPRD harus memberikan mendukung sepenuhnya, dengan mengawal penganggaran perbaikan sarana dan prasana di tempat wafatnya Mufti Kerajaan Indragiri tersebut.

“Syekh Abdurrahman Siddiq inikan tokoh ulama yang sangat besar, setiap tahun banyak yang berkunjung kesini, baik untuk menghadiri haulnya maupun berziarah. Jadi, kita harus memaksimalkan sarana dan prasarananya, supaya memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat yang berkunjung,” tambahnya.

Senada dengan itu, Bupati Inhil, HM Wardan menyatakan bahwa pihaknya akan segera menganggarkan untuk perbaikan akses jalan penghubung ke daerah tersebut.

“Saya juga sudah bincang-bincang dengan Ketua DPRD, agar akses ke Makam Tuan Guru ini juga bisa melalui jalan darat. Jadi, insya Allah secepatnya kita wujudkan. Jika memungkinkan, kita anggarkan di APBD Perubahan,” terang Bupati Wardan.

Apalagi, lanjut Bupati yang dikenal agamis ini, untuk badan jalan menuju Kampung Hidayat sudah ada, hanya saja terkendala dengan tidak adanya jembatan penyeberangan.

“Yang jadi masalah itu adalah penyeberangan dari terusan mas kesini, makanya akan kita programkan penyediaan ponton untuk membuat jembatan penyeberangan. Dengan begitu, kita harapkan kedatangan masyarakat kesini akan lebih banyak lagi,” imbuhnya.(mirwan/adv)




Dinkes Gelar Pertemuan Pemutakhiran Data Profil Kesehatan

Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes memberikan sambutan.
Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes memberikan sambutan.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Sub Bagian Perencanaan dan Pengendalian menggelar pertemuan pemutakhiran data profil kesehatan tahun 2015, Kamis (21/5/2015)

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Wijaya Kusuma Kantor Dinkes Inhil, Jalan M Boya Tembilahan ini diikuti sebanyak 27 peserta, yang merupakan perwakilan dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Inhil.

Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes dalam sambutannya saat membuka pertemuan mengatakan, data merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perencanaan, khususnya yang berkaitan langsung dengan program kesehatan masyarakat.

Para peserta mengikuti pertemuan pemutakhiran data profil kesehatan tahun 2015

Para peserta mengikuti pertemuan pemutakhiran data profil kesehatan
Para peserta mengikuti pertemuan pemutakhiran data profil kesehatan

Oleh karena itu, setelah mengikuti pertemuan ini diharapkan nantinya para peserta dapat bekerja dengan lebih serius dan maksimal dalam mengumpulkan dan menginput data. Apalagi, seperti diketahui bahwa data kesehatan ini tidak berbentuk statis, tetapi melainkan bergerak dinamis.

“Contohnya saja data kematian, tentu tidak akan tetap berjumlah 5 setiap bulannya, pasti ada naik atau turun, begitu juga dengan data-data lainnya,” tutur Ridwan.

Jadi, lanjut mantan Kepala Bagian Humas Setda Inhil ini, sangat penting memberikan penyegaran kembali kepada aparatur dan tenaga kesehatan, baik yang ada di Puskesmas maupun Dinkes Inhil, sehingga dapat terus meningkatkan kompetensi dan kinerjanya, sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Ke depan, kita juga ingin agar Puskesmas lebih terbuka tentang data dan informasi kesehatan yang ada di wilayah kerjanya, serta meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar seluruh pihak terkait,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan dan Pengendalian Dinkes Inhil, Edi Irawan SKM menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan, untuk menggambarkan secara umum situasi, kondisi dan keadaan di Negeri Seribu Parit, khususnya di bidang kesehatan.

“Kegiatan ini juga dimaksudkan, untuk mengevaluasi sejauhmana capaian dan hasil dari program yang selama ini kita berikan,” terang Edi.

Selanjutnya, data profil ini akan dijadikan sebagai acuan dalam perencanaan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi program kesehatan di tahun berikutnya.

“Apalagi, setiap tahunnya kita selalu menerbitkan profil Dinkes, yang diambil dari data-data UPT Puskesmas dan jaringannya,” imbuhnya.(adi/adv)




Sambut MEA, Wabup Rosman Ajak Seluruh Pihak Lakukan Persiapan Sejak Dini

Wakil Bupati Inhil, H Rosman malomo
Wakil Bupati Inhil, H Rosman malomo

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Rosman Malomo mengajak seluruh pihak terutama generasi muda untuk melakukan berbagai persiapan sejak dini dalam rangka menyambut diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun 2015 mendatang.

Ajakan tersebut disampaikan Wabup Inhil dua periode ini saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-III dan diskusi ilmiah Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Provinsi Riau, yang dipusatkan di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, Kamis (21/5/2015).

image-1 copyKegiatan tajaan BEM Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan ini, turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, serta perwakilan BEM se-Riau.

Dikatakan Wabup, ketika diberlakukannya MEA, maka salah satu daerah di Indonesia yang paling terkena dampaknya adalah Negeri Seribu Parit ini.

Oleh karena itu, seluruh pihak terkait diminta untuk turut bersama-sama dalam mempersiapkan segala sesuatunya agar Kabupaten Inhil tidak tertinggal dari daerah lainnya.

“Semuanya harus kita persiapkan semaksimal mungkin, mulai dari Sumber Daya Alam (SDA) hingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelolanya, sehingga kita tidak menjadi penonton di rumah sendiri,” tutur Wabup Rosman.

Sementara itu, Rektor Unisi Tembilahan, DR R Sri Handayani menyatakan sangat menyambut baik kegiatan tersebut, apalagi masih dalam rangkaian peringatan Milad Unisi ke-7 tahun 2015.

“Dengan adanya Musda ini, ke depan kita harapkan kegiatan BEM lebih aktif lagi, khususnya keberadaan BEM Unisi dalam upaya mendukung pengembangan dan kemajuan Unisi,” imbuhnya.(adi/advertorial)