TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Sirajuddin mengungkapkan ada wacana untuk membentuk Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kabupaten Inhil.
“Hal ini sudah ditanda tangani Bupati. Sekarang, kita bersama DPRD Kabupaten Inhil juga telah mengusulkan ke BNN Provinsi dan akan diteruskan ke BNN Pusat,” katanya saat menghadiri pemusnahan barang bukti Narkotika di Kantor Kejaksaan Tembilahan, Selasa (9/6/2015).
Ia menerangkan, jika disetujui dan terbentuk secara resmi nantinya, maka hadirnya BNN Kabupaten Inhil ini secara vertikal. Artinya, BNN Kab tersebut memiliki titik koordinasi terhadap Provinsi hingga pusat.
“Yang jelas usaha kita ini dalam rangka mengoptimalisasikan pelaksanaan tugas Pencegahan Penyebaran Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Dan akan diusahakan, tahun 2016 mendatang sudah diberi izin,” tutup Sirajuddin.(mirwan/adv)
Diskes Gelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan Puskesmas Dalam Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil
Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie memberikan sambutan
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB) dan Gizi menggelar pertemuan peningkatan kapasitas petugas kesehatan Puskesmas dalam pelaksanaan Kelas Ibu Hamil, Minggu (7/6/2015) malam.
Kegiatan yang dilaksanakan di aula Hotel Grand Tembilahan ini, turut dihadiri narasumber dari Diskes Provinsi Riau dan diikuti puluhan peserta yang terdiri dari perwakilan Puskesmas, pengurus IBI dan jajaran Diskes Inhil, serta perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam sambutannya mengatakan, faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu secara garis besarnya dapat dikelompokan menjadi penyebab langsung dan tidak langsung.
Penyebab langsung kematian ibu adalah faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas, seperti pendarahan, pre eklampsia/eklampsia, infeksi, persalinan macet dan abortus.
“Sedangkan penyebab tidak langsung kematian ibu adalah faktor-faktor yang memperberat keadaan ibu hamil, seperti 4 terlalu, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan dan terlalu dekat jarak kelahiran,” tutur Alvi.
Adapun upaya menurunkan angka kematian ibu ini dapat dilakukan dengan sejumlah cara, diantaranya meningkatkan status kesehatan ibu, puskesmas dan jajarannya serta rumah sakit rujukan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan ibu, baik yang bersifat promotif, preventif maupun kuratif dan rehabilitatif.
Selain itu dapat dilakukan melalui upaya pelayanan kesehatan pada ibu hamil berupa pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, penanganan komplikasi, pelayanan konseling KB dan kesehatan reproduksi.
“Saya harapkan kehadiran para peserta ini dapat membantu memecahkan masalah maupun kendala yang dihadapi di lapangan, dengan menentukan skala prioritas masalah, merencanakan, melaksanakan dan melaporkan kegiatan, dalam rangka menanggulangi masalah-masalah yang ada saat ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi Dinkes Inhil, Siti Munziarni menjelaskan bahwa Kelas Ibu Hamil merupakan sarana belajar kelompok bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang menjaga kehamilan, persiapan persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir dengan menggunakan Buku KIA,” imbuhnya.(adi/adv)
Feriyandi : Timbul Kesan, Pemerintah Bohong dan Bohong Lagi
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Terjadinya pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas Bumi (Migas) pada tahun anggaran 2015 ini membuat sejumlah kegiatan dan program pembangunan yang telah direncanakan dan dianggarkan sebelumnya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) tertunda.
Kendati demikian, Pemkab Inhil diingatkan untuk tidak begitu saja melupakan berbagai kegiatan dan program pembangunan tersebut, karena masyarakat sudah tidak sabar dan menantikan realisasi dari janji-janji Pemerintah Daerah (Pemda).
Agar masyarakat tidak kembali kecewa, Wakil Ketua DPRD Inhil, Feriyandi mmeinta kepada Pemda untuk memprioritaskan pelaksanaan berbagai kegiatan dan program yang tertunda tersebut pada pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 mendatang.
“Sesuai dengan surat edaran Bupati Inhil, anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dipangkas 25 persen. Pemangkasan ini, tentu berimbas pada tertundanya beberapa kegiatan pembangunan daerah. Jadi, kita harapkan kegiatan yang tertunda atau yang tidak terlaksana pada 2015 wajib diprioritaskan pada APBD 2016,” tutur Feriyandi kepada awak media, Minggu (7/6/2015).
Dijelaskan Feriyandi, perencanaan yang baik itu adalah perencanaan yang berkelanjutan dan konsisten. Untuk itu, sudah sepantasnya kegiatan yang tidak terlaksana di tahun 2015 jangan langsung hilang seperti ditelan bumi.
“Jika hilang di tahun 2016 nanti, ini menunjukan bahwa kinerja perencanaan yang buruk, tidak kosisten, terkesan pembodahan dan pembohongan kepada masyarakat,” terangnya.
Apalagi, lanjut politisi dari Partai Golkar Inhil ini, semua kegiatan dan program tersebut sudah dianggarkan dan bahkan telah disosialosasikan oleh Pemda di berbagai kesempatan, baik ketika acara di desa dan kelurahan, kecamatan hingga dalam pelaksanaan Musrenbang.
“Apa yang telah disampaikan ini, tentunya didengar dan dicatat oleh masyarakat, bahkan ada yang sudah diukur serta dibuat perencanaan pembangunannya. Jadi, jangan sampai timbul kesan di masyarakat, pemerintah bohong dan lagi bohong lagi,” tambahnya.
“Yang jelas, kita semuanya berharap agar tahun demi tahun pembangunan, kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Inhil makin meningkat,” pungkasnya.(adi/adv)
Wabup Pimpin Milad Inhil Ke-50
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Rosman Malomo pimpin upacara pencanangan kegiatan Milad Kabupaten Inhil yang ke-50 tahun 2015 di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Minggu (7/6/2015).
Kegiatan pencanangan milad ini berangkaian dengan acara gerak jalan jantung sehat yang turut hadir oleh unsur Forkopimda Kabupaten Inhil, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhil serta sejumlah peserta gerak jalan yang di star kan di lapangan tersebut dan dilepas secara resmi oleh Wabup Inhil
Wabup mengungkapkan pada saat ini Inhil kembali menyonsong dan memeriahkan peringatan milad Negeri Sri Gemilang. Dimana, kegiatan tersebut rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Namun untuk tahun ini ia mengaku sangat istimewa dan menjadi moment penting.
“Tahun ini merupakan moment penting karena milad ditahun 2015 ini merupakan ulang tahun emas. Sebab, Kabupaten kita genap berusia 50 tahun,” tutur Rosman.
Selain itu, ia juga mengatakan kalau milad tahun ini mengandung tujuan yang sangat dalam yakni memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan, serta meneguhkan tekat pengabdian untuk membangun Negeri Seribu Parit ini menuju Inhil lebih maju lagi, bermarwah dan bermartabat.
“Berkaitan dengan semua itu, melalui pencanangan Kegiatan Milad Kabupaten Inhil ini, saya mengajak sengenap Komponen dan Masyarakat Inhil satukan tekad dan semangat, perkokoh persatuan dan kesatuan untuk bersama-sama membangun Kabupaten yang sama-sama kita cintai ini,” pesannya. (mirwan/adv)
Edarkan Narkoba, Oknum Banpol PP Tanah Merah Ditangkap
Seorang oknum anggota Banpol PP kecamatan Tanah Merah yang ditangkap pihak kepolisian.
TEMBILAHAN (detikriau.org) –Anggota Banpol PP disalah satu kantor desa di kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Mu (34) ditangkap oleh pihak kepolisian karena terbukti menjadi pengedar Narkoba jenis Sabu-sabu, Jum’at (5/6/2015) dini hari.
Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil AKBP Hadi Wacaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, tersangka ini disinyalir perpanjangan tangan seseorang bandar besar berinisial HS yang merupakan residivis Narkotika.
“Sampai saat ini, keberadaan HS masih kita selidiki. Kediamannya sudah didatangi, namun HS sempat menghilang,” kata Warno.
Mu, dikatakan Warno, dibekuk sekitar pukul 01.00 WIB. polisi sempat melakukan pengintaian sebelum menjaring tersangka saat berkendara sepeda motor disalah satu lokasi kecamatan Tanah merah.
Setelah tersangka berhasil digari, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti yang ditemukan saat itu berupa 2 paket kecil bubuk putih terbungkus plastik bening yang diduga Narkotika jenis sabu-sabu, 2 unit Handphone serta Ranmor roda dua.
“Saat ini, petugas kita masih melakukan pengembangan kasus atas diduganya mendapatkan barang harang tersebut dari seseorang yang masih dalam penyelidikan,” tutup PAUR Humas. (mirwan)
Wardan: Fokus Dengan Program DMIJ Saja, Inhil Akan Maju
Meski harus berjalan kaki dan menempuh medan berat Bupati Inhil rela menempuhnya demi menyaksikan secara langsung kondisi masyarakatnya di pedesaan. Foto: Mirwan
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan mengungkapkan jika semua komponen terkait, khususnya pemerintah desa di Kabupaten seribu parit ini fokus saja dengan Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) maka perkembangan Inhil akan maju pesat.
“Apalagi persaingan dalam membangun dimasing-masing desa saling mengaktifkan perannya, yang penting seluruh pemerintah desa serius dan selalu melakukan titik koordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya dalam sambutan salah satu acara kecamatan di Inhil, belum lama ini.
Ia menambahkan, program unggulan Pemkab Inhil priode kali ini lebih mengarah pada infrastruktur desa, tidak hanya sebatas jalan, melainkan juga termasuk berbagai fasilitas umum lainnya. Pada intinya, pembangunan tersebut dialokasikan sesuai kebutuhan masyarakat desa.
Untuk keberhasilan program tersebut katanya juga tergantung pada desa itu sendiri, karena Pemkab telah mengalokasikan dana disetiap desanya. Oleh sebab itu ia sangat berharap pemerintah desa harus berperan aktif yang langsung berada di lapangan.
Hingga hari ini, lanjutnya, baru berjalan 1 tahun lebih, sudah dapat dirasakan dan tanpak pembangunan fisik bagi yang serius dan fokus mengelola program DMIJ tersebut. Untuk itu, ia membayangkan bagaimana jika program ini terus dilaksanakan sampai 4 tahun kedepan.
“Yang terpenting serius, maka akan ada hasil yang dirasakan nantinya, saya memprioritaskan program ini karena ada gambaran apa yang akan dihasilkan beberapa tahun berikutnya,” tandas Bupati Inhil. (mirwan/advertorial)