Sempena Milad Ke-50 Inhil, Bupati Hadiri Kegiatan Seminar Sehari

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menghadiri acara Seminar Sehari yang bersempena dengan Milad Emas ke-50 Kabupaten Inhil di gedung Puri Cendana Tembilahan, Kamis (11/6/2015).

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, sesuai dengam tema seminar yakni konsistensi Program DMIJ dalam menciptakan masyarakat maju menuju Inhil berjaya dan gemilang 2025. Maka, seluruh komponen di Inhil harus mendukung penuh karena dari tema tersebut tidak hanya sebatas seremonial, namun ada unsur kinerja di dalamnya.

“Jika kita perhatikan tema ini memang simple saja, tapi kalau kita pahami lagi lebih dalam maknanya, maka tidak hanya sebatas maju, akan tetapi maju dan menjadikan daerah serta masyarakatnya lebih bermarwah,” jelas Wardan.

Oleh sebab itu, melalui forum itu juga ia katakan seluruh komponen yang ada di lingkungan Kabupaten Inhil ini harus memadukan strategi dalam memajukan daerah dan harus dilakukan secara bersama-sama.

“Dalam memadukan ini harus melibatkan ataupun memberdayakan masyarakat dan potensi-potensi yang ada. Pada intinya untuk merancang rencana pembangunan di daerah Kabupaten Inhil,” pungkasnya.

Selain itu, Bupati yang dikenal agamis ini mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Inhil untuk dapat merenungi para pejuang terdahulu dalam membangun Inhil ini. Meski katanya, dilihat dari segi fisik salah satunya berupa infrastruktur jalan yang belum memadai, namun upaya dari sejumlah pimpinan daerah sebelumnya sudah berusaha semaksimal mungkin.

“Dan hari ini, kita telah memasuki ke-50 tahun berjalannya Kabupaten kita, jadi dukungan dan dorongan oleh semua pihak itu sangat diperlukan dalam memajukan daerah,” imbuhnya.(fsl/advertorial)




Jelang Ramadhan, Bupati Inhil Sidak Sejumlah Pasar

foto: Mirwan
foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan didampingi Wakapolres, perwakilan Kodim 0314 Inhil, Kepala Disperindag serta sejumlah pejabat lainnya turun langsung melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di pasar Yos Sudarso Tembilahan dan pasar Kayu Jati kecamatan Tembilahan Hulu, Kamis (11/6/2015).

dikatakan Bupati, sidak ini ditujukan untuk memantau harga pasar menjelang masuknya bulan Ramadhan. Menurutnya, sampai saat ini harga disejumlah pedagang masih stabil, meski sudah ada yang menaikkan sedikit harga namun masih dinilainya dalam batas yang wajar.

“Kita langsung berkomunikasi dengan para pedagang, baik pedagang beras, sayur-mayur dan lain-lain, termasuk juga pedagang daging. Hasilnya, mereka masih meletakkan harga yang standar dan masih terjangkau oleh pembeli,” ujarnya.

Ditegaskannya, pemantauan harga pedagang pasar ini tidak cukup sampai disini, akan tetapi kata Bupati dihari-hari berikutnya juga terus dipantau melalui dinas terkait. Agar pasar di kota Tembilahan ini tidak ada yang mempermainkan harga.

“Harapan kita tidak ada lonjakan harga, jangan sampai para pedagang seenaknya menaikkan harga untuk menguntungkan pribadi masing-masing,” tukas Bupati Inhil.(mirwan/advertorial)

 

 




Kadisperindag : Ramadhan, Ketersediaan Bahan Pokok Aman

Foto : Mirwan
Foto : Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Pahrolrozy menyatakan bahwa ketersediaan bahan pokok memasuki bulan Ramadhan tahun ini aman dan terkendali.

Pernyataan tersebut diungkapkannya usai melakukan rapat bersama pihak-pihak terkait seperti Dinas Perikanan, Dishubkominfo, Satpol PP, Bea Cukai, Bulog, Pertamina, Iswana Migas serta sejumlah agen minyak, Gas dan sembako se-Kabupaten Inhil di aula Kantor Disperindag Kabupaten Inhil jalan Veteran Tembilahan, Rabu (10/6/2015).

“Dari hasil rapat hari ini maka dapat diambil kesimpulan kalau persiapan kita memasuki bulan Ramadhan untuk bahan pokok di Kabupaten Inhil aman, tersedia dengan cukup,” ungkapnya.

Ia mengatakan, dari kesimpulan tersebut, dapat dirincikan beberapa yang telah disepakati seperti disaat tertentu nanti pihak Bulog dan Pertamina yang bekerja sama dengan pihak terkait akan melakukan operasi pasar.

Selain itu, pihak agen dan distributor dilarang keras menimbun bahan pokok kebutuhan masyarakat. Jika ada, maka agen ataupun distributor tersebut siap diberi sanksi sesuai kesepakatan.

“Termasuklah kesepakatan dalam rapat itu agar diminta Bupati Inhil untuk menyurati Menteri ESDM RI guna menambah bahan pokok di Kabupaten Inhil kedepan,” jelas Pahrolrozy. (mirwan/adv)




Sempena Milad Emas Inhil, Diskes Lakukan MBS Malaria di Kecamatan Kateman

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kegiatan Mass Blood Surveys (MBS) Malaria di Kecamatan Kateman, Rabu (10/6/2015).

Kegiatan ini sempena dengan peringatan hari jadi Negeri Seribu Parit ke-50 atau yang dikenal juga dengan Milad Emas Kabupaten Inhil.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, Malaria merupakan penyakit menular yang sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hal itu disebabkan karena penyakit ini masih sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa wilayah endemis bahkan tidak jarang sampai menimbulkan angka kematian yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, mulai tahun 2008 lalu indikator keberhasilan program penanggulangan Malaria dipertajam dari Annual Malaria Incidence (AMI) menjadi Annual Parasite Incidence (API), yang normalnya di bawah 1 persen.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut mantan Kepala Bappeda Inhil ini, pihaknya melakukan kegiatan MBS secara bertahap di Negeri Seribu Parit, yang anggarannya diperoleh dari APBD Inhil dan dana bantuan dari Global Fund untuk Malaria.

“Tujuan MBS ini, untuk mengetahui apakah masih ada penularan Malaria di Kecamatan Kateman, khususnya di daerah endemis, yakni Desa Kuala Selat dan Sungai Simbar. Selain itu, dimaksudkan untuk membantu diagnosa dan pemberian pengobatan melalui metode preventif dan kuratif,” terang Alvi kepada detikriau.org di Tembilahan.

Adapun sasaran kegiatan tersebut, adalah seluruh masyarakat desa dari umur 9 tahun ke atas. Dimana, di Desa Kuala Selat sebanyak 1.150 orang dan di Desa Sungai Simbar sebanyak 1.000 orang.

“Melalui kegiatan seperti ini, ditambah dengan penyuluhan-penyuluhan dari petugas kesehatan, diharapkan target kita eliminasi Malaria tahun 2017 dapat tercapai,” pungkasnya.(adi/adv)




Buka Lomba Cipta Menu B2SA, Sar’i Ajak Masyarakat Inhil Bangkitkan Minat Konsumsi Makanan Non Beras

image-6TEMBILAHAN (detikriau.org) – masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diajak, untuk membangkitkan minatnya dalam mengkonsumsi makanan non beras yang memenuhi syarat Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA).

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Inhil, HM Wardan dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Sar’i saat membuka lomba cipta menu B2SA, yang dipusatkan di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, Rabu (10/6/2015).

Dikatakan Sar’i, lomba cipta menu ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat, khususnya dalam menciptakan menu makanan B2SA yang berbasis sumber daya lokal.

Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan dapat tercipta menu-menu makanan yang kreatif, inovatif dan menarik selera dengan cita rasa yang sesuai, yang mampu membangkitkan minat masyarakat Inhil untuk mengkonsumsi makanan non beras yang memenuhi syarat B2SA.

“Lomba cipta menu ini hendaknya disesuaikan pula dengan pangan lokal yang dihasilkan dari wilayah kita masing-masing dan dikreasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan cita rasa baru yang menarik selera masyarakat namun tetap memperhatikan mutu dan keamanan bahan makanan tersebut serta menurut agama halal untuk dikonsumsi,” tutur Sar’i.

Selanjutnya, kegiatan tersebut juga diharapkan adanya tindak lanjut dan peran aktif dinas/instansi terkait dan swasta, termasuk dunia pendidikan dasar dan menengah, untuk mendukung pelaksanaan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal ini.

“Melalui kegiatan ini, saya mengharapkan dapat diperoleh menu-menu baru yang mengandung unsur pangan B2SA yang berbasis potensi sumber daya lokal,” imbuhnya.

Adapun para pemenang lomba cipta menu B2SA ini, yaitu Juara I Kecamatan Pelangiran, Juara II Kecamatan Tembilahan Hulu dan Juara III Kecamatan Pulau Burung. Kemudian, Juara Harapan I Kecamatan Kateman, Juara Harapan II Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) dan Juara Harapan III Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS). (adi/adv)




Target 1 Puskesmas 1 Desa Stop BAB Sembarangan, Diskes Inhil Gelar Pelatihan Pemicuan di Desa

Kabid PMK Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan memberikan sambutan
Kabid PMK Dinkes Inhil, dr Saut Pakpahan memberikan sambutan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi Penyehatan Lingkungan menggelar pelatihan pemicuan di desa se-Kabupaten Inhil, yang merupakan bagian dari program pengembangan lingkungan sehat, Selasa (9/6/2015).

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Wisma Kemuning Muda Tembilahan ini, diikuti sebanyak 53 petugas kesehatan, yang terdiri dari bidan desa dan sanitarian Puskesmas, dengan menghadirkan narasumber dari perwakilan Diskes Provinsi Riau.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), dr Saut Pakpahan mengatakan, melalui pemicuan ini masyarakat diajak mengidentifikasi masalahnya sendiri dan merencanakan bentuk apa sarana yang diinginkan, sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, sehingga ada perubahan pola perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik.

Peserta terlihat antusias mengikuti Pertemuan Pemicuan Desa“Pelatihan ini bertujuan menciptakan petugas yang terampil dan handal dalam melakukan pemicuan di desa, supaya masyarakat termotivasi untuk perubahan dari Buang Air Besar (BAB) Sembarangan menjadi BAB di jamban sesuai dengan pola hidup bersih dan sehat, sehingga masalah kesehatan, seperti penyakit berbasis lingkungan yang masih tinggi dapat teratasi,” tutur Saut.

Senada dengan itu, Kepala Seksi (Kasi) Penyehatan Lingkungan Diskes Inhil, Herman Mahat SKM menjelaskan bahwa sesuai dengan target tahun ini, yaitu 1 Puskesmas 1 Desa Stop BAB Sembarangan, maka program pelatihan pemicuan ini diintervensikan pada 20 desa sasaran yang dianggap sudah mendekati pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Melalui pelatihan ini, petugas kesehatan yang berada di ujung tombak akan dibekali dengan ilmu pemicuan, sehingga diharapkan dapat mengajak seluruh masyarakat di wilayah kerjanya merubah perilaku mereka menjadi Stop BAB Sembarangan,” tambahnya.

Sementara itu, Pengelola Program Penyehatan Lingkungan Diskes Riau, Ignatius Trismon menyatakan bahwa saat ini di Provinsi Riau masih bermasalah dengan perilaku masyarakat yang melakukan BAB Sembarangan.

Apalagi jika dilihat dari segi geografis wilayah di Bumi Lancang Kuning ini. Dimana, masyarakatnya kebanyakan berada di daerah aliran sungai dan pesisir pantai. Hal ini, tentunya sangat berpotensi terhadap terjadinya perilaku masyarakat yang membuang air besar di sungai maupun di pantai.

“Jadi, pada tahun 2019 mendatang kita berharap seluruh desa di Riau ini sudah harus Stop BAB Sembarangan. Untuk mencapai target tersebut, kita tentunya harus ada terobosan-terobosan baru, baik di tingkat Puskesmas, Kabupaten hingga Provinsi, seperti dengan membuat Perda dan lain sebagainya, guna mendukung dan mewujudkan masyarakat Riau yang sehat,” imbuhnya. (adi/adv)