1 Blog Perumahan Sewaan Karyawan PT PSG di Kateman Ludes Terbakar

KATEMAN (detikriau.org) – Peristiwa duka menimpa warga parit 12 Desa Air Tawar Kecamatan Kateman. Insiden kebakaran menghanguskan 1 blok yang berisi 15 petak perumahan yang dikontrak karyawan PT PSG ludes menjadi arang, Selasa (3/5/2016) dini hari.

Menurut informasi dari kepolisian, peristiwa itu mula terjadi sekitar pukul 01.30 WIB yang diketahui salah seorang saksi yang sedang duduk di parkiran ojek setempat. Waktu itu, saksi tersebut langsung berteriak membangunkan kepada para korban.

“Disaat berteriak, sejumlah warga langsung bangun dan berbondong-bondong memadamkan api dengan alat seadanya,” sampaikan PAUR Humas Polres Indragiri Hilir (Inhil), Iptu Warno Akman.

Namun dikarenakan bangunan sudah tua dan berbahan dari kayu, apipun kata Warno dengan cepat membakar bangunan di sekelilingnya hingga 1 blok sekaligus.

Tak lama berselang waktu, petugas Polsek Kateman yang dibantu Tim Damkar PT PSG melakukan pemadaman dengan menggunakan 2 unit mesin. Selanjutnya sekitar pukul 03.00 WIB apipun berhasil dipadamkan.

Hingga berita ini dirilis, kepolisian belum dapat memberikan keterangan terkait penyebab kebakaran. Namun yang jelas, di TKP tidak terdapat aliran listrik. Sebagai alat penerang, masyarakat menggunakan lilin dan lampu teplok (lampu minyak tanah).

Kemudian kerugian materil juga belum dapat ditaksir, tetapi diketahui salah satu halaman rumah korban diperuntukan untuk tempat parkir sepeda motor bagi para masyarakat yang hendak bepergian keluar desa. Dalam hal ini diduga jumlah sepeda motor yang terbakar sebanyak 10 unit./ Mirwan




Ir Amd Junaidi Ajak Petani Kembalikan Citra Inhil Sebagai Lumbung Padi Riau

Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir Amd Junaidi (dua dari kiri) saat mengikuti panen padi perdana di Kelurahan Kotabaru Reteh Kecamatan Keritang
Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir Amd Junaidi (dua dari kiri) saat mengikuti panen padi perdana di Kelurahan Kotabaru Reteh Kecamatan Keritang

Keritang (detikriau.org) – Petani diminta ikut berperan aktif mengembalikan citra Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebagai lumbung padi Riau.

Ajakan ini disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir Amd Junaidi melalui detikriau.org disela kegiatan panen padi perdana bersama warga Kelurahan Kota Baru Reteh Kecamatan Kerintang, kamis (28/4/2016) kemaren

Menurut Junaidi, hasil panen padi masyarakat khususnya di Kabupaten Inhil bagian selatan ini setiap tahunnya selalu menunjukkan hasil mengembirakan. Bulir padi menguning hasil kerja keras petani selalu melimpah dan cenderung menunjukkan peningkatan dibandingkan hasil panen tahun sebelumnya.

“Pastinya kita merasa bangga dengan buah hasil kerja keras petani ini. Kita berharap peningkatan hasil panen ini akan memberi dampak signifikan terhadap peningkatan penghasilan petani itu sendiri,” Ujar Politisi Partai Golkar Inhil ini.

Menunjang kinerja petani, ditambahkan Junaidi, Ia berharap kepada Pemerintah Daerah melalui SKPD terkait untuk menganggarkan pengadaan alat sarana pertanian seperti mesin pemotong, perontok padi termasuk mesin yang dapat dipergunakan membantu mengairi lahan pertanian.

“Dengan dukungan pemerintah dan pastisipasi aktif petani, mengembalikan Inhil sebagai lumbung padinya Riau pastinya akan semakin mudah untuk digapai.” Tandasnya./*/adv

 

 




Permudah UMKM, Diskop UMKM Inhil Gelar Pertemuan Bersama Beberapa Instansi.

DSC_7583TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan dengan sejumlah instansi di Kantor Diskop UMKM jalan KH Dewantara Tembilahan, Rabu (27/4/2016) sore.

Sejumlah instansi tersebut adalah Dewan Koperasi Indonesia Daerah Inhil (Dekopinda Inhil), Bank Mandiri, BRI, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Perikanan dan Kelautan Inhil, Dinas Tanaman Pangan Inhil serta beberapa undangan lainnya.

Dalam pertemuan ini, Kepala Diskop UMKM Inhil Dianto Mampanini didampingi Sekretaris dinas Azwardi, Kabid UMKM Sumiati, Kabid Koperasi Masril dan Kabid Promosi Arbain.

Pertemuan tersebut merupakan sebagai tindak lanjut meningkatkan serta mengembangkan usaha mikro hingga menengah serta koperasi yang ada di Inhil. Yang mana, upaya tersebut tidak luput dari kerjasama yang baik antara Diskop UMKM dengan beberapa instansi terkait.

“Bagaimana caranya kedepan, kalau pemilik usaha hendak berurusan ke Diskop UMKM ini tidak terdapat kesulitan. Kami akan upayakan semudah-mudahnya selagi dalam jalur yang benar,” kata Dianto Mampanini.

Sebelumnya, Diskop UMKM ini sudah menyatakan komitmen akan menggandeng beberapa instansi tersebut. Misalnya BPN, jika Koperasi maupun UMK di Inhil tidak memiliki sertifikat bisa segera mengusulkan pengadaan di BPN. Begitu juga dengan tambahan modal usaha di Bank./Mirwan




Dianto: Perbup Sebentar Lagi Tuntas. Camat Bisa Keluarkan Izin UMKM

Kadiskop UMKM Inhil, Dianto mampanini
Kadiskop UMKM Inhil, Dianto mampanini

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Dianto Mampanini menyatakan bahwa peraturan Bupati tentang kewenangan camat mengeluarkan izin UMKM dalam waktu dekat akan tuntas.

“Masih proses, sebentar lagi siap. Yang jelas dalam bulan ini juga kita selesaikan,” kata Dianto, Selasa (26/4/2016) kemarin.

Diketahui, upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) RI nomor 98 tahun 2014 tentang perizinan untuk usaha mikro dan kecil.

Dimana dalam Perpres tersebut mengatur kalau izin UMK sudah bisa dilakukan di pemerintahan kecamatan.

Jika Perbup sudah berlaku, maka pelaku usaha mikro dan kecil bisa langsung merurusan di pemerintahan kecamatan setempat. Selama ini diketahui setiap meminta perizinan harus datang terlebih dahulu ke Diskop UMKM dan ini dinilai sedikit sulit karena jauh di pusat ibu kota Kabupaten.

Setelah mendapat izin, lanjutnya, maka pemilik usaha akan mendapat Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) dari Bank BRI ataupun Bank Mandiri. Tujuannya, IUMK tersebut mendukung dalam mengembangkan usaha di masing-masing wilayah.

“Yang memiliki kartu IUMK bisa meminta bantuan kepada pihak Bank untuk penambahan modal usaha, tentunya akan bermanfaat serta ekonomi masyarakatpun bisa lebih meningkat,” tutupnya./ Mirwan/adv




Tingkatkan Penghasilan Petani Kelapa, Diskop UMKM Inhil Akan Kembangkan Usaha Gula Semut

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) programkan untuk mengembangkan usaha gula semut.

Menurut Kepala Diskop UMKM Kabupaten Inhil Dianto Mampanini, saat ini, sudah ada sejumlah masyarakat di Inhil yang mengembangkan usahan tersebut.

“Di wilayah kecamatan Tempuling ada, dalam waktu dekat kami akan meninjau langsung dan berupaya untuk mengembangkannya,” kata Dianto.

Dijelaskannya kebutuhan akan gula semut di pasaran cukup besar, hal ini tentunya membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat, terutama bagi petani kelapa. Sebab produksi gula itu terbuat dari kelapa.

Untuk diketahui, gula semut merupakan salah satu bentuk diversifikasi gula merah yang berbentuk serbuk atau butiran kecil-kecil yang berwarna kuning hingga kecoklatan. Gula semut dihasilkan dari pengolahan nira palma, baik nira yang berasal dari pohon kelapa (Cocos nucifera), pohon aren (Arenga pinnata) dan pohon lontar (Borassus flabelifer).

Di pasaran gula semut juga dikenal dengan sebutan gula serbuk, gula palem, gula puter, atau gula tanjung. Gula semut mempunyai spesifikasi produk yaitu berbentuk serbuk, aromanya khas, berwarna kuning kecoklatan atau kemerah-merahan serta keadaannya kering dan bersih.

Kegunaan gula semut diantaranya dapat langsung dikonsumsi sebagai sumber energi, gula ini sering dibawa sebagai perbekalan wisatawan, pendaki gunung, camping dan jemaah haji sebagai penambah energi alami.

“Biasanya gula itu juga disajikan di restoran-restoran dan hotel karena jenisnya sangat bercirikhas dan menarik. Bisa difungsikan untuk apa saja baik makanan maupun pemanis minuman,” ulasnya./mirwan




Disambar Petir, Pria Ini Meregang Nyawa di Perairan Pulau Kijang

RETEH (detikriau.org) – Mahadi (45) ditemukan warga mengapung tidak bernyawa di perairan parit 5 Kelurahan Pulau Kijang Kecamatan Reteh, Selasa (12/4/2016) kemarin.

Menurut informasi dari kepolisian, mayat pertamakali ditemukan oleh warga setempat yang hendak mencari daun nipah sekira pukul 06.00 WIB.

Saat itu, saksi melihat korban terapung-apung. Sontak saja ia memberi kabar kepada warga lainnya beserta petugas kepolisian setempat.

“Tak hanya kepada petugas, saksi juga langsung menyampaikan ke keluarga korban. Dimana wajah korban masih dikenali yang merupakan warga RT 001 RW 008 Kelurahan Metro, Reteh,” terang PAUR Humas Polres Indragiri Hilir (Inhil) Iptu Warno Akman, Rabu (13/4/2016).

Mendapat informasi itu lanjutnya, petugas langsung menuju TKP sekaligus membawa Tim Kesehatan dan menyegerakan melakukan Visum Edreveetum.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun disekujur tubuh korban terdapat luka bakar serta bagian hidung mengeluarkan darah yang diduga akibat sambaran Petir./ Mirwan