Wardan: Akhir Juli, Seluruh Proses Lelang Harus Tuntas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menekankan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menyelesaikan seluruh kegiatan yang memerlukan proses lelang atau tender pada akhir Juli 2015 ini.

Penekanan tersebut disampaikan orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini saat berbincang dengan sejumlah awak media di rumah dinasnya, Jalan Kesehatan Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Bupati Wardan, saat ini secara keseluruhan, progres kegiatan dan pelaksanaan program pembangunan di lingkungan Pemkab Inhil baru mencapai sekitar 40 persen.

Oleh karena itu, pencapaian progres ini harus terus ditingkatkan, dengan memaksimalkan kinerja dan mengoptimalkan keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah kerja masing-masing.

“Harapan saya, akhir Juli ini semua proses lelang dan tender selesai. Jadi, bisa langsung dikerjakan,” tutur Bupati Wardan.

Apalagi, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini menargetkan, paling lambat pada Bulan September mendatang seluruh kegiatan fisik sudah dikerjakan oleh pihak rekanan.

“Dengan begitu, di awal Desember nanti semua kegiatan sudah selesai tanpa adanya kendala dan hambatan yang dapat menyebabkan serapan APBD rendah serta tidak maksimal,” imbuhnya. (adi/adv)




Pemkab Inhil Gelar Dialog Kebangsaan Bersama Forkopimda, Ormas dan Tokoh Agama

DSC_4738TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Silaturrahmi dan Dialog Kebangsaan bersama unsur Forkopimda, Ormas serta tokoh-tokoh agama Kabupaten Inhil di Balai Kantor Bupati Inhil, Tembilahan, Selasa (28/7/2015).

Dalam dialog yang dipimpin langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan ditujukan untuk mencipatakan keharmonisan antar suku, ras maupun agama.

“Itu tujuan utama kita agar tercipta suasana damai, harmonis, aman dan tertib. Dimana, selama ini telah kita rasakan suasana kondusif itu namun terus kita ingatkan agar suasana seperti ini tetap terjaga,” ujar Bupati.

Yang jelas ditambahkan Bupati, Pemkab Inhil sangat tidak menginginkan Negeri Sri Gemilang ini terjadi konflik dengan alasan tidak sependapat seperti peristiwa terkini yang terjadi Polikara Papua yang terkesan berbau sara. Pada intinya, Pemkab terus menyatukan toleransi peraneka ragam yang ada di Inhil, terutama toleransi keagamaan.

Sebab itu, Pemkab mempertemukan semua elemen aneka ragam di Inhil yang dinilai sedikit rawan terjadi hal serupa seperti di Papua. Meski Inhil cukup damai, tentram dan harmonis.

“Jadi kita terima masukan-masukan dari mereka, sesuai keinginan namun tidak menyimpang aturan. Kita dari pemerintah tetap akan memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat sepanjang pandangan aturan tidak ada masalah,” imbuhnya. (mirwan/adv)




Ini Jadwal Pemeriksaan Kesehatan CJH Tahap Dua di Diskes Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh Calon Jama’ah Haji (CJH) asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang masuk dalam porsi keberangkatan tahun 1436 H ke Tanah Suci diimbau, untuk mengikuti tes dan pemeriksaan kesehatan tahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Tes dan pemeriksaan kesehatan yang dipusatkan di Kantor Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, Jalan M Boya Tembilahan ini, dimulai sejak tanggal 27 Juli hingga 4 Agustus 2015 mendatang.

Adapun jadwal tes dan pemeriksaan kesehatan CJH tahap dua Kabupaten Inhil tahun 1436 H atau 2015 M, yaitu :

  1. Senin (27/7/2015) : Kecamatan Kempas dan Tempuling, sebanyak 46 CJH.
  2. Selasa (28/7/2015) : Kecamatan Batang Tuaka, Gaung Anak Serka (GAS) dan Gaung, sebanyak 45 CJH.
  3. Rabu (29/7/2015) : Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Concong, Tanah Merah, Enok, Mandah, Kateman, Pelangiran dan Pulau Burung, sebanyak 72 CJH.
  4. Kamis (30/7/2015) : Kecamatan Tembilahan Hulu, sebanyak 46 CJH.
  5. Jum’at (31/7/2015) s/d Sabtu (1/8/2015) : Kecamatan Tembilahan Kota, sebanyak 88 CJH.
  6. Senin (3/8/2015) : Kecamatan Keritang dan Kemuning, sebanyak 53 CJH.
  7. Selasa (4/8/2015) : Kecamatan Reteh dan Sungai Batang, sebanyak 36 CJH. (adi/adv)



Kader Kesehatan Diminta Berperan Bina Rumah Tangga Agar Lakukan Persalinan di Fasyankes

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh kader kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk ikut berperan serta dalam memberikan pembinaan terhadap rumah tangga agar melakukan proses persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kadiskes, dengan melakukan proses persalinan di fasyankes, maka akan bisa langsung dibantu dan dipantau oleh tenaga kesehatan, baik itu bidan ataupun dokter, guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan.

“Pembinaan tentang hal inilah, yang perlu dilakukan oleh para kader kesehatan di lapangan, sehingga dapat menambah pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan,” kata Kadiskes.

Adapun peran kader dalam membina rumah tangga agar melakukan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasyankes, yaitu :

Mendata jumlah seluruh ibu hamil di wilayah kerjanya, dengan memberi tanda seperti menempelkan stiker.

  1. Menganjurkan ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya ke bidan atau dokter.
  2. Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan, untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasyankes, misalnya melalui penyuluhan kelompok di Posyandu, arisan, pengajian dan kunjungan rumah.
  3. Bersama tokoh masyarakat setempat berupaya, untuk menggerakkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung keselamatan ibu dan bayi, seperti dana sosial bersalin, tabungan ibu bersalin, ambulance desa, calon donor darah, warga dan suami siap antar jaga, dan lain sebagainya.
  4. Menganjurkan ibu dan bayinya untuk memeriksakan kesehatan ke bidan atau dokter selama masa nifas (40 hari setelah melahirkan), sedikitnya tiga kali pada minggu pertama, ketiga dan keenam setelah melahirkan.
  5. Menganjurkan ibu ikut program Keluarga Berencana (KB) setelah melahirkan.
  6. Menganjurkan ibu memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja sampai bayi berumur 6 bulan (ASI Eksklusif). (adi/adv)



Ini Dia 10 Tanda Bahaya Persalinan Yang Sebaiknya Diketahui Sejak Dini

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna mencegah dan mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, serta menghindari kemungkinan terjadinya bahaya saat proses melahirkan, maka seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama kaum ibu diajak, untuk mengetahui apa saja yang menjadi tanda-tanda bahaya persalinan.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kadiskes, seluruh masyarakat terutama kaum ibu yang akan melahirkan, hendaknya mengetahui apa saja tanda-tanda bahaya persalinan, dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Ini penting untuk menjadi perhatian bersama, guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Kadiskes.

Adapun tanda-tanda bahaya persalinan, yang sebaiknya diketahui sejak dini, yaitu :

Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas.

  1. Keluar darah dari jalan lahir sebelum melahirkan.
  2. Tali pusat atau tangan/kaki bayi terlihat pada jalan lahir.
  3. Tidak kuat mengejan.
  4. Mengalami kejang-kejang.
  5. Air ketuban keluar dari jalan lahir sebelum terasa mulas.
  6. Air ketuban keruh dan berbau.
  7. Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar.
  8. Gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat.
  9. Keluar darah yang banyak setelah bayi lahir.

“Bila ada tanda-tanda bahaya persalinan ini, sebaiknya ibu harus segera dibawa ke bidan atau dokter, untuk mendapatkan pertolongan medis,” pesan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini. (adi/adv)




Inilah Tanda dan Yang Harus Dilakukan Menjelang Persalinan

Bayi
Bayi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama kaum ibu yang sedang hamil dan mendekati proses kelahiran diajak, untuk mengetahui apa saja tanda-tanda dan yang harus dilakukan menjelang persalinan.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam upaya mencegah dan mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan, serta menekan angka kematian ibu dan bayi saat proses persalinan.

Adapun tanda-tanda persalinan yang harus diketahui dan biasanya dirasakan langsung oleh para ibu, diantaranya :

  1. Ibu mengalami mulas-mulas yang timbulnya semakin sering dan kuat.
  2. Rahim terasa kencang bila diraba, khususnya pada saat mulas.
  3. Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir.
  4. Keluar cairan ketuban yang berwarna jernih kekuningan dari jalan lahir.
  5. Merasa seperti mau buang air besar.

Oleh karena itu, bila ada salah satu tanda persalinan tersebut, makanyang harus dilakukan adalah :

– Segera hubungi tenaga kesehatan (bidan/dokter).

– Tetap tenang dan tidak bingung.

– Ketika merasa mulas bernafas panjang, mengambil nafas melalui hidung dan mengeluarkannya melalui mulut, untuk mengurangi rasa sakit. (adi/adv)