Diskes Ingatkan Bahaya “Ngelem”

anak-anak-ngelemTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengingatkan seluruh masyarakat terutama Generasi Muda untuk tidak menyalahgunakan lem, seperti dengan menghisap aromanya atau yang lebih dikenal dengan sebutan “ngelem”.

Hal itu disampaikan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus, Devi Natalia usai berkunjung dan melakukan pengobatan langsung terhadap pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), di Jalan Harapan Kecamatan Tembilahan Hulu, belum lama ini.

Dikatakan Devi, penyalahgunaan lem dari semestinya, selain menyebabkan para penggunanya mabuk dan berhalusinasi, juga bisa menimbulkan berbagai efek negatif lainnya, seperti mengganggu kesehatan tubuh.

“Jadi, “ngelem” itu sangat bahaya bagi pemakainya, karena akan merusak otak dan cairannya, yang akhirnya berakibat gangguan jiwa,” tutur Devi.

Dicontohkan Devi, seperti pada kasus penemuan pasien ODGJ di Jalan Harapan, Kecamatan Tembilahan tersebut. Dimana, setelah berinteraksi langsung dan dari pengakuan pasien diketahui, ternyata yang bersangkutan sebelumnya pernah menghisap lem atau “ngelem”.

“Inilah yang kita duga menjadi penyebab pasien mengalami gangguan jiwa, karena penyalahgunaan lem bisa merusak otak dan cairannya,” terangnya.

Oleh karena itu, Devi mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama para orang tua, untuk selalu mengawasi pergaulan dan tingkah laku anak-anak mereka, agar tidak melakukan hal-hal yang tidak benar dan menyimpang, seperti “ngelem” dan lain sebagainya.

“Mari kita jaga generasi penerus kita, untuk menggapai masa depan yang lebih baik,” imbuhnya. (adi/adv)




Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRD Inhil Lakukan Reses Kedua Tahun 2015

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan reses tahap dua di tahun anggaran 2015.

Reses yang merupakan kunjungan kerja anggota DPRD ke masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing ini, bertujuan untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi dari para konstituen, khususnya yang berhubungan dengan program pembangunan daerah.

Sekretaris DPRD Inhil, H Fauzan Hamid mengatakan, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Badan Musyawarah (Bamus), pelaksanaan reses tersebutdimulai sejak tanggal 10 hingga 15 Agustus 2015 nanti.

“Reses ini dimaksudkan untuk mengevaluasi sejauh mana kemajuan dan perkembangan pembangunan di seluruh daerah di Inhil, baik itu pelaksanaan pembangunan pada tahun-tahun sebelumnya maupun untuk pembahasan perencanaan pembangunan di tahun berikutnya,” tutur Fauzan kepada awak media, Selasa (11/8/2015).

Selain itu, lanjut mantan Asisten II Setdakab Inhil ini, melalui reses tersebut diharapkan dapat lebih mempererat jalinan silaturrahmi antara para wakil rakyat dengan konstituennya.

“Dengan telah ditetapkannya jadwal reses ini, diharapkan pelaksanaan di lapangan bisa lebih maksimal,” imbuhnya. (adi/adv)




Diskes Inhil Evaluasi Pelaksanaan JKN di Puskesmas

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan evaluasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semester I tahun anggaran 2015 di wilayah Puskesmas, Senin (10/8/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan ini, sempena Halal Bihalal yang ditaja oleh BPJS Cabang Tembilahan bekerjasama dengan Diskes dan Rumah Sakit di Kabupaten Inhil.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen Msi mengatakan, pada pertemuan tersebut dibahan tentang rujukan pasien JKN dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dasar ke Rumah Sakit.

“Saat itu, juga dibahas masalah pengklaiman pasien BPJS di Puskesmas perawatan, serta kunjungan peserta JKN, baik rawat jalan maupun rawat inap,” tutur Matzen.

Selanjutnya, yang tidak kalah penting untuk menjadi pembahasaan, yakni terkait peran atau tugas masing-masing stakeholder terkait, mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit, Diskes hingga BPJS Kesehatan tentang proporsi penggunaan dana kapitasi 75 persen bagi jasa pelayanan petugas Puskesmas dan 25 persen untuk dana operasional Puskesmas.

“Dari hasil pembahasan itu, pihak Puskesmas meminta agar sarana dan prasarana yang dibutuhkan guna penunjang pelayanan kesehatan masyarakat dapat dipenuhi, seperti tenaga doktes dan ketersediaan obat-obatan,” imbuhnya. (adi/adv)




Tahun Ini Pemkab Inhil Kembali Gratiskan Transportasi Lokal JCH

hajiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) kembali meringankan seluruh Jamaah Calon Haji (JCH) asal Inhil dalam bentuk pembebasan biaya transportasi lokal dari Tembilahan menuju Embarkasi Batam.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Arifin, Selasa (11/8/2015). Disebutkannya, alat transportasi yang ditanggung pemerintah itu menggunakan alat transportasi laut.

“Tahun ini kembali seperti tahun lalu, kita akan menggunakan angkutan laut dan yang akan diberangkatkan sebanyak 378 JCH. Berdasarkan jadwal dari panitia penyelenggara Ibadah Haji, JCH dari Inhil akan diberangkatkan menuju Embarkasi Batam pada hari Sabtu tanggal 29 Agustur mendatang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tempat pelepasan nantinya akan dilepas di Pelabuhan Mesjid Agung Al-Huda Tembilahan. Karena menurutnya, pelabuhan tersebut cukup mendukung dan bisa disaksikan masyarakat luas. Setelah diberangkatkan pada tanggal 29 itu, maka keesokan harinya yakni pada tanggal 30 Agustus, seluruh JCH dari Inhil langsung diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Semoga saja tidak ada perubahan jadwal, sehingga proses pemberangkatan JCH dari Kabupaten Inhil lancar dan terkendali oleh panitia penyelenggara Ibadah Haji Kabupaten Inhil,” tutupnya. (mirwan/adv)




Kejurda Tinju Amatir Elite Ditutup, Inhil Peroleh 9 Medali

Gbr ilustrasi
Gbr ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) peroleh sebanyak 9 Medali pada ajang Kejuaraan tinju amatir Elite tingkat Provinsi Riau di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan tahun 2015 yang dibuka resmi pada tanggal 5 Agustus dan berakhir pada tanggal 8 kemaren.

Dari 9 medali itu terdiri dari 3 Medali Emas dan 2 Medali Perak oleh petinju putri, sedangkan petinju putranya memperoleh 4 Medali Perunggu. Hebatnya, petinju terbaik putri pada kejurda tersebut diraih petinju dari Inhil atas nama Warni Halwa.

Adapun keseluruhan petinju putri yang memperoleh Medali itu adalah, untuk ketiga Medali Emas diperoleh Siti Khalifah, Warni Halawa dan Pipit Nova. Untuk medali Perak diperoleh Nur Afni dan Herlina. Sedangkan petinju putra yang memperoleh keempat Medali Perunggu adalah Alfian, Indra, Raja dan Agung.

“Berdasarkan pengumuman kejuaraan kemaren, Kabupaten Kampar sebagai juara Umum dan disusul oleh daerah kita, Kabupaten Inhil,” sampaikan Ketua Pengcab Pertina Kabupaten Inhil, H Sirajuddin, Senin (10/8/2015).

Dari hasil itu, ia mengaku sangat bangga dan sangat berterima kasih atas dorongan dan dukungan penuh oleh Bupati Inhil HM Wardan dan Ketua KONI Kabupaten Inhil H Syamsuddin Uti.

Selain itu, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas prestasi dan kerja keras yang sudah diberikan oleh pelatih, official serta para atlet pada masing-masing sarana tinju yang telah memberikan hasil membawa nama daerah.

“Dari prestasi yang sudah diraih agar kiranya dapat dipertahankan serta ditingkatkan dimasa mendatang pada even kejurda maupu kejurnas tinju yang akan diikuti nantinya,” imbuhnya. (mirwan/adv)




43.914 Jiwa di Inhil Terima Kartu BPJS

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dari keseluruhan kuota peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), sebanyak 43.914 jiwa telah diintegrasikan ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan menerima kartu dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Pembiayaan dan Jamkesmas, drg Enni Kholisatun usai mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Riau ke-58, yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan, Minggu (9/8/2015).

Dikatakan Enni, sesuai denan tujuan terbentuknya JKN, dimana pada tahun 2019 mendatang seluruh peserta Jamkesda harus sudah terintegrasi ke dalam JKN.

“Untuk Provinsi Riau, berdasarkan kesepakatan antara Gubri dengan seluruh kepala daerah kabupaten dan kota, untuk mengintegrasikan peserta Jamkesda secara bertahap ke JKN,” turur Enni.

Oleh karena itu, pada tahun ini sekitar 40 persen dari kuota Jamkesda diintegrasikan ke JKN dan sisa kuota tetap sebagai peserta Jamkesda.

“Dari kuota peserta Jamkesda sebanyak 145 ribu jiwa, yang diintegrasikan ke JKN setelah diverifikasi adalah sebanyak 43.914 jiwa, dan langsung mendapat Kartu BPJS. Sedangkan sisanya, masih tetap ditanggung Jamkesda,” terang Enni.

Selanjutnya, sempena peringatan HUT Provinsi Riau tahun 2015 ini, diserahkan secara simbolis Kartu BPJS dan Kartu Jamkesda yang baru kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

“Sasaran dari program ini, adalah masyarakat miskin dan tidak mampu, yang termasuk dalam kepesertaan Jamkesda, di luar peserta JKN (pemegang Jamkesmas dan peserta JKN Mandiri),” imbuhnya.

Untuk diketahui, peserta Jamkesda yang diintegrasikan ke JKN ini berdasarkan data dari desa, yang telah diverifikasi oleh Dinas Sosial dan diajukan ke BPJS, untuk dilakukan verifikasi ulang agar tidak terjadi keanggotaan ganda. (adi/adv)