Bupati Lepas 445 JCH Inhil Kloter 4 Ke Tanah Suci

Bupati Inhil menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Ketua KLOTER 4 Emberkasi Batam. Foto: Agustan, humas pemkab inhil
Bupati Inhil menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Ketua KLOTER 4 Emberkasi Batam. Foto: Agustan, humas pemkab inhil

Batam (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan melepas sebanyak 445 orang JCH Inhil yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 4 beserta 5 orang petugas pendamping.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Aula Rafah 2 Asrama Haji Batam Provinsi kepri ini juga tampak dihadiri oleh Asisten II Setda Kab. Inhil, Kepala Kemenag, Ketua Pengadilan Agama Kab. Inhil beberapa Pejabat eselon di lingkungan PEMKAB Inhil. Acara ini juga turut di hadiri oleh Kakanwil Kemenag  Propinsi Kepri, Staff Ahli Gubernur Kepri, dan Kakanwil Kota Batam. Kamis (4/9/2014)

Bupati Inhil yang dampingi Istri salami JCH Kloter 4 Emberkasi Batam di Asrama Haji BatamDalam sambutannya Bupati mengatakan bahwa sebelumnya juga di laksanakan pelepasan di Tembilahan yang merupakan ungkapan do’a seluruh masyarakat Inhil agar seluruh JCH dapat melaksanakan Ibadah haji dengan baik dan lancar.

Bupati berpesan kepada seluruh JCH asal Kab. Inhil untuk menjadi Duta-duta yang baik bagi bangsa Indonesia Khususnya Kab. Inhil dengan bergaul dengan seluruh umat dari berbagai negara di dunia ini.

“saya juga agar menyempatkan diri untuk berdo’a demi kemajuan Daerah Kita khususnya Kabupaten Inhil, karena di Mekkah Al-Mukarramah terdapat tempat-tempat yang mustajab.” Pesan Bupati

Karena Ibadah haji ini memerlukan kesiapan fisik dan tenaga yang prima Bupati juga mengingatkan agar seluruh JCH dapat selalu menjaga kesehatan.

Usai menyampaikan sambutan Bupati Inhil menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Ketua Kloter 4.

Untuk sekedar diketahui, JCH Kloter 4 ini terdapat JCH tertian yang berumur 89 Tahun atas nama Markana asal Lahang Tengah dan yang termuda 24 TH atas Nama Osdatillah asal Tembilahan Kota.(gus/adv pemkab inhil)




Wabup Inhil Buka Kegiatan Penyuluhan Terorisme

“Tajaan BKBPPM Provinsi Riau bekerjasama dengan Kesbangpol Inhil”

 

Wabup Inhil memberikan sambutan pada acara tajaan BKBPPM Provinsi Riau dan Kesbangpol Inhil
Wabup Inhil memberikan sambutan pada acara tajaan BKBPPM Provinsi Riau dan Kesbangpol Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo membuka acara penyuluhan tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya terorisme. Kegiatan tajaan BKBPPM Provinsi Riau bekerjasama dengan Kesbangpol Inhil yang dilaksanakan di ruang pertemuan salah satu Hotel di Tembilahan ini menghadirkan narasumber dari BKBPPM Riau, Kesbangpol Inhil, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf, FP Tarigan dan Wadirbinmas Polda Riau, AKBP Nanang Purnomo. kamis (4/9/2014)

 

Dalam sambutannya Wabup menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting dalam rangka menyelaraskan pemahaman dan wawasan guna mewujudkan persamaan persepsi dan gerak dalam menghadapi terorisme serta potensi konflik yang dapat membahayakan bangsa dan negara.

Menghadapi tantangan dan persaingan yang semakian ketat dalam era globalisasi dan perubahan yang cepat dan mendasar, bangsa Indonesia masih dihadapkan dengan permasalahan dalam negeri yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, antara lain dalam bentuk gerakan separatisme, gerakan radikal kanan dan kiri, serta terorisme.

Keberadaan terorisme di Indonesia kata Wabup merupakan kejahatan bersifat lintas negara, terorganisir dan mempunyai jaringan luas yang mengancam perdamaian, keamanan daerah, nasional maupun internasional. Kondisi ini, sangat nyata dan serius membahayakan keamanan bangsa dan negara.

“Dengan kondisi tersebut, penanganan serius secara terpusat, terpadu dan terkoordinir dengan semua elemen masyarakat di semua lini haruslah dimulai sejak dini,” Ujar Wabup

Dalam kesempatan ini Wabup juga menyampaikan harapan agar Pemda dan seluruh komponen masyarakat untuk saling bahu-membahu secara sinergis dan berkesinambungan. Dengan demikian hal-hal negatif yang berpotensi muncul dapat dieliminasi bahkan hilang dari kehidupan sosial di masyarakat.

“Kata kuncinya adalah kolaborasi sinergis, baik dalam internal organisasi maupun sesama masyarakat, karena itu hal ini perlu kita bangun terus dengan peningkatan rasa kebersamaan dan kolaborasi lintas sektoral, agama, etnis, suku dan ras seperti yang selama ini sudah dilaksanakan, dengan demikian maka Riau dan Indragiri Hilir khususnya, akan menjadi daerah yang aman.” Tandas Wabup

Sementara itu menurut Panitia kegiatan, Kasubbid Pemantauan dan Analisis Potensi Konflik Badan Kesbangpollinmas Provinsi Riau, Frida menyatakan bahwa tujuan acara penyuluhan ini adalah untuk mempersiapkan masyarakat agar memahami masalah terorisme serta memiliki deteksi dini untuk mencegah bahaya terorisme mulai dari penangkalan, pencegahan, penanggulangan dan penanganan akibat yang ditimbulkan oleh aksi terorisme.

Kaban Kesbangpolinmas Provinsi Riau, Nizhamul melalui Kabid pemantauan masalah strategis dan fasilitasi penanganan konflik, Hermansyah sebagai pembicara menyatakan bahwa setakat ini untuk Provinsi Riau belum ditemukan adanya kelompok ISIS.

Namun menurutnya tidak menutup kemungkinan jaringan atau mantan-mantan teroris yang telah kembali kemasyarakat terpengaruh dan mempengaruhi masyarakat Provinsi Riau yang lainnya untuk mendukung ISIS.

“melalui kegiatan penyuluhan seperti ini kita berharap akan dapat melakukan pencegahan dini agar paham-paham radikal seperti itu tidak tumbuh dan berkembang dimasyarakat kita,” Tutupnya. (dro/adv pemkab Inhil)




Tuntaskan Persoalan Perkebunan harus Dilakukan Secara Menyeluruh

Wakil Ketua Komisi II DPD Inhil, H bakri H Anwar
Wakil Ketua Komisi II DPD Inhil, H bakri H Anwar

Tembilahan (detikriau.org) – Menyelamatkan perkebunan kelapa masyarakat tidaklah mungkin dilakukan dengan langkah sporadis dan asal-asalan. Agar berhasil, penyelesaian harus dilakukan secara menyeluruh, terencana dan bertahap.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Inhil, H Bakri saat berbincang dengan detikriau.org diruang kerjanya, selasa (2/9/2014). Dikatakannya, persoalan perkebunan kelapa rakyat setakat ini sudah berada dalam ambang yang sangat kritis. Untuk melakukan penyelamatan sumber terbesar penghasilan masyarakat Inhil ini haruslah diambil langkah-langkah segera. Jika tidak, maka nasib perkebunan dan petani inhil lambat laun akan semakin hilang.

Menurut politisi partai Demokrat Inhil ini, Pemkab Inhil dengan berbagai upaya terus melakukan upaya penyelamatan. Berbagai program dengan dana milyaran telah digelontorkan namun seakan-akan hasil jerih payah upaya ini tidak menimbulkan bekas. Perkebunan kelapa rakyat terus terendam, diserang hama, tingkat produksi menurun dan harapan peningkatan kesejahteraan masyarakat seakan-akan semakin pupus.

Menurut H Bakri, penanganan kerusakan perkebunan kelapa rakyat yang dilakukan selama ini cenderung dilakukan secara sporadis dan tidak terencana. Akibatnya, usaha sekeras apapun yang dilakukan sangat wajar jika tidak tampak membuahkan hasil yang baik.

“langkah awal harusnya ada blue print yang jelas. Didalamnya berisikan pemetaan berbagai persoalan yang menyebabkan kerusakan perkebunan hingga langkah-langkah yang harus dilakukan secara terstruktur, menyeluruh dan terus menerus,” Ujar H bakri.

Jika berbagai persoalan telah dipetakan dalam kerangka acuan besar, barulah persolan-persoalan ini diurai dalam sub-sub bagian dan diselesaikan secara bertahap dan terus menerus.

“Ini yang tidak kita lakukan selama ini. Jika inti persoalannya sudah terpetakan, baru kita mulai penyelesaian secara bertahap dalam langkah yang terstruktur. Tidak hanya oleh Dinas perkebunan tetapi harus dilakukan secara bersama-sama oleh instansi terkait lainnya. Saya yakin jika ini dilakukan lambat laun perkebuan kelapa rakyat akan dapat kembali mampu kita selamatkan,” Ujar H Bakri

Diakhir kalimatnya H Bakri berharap usaha penyelamatan perkebunan kelapa rakyat secara menyeluruh, terstruktur dan terus menerus ini dapat ditindaklanjuti dalam masa lima tahun kedepan kepemimpinan HM Wardan dan H Rosman Malomo.

“capaian keberhasil target penyelamatan perkebunan kelapa rakyat ini juga akan menjadi tolak ukur berhasil atau tidaknya kepemimpinan berjargonkan Warohmah ini.” Tandas H Bakri. (dro/adv dprd inhil)




Besok, JCH Inhil diberangkatkan Ke Embarkasi Batam Melalui Pelabuhan LLASDP Tembilahan

Kabag Kesra Setdakab Inhil, Arifin
Kabag Kesra Setdakab Inhil, Arifin

Tembilahan (detikriau.org) – Besok, rabu (3/8/2014), sebanyak 567 Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Inhil diberangkatkan dari pelabuhan LLASD Tembilahan menuju Batam. Calon tamu Allah ini direncanakan akan dilepas secara langsung oleh Bupati Inhil, HM Wardan.

Menurut Keterangan Kabag Kesra Setdakab Inhil, Arifin, tahun-tahun sebelumnya biaya tranportasi lokal yang dikenakan bagi setiap JCH mencapai Rp 4 jutaan. Namun di musim haji 2014 ini, seluruh biaya tranportasi lokal ditanggung oleh Pemkab Inhil.

“tidak ada lagi pungutan, semuanya diberikan secara gratis. Ini merupakan komitmen Bupati untuk meringankan beban biaya yang harus dikeluarkan JCH,” Ujar Arifin.

Sebelum ke pelabuhan LLASD ditambahkan Arifin, seluruh JCH akan dikumpulkan di Masjid Agung Al Huda Jalan Jendral Sudirman Tembilahan. (dro/adv pemkab inhil)




Hindari Komplik, Bupati Himbau Perusahaan Untuk Lebih Transparan

IMG_4276Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil Mardan menghimbau kepada seluruh pemilik perusahaan yang berada di Inhil untuk bisa mensosialisasikan arah kerja perusahaannya masing-masing kepada masyarakat secara transparan.

Menurut Mantan Kadisdik Riau ini sosialisasi itu sangatlah diperlukan agar masyarakatnya bisa mengerti akan gunanya keberadaan perusahaan ditengah-tengah masyarakat sekaligus untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Saya menghimbau kepada seluruh perusahaa yang berada di Inhil ini untuk bisa secara transparan bersosilisasi kepada masyarakat akan keberadaannya”, Sebut Wardan usai acara penyerahan ganti rugi oleh PT BPLP kepada masyarakat, rabu (27/8/2014)

Selain itu Bupati juga berharap kedepannya kejadian seperti kerusakan kebun kelapa warga ditiga Kecamatan (Reteh, Enok dan Keritang. red) tidak terjadi lagi dan ia juga meminta kepada pihak perusahaan yang berada di Inhil untuk memandang serius akan kesejahteraan masyarakatnya

“Dengan bermusyawarah seperti yang kita lakukan dalam proses penyelasaian masalah kebun kelapa ditiga Kecamatan ini saya yakin semua akan berjalan baik”, paparnya

Terakhir orang nomor satu di Inhil ini mengatakan bahwa pihaknya (Pemkab Inhil) pastinya selalu siap untuk menerima keluhan dari masyarakatnya. (AT/adv pemkab inhil)




567 Calon Jemaah Haji Asal Inhil Jalani Pemeriksaan Kesehatan Tahap Dua

pemeriksaan tahap dua calon jamaah haji asal InhilTembilahan (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil malaksanakan pemeriksaan kesehatan tahap dua bagi calon jemaah haji (jch) asal Inhil yang akan berangkat ke tanah suci.

Kepala Dinas Kesehatan DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, dr Saut Pakpahan mengatakan bahwa pemeriksaan tahap kedua ini menjadi pemeriksaan penentu bagi calon jemaah haji untuk kepastian berangkat ke tanah suci.

“Pemeriksaan ini merupakan tahapan lanjutan dari pemeriksaan tahap pertama yang diadakan di Puskesmas didaerah atau alamat dari setiap calon jamaah haji asal Inhil ini, Sampaikannya, Senin (11/8/2014)

Pemeriksaan kesehatan tahap II ini dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan Inhil sejak tanggal 11 hingga 19 Agustus 2014. Untuk Kecamatan Tembilahan sebanyak 146 JCH, pemeriksaan kesehatannya dilaksanakan dalam 2 hari yakni tanggal 11 dan 12 Agustus. Kemudian untuk Kecamatan Tembilahan hulu, Kempas dan Tempuling dilakukan pada tanggal 13 agustus.

Tanggal 14 agustus untuk Kecamatan Kuindra, Concong dan Tanah Merah. Selanjutnya Kecamatan Reteh, Sungai Batang, Kemuning, Mandah dan Gas dilakukan tanggal 15 agustus.

Kecamatan Batang Tuaka, Gaung, Kateman, Pelangiran, Pulau Burung dan Teluk Belengkong tanggal 16 agustus. Dan terakhir tanggal 18 – 19 agusutus 2014 diperuntukan bagi Kecamatan Keritang. Tercatat sebanyak 567 CJH yang berasal dari Inhil menjalani pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan tahap kedua ini digratiskan tidak seperti pemeriksaan tahap pertama yang mana setiap JCH dikenakan biaya sebesar Rp 100.000

Ditambahkan dr Saut Pakpahan, ada penambahan test kesehatan dalam pemeriksan tahap kedua ini seperti rontsgen, laboraturium, dan pemeriksaan dokter spesialis

“ada tambahan pemeriksaan untuk tahap kedua ini yaitu rontsgen, laboraturium, dokter spesialis dan nantinya setiap jamaah akan dikelompokan berdasarkan golongan resiko tinggi dan mana yang normal”. Jelasnya

Sementara itu untuk jumlah Petugas Kesehatan Haji Daerah (PKHD) yang akan mendampingi calon jamaah haji hingga ketanah suci sebanyak satu orang dan untuk Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) sebanyak tiga orang. Tandasnya. (ahmad tarmiji/adv pemkab inhil)