Indra M Adnan: UNISI Bukan Universitas Abal-Abal

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

Tembilahan (detikriau.org) – Ketua Dewan Pembina Yayasan Tasik Gemilang yang menangungi Universitas Islam Indragiri (UNISI) , H Indra M Adnan menegaskan bahwa UNISI bukanlah sebuah Universitas Abal-abal sebagaimana yang dihembuskan oleh sebahagian orang selama ini.

UNISI hari ini juga menurutnya telah mampu menjadi Universitas harapan semua komponen, baik masing-masing pribadi mahasiswa, orang tua, termasuk harapan daerah kedepan.

“Seluruh fakultas di Unisi termasuk institusinya sudah terakreditas.” Tegas mantan Bupati Inhil ini dalam penyampaian kata sambutannya saat acara wisuda ke V Unisi di Venue Futsal Tembilahan. Sabtu (30/5)

Sejauh pengetahuannya, kata pria yang menyandang gelar Doktor ini, dari sejumlah perguruan tinggi di Republik Indonesia, hanya ada sekitar 300-an Perguruan tinggi yang diakui oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Salah satunya itu adalah UNISI.

Sebab itu, lanjut Indra, Unisi ini bukanlah Universitas abal-abalan, melainkan Universitas harapan semua komponen, baik masing-masing pribadi mahasiswa, orang tua, serta harapan daerah kedepan.(mirwan)




Indra Mukhlis Segera Gelar Konsolidasi DPD I Dan II Golkar Riau Dan Kepri

H. Indra Muchlis.JAKARTA (detikriau.org) – Ketua Koordinator Wilayah Partai Golkar Provinsi Riau dan Kepri , H Indra Muchlis Adnan berharap kepada seluruh pengurus DPD II Riau dan Kepri untuk menerima dan menaati putusan MP. Ia mengajak seluruh pengurus partai berlambang pohon beringin di tingkat I dan II untuk bersama-sama membangun Golkar lebih baik lagi ke depan.

“Kami berharap semua menghentikan perbedaan dan konflik internal serta bersama-sama membangun Golkar khususnya di Riau dan Kepri, ” ujar Indra usai mengikuti rapat perdana partai Golkar di Jakarta (4/3) Pasca keluarnya putusan Mahkamah Partai (MP) pada selasa (3/3) yang lalu.

Indra juga menegaskan akan segera melakukan konsolidasi partai dimulai dari tingkat II hingga ke tingkat I yang rencananya akan digelar pada Jum’at (6/3) besok. Dalam konsolidasi itu akan membahas juga jadwal penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) II dan I Partai Golkar di seluruh kabupaten/kota dan Propinsi.

Mantan Bupati Inhil dua periode ini mengatakan salah satu amar putusan yang dibacakan hakim MP kemarin adalah agar segera melakukan konsolidasi dan koordinasi partai di seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Tapi yang tak kalah penting dari putusan MP adalah merehabilitasi kader Golkar yang telah dipecat oleh kepengurusan Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Perintah dalam amar itu juga agar Ketum Golkar hasil Munas Ancol Jakarta segera melakukan rapat dan persiapan untuk menjalankan amanat putusan partai, yakni melaksanakan Munas selambat-lambatnya Oktober 2016.

Selain konsolidasi tingkat I dan II, Partai Golkar juga akan mempersiapkan pemenangan pilkada serentak pada bulan Desember 2015 nanti khususnya di Riau. “Tentu diperlukan sebuah strategi yang jitu dan kekompakan para kader untuk menghadapi agenda  politik yang cukup penting menjelang Munas 2016. Khususnya Pilkada serentak di 9 Kabupaten di Riau, ” katanya.

Indra juga menghimbau kepada seluruh kader Partai Golkar di Riau yang telah dipecat oleh Ketua Golkar Riau, Annas Maamun untuk kembali bersatu-padu membesarkan partai yang sudah porak-poranda. Terjadinya perpecahan diantara para kader partai Golkar di Riau menurutnya disebabkan adanya pemimpin yang otoriter dan dzalim yang mestinya dihindari.

“Kami mengimbau para kader yang berselisih faham dan berbeda pendapat kembali bernaung ke rumah beringin yang hampir porak poranda di Bumi Lancang Kuning ini, untuk membangun Golkar yang lebih besar dan lebih baik dari sebelumnya. Dengan adanya putusan MP ini, ia juga mengajak untuk menghindari kepemimpinan Golkar yang otoriter dan kejam.

“Marilah dimulai kepemimpinan yang demokratis dalam partai Golkar”, ujar Indra saat ditemui sesaat akan terbang kembali ke Pekanbaru.

Sesuai arahan Ketua Umum Golkar, Agung Laksono dalam rapat perdana, tak ada pemecatan terhadap kader Partai Golkar di seluruh kepengurusan. “Jika masih terjadi pemecatan, berarti sama dengan pengurus Aburizal Bakrie dan Idrus Marham, ” katanya.

Indra menjelaskan, hakim di MP itu memiliki amar, analisa dan pikiran yang dibacakan semua saat pembacaan putusan kemarin. Dua hakim berkesimpulan dan mengakui keberadaan dan keabsahan pengurus Munas Ancol. Sementara dua hakim lainnya kata Indra, tidak ada opini dan bersikap netral. Kedua hakim Muladi dan Natabaya menyarankan dilakukan islah (berdamai) dan tidak ada partai baru, tetapi agar bersatu kembali. Tapi dua hakim lain memutuskan Munas yang sah itu Munas Ancol.

Sebagaimana diketahui, Selasa (3/3) malam kemarin,  empat hakim Mahkamah Partai Golkar mengeluarkan putusan berbeda terkait dualisme kepengurusan partai beringin. Dua hakim, yakni Djasri Marin dan Andi Mattalatta, memutuskan mengesahkan kepengurusan Golkar pimpinan Agung Laksono. Sementara itu, dua hakim lain, yakni Muladi dan HAS Natabaya, hanya memberikan putusan rekomendasi terkait proses kasasi yang ditempuh kubu Aburizal Bakrie di Mahkamah Agung. Satu hakim lainnya tak hadir karena sedang bertugas sebagai Dubes di Ceko yaitu Aulia Rachman.

Sementara kubu Agung Laksono menilai, putusan MP Golkar telah mengesahkan kepengurusannya. MP Golkar akhirnya menyampaikan putusan terkait konflik kepengurusan Golkar yang menyatakan kalau kepengurusan hasil Munas Jakarta diakui, namun harus tetap mengakomodir kepengurusan hasil Munas Bali.

“Menerima hasil Munas Ancol di bawah Agung Laksono dengan kewajiban mengakomodir dari DPP Partai Golkar hasil Munas Bali. Akomodir ini secara selektif harus memenuhi kriteria prestasi, dedikasi, dan sikap yang tidak tercela,” kata Djasri Marin.

Sementara Muladi berpendapat, “pasca putusan MP ini agar kepengurusan menghindari winner takes all. Kemudian merehabilitasi kader yang dipecat dan mengapresiasi pihak yang kalah dalam kepengurusan serta yang kalah berjanji tidak membentuk partai baru”. (*)

 

Kontributor: Muannif Ridwan (aktifis Muda NU asal Riau di Jakarta)




Indra Muchlis Adnan Daftar Gubernur Riau Senin Mendatang

indra1TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bakal calon (Balon) Gubermur Riau, Dr H Indra Muchlis Adnan pastikan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Riau pada senin (27/5) pekan mendatang.

Indra mengaku sudah memiliki 22 partai pengusung, baik di parlemen maupun non parlemen. Prihal apa saja partai tersebut, Indra akan menyampaikan secara terbuka setelah semua tahapan rampung.

Pun demikian pula dengan wakilnya. Indra juga belum bersedia menyebutkan, namun menurutnya pigur tersebut mewakili semua konponen masyarakat Bumi Lancang Kuning. Apakah orang yang mendampinginya itu orang dari parpol atau non parpol, Bupati berjenggot itu juga masih merahasiakanya.

“Tunggu saja nanti, kami pasti sampaikan siapa pasangan saya,” ujar Bupati dua priode ini.

Mengenai basis masa Indra mengaku sudah menguasai hampir seluruh Riau dan telah membentuk tim yang solid. Dia sangat optimis mampu membawa Riau ke arah yang lebih baik. Karena menurutnya semua program itu sudah dia terapkan di Inhil. (dro/*1)




Indra Muchlis Adnan Resmi Ambil Formulir Pendaftaran

gambar bagian depanTembilahan (www.detikriau.org) – Secara resmi, Dr H Indra Muchlis Adnan, Selasa (21/5) mengambil formulir pendaftaran bakal calon Gubernur Riau 2013 di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Riau. Sesuai dengan rencana semula. Mantan Ketua DPD Golkar Riau ini mempercayakan pengambilan formulir kepada 50  orang mahasiswa.

Rombongan tersebut bertolak ke Kantor KPUD sekitar pukul 10.00 WIB siang. Mereka mengantongi surat mandat yang sudah diberikan Bupati Inhil itu. “Tadi kami tidak membawa persyaratan. Kami hanya membawa surat mandat pengambilan formulir”kata Nurman, salah seorang mahasiswa yang menjadi pengambil formulir ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selular, selasa (21/5).

Ditambahkan Nurman, formulir yang sudah diambil itu selanjutnya akan diserahkan kepada Indra Muchlis Adnan. Nurman menegaskan mereka memberikan dukungan penuh kepada sosok Bupati Inhil tersebut karena dipandang mampu dalam memimpin Riau.

“Kalau persyaratan, nanti tentu saja akan diserahkan apabila melakukan pendaftaran”jelas Nurman lagi.

Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan menyatakan pengembalian formulir pendaftaran tersebut direncanakan pada 25 Mei mendatang. Menurutnya, pengambilan formulir pendaftaran itu bukan mencari sensasi. Namun itu sebuah bentuk keseriusan dirinya untuk ikut bertarung dalam Pilgubri 2013.

” Insya Allah,  pada 25 Mei mendatang saya akan mendaftar beserta seluruh persyaratan”kata Indra Muchlis Adnan.(dro)




Tahun Akhir Sebagai Bupati Inhil, Indra Tetap Komit Lanjutkan Program DM

Bupati Inhil, H Indra M Adnan
Bupati Inhil, H Indra M Adnan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir pada 2013 tetap  komit melanjutkan Program Desa Mandiri.
Komitmen itu disampaikan secara tegas Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH. Meskipun 2013 merupakan tahun terakhir jabatannya sebagai orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang. Hal itu tidak mengubah kebijakan yang sudah dilaksanakan secara menyeluruh  sejak 2006 itu.
“Kita ingin desa di Inhil tidak lagi tertinggal dari segi infrastruktur maupun ekonomi. Kita pun ingin membangkitkan kembali  semangat kegotongroyongan yang sudah mulai terkikis”ujar  Indra Muchlis Adnan baru-baru ini di Tembilahan.
Sejak program ini diluncurkan sudah banyak perubahan mendasar di pedesaan. Perubahan positif itulah yang ingin terus dipertahankan Wakil Ketua MKGR Pusat itu sampai akhir kepemimpinannya. Desa yang sebelumnya sangat jarang memiliki paket kegiatan, saat ini seluruhnya sudah mencicipi kue pembangunan.
Dukungan yang tinggi dari seluruh kalangan atas program itu menjadi bukti keberhasilan program tersebut. Sekcam Teluk Belengkong, Marlis Syarif menjadi salah seorang saksi bagaimana menggeliatnya kecamatan yang dianggap tertinggal itu sejak program desa mandiri diluncurkan.
” Jauh berubah, desa yang dulunya sangat kesulitan untuk berhubungan satu sama lain saat ini tidak lagi mengalami situasi itu. Demikian juga dengan sarana lain, semua desa di kecamatan kita ini sudah memilikinya”ungkap Marlis Syarif.
Kekhawatiran warga akan kelanjutan program yang bagus itu saat ini mulai bermunculan. Warga khawatir jika nanti pengganti Indra Muchlis Adnan tidak melanjutkan program itu dan justru meminggirkan desa. Padahal seluruh keberhasilan pembangunan di kabupaten tidak terlepas dari suksesnya pembangunan di pedesaan.
“Kami jelas ingin program desa mandiri terus berlanjut seterusnya. Karena lewat program inilah desa menjadi jauh lebih maju seperti sekarang”ujar Azhari HS, Kades Kuala Patah Parang.(dro/*1)