Indra M Adnan Kritisi Kosongnya Formasi Kebidanan Penerimaan CPNS 2018 di Inhil

Indra Muchlis Adnan saat memberikan amaran diakhir rangkaian kegiatan pelaksanaan wisuda ke ix Akbid Husada Gemilang di Gedung Engku Kelana Tembilahan, rabu (31/10). Foto: arsip detikriau.org/Ari Permana

Tembilahan, detikriau.org – Ketua Dewan Senat Akademi Kebidanan Husada Gemilang, Dr H Indra Muchlis Adnan menyesalkan tidak adanya formasi tenaga bidan pada penerimaan CPNS tahun 2018 di Kabupaten Inhil.

“penerimaan cpns tahun ini tidak ada satupun formasi bidan. Saya tidak tau siapa yang salah. Tapi yang jelas apa alasan peniadaannya, kenapa tidak diusulkan ?” pertanyakan Indra saat menyampaikan amarannya diakhir rangkaian acara pelaksanaan wisuda ke IX Akbid Husada Gemilang di gedung Engku Kelana Tembilahan, rabu (31/10)

Menurut mantan Bupati Inhil dua periode itu, sampai saat ini persoalan angka kematian Ibu dan Anak di Inhil belumlah tuntas, sedangkan sumberdaya yang paling kompeten untuk menekan persoalan ini tentunya dari tenaga ahli kebidanan.

Dikisahkan Indra, gagasan pendirian Akbid Husada Gemilang bermula dari pembicaraan dengan seorang sahabatnya dr Maskur Abdullah (Alm) pada suatu hari di tahun 2006, periode pertama masa jabatannya sebagai Bupati Inhil.

Saat itu menurut Indra, angka kematian Ibu dan Anak di Inhil terbilang sangat tinggi. Persoalan ini menjadi topik bahasan yang sangat serius dalam perbincangan sore di teras kediaman Dinas Bupati di Jalan Kesehatan Tembilahan.

Masa itu, kata Indra juga, kesempatan putra-putri Inhil untuk mengenyam dan menyelesaikan pendidikan di bidang kebidanan sangat sulit.

Bahkan sebagai Bupati, Ia mengaku pernah dimintai bantuan untuk mengupayakan tiga orang warga Inhil agar bisa diterima di Akademi Kebidanan di Pekanbaru. Tapi dari tiga orang yang coba diupayakan, hanya satu orang yang bisa diterima.

Kenyataan itu diakuinya sempat membuat rasa cintanya kepada daerah ini seakan tersakiti. Ia bertekad akan tuntaskan persoalan ini, caranya tentu dengan berupaya mendirikan lembaga pendidikan kebidanan di Inhil.

“Alhamdulillah, 30 september 2006 niat itu tersampaikan walaupun untuk pertamakalinya pelaksanaan perkuliahan hanya meminjam pakai gudang obat milik Pemerintah Daerah,” kisah Indra.

Sejak berdiri hingga saat Ini, Indra mensyukuri, Akademi Kebidanan yang pertama kali didirikan untuk memenui kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan itu telah mampu meluluskan sebanyak 413 orang ahli madya kebidanan dan semakin mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Kepada Pemerintah Daerah Indra berpesan agar dapat mengapresiasi seluruh lulusan Akbid Husada Gemilang.

“Kualitas lulusan sudah tidak diragukan lagi. Disamping itu sebagai putra daerah, saya yakin tentu mereka akan lebih tulus memberikan pengabdian bagi tanah kelahirannya sendiri,”Imbuh Indra

Kepada para lulusan, Indra berpesan untuk tidak pernah berhenti menambah ilmu pengetahuan. Lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar bisa memberikan layanan yang lebih baik.

“pesan saya, jangan kedepankan materi dalam memberikan pelayanan. Berikan pelayanan yang terbaik dan kalian pasti juga akan mendapatkan imbal balik yang terbaik.” Akhiri Indra.

Reporter: Ari Permana




Indra Muchlis: Ada Oknum Yang Mencoba Menghancurkan UNISI

“Upaya dilakukan Dengan Surat Berlogo Burung Garuda”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Dewan Pembina Yayasan Tasik Gemilang (YTG) Dr H Indra Muchlis Adnan menduga ada oknum yang mencoba menghancurkan keberadaan Universitas Islam Indragiri (Unisi).

Keyakinan itu muncul setelah menerima SK yang menegaskan bahwa kepengurusan Yayasan Tasik Gemilang sah dimata undang-undang. Dimana, SK tersebut sempat tertunda kurang lebih 4 tahun lamanya dari pemerintah pusat.

“4 tahun lamanya menahan kekecawaan dan prihatin. Jadi, 4 tahun itu posisi pengesahan YTG terblokir, hal ini dikarenakan permintaan dari pihat tertentu yang saya fikir untuk menghancurkan UNISI,” duga Indra, Sabtu (26/11/2016) kemarin.

Pada Convocation ke-8 di Venue Futsal Tembilahan kemarin kedatangan tamu istimewa dari Notaris UNISI yang berkedudukan di Yogyakarta Hj Woro S Sriwahyuni SH MH.

Menurut mantan Bupati Inhil dua periode ini, kedatangan Notaris bukan sebatas menghadiri kegiatan namun sebagai salah satu pengesahan UNISI, karena telah mencabut izin yang terblokir.

Sebab sebelumnya, oknum tersebut telah berupaya memblokir izin YTG dari Kementrian Hukum dan HAM RI. “Yang jelas, saya buka sedikit bahwa upaya itu melalui surat berlambangkan burung garuda,” pungkasnya




Asisten I Setdakab Inhi Hadiri Deklarasi LKPH

Pemasangan PIN LKPH kepada Asisten I oleh Ketua LKPH Inhil
Pemasangan PIN LKPH kepada Asisten I oleh Ketua LKPH Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Asisten I Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Afrizal menghadiri kegiatan Deklarasi Lembaga komunitas Peduli Hukum (LKPH) Inhil di salah satu aula Hotel di kota Tembilahan, Kamis (25/2/2016).

Setelah berjalannya Deklarasi, Asisten langsung mengikuti diskusi dan dialog ilmiah dengan tema fenomena pekat dan penanggulangannya di Inhil tajaan LKPH yang diikuti langsung oleh Dewan Pembina LKPH H Indra Muchlis Adnan, Ketua LKPH Andang Widiantoro beserta sejumlah pengurus lainnya.

Mewakili Bupati, Asisten I mendukung dan menyambut baik atas dideklarasinya Ormas tersebut sehingga kedepannya diharapkan bisa menjadi salah satu kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah demi kemajuan daerah bumi sri gemilang.

“Pada kesempatan ini juga saya menyambut baik serta mengapresiasi terhadap pelaksanaan diskusi ilmiah yang akan bermanfaat untuk daerah kita sendiri, terutama persoalan penyakit masyarakat dan lain sebagainya,” kata Afrizal.

Terakhir, ia mengajak semua elemen untuk saling bekerjasama dalam memberantas penyakit masyarakat yang sedang merajalela di lingkungan sekitar. Sebab dukungan dan bantuan ormas dan lain sebagainya dikatakan Afrizal merupakan salah satu kekuatan bagi Pemda. Mirwan/adv