Jokowi dan KIH, Pemenang Pemilu tapi Tak Bisa Apa-Apa

presiden-sby-dan-gubernur-dki-jakarta-jokowi-_140824081442-572JAKARTA – Presiden terpilih Joko Widodo dan partai pengusungnya yang tergabung dalam koalisi Indonesia hebat (KIH) tidak bisa berbuat apa – apa. Meskipun mereka memenangkan pemilu kemarin, tapi mereka tidak bisa menikmati hasil kemenangan.

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menyatakan mereka ibarat petani yang sudah banting tulang menanam, tapi ketika panen, tidak bisa menikmati hasilnya. “Sia – sia,” paparnya, saat dihubungi, Kamis (9/10).

Memang benar status Jokowi dan partai pengusungnya PDIP, Nasdem, PKB, Hanura, dan PKPI, adalah pemenang pemilu. Tapi kemudian, karena kelemahan mereka tidak mampu membangun lobi politik yang kuat, membuat mereka terjerembab dalam ancaman penjegalan di parlemen.

Jokowi memang presiden terpilih, tapi kemudian, papar Hendri, belum tentu bisa menjalankan pemerintahan di negeri ini dengan baik. Bisa jadi dia hanyalah boneka kekuasaan. Yang menyetir nantinya adalah koalisi merah putih.

Belum lagi Ketum PDIP, Megawati Soekarno Putri. Dia pernah mengklaim Jokowi sebagai petugas partai. Hal ini menandakan Jokowi sangat mungkin disetir oleh Megawati.

Jokowi dan Megawati Soekarno Putri terutama melupakan satu hal mendasar, membangun lobi politik yang kuat. Kekakuan Megawati dalam membangun komunikasi politik menjadi salah satu persoalan mendasar yang menghambat kelancaran dan kesuksesan pemerintahan Jokowi.

sumber: republika




Pemerintah RI kecam agresi milter Israel ke Gaza

Marty-NatalegawaJAKARTA– Pemerintah Republik Indonesia mengecam agresi militer Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan puluhan orang, termasuk anak-anak. Menurut pemerintah RI, tindakan Israel ini adalah satu lagi hambatan bagi proses perdamaian dengan Palestina.

“Indonesia mengecam aksi militer Israel di Gaza; suatu tindakan yang telah menimbulkan banyak korban sipil yang tidak berdosa di kalangan Palestina dan menciptakan hambatan baru bagi kondisi yang kondusif terhadap proses perdamaian Palestina-Israel,” ujar Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa dalam pernyataannya, Kamis 10 Juli 2014, tulis vivanews.

Sedikitnya 61 orang meninggal dunia dalam serangan brutal roket Israel ke Gaza sejak awal pekan ini. Di antara korban syahid adalah 13 anak-anak yang termuda berusia 18 bulan. Banyak bangunan rumah warga sipil hancur lebur dihajar roket Israel.

“Tindakan Israel ini perlu ditentang. Suatu aksi militer yang semakin menambah penderitaan yang dialami rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat selama ini sebagai akibat pengepungan oleh Israel yang tiada lain merupakan suatu “collective punishment” terhadap rakyat Palestina,” kata Marty.

Marty melanjutkan bahwa inti permasalahan adalah pendudukan Palestina oleh Israel yang harus segera diakhiri melalui proses perundingan. Di antara solusi yang harus diambil adalah mencapai visi dua negara yang hidup berdampingan (two states solution).

Dalam kaitan ini, kata Marty, melalui Perutap RI di PBB, Indonesia akan bekerja sama dengan Palestina, sesama negara GNB, OKI dan negara-negara lainnya dalam mendorong kepedulian internasional mengenai perkembangan di Gaza.

“Menghadapi sikap Israel ini, Dewan Keamanan-PBB, PBB pada umumnya dan masyarakat internasional secara keseluruhan perlu menekan Israel untuk segera menghentikan aksi kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Gaza. Lingkaran kekerasan di kawasan perlu diakhiri,” kata Menlu RI. (*)
– See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/07/10/pemerintah-ri-kecam-agresi-milter-israel-ke-gaza.html#sthash.5vpJTJuW.dpuf




“Soal Kapal Tenggelam, Malaysia Hina Indonesia”

Ada dugaan kapal pengangkut TKI ilegal itu sengaja ditenggelamkan.

256558_pencarian-korban-kapal-tenggelam-oleh-malaysia_663_382detikriau.org – Mahasiswa di Aceh meminta Presiden SBY bersikap tegas soal kasus kapal Tenaga Kerja Indonesia yang karam di perairan Malaysia. Kapal tersebut diduga sengaja ditenggelamkan oleh petugas Bea Cuka Malaysia.

Para mahasiswa meminta pemerintah segera membentuk tim untuk mencari fakta. Jika benar kapal TKI yang membawa warga Aceh tersebut memang sengaja dikaramkan, mahasiswa meminta Presiden menarik Duta Besar (Dubes) Indonesia dari negeri Jiran itu.

“Jika benar mereka (Malaysia) telah membunuh para TKI, ini penghinaan terhadap Indonesia. Malaysia sudah terlalu sering menginjak harkat dan martabat bangsa ini,” ujar Firdaus Noezula, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Aceh, kepada VIVAnews, Kamis, 26 Juni 2014.

Menurutnya, pemerintah Indonesia harus berani mengambil sikap tegas terkait seringnya negeri tetangga itu bertingkah semena-semena terhadap Indonesia. Seperti klai mereka terkait tarian Reok Ponorogo, hingga rencana membangun mercusuar di wilayah Indonesia.

“Kalau berani putuskan saja hubungan diplomasi dengan Malaysia. Tarik duta besar Indonesia, ini kan penghinaan,” kata dia.

Bakar bendera

Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Solidaritas Pemuda Gayo, Selasa lalu, menginjak dan membakar bendera milik Malayisa, saat melakukan aksi di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dan marah terhdap Malaysia yang dianggapmdengan sengaja menabrak dan menembaki kapal TKI Indonesia.

Mereka juga menyayangkan sikap aprat penegak hukum Malaysia yang meminta uang sebesar 300 RM kepada para TKI yang menumpang di kapal nahas itu. “Tindakan aparat Malaysia tersebut tidak mencerminkan sebagai petugas hukum tetapi lebih mirip bajak laut,” kata Bardan, Koordinator Aksi.

Sama halnya dengan para mahasiwa, para pemuda ini juga meminta pemerintah dengan tegas mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Kemudian Pemerintah Indonesia harus berani memutuskan hubungan diplomastik dengan Malaysia, jika dugaan ini benar-benar terbukti.

Marak calo

Sementara itu, Pemerintah Aceh meminta warga tidak mudah percaya dengan para calo untuk pemulangan para korban. Informasi resmi akan terus disampaikan pemerintah Aceh melalui Posko Informasi dan Pengaduan Korban.

“Soal keberadaan korban dan informasi pemulangan, masyarakat terutama keluarga korban tidak terpengaruh dengan para calo. Informasi yang jelas akan terus dirilis oleh Pemerintah Aceh,” ujar Murthalamuddin kepada VIVAnews, siang tadi.

Menurutnya, hinga hari ini, Selasa, 24 Juni 2014, posko informasi dan pengaduan korban kapal tenggelam Pemerintah Aceh masih terus menerima laporan. Laporan yang masuk baik dari korban yang ditahan Malaysia, maupun keluarga korban yang berada di Aceh.

“Malah ada korban yang saat kejadian berada dalam kapal musibah itu. Ia langsung menelepon keluarganya. Keluarganya menyampaikan kepada kami. Intinya masyarakat terutama keluarga korban jangan percaya pada calo yang mengaku-ngaku bisa mengurus pemulangan korban,” katanya.

Kata dia, Pemerintah Aceh terus berupaya mendesak Pemerintah Pusat untuk membentuk tim pencari fakta mengungkap kasus tenggelamnya kapal pengangkut WNI asal Aceh tersebut. Pemerintah pusat harus segera melakukan upaya diplomatik untuk membebaskan korban selamat.

sumber: viva.co.id




Staf Ahli Bupati : HIPMI Adalah Organisasi Independen

ucapan selamatTembilahan (detikriau.org) – HIPMI merupakan organisasi Independen non partisan dan HIPMI bukan merupakan Underbow (organisasi sayap) dari organisasi manapun. Hingga saat ini, HIPMI telah ada di 33 Provinsi di indonesia dan telah memilki 274 badan pengurus cabang.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Inhil, Sar’i saat menghadiri pelantikan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Inhil Priode 2014-2017 bertempat di Kolam Renang Telaga Puri Tembilahan. Sabtu (7/6/14) Malam.

“Sementara jumlah anggota HIPMI diseluruh indonesia hingga saat ini telah mencapai 25000 pengusaha yang mayoritas bergerak sektor UKM,” papar Sar’I dalam sambutannya.

Diantaranya bergerak dibidang Perkebunan, pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan, industri kimia, industri elektronika, industri suku cadang otomotif, industri Furniture, pariwisata, jasa pengadaan, jasa keuangan , distributor dan lain- lain.

“Saya berharap kepada para pengurus HIPMI Inhil yang baru dilantik, kiranya dapat terus meningkatkan peran aktifnya dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah, dengan senantiasa berikhtiar bersama untuk menjaga keutuhan dan persaudaraan yang telah terbina dengan baik selama ini,” harapnya.

Semoga, sambungnya lagi, dengan menjujung tinggi rasa persaudaraan dan kebersamaan serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa, kita segenap masyarakat Inhil akan dapat menggesa terwujudnya Inhil yang lebih maju, bermartabat dan bermarwah.

sementara itu, Ketua HIPMI Inhil 2014-2017 terpilih, Iwan Taruna ST mengharapkan kepada pemerintah daerah dan pihak perbankan dapat memberikan kesempatan dan kemudahan segala urusan khususnya kepada pengusaha muda.

“Kami muda dan kami ingin memajukan perekonomian di Inhil ini, jadi tentunya kita sangat mengharapkan dukungan dari berbagai pihak,” sebut Iwan dalam sambutannya.

Kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk memajukan dan meningkatan perekonomian Inhil dengan dan HIPMI ini pun bukanlah organisasi untuk bersaing akan tetapi organisasi kekeluargaan.

“HIPMI ini bukan persaingan tetapi perkumpulan,” papar Iwan yang juga anggota DPRD Inhil Terpilih 2014-2019 ini.

Undangan kecebur kekolam

Hal lucu dan sedikit memalukan sempat terjadi saat pelaksanaan Pelantikan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Inhil periode 2014-2017 berlangsung. Entah apa sebabnya, Salah seorang undangan tercebur dalam kolam renang Telaga Puri Tembilahan.

Walaupun demikian, pelaksanaan Pelantikan HIPMI Inhil 2014-2017 tetap alot tanpa terganggu sedikitpun.

“Kejadian ini mungkin awal yang baik. Bisa saja ini awal rejeki kita yang lebih baik kedepannya karena HIPMIH katanya memang organisasi yang basah,” Guyon Ketua HIPMI Inhil 2014-2017, Iwan.
Namun Iwan juga meminta maaf atas kelalaian panitia sehingga ada peserta yang tercebut kekolam. (Ahmad Tarmizi)