Malam Grand Opening Pertandingan Futsal PON XVIII Riau Tak Mampu Pukau Penonton

Penonton juga Disuguhi Kabut Asap

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pesta pembukaan pertandingan Futsal PON XVIII Riau yang semula digadang-gadangkan meriah nyatanya hanya tampil biasa. Bahkan tribun penonton yang pada awalnya penuh sesak,belum usai acara pembukaan sudah tampak lengang.

Pantauan detikriau.org, ribuan warga masyarakat Kab. Indragiri Hilir khusunya kota Tembilahan dan sekitarnya sudah tampak memadati Venue Futsal sejak pukul 07.00 Wib. Antusias masyarakat ini, tentunya memimpikan untuk menyaksikan kemeriahan malam pembukaan pertandingan berskala nasional yang baru kali pertama dilaksanakan di bumi seribu jembatan ini.

“Kita sudah hadir sejak pukul 18.30 Wib, kami sengaja datang lebih awal karena takut nantinya tidak bisa masuk karena keterbatasan kapasitas gedung,” Ujar Arbain, warga Kelurahan seberang Tembilahan kepada detikriau.org, rabu (5/9)

Bahkan warga Jalan Baharuddin Jusuf, Tembilahan, Iwan mengaku harus menyaksikan acara pembukaan ini.” Kapan lagi bang. Kalau kita hitung-hitung dengan 33 provinsi di Indonesia, mungkin ini kesempatan sekali seumur hidup saya untuk menyaksikan kegiatan PON di Tanah Riau. Mudah-mudahan kemeriahan malam ini akan membekas dihati saya,” Ujar Iwan.

Sekira pukul 20.30 Wib, acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan pementasan tari kolaborasi, marching band, kemudian diteruskan dengan parade peserta kontingen dari 12 provinsi.

Belum usai parade, tampak barisan penonton yang penuh sesak dibangku tribun mulai meninggalkan tempat duduk. Makin lama jumlahnya semakin ramai dan sempat menimbulkan antrian dipintu keluar.

Konyolnya, usai sambutan Bupati yang saat itu diwakili Sekdakab Inhil kemudian dilanjutkan dengan sambutan Sekretaris Badan Futsal Nasional, Efraim Ferdinand Bawole lalu acara diteruskan dengan pelepasan burung serindit sebagai maskot PON XVIII Riau, entah ide siapa, panitia spontan menyalakan kembang api bak air terjun dan semburan puluhan kembang api yang terpasang disepanjang pagar tribun.

Sontak, asap tebal menyebar dan menyelimuti seluruh ruang Venue Futsal dan membuat penonton menutup hidung dan bergegas keluar.

“Aneh, diruang indoor siapa yang punya ide nyalain kembang api,” Ujar seorang petugas keamanan yang enggan namanya dipublikasikan.(fsl)




Aktifis MPI Juga Ikut Daftar Sebagai Balon Bupati Inhil di Gerindra

Besok, Sabtu (1/9), H. Ramli Walid juga dikabarkan akan ikut mendaftarkan diri.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dukungan DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Indragiri Hilir tampaknya cukup mendapat  respon dari Bakal Calon Bupati yang bakal berlaga di Pilkada Kab. Inhil 2013 mendatang. Setelah H. Syamsuddin Uti dan H.M. Wardan, Jum’at sore (31/8), aktifis muda Masyarakat Peduli Inhil, Tengku Suhandri juga ikut mendaftarkan diri untuk mendapatkan dukungan Partai dibawah komando Dewan Pembina Prabowo Subianto ini.

Dari pantauan, kedatangan Tengku Suhandri dengan panggilan akrab Comel sekira pukul 16.30 Wib di Kantor DPC Partai Gerindra Kab. Inhil ini cukup unik. Kandidat Balon biasanya datang dikawal dengan Tim berpenampilan parlente. Namun, Comel, pengusaha bidang “IT” yang kini aktif terjun di kemasyarakat dengan berbagai gebrakan yang cukup mengejutkan beberapa waktu belakangan ini hadir dengan kawalan tukang ojek, tukang becak dan pekerja serabut dengan atribut yang sama sekali jauh dari kemewahan. Dengan pakaian hitam-hitam, comel didampingi aktifis MPI, Zakiyun disambut langsung oleh Ketua Panitia, H. Hamid.

Dalam konfrensi Persnya usai mendaftarkan diri, Comel mengaku motifasi kuat keikutsertaannya mendaftar sebagai Balon Bupati Inhil untuk membuktikan bahwa dirinya juga ingin berbuat yang terbaik  ditanah kelahirannya.

“Panggilan hati yang mengharuskan saya untuk ikut mendaftar. Semua orang wajib dan berhak untuk memberikan pengabdian terbaik. Titik paling tepat, tidak ada pilihan lain, kita harus menjadi pemegang kebijakan sebagai orang nomor satu.” Ungkap Comel dengan nada aktifis muda yang penuh gelora.

Ditambahkan Comel, semua orang tentunya punya hak untuk berkeinginan menjadi pemimpin tetapi yang menjadi pembeda hanya kesempatan.” Peluang yang dibuka Gerindra saya nilai sebuah kesempatan bagi saya untuk memberikan pengabdian ditanah kelahiran saya sebagai seorang pemimpin. apalagi, semua pola gerakan dan arah tujuan Gerindra, secara pribadi saya nilai menyentuh lapisan bawah masyarakat yang kini menjadi komunitas terbesar di Bangsa Indonesia yang dulunya begitu besar ini. Makanya hari ini saya dengan bangga datang dibawah kawalan komunitas terbesar masyarakat bangsa ini.” Tegas Comel

Ketua Panitia Penjaringan dan Pendaftaran Balon Bulati/Wakil Bupati Inhil Partai Gerindra Kab. Inhil, H. Hamid menyatakan Gerindra membuka lebar pintu kepada siapa saja yang tergerak ingin mendaftarkan diri.”Siapa saja, asal ia memenuhi persyaratan yang dimintakan Undang-Undang tentunya akan kita terima dengan tangan terbuka. Dan kami bangga dengan anak muda yang memiliki keberanian dan tekad seperti ini“Jawab H. Hamid

Diujung pembicaraan, H.Hamid juga sempat menyampaikan bahwa Panitia juga sudah mendapatkan pemberitahuan dari Tim Balon, H. Ramli Walid bahwa esok, Sabtu (1/9) sekira pukul 10.00 Wib akan menyambangi Kantor DPC Partai Gerindra Kab. Inhil untuk mendaftarkan diri. (fsl)




Prabowo: Banyak Kepala Daerah Jadi Maling

JAKARTA– Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menyebut banyak pemimpin di daerah yang menjadi maling yang perlahan menggerogoti Indonesia. Hal tersebut terbukti dari banyaknya pejabat negara yang terlibat kasus korupsi. 

 

“Banyak sekali yang korupsi di negara kita. Kita memiliki 538 gubernur dan bupati/wali kota dan yang terkena kasus korupsi sebanyak 138. Jadi sebanyak 20% pemimpin kita maling,” kata Prabowo saat berpidato di acara deklarasi Kesatuan Aksi Pendukung Prabowo untuk Indonesia satu (KAPPI-1) di TMII, Jakarta Timur, Selasa (17/7).

 

Prabowo menjelaskan, pascakemerdekaan, banyak kejanggalan yang terjadi. Pasalnya, kekayaan yang dimiliki negara tidak terbagi dengan rata dan banyak warga yang tidak sejahtera. Selain itu, rakyat miskin kerap tidak mendapatkan keadilan, seperti halnya kesempatan bekerja.

 

“Itu yang mendorong kita untuk berjuang karena kita tidak ingin negara ini dikuasai maling-maling. Saya kira masih ada penyakit di tengah-tengah masyarakat kita. Penyakit itu adalah penipu. Kita harus koreksi diri, kita harus ngaca itu adalah penyakit bangsa kita, budaya bohong, budaya nipu, budaya curang itu terlalu parah,” tukas mantan Komandaan Kopassus tersebut.

 

Ia mengatakan, saat ini Indonesia memiliki gambaran yang cukup berbahaya. “Yang bikin kita khawatir, para maling-maling itu ingin tampil sebagai orang yang tidak berdosa. Lalu dengan uang dari hasil curi itu mereka gunakan untuk membeli. Semua di republik ini gampang dibeli, rakyat pun gampang dibeli,” kata Prabowo sembari geram.

 

Untuk itu, ia meminta agar rakyat bersatu melawan para pemimpin munafik yang tampil suci di hadapan publik, namun mencuri di belakang. “Negara kita tidak boleh dikuasi oleh munafikun-munafikun yang menjadi maling di negara kita. Kita sakit hati kepada koruptor,” tegas Prabowo. (MI)