Unisi Tembilahan Wacanakan Tambah Fakultas dan Prodi

DSC_1990TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dalam waktu dekat, Universitas Islam Indragiri (Unisi) akan menambah satu Fakultas serta tiga Program Studi (Prodi) pada Fakultas Kejuruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Pernyataan ini disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Tasik Gemilang (YTG) H Indra Muchlis Adnan kepada awak media usai menghadiri pelantikan beberapa pejabat di lingkungan Unisi, Jum’at (6/2/2015).

Dikatakannya, penambahan Fakultas yang diwacanakannya tersebut yakni Fakultas ilmu Kesehatan dengan tiga Prodi didalamnya, salah satunya ilmu farmasi. Sedangkan untuk penambahan tiga Prodi di FKIP, yakni Ilmu Pendidikan Biologi, Ilmu Pendidikan MTK dan PGSD.

“Setelah kita mengkaji, ternyata masyarakat Kabupaten Inhil ini juga membutuhkan sarjana dari ilmu kesehatan serta beberapa program studi yang telah diwacanakan,” sebutnya.

Saat ini, dijelaskan mantan Bupati Kabupaten Inhil dua periode itu, pihaknya telah membentuk tim pekerja dibawah naungan Rektor, dan saat ini tim tersebut sedang bekerja menyusun kelengkapan dari berbagai administrasinya.

Diakuinya, dari laporan tim pekerja tersebut bahwa proposal yang akan diajukan kepada Dikti sudah hampir rampung. Artinya, dalam waktu dekat ini segera diajukan proposal penambahan Fakultas serta beberapa Prodi.

“Harapan kita dengan adanya Fakultas serta Prodi ini akan memberikan muatan baru untuk masyarakat Inhil yang membutuhkan,” tutup Indra.(wan)




KH. Ahmad Fahmi Zamzami Al Banjari Letakkan Batu Pertama Pendirian ponpes “Yasin” Cabang Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pimpinan pondok pesantren (Ponpes)“Yasin” Yayasan Nurul Islam, Kabupaten Banjar Baru Provinsi Kalimantan selatan, KH. Ahmad Fahmi Zamzami Al Banjari, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren “Yasin” cabang Tembilahan yang berlokasi di Jalan Suhada II, Dusun Suhada, Parit VII Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan.  Juni 2013 mendatang ditargetkan Ponpes “Yasin” Cabang Tembilahan ini sudah bisa melakukan penerimaan santri baru. Rabu (20/6).

Menurut penjelasan KH. Ahmad Fahmi Zamzami Al Banjari, manusia dicipatakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dari tiada memiliki kemampuan dan kepandaian apa-apa. Oleh karenanya diperlukan proses pembelajaran untuk membekali seorang manusia untuk meniti jalan kehidupan di dunia yang akan menjadi bekal dialam akhirat kelak.

Kehidupan seorang manusia, khususnya bagi umat islam ditambahkan oleh sang kyai yang memiliki pandangan mata teduh ini, saat seorang umat manusia meninggalkan dunia fana, segala amal perbuatannya akan terputus kecuali tiga hal, yakni, Ilmu Agama yang bermanfaat, Anak sholeh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya dan sedekah jariyah.

“Ilmu pengetahuan Agama tentang hal ini, tentunya harus didapatkan dengan proses pembelajaran. Proses pembelajaran agama itu, khususnya agama islam sejak dahulu kala dilakukan oleh penyiar agama islam melalui pondok-pondok pesantren. Semakin banyak berdirinya pesantren semakin mudah bagi umat islam untuk memberikan pembekalan ilmu agama kepada anak-anak mereka.” Ujar Sang Kyai.

Ditambahkan oleh sang Kyai yang mengaku sempat menimba ilmu pendidikan agama di Pondok Pesantren Negara India dan beberapa Negara Timur tengah ini, menyatakan bahwa sejarah telah membuktikan bahwa Ponpes selama ini menjadi benteng terkokoh bagi umat islam.

”Saat ini, umat islam sedang menghadapi tantangan luar biasa untuk menggoncang akidah dari berbagai sisi. Islam digugat, islam diganggu dan islam juga ditantang dari berbagai sisi. Oleh karenanya, umat islam sangat perlu memiliki benteng-benteng yang kokoh untuk menanamkan keteguhan akidah keislaman. Kenyataan seperti ini tentunya perlu mendapatkan dukungan dari semua umat islam secara sungguh-sungguh. Wujud nyatanya, kita harus memperbanyak berdirinya pondok-pondok pesantren untuk memberikan penanaman akidah keislaman kepada generasi penerus islam agar tujuan islam untuk meraih penghidupan yang mendapat ridho dari allah swt dialam akhirat kelak tidak tergoyahkan.,” Pesan sang Kyai.

Peletakan batu pertama pembangunan Ponpes “Yasin” Cabang Tembilahan ini juga tampak dihadiri oleh Camat Tembilahan yang diwakili oleh H. Irham, Lurah Pekan Arba, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan ratusan warga Desa Suhada.

H. Adriyanto, tokoh masyarakat yang ikut menghadiri acara peletakan batu pertama ini menyatakan bahwa pembangunan Ponpes ini didanai secara swadaya oleh masyarakat. Namun, tokoh masyarakat yang juga Anggota DPRD Inhil dari Fraksi Partai Bintang Reformasi ini berharap pihak Pemerintah juga memberikan perhatian yang adil kepada seluruh Ponpes.

“Pondok pesantren di Teluk Sungka saya nilai mendapat perhatian cukup istimewa dari pemerintah. Baik pemerintah Provinsi juga Kabupaten Inhil. Demi membuminya benteng-benteng islam, secara pribadi tentunya saya juga berharap ada sikap arief dan adil dari pemerintah kepada seluruh Ponpes-Ponpes yang lainnya. Jangan nantinya malah timbul kesan ada pilih kasih. Membangun benteng islam adalah tanggungjawab bersama seluruh umat islam dan tentunya harus dilakukan dengan sikap sungguh-sungguh.” Pesan H. Adriyanto. (fsl)