Wabup Khairizal: Keluarga sejahtera, Inhu sejahtera, Dua Anak Cukup

Rengat, detikriau.org, – “Keluarga sejahtera, Inhu sejahtera, Dua Anak Cukup”. Inilah pesan yang di tuliskan Wakil Bupati Inhu H Khairizal saat hadir dalam Pencanangan Bulan Bakti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tingkat Propinsi Riau Tahun 2016 yang dipusatkan di Desa Beligan Kecamatan Seberida, Rabu (20/4/2016).

Wabup juga mengharapkan melalui pencanangan ini menjadi salah satu upaya untuk menurunkan tingkat kematian ibu dan anak yang sejauh ini masih terjadi.

“Kami berharap dengan kegiatan ini, tingkat kematian ibu dan anak khususnya di Inhu dapat semakin ditekan. Dan yang lebih penting lagi, Ibu dan anak semakin sejahtera” jelas Wabup Khairizal.

Pada kesempatan itu, Wabup Khairizal juga melakukan penandatanganan prasasti sekaligus menerima perangko Kampung KB dari Kepala BKKBN Riau.

Pada kegiatan pencanangan IBI KB tahun ini, Desa Beligan Kecamatan Seberida resmi dinobatkan sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB) tingkat Kabupaten Inhu tahun 2016. Ini merupakan salah satu wujud dukungan pemerintah propinsi dan kabupaten terhadap program pemerintah pusat dalam pencapaian target Keluarga Berencana yang dimulai dari desa.

Kegiatan ini sendiri dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Riau Andra Syafril yang hadir bersama Kepala BKKBN Propinsi Riau Yendrizal Makmur dan Ketua IBI Riau Kasmiaty.

Sejumlah pelayanan kesehatan diantaranya pengobatan gratis, pemasangan implan dan IUD serta pelayanan KB lainnya ramai dikunjungi masyarakat yang datang pada kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini juga dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten kota di Indonesia. Selain dalam rangka memperingati HUT IBI ke 65, kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini juga diharapkan menjadi momentum semangat bagi para bidan untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik” ujar Ketua IBI Riau kasmiaty.

Berdasarkan data, jumlah bidan di Inhu tercatat sebanyak 600 petugas. Dari jumlah tersebut Kasmiaty mengharapkan para bidan turut memberikan kontribusi dalam pencapaian target yang ingin dicapai sesuai dengan slogan IBI, “Ada bidan ada KB, ada KB ada bidan”.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Riau Andra Syafril turut menyambut baik kegiatan pencanangan ini. Menurutnya, sejauh ini masih banyak target yang belum tercapai dalam usaha menurunkan tingkat kematian ibu dan anak.

Melahirkan diusia muda dan diusia tua, terlalu dekatnya jarak kelahiran serta terlalu seringnya melahirkan merupakan penyebab yang sangat mempengaruhi tingginya kematian Ibu dan anak. Untuk itu, melalui pencanangan ini menjadi salah satu upaya untuk mensosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya program KB diterapkan.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Ketua DPRD Inhu H Miswanto, anggota DPRD Inhu Irwantoni, anggota DPRD Inhu Encik Aprizal, Ketua Tim Penggerak PKK Inhu Hj Marlinawati Khairizal, Sekretaris DPRD Inhu Eddy Warman, FKPD, para kepala dinas, kepala badan, kepala kantor, camat se Inhu serta sejumlah kepala desa dan tokoh masyarakat. (Zal)




Staff Ahli Bupati Inhil Buka Muscab Sekaligus Ultah IBI ke 63

Pemotongan Kue sempena ULtah IBI ke - 63Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM wardan diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan Dra. Upik Hariani Abbas membuka secara resmi Musyawarah Cabang Ikatan Bidan Indonesia ( IBI ) Kab.Inhil yang disejalankan dengan Hari Ulang Tahun IBI yang ke – 63 Tahun 2014. Sabtu (8/11)

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Dra. Upik Hariani Abbas mengatakan bahwa Profesi Bidan adalah profesi yang digeluti kaum hawa yang secara naluriah, klinis dan secara akademik telah tercukupi kemampuannya di dalam menangani permasalahan kaum perempuan, bukan semata-mata pada masa pra kehamilan, persalinan dan nifas, namun keseluruhan aspek keperempuanan semenjak identitas keperempuanan itu melekat pada sang bayi yang baru lahir.

“Artinya identitas keperempuanan merupakan faktor terpokok dari keseluruhan kinerja profesi Bidan, dan menjadi tugas pokok seorang Bidan dalam menjalani tugas profesinya,” Ujar Bupati

Seorang Bidan melakukan kerja profesi dengan mengutamakan hati. Hati sebagai seorang perempuan, hati sebagai seorang ibu dan hati sebagai seorang yang meyakini bahwa dari tangannya sebuah generasi baru akan lahir. Keyakinan dihati terhadap profesi ini menjadikan profesi Bidan bukan semata profesional dalam kinerja, namun lebih jauh mempunyai jiwa memiliki dan mencintai terhadap profesi.

staf Ahli Bupati Dra. Upik Hariani Abbas (tengah) didampingi Kadiskes, Hj Alvi Furwanti saat membuka kegiatan IBI
staf Ahli Bupati Dra. Upik Hariani Abbas (tengah) didampingi Kadiskes, Hj Alvi Furwanti saat membuka kegiatan IBI

Atas nama pemerintah Kabupaten, Bupati menyatakan sambutan baik dengan diadakannya Musyawarah Cabang dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-63 IBI. Semoga diusia yang ke 63 tahun ini, Ikatan Bidan Indonesia semakin kokoh dalam menjaga profesi Bidan Indonesia.” Harapan Bupati

diharapkan kepada IBI, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir harus mampu menduduki posisi sentral di penjuru negeri seribu parit ini, sehingga dapat meningkatkan kepentingan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat khususnya bagi ibu dan bayi di Kabupaten Indragiri Hilir.

Hingga hari ini masih menurut Bupati, angka kematian ibu, bayi dan balita serta kematian neonatal di Kabupaten Indragiri Hilir tercatat masih cukup tinggi jika dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Riau. Oleh karena itu sangat diperlukan adanya perpanjangan tangan Dinas Kesehatan, salah satunya melalui profesi Bidan dengan membentuk pengurus ranting pada tingkat Kecamatan. Sehingga diharapkan pengurus ranting IBI dapat bekerjasama dengan Puskesmas yang ada di seluruh Kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir, dalam rangka menurunkan angka kematian tersebut.

“Teruslah berjuang dengan gigih dan tulus, agar program kesehatan yang sama-sama kita prioritaskan, dapat lebih ditingkatkan dimasa-masa yang akan datang, sehingga Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat dapat kita wujudkan.” Tutup Bupati.

Pada kesempatan itu juga dilakukan pemberian hadiah kepada pemenang lomba Administrasi, Bidan Desa terbaiak, Lomba Penyuluhan oleh Bidan, Bidan Koordinasi terbaik, Pakaian IBI terbaik, pemberian cenderamata Bidan Pensiun, Pemberian cinderamata Pengurus Cabang dan Ketua Ranting IBI Se-Kab.Inhil, Pemberian Plakat Mitra kerja dan pemberian sertifikat bagi kepala PKM, Direktur Rumah sakit dan rumah Bersalin.(dro/adv pemkab inhil)