FPI: Proses Polisi Panggil Rizieq Shihab Bisa Masuk MURI

FPI heran polisi bisa mengusut kasus kerumunan Rizieq Shihab dalam waktu cepat, tapi itu tak berlaku bagi pihak lain yang juga melakukan hal serupa. Foto: ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH


ARBindonesia.com, JAKARTA – Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar menilai proses pemanggilan polisi terhadap pentolan FPI Muhammad Rizieq Shihab penuh kejanggalan.



Dilansir dari cnnindonesia.com, Ia mengaku heran laporan masyarakat yang diterima polisi tanggal 25 November sangat cepat diproses oleh pihak Polda Metro Jaya. Sebab, tanggal 27 November atau dua hari setelah laporan masuk sudah ada proses penyidikan dan pemanggilan oleh polisi.



“Artinya mungkin inilah proses tercepat dan bisa kita usulkan masuk MURI (Museum Rekor Indonesia),” kata Aziz, Senin (30/11).

Aziz pun belum bisa memastikan apakah Rzieq nantinya akan memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk diperiksa terkait kerumunan di Tebet, Jakarta Selatan dan Petamburan, Jakarta Pusat Selasa (1/12) esok.



“Iya belum tahu,” kata Aziz.



Aziz lantas membandingkan dengan peristiwa kerumunan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang dekat dengan kekuasaan di pelbagai daerah tak pernah tersentuh proses hukum. Ia tak menyebut siapa pihak-pihak yang dekat dengan kekuasaan tersebut.

Ia mengklaim pihak yang melanggar itu tak pernah diberikan sanksi hukum oleh pihak kepolisian bahkan Pemda setempat.



“Karena ini kami mengucapkan kepada Presiden Jokowi dan jajarannya serta masyarakat luas: Selamat tinggal penegakan hukum tanpa pandang bulu dan diskriminatif. Selamat tinggal keadilan,” kata Aziz.



Kasubditkamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Raindra Ramadhan Syah melayangkan surat pemanggilan terhadap Rizieq Shihab untuk diperiksa terkait kerumunan massa yang terjadi di Tebet dan Petamburan beberapa waktu lalu. Surat itu berisikan agar Rizieq diminta hadir memberikan keterangan sebagai saksi.



Rizieq sendiri sempat menggelar acara Maulid Nabi dan menikahkan putrinya Najwa Shihab pada Sabtu (14/11) lalu di kediaman pribadinya, Petamburan, Jakarta Pusat. Acara itu lantas menimbulkan kerumunan massa.



Bahkan, kerumunan massa Rizieq di Jakarta beberapa waktu lalu telah dinyatakan sebagai klaster penularan virus corona. Sebanyak 80 orang dalam kerumunan di wilayah Petamburan dan Tebet yang dihadiri Rizieq terkonfirmasi positif Covid-19.


Sumber cnnindonesia.com




Survei LSI: Habib Rizieq Makin Tak di Gubris. Jubir FPI: Survei Bayaran Itu

Habib Rizieq Shihab. Foto: ist/jpnn

Detikriau.org — Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA publikasikan bahwa banyak pengikut Habib Rizieq yang tidak lagi mengubris imbauannya.

Diterangkan, merujuk survei LSI pada pada Desember 2016, popularitas Habib Rizieq masih di angka 67,3 persen. Tapi berdasar survei LSI pada 10-19 Oktober 2018, popularitasnya anjlok menjadi 52,9 persen.

Menurut peneliti LSI Ikrama Masloman, dilansir melalui jpnn.com, turunnya popularitas Rizieq sejalan dengan anjloknya tingkat pengikutnya yang masih mematuhinya.

“Terjadi kemerosotan tingkat kesukaan dari sosok ulama Habib Rizieq Shihab. Begitu juga mereka yang ingin mengikuti imbauanya,” kata Ikrama saat paparan hasil survei LSI bertajuk Ulama dan Efek Elektoralnya di Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (14/11).

Sebelumnya, sebanyak 31,4 pengikut Rizieq masih mengikuti imbauannya. Sedangkan kini, tinggal 17 persen pengikut Rizieq saja yang masih menaatinya.

Ikrama menduga hal itu tak terlepas dari kasus hukum yang menjerat Rizieq. Bahkan, kasus hukum membuat ulama asal Petamburan, Tanah Abang itu memilih tinggal di Arab Saudi.

“Pengaruh Habib Rizieq berkurang semenjak tidak lagi di Indonesia dan dicitrakan bermasalah hukum,” tutur Ikrama.

sementara itu, dilansir melalui detikcom, Hasil survei yang dipublikasikan LSI ini, dibantah oleh Front Pembela Islam (FPI)

“LSI (kok) didengerin. Survei berbayar itu, hasil sesuai yang order,” kata kuasa hukum FPI Munarman saat dimintai tanggapan, Rabu (14/11/2018)

Munarman menyebut Habib Rizieq tak mencari-cari peringkat dalam survei LSI. Dia mengatakan Habib Rizieq semata-mata berjuang untuk mendapatkan rida Allah SWT.

“Habib Rizieq mencari ridho Allah SWT, bukan mencari popularitas, apalagi peringkat oleh LSI,” tutur Munarman.

Juru bicara FPI Slamet Ma’arif mengutarakan pendapat senada dengan Munarman terkait survei LSI. Menurutnya, Habib Rizieq tetap ulama berpengaruh di Indonesia. FPI akan tetap solid dan kuat.

“Nggak heran kalau LSI yang survei. Pengaruh menurun kok ditakuti kalau pulang ke Indonesia,” jelasnya.

Survei LSI yang membahas Habib Rizieq merujuk pada pertanyaan ke responden, ‘apakah Ibu/Bapak pernah mendengar atau melihat nama di bawah ini?’, ‘apakah Bapak/Ibu suka atau tidak terhadap tokoh ini?’, ‘apakah Bapak mengikuti imbauan tokoh ini?’.

Survei ini dilakukan pada 10-19 Oktober 2018 menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini kurang-lebih 2,8 persen.

Hasil persentasenya menunjukkan, perbandingan pada 2016 dan 2018, tingkat pengaruh terhadap kesukaan dan imbauan Habib Rizieq semakin merosot.

“Jadi kemerosotan ini karena beberapa hal, yaitu sudah tidak lagi di Indonesia dan mungkin dicitrakan bermasalah secara hukum, kemudian memiliki resistensi kepada beberapa kelompok tertentu,” kata peneliti LSI Ikrama Masloman di kantor LSI, Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (14/11/2018).

Berikut hasil survei LSI tentang pengaruh Habib Rizieq Syihab:

Tingkat pengenalan Habib Rizieq:
Desember 2016: 48,7%
Oktober 2018: 53,4%

Tingkat kesukaan terhadap Habib Rizieq:
Desember 2016: 67,3%
Oktober 2018: 52,9%

Mengikuti imbauan Habib Rizieq:
Desember 2016: 31,4%
Oktober 2018: 17,0%.

Sumber: jpnn/detikcom

Editor: Faisal

 




Jubir FPI: Ada Yang Ingin Habib Rizieq Celaka

Rizieq Shihab/Net

Jakarta – Front Pembela Islam (FPI) menduga kuat pemasangan bendera yang diduga mirip bendera kelompok ekstrimis di kediaman Rizieq Shihab di Mekkah dilakukan oleh para tukang fitnah. 

Tujuannya, untuk mempersulit kehidupan imam besar FPI itu selama berada di Mekkah.

“Tujuannya hanya satu, yaitu HRS (Habib Rizieq Shihab) mendapatkan kesulitan dan mereka para tukang fitnah berharap HRS celaka,” kata Jurubicara FPI Munarman dilansir melalui Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu, Jakarta, Rabu, (7/11).

Dia menduga fitnah ini merupakan bagian dari upaya sekelompok orang yang ingin menghalangi Reuni 212 dalam waktu dekat.

“Kuat dugaan penjebakan dan intimidasi ini bertujuan untuk menghalangi Reuni Akbar 212 yang akan digelar 3 pekan mendatang,” ujar Munarman.

“Tak cukup mereka memfitnah HRS di Indonesia, namun terus mereka lakukan fitnah hingga HRS berada di Saudi,” sambungnya.

Namun demikian, Munarman mengaku bersyukur Rizieq Shihab telah kembali ke kediamannya setelah sempat diperiksa otoritas keamanan Arab Saudi pada Selasa (6/11) malam

Alhamdulillah beliau sudah berada di rumah,” kata Munarman