Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat, Kadiskes Tekankan Pentingnya Terapkan Perilaku CTPS

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie menekankan kepada seluruh masyarakat tentang pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Besih dan Sehat (PHBS), salah satunya dengan melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Pernyataan tersebut disampaikan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Inhil ini dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Negeri Seribu Parit.

Dikatakan, air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bila digunakan, kuman akan berpindah ke tangan dan pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, sehingga bisa menimbulkan penyakit.

“Jadi, penggunaan sabun ketika mencuci tangan akan dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan,” tutur Kadiskes, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, CPTS ini sebaiknya dilakukan setiap kali tangan kotor, seperti setelah memegang uang dan binatang, berkebun, buang air besar, menceboki bayi atau anak, serta sebelum makan dan menyuapi anak, memegang makanan dan menyusui bayi.

“Sedangkan cara mencuci tangan yang baik dan benar adalah dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan memakai sabun, yang dimulai dari membersihkan telapak tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari dan penggung tangan. Setelah itu, barulah dikeringkan dengan lap yang bersih,” terangnya.

Adapun manfaat CPTS, yakni membunuh kuman penyakit yang ada di tangan, mencegah penularan berbagai penyakit, serta tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman. (adi/adv)




Ketua TP PKK Inhil Kunker Ke Kecamatang Batang Tuaka

Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikah Wardan
Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikah Wardan

BATANG TUAKA (detikriau.org) – Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan lakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kecamatan Batang Tuakan di desa Wisma, Kamis (23/4/2015).

Dalam kunjungan kerja ino dilakukannya dalam rangka pembinaan dan penilaian Desa Wisma, pelantikan serta serah terima Ketua Tim penggerak PKK Kecamatan Batang Tuaka serta sosialisasi kanker serviks. Selain itu, juga dilakukannya peninjauan langsung kondisi TK Negeri Pembina Terpadu dan Puskesmas yang ada di Sungai Piring.

“Kedatangan kita ini kembali menyampaikan program pembinaan desa yang pernah kita programkan sebelumnya untuk tahun ini, kemudian kita sejalankan dengan Ketua TP PKK Kecamatan Batang Tuaka yang baru saja kita lantik,” ujar Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan. Menurutnya, setelah dilantiknya camat Batang Tuaka yang baru beberapa waktu lalu, secara otomatis istri camat itu juga langsung memegang jabatan sebagai ketua TP PKK Kecamatan. Dalam hal ini, sangat diinginkannya ketua PKK yang baru ini langsung paham apa yang mesti dilakukan.

Sebab yang terpenting itu katanya, setelah dilantik ini ada konsulidasi serta kerjasama dan terua menyusun program-program disamping program yang telah menjadi program diprioritaskan secara nasional, dicontohkannya seperti pencanangam deteksi kanker serviks.

“Yang jelas kita sangat mengharapkan ketua yang baru dilantik bisa melanjutkan program-program yang belum sempat dilaksanakan oleh ketua sebelumnya, terlebih mampu mengembangkan PKK kecamatan kedepan,” harapnya.

Terkait sosialisasi pencangan kanker serviks di Batang Tuaka, menurut Istri Bupati ini akan bisa menambah wawasan bagi para ibu tentang bahaya kanker tersebut, apalagi kanker ini sangat vatal dan bisa mematikan.(mirwan/adv)




Dipusatkan di Lapangan Kantor Dinkes Inhil, Program Nasional Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Pada Perempuan Indonesia Resmi Dicanangkan

Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikhah memukul gong tanda dicanangkannya program nasional percepatan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan Indonesia tahun 2015-2019 di Inhil
Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikhah memukul gong tanda dicanangkannya program nasional percepatan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan Indonesia tahun 2015-2019 di Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, program nasional percepatan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan Indonesia tahun 2015-2019 resmi dicanangkan secara serentak di seluruh daerah di Indonesia, Selasa (21/4/2015).

Untuk Kabupaten Inhil, prosesi pencanangan yang dipusatkan di halaman Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes), Jalan M Boya Tembilahan, dilakukan langsung oleh Ketua TP PKK, Hj Zulaikhah, yang ditandai dengan pemukulan gong.

Tampak hadir saat itu, Bupati Inhil, HM Wardan, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah pejabat eselon, Camat dan pengurus organisasi wanita di Kabupaten Inhil.

Bupati Wardan dalam sambutannya mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama kaum perempuan di Negeri Seribu Parit, untuk berkonsultasi dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit kanker serviks ini di pusat pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas.

Selanjutnya, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini juga menginstruksikan kepada pemerintah kecamatan, untuk melakukan dan memberikan sosialisasi yang intensif di wilayah kerjanya masing-masing, sehingga masyarakat bisa mengetahui dan memahami bahaya dari penyakit kanker serviks ini.

“Kepada dinas dan instansi terkait, diharapkan melakukan pendataan setiap tahun serta menyediakan anggarannya, supaya setelah diketahui bisa secepatnya dilakukan penanganan terhadap penderita penyakit tersebut,” tutur Bupati Wardan.

Senada dengan itu, Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi menjelaskan, dengan telah dicanangkannya program tersebut, maka pelaksanaannya akan berlangsung selama 5 tahun ke depan, dengan sasaran wanita yang rawan terinfeksi kanker serviks.

“Yang kita layani nantinya, adalah mereka yang termasuk dalam Program Jamkesda dan BPJS. Dimana, pelayanannya dipusatkan di UPT Puskesmas Gajah Mada,” terang Alvi.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan ke depan, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, yaitu menemukan, mengobati dan melakukan pendataan terhadap para pasien dan penderita penyakit ini, untuk kemudian dilaporkan ketingkat yang lebih tinggi.

Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikhah menyatakan sangat menyambut baik pencanangan program tersebut, apalagi kanker serviks ini merupakan salah satu penyakit terganas dan termasuk dalam peringkat kedua penyakit yang mematikan setelah kanker payudara.

Oleh karena itu, kaum perempuan harus menyadari betul bahaya penyakit ini, agar mau melakukan konsultasi dan deteksi dini di pusat pelayanan kesehatan yang ada, sehingga dapat ditangani sedini mungkin oleh petugas kesehatan.

“Ke depan, kita bekerjasama dengan seluruh pihak terkait akan menentukan langkah dan kebijakan dalam pelaksanaan program ini di lapangan, seperti dengan melakukan sosialisasi dan pendataan, khususnya bagi masyarakat yang belum menjadi peserta BPJS,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan pemutaran jingle Insfeksi Visual Asam Asetat atau IVA, penyerahan IVA KIT, sosialisasi tentang deteksi dini kanker serviks dari perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Inhil dan peninjauan ke lokasi pelaksanaan langsung deteksi kanker di Puskesmas Gajah Mada Tembilahan. (adi/adv)




Bunda PAUD Inhil Terus Beri Bantuan APE

Hj Zulaikah Wardan saat menyerahkan bantuan Alat Peraga Edukatif
Hj Zulaikah Wardan saat menyerahkan bantuan Alat Peraga Edukatif

Tembilahan (detikriau.org) – Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikah Wardan berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Lembaga PAUD terutama melalui peningkatan sarana dan prasarana pendukung. Salah satunya dengan memberikan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) kepada sejumlah PAUD di Inhil.

Ikha, sebagaimana istri Bupati Inhil ini akrab disapa mengatakan bahwa tujuan penyerahan bantuan APE ini adalah untuk mendukung lembaga PAUD dalam penyediaan APE yang sesuai standar. Mengingat dari sejumlah lembaga PAUD yang ada di Inhil belum semua memiliki sarana dan prasarana khususnya APE yang memadai dan sesuai standar.

“Lima aspek perkembangan anak yakni nilai agama, moral, fisik, kognitif, bahasa dan emosional anak dalam menuju kematangan. Setiap anak memerlukan kesempatan tumbuh dan berkembang dan tentunya harus didukung oleh fasilitas yang memadai, salah satunya APE” kata Bunda PAUD Inhil dalam sambutannya saat menyerahkan APE kepada pengurus PAUD Al-Falah di desa Pulau Palas kecamatan Tembilahan Hulu awal pekan kemaren.

Di lembaga PAUD, kata Ikha menambahkan, APE menjadi bagian tak terpisahkan mengingat proses pembelajaran di PAUD adalah bermain sambil belajar yang menyenangkan.

“Melalui media permainan tersebut daya pikir dalam bentuk kreativitas dan konsentrasi anak dapat dirangsang lebih cepat, karenanya semua APE harus mengandung unsur-unsur pendidikan” tambahnya.

APE  yang dipakai dalam proses pembelajaran oleh guru atau pengasuhnya di PAUD tidak harus dibeli dalam bentuk jadi, para guru atau pengajar diharapkan kreatif membuat APE dari bahan-bahan bekas seperti botol maupun barang bekas yang penting menarik serta unik.

Lebih penting lagi kata Ikha, apa yang dibuat tidak harus mahal, asalkan menarik bagi anak, mampu merangsang kerja sensor motorik otak anak, sehingga dapat mengembangkan kecerdasan anak. “Tak lupa APE juga harus mengandung nilai-nilai agama dan budaya serta karakter”. Tandasnya. (dro/adv Pemkab Inhil)