Hadapi Mudik Lebaran, Diskes Inhil Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Psikologis Supir Angkutan Umum

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat meninjau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan sopir angkutan umum di Terminal Bandar Laksamana Indragiri
Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat meninjau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan sopir angkutan umum di Terminal Bandar Laksamana Indragiri

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tim medis dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pemeriksaan kesehatan dan psikologis para supir angkutan umum, mulai dari travel hingga bus yang akan melakukan perjalanan dan membawa penumpang dari Kota Tembilahan, Rabu (15/7/2015).

Pemeriksaan kesehatan dan psikologis yang dipusatkan di Terminal Laksamana Indragiri, Parit 8 Kecamatan Tembilahan Hulu ini, bekerjasama dengan jajaran Polres Inhil, yang saat bersamaan juga melakukan pengecekan urine para supir angkutan umum yang akan berangkat.

Pada kesempatan itu, Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan, pemeriksaan kesehatan para supir angkutan umum yang meliputi pengecekan tensi darah dan psikologis ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan lalu lintas.

“Yang kita periksa adalah tensi dan psikologisnya. Kalau tensinya tinggi, maka akan langsung kita berikan obat, begitu juga dengan kesehatan psikologisnya guna mencegah terjadinya kecelakaan akibat kelelahan,” tutur Alvi.

Dijelaskan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, kegiatan tersebut sangat penting dilakukan terutama saat menyambut hari-hari besar keagamaan, seperti Hari Raya Idul Fitri ini, dalam upaya memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakannya.

Terkait dengan pengecekan urine yang dilakukan oleh Polres Inhil, Alvi menyatakan sangat menyambut baik, dan berharap hal itu dapat dilakukan secara kontiniu, serta memberikan tindakan tegas terhadap para sopir yang kedapatan dan positif menggunakan narkoba saat bekerja.

“Jika tubuh supir tidak sehat atau menggunakan narkoba dikhawatirkan bisa mengancam keselamatan para penumpang yang dibawanya karena kecelakaan akan mudah terjadi jika sopir tidak fokus dan konsentrasi,” tambahnya.

Adapun jenis obat-obatan yang disediakan secara gratis oleh Diskes Inhil saat itu yakni berupa obat-obatan dasar, seperti obat sakit kepala, tensi dan lain sebagainya.

Berdasarkan hasil pantauan detikriau.org di lapangan, dari 17 sopir yang telah dilakukan pemeriksaan kesehatan, 2 sopir diantaranya diketahui mengalami Hipertensi dan telah diberikan obat oleh tim medis dari Diskes Inhil. (adi/adv)




PSN Dengan 3 M Plus, Upaya Cegah DBD

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk terus meningkatkan kewaspadaannya terhadap bahaya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Untuk melindungi diri kita dan keluarga dari terjangkitnya penyakit DBD ini, dapat dilakukan menerapkan pola hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari,” tutur Kadiskes kepada detikriau.org, kemarin.

Dikatakan Kadiskes, pencegahan penyakit DBD ini dapat dilakukan dengan berbagai langkah, diantaranya melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Jadi, lakukanlah PSN dengan 3 M Plus,” terangnya.

Dijelaskan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, 3 M Plus tersebut, yakni mendaur ulang tempat-tempat yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng dan ban bekas, botol dan gelas plastik air mineral dan lain-lain.

Selanjutnya, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air, bak mandi dan tempat sisa air, serta menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air.

“Yang juga tak kalah pentingnya dilakukan oleh masyarakat, adalah tidur dengan menggunakan kelambu atau obat anti nyamuk, sehingga dapat mencegah gigitan nyamuk yang mengakibatkan tubuh terserang penyakit DBD,” imbuhnya. (adi/adv)




Sidak 2 Swalayan di Tembilahan, Kadiskes Imbau Masyarakat Jeli dan Teliti Sebelum Membeli

Kadiskes Inhil DR Hj Alvi Furwanti Alwie jajaran dan perwakilan BPOM Riau saat melakukan sidak di salah satu swalayan di Kota Tembilahan. Foto: Adi
Kadiskes Inhil DR Hj Alvi Furwanti Alwie jajaran dan perwakilan BPOM Riau saat melakukan sidak di salah satu swalayan di Kota Tembilahan. Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) serta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Riau melakukan inspeksi mendadak (sidak) di 2 swalayan yang ada di Kota Tembilahan, Kamis (25/6/2015).

Sidak yang dipimpin langsung Kadiskes, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dan Kadisperindag, H Fahrolrozy ini, bertujuan untuk mendukung program perlindungan konsumen dari penggunaan produk-produk berbahaya dan kadaluarsa yang masih beredar di pasaran.

Pada kesempatan itu, Kadiskes mengatakan bahwa sidak yang dilakukan di Bulan Suci Ramadhan 1436 H ini, adalah untuk mengetahui dan mengecek secara langsung di lapangan tentang izin, batas penggunaan dan kemasan pada produk-produk yang dijual kepada masyarakat.

“Dari sidak tadi, kita temukan ada beberapa produk bahan pangan dari Industri Rumah Tangga (IRT) yang tidak memenuhi syarat peredarannya, seperti alamat atau lokasi pembuatan dan lain sebagainya,” tutur Alvi kepada sejumlah awak media usai melakukan sidak.

Oleh karena itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, ke depan pihaknya akan melakukan pembinaan terhadap keberadaan IRT, sehingga bisa lebih baik lagi dalam membuat produk-produk yang akan dijual di pasaran.

“Barang-barang yang tidak memenuhi persyaratan ini, selain kualitasnya berkurang, juga bisa menimbulkan resiko dan membahayakan kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya,” terang Kadiskes.

Kadiskes juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih jeli dan teliti sebelum memutuskan untuk membeli bahan pangan yang dijual di pasaran, karena ini semua demi keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Kita harus cerdas dan mampu mengenali apa saja yang menjadi tanda-tanda produk yang tidak layak dikonsumsi, seperti tanggal kadaluarsa, bentuk, warna dan lain-lain,” imbuhnya.

Adapun produk-produk yang tidak layak dikonsumsi dan paling banyak ditemukan saat sidak tersebut, yakni berupa makanan ringan, kerupuk dan roti.(adi/adv)




Setiap Lakukan Kegiatan, Kadiskes Instruksikan Aparatur di Fasyankes Buat Dokumentasi

Kadiskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie memberikan pengarahan dan pembinaan kepada Kepala UPT Puskesmas Concong Luar, Rudiyanto dan jajarannya
Kadiskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie memberikan pengarahan dan pembinaan kepada Kepala UPT Puskesmas Concong Luar, Rudiyanto dan jajarannya

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dalam melaksanakan berbagai kegiatan dan program kerjanya, seluruh aparatur di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), mulai dari Rumah Sakit, Puskesmas hingga Pustu diinstruksikan, untuk membuat dokumentasi berupa pendataan dasar dan perkembangannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat melakukan kunjungan kerja (kuker) dan pembinaan di UPT Puskesmas Concong Luar, Kecamatan Concong, serta Pustu Desa Sungai Laut dan Pustu Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, belum lama ini.

Dijelaskan Alvi, setiap melakukan kegiatan yang berhubungan langsung dengan bidang kesehatan harus didokumentasikan, seperti dalam pelaksanaan dan penerapan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi masyarakat di lingkungan atau wilayah kerjanya.

Dengan begitu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, akan diperoleh data yang valid dan akurat tentang kondisi kesehatan masyarakat di suatu daerah.

“Dokumentasi ini sangat penting, untuk melihat apa saja yang menjadi kendala dan permasalahan, serta perkembangan dan capaian hasil dari program kesehatan yang dilaksanakan di lapangan, guna perbaikan di masa mendatang,” tutur Alvi.

Oleh karena itu, tegas Alvi, sangat dibutuhkan pendataan yang valid dan akurat, sehingga sasarannya menjadi jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, dalam upaya mendukung serta mensukseskan pelaksanaan berbagai program kesehatan.

“Jadi saya harapkan, hal ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh aparatur dan tenaga kesehatan yang ada di Fasyankes. Apalagi mengingat, pada tahun 2016 nanti seluruh pengguna dan peserta Program Jaminan Kesehaan Daerah (Jamkesda) harus diintegrasikan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS),” pungkasnya.(adi/adv)




Diskes Gelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Petugas Kesehatan Puskesmas Dalam Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie memberikan sambutan
Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie memberikan sambutan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB) dan Gizi menggelar pertemuan peningkatan kapasitas petugas kesehatan Puskesmas dalam pelaksanaan Kelas Ibu Hamil, Minggu (7/6/2015) malam.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Hotel Grand Tembilahan ini, turut dihadiri narasumber dari Diskes Provinsi Riau dan diikuti puluhan peserta yang terdiri dari perwakilan Puskesmas, pengurus IBI dan jajaran Diskes Inhil, serta perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam sambutannya mengatakan, faktor yang berkontribusi terhadap kematian ibu secara garis besarnya dapat dikelompokan menjadi penyebab langsung dan tidak langsung.

Penyebab langsung kematian ibu adalah faktor yang berhubungan dengan komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas, seperti pendarahan, pre eklampsia/eklampsia, infeksi, persalinan macet dan abortus.

“Sedangkan penyebab tidak langsung kematian ibu adalah faktor-faktor yang memperberat keadaan ibu hamil, seperti 4 terlalu, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering melahirkan dan terlalu dekat jarak kelahiran,” tutur Alvi.

Adapun upaya menurunkan angka kematian ibu ini dapat dilakukan dengan sejumlah cara, diantaranya meningkatkan status kesehatan ibu, puskesmas dan jajarannya serta rumah sakit rujukan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan ibu, baik yang bersifat promotif, preventif maupun kuratif dan rehabilitatif.

Selain itu dapat dilakukan melalui upaya pelayanan kesehatan pada ibu hamil berupa pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, penanganan komplikasi, pelayanan konseling KB dan kesehatan reproduksi.

“Saya harapkan kehadiran para peserta ini dapat membantu memecahkan masalah maupun kendala yang dihadapi di lapangan, dengan menentukan skala prioritas masalah, merencanakan, melaksanakan dan melaporkan kegiatan, dalam rangka menanggulangi masalah-masalah yang ada saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi Dinkes Inhil, Siti Munziarni menjelaskan bahwa Kelas Ibu Hamil merupakan sarana belajar kelompok bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang menjaga kehamilan, persiapan persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir dengan menggunakan Buku KIA,” imbuhnya.(adi/adv)




Kadinkes Lantik Kepala Puskesmas Teluk Belengkong dan Kepala TU Puskesmas Concong

image-6TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie secara langsung melantik Kepala UPT Puskesmas Teluk Belengkong, Imam Santoso dan Kepala TU Puskesmas Concong, Reni Susilawati, Kamis (4/6/2015).

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipusatkan di aula Wijaya Kusuma Kantor Dinkes, Jalan M Boya Tembilahan ini turut dihadiri Sekretaris Dinkes, Ridwan MKes, para Kepala Bidang, Kasubbag dan aparatur di lingkungan Dinkes Inhil.

Pada kesempatan itu, Kadinkes  menyatakan bahwa jabatan adalah amanah dan tanggung jawab yang dibebankan kepada seseorang yang dinilai mampu dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Jadi, kepada Kepala Puskesmas Belengkong dan Kepala TU Puskesmas Concong yang baru dilantik saya harapkan dapat menjaga dan menjalankan kepercayaan yang telah diberikan ini,” tutur Alvi.

Selanjutnya, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini menginstruksikan kepada pejabat yang baru dilantik untuk langsung bekerja serta menjalin koordinasi dan komunikasi yang baik dengan seluruh jajaran dan berbagai pihak terkait di wilayah tugasnya masing-masing.

Langkah tersebut, lanjut Alvi, dalam rangka mendukung dan mensukseskan seluruh program pemerintah khususnya di bidang kesehatan masyarakat.

“Mari kita terus berusaha untuk meningkatkan kinerja dan kompetensi diri dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat guna mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat,” imbuhnya.(adi/adv)