Triwulan Ketiga, Serapan APBD Inhil Masih Minim

“Bupati  Tetap Optimis Mampu Tuntaskan Seluruh Proyek Pembangunan Fisik dengan Baik”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga memasuki bulan ke dua pada Triwulan ketiga, Realisasi Fisik dan Keuangan APBD Inhil Tahun 2015 masih minim. Realisasi fisik baru tercatat mencapai 42,15 persen dan keuangan 22 persen. Namun, menurut Bupati Inhil, HM Wardan, hingga bulan September, seluruh kegiatan dalam bentuk lelang sudah mencapai 98 persen.

“Artinya waktu kita untuk menyelesaikan masih tersisa sekitar 3,5 bulan,” Sampaikan Bupati kepada sejumlah awak media usai memimpin rapat evaluasi yang dihadiri seluruh kepala SKPD dan camat se-Inhil di Balai Kantor Bupati Inhil jalan Akasia Tembilahan, Kamis (10/9/2015).

Dengan kondisi ini, Bupati nyatakan masih tetap optimis akan menyelesaikan seluruh proyek pembangunan fisik dengan baik.

“Kita tetap optimis akan mampu menyelesaikan seluruhnya dengan baik,” Tandas Bupati.

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Inhil, Edi Harianto Sindrang memprediksi Realisasi APBD Inhil tahun anggaran 2014 yang hanya mencapai 79 persen dengan sisa anggaran mencapai Rp 529 miliar lebih, berpotensi akan kembali berulang pada Tahun Anggara 2015. Kondisi yang menjadi dasar utama kejengkelan DPRD Inhil dinilai disebabkan rendahnya kinerja aparatur pemerintah.

“Kita sarankan agar Kepala SKPD yang tidak mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik untuk meletakkan jabatan,” Sampaikan Edi saat membacakan hasil pembahasan Banggar terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2014 dalam Rapat Paripurna kedelapan masa persidangan II tahun sidang 2015, Senin (31/8/2015) yang lalu. (dro/mirwan)




Manggala Agni INHU Terus Upayakan Pemadaman Karhutla

Rengat (detikriau.org) – Manggala Agni Kabupaten  Indragiri Hulu (Inhu) terus berupaya untuk memadamkan kebakaran lahan yang terjadi wilayah  Inhu. Hal tersebut dikatakan  oleh kepala Ops Manggala Agni  Kab. Inhu, Ismail kepada wartawan, Sabtu (5/9).

“Hingga saat ini, tim kita terus upayakan pemadaman yang terjadi di desa Rawa Mangun dan Rawa Asri, kecamatan Rengat  serta desa Penyaguan, Kecamatan Gangsal  ”, ungkapnya.

Disambungnya, dalam upaya memadamkan kebakaran tersebut, pihaknya sudah menurunkan sebanyak 4 (empat) tim,  yang masing-masingnya beranggotakan delapan orang “kita menurunkan empat tim dan masing-masing tim dibekali dengan satu unit mesin pemadam.”, ucapnya.

Disampaikannya, karhutla sudah menyebabkan asap tebal di wilayah Inhu dan sangat menggangu jarak pandang “asap pada pagi hari sangat tebal dengan jarak pandang hanya berkisar 200 meter namun siang sudah sedikit menipis karena dibawa angin”, sebutnya.

ditambahkan Ismail, pihaknya tidak akan pernah bosan dan akan terus memadamkan kebakaran yang terjadi di wilayah Inhu hingga tuntas“kita juga menghimbau masyarakat untuk bersama-sama membantu petugas dalam upaya memadamkan api”, tutupnya. (Zal)




231 Pasien Terdaata Gejala ISPA, Ini Hasil Sementara Pengukuran Kabut Asap di Inhil

“Kualitas Udara Tidak Sehat dan Berbahaya”

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga Kamis (3/9/2015) kemarin, jumlah masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dengan gejala-gelaja Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sudah mencapai sebanyak 231 orang.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Herman Mahat SKM MM terkait dengan kondisi kabut asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah Negeri Seribu Parit sejak beberapa waktu belakangan ini.

Dikatakan Herman, berdasarkan hasil sementara pengukuran kabut asap yang dilakukan oleh Team Balai Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BTKL) Kelas I Batam bekerjasama dengan Diskes Inhil dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tembilahan, diketahui bahwa kondisi kabut asap di Kabupaten Inhil sudah tidak sehat.

“Ini baru hasil sementara, untuk kepastiannya kita tunggu Hari Sabtu (5/9/2015) besok dari BTKL Kelas I Batam,” tutur Herman saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, Jum’at (4/9/2015).

Adapun hasil sementara pengukuran kabut asap di Kabupaten Inhil pada Rabu (2/9/2015) kemarin, yakni :

  1. Pukul 04.30 WIB, hasil ISPU 152, kategori tidak sehat.
  2. Pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB, hasil ISPU >499, kategori berbahaya.
  3. Pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB, hasil ISPU 114-221, kategori tidak sehat.
  4. Pukul 15.30 WIB, hasil ISPU >500, kategori berbahaya.
  5. Pukul 18.30 WIB, hasil ISPU 61, kategori sedang.
  6. Pukul 21.30 WIB, hasil ISPU 114, kategori tidak sehat.

“Dengan hasil sementara ini, kita imbau masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan dan antisipasi terhadap dampak kabut asap, seperti dengan menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah, banyak mengkonsumsi buat, minum air putih dan vitamin, serta segera memeriksakan diri apabila terkena gejala-gejala ISPA, yakni batuk, filek dan sesak nafas,” imbuhnya. (adi/adv)

 




Ingin Anaknya Bisa Sekolah di IPDN, Ayah Ini Ditipu Hingga Ratusan Juta

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mukhtar (53) warga jalan Telaga Biru Tembilahan ini terpaksa gigit jari, jangankan anaknya lulus IPDN, ia malah tertipu hingga ratusan juta rupiah oleh warga Batam berinisial SE (50).

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Kamis (23/7/2015) menerangkan, motif penipuan ini terjadi karena korban ingin anaknya atas nama Yosa Saputra lulus tes masuk salah satu sekolah IPDN pada bulan Januari 2011 silam.

“Waktu itu korban didatangi oleh pelaku yang menawarkan untuk membantu mengurus anak korban masuk sekolah IPDN, namun dimintanya uang sebesar Rp 250 juta. Kemudian korban menawar kepada terlapor agar dikurangi menjadi Rp 225 juta, dan ini disepakati,” sampaikan Warno.

Disaat anak korban mengikuti tes seleksi dan si korbanpun secara bertahap mengirimkan uang ke rekening pelaku mulai dari tanggal 18 Januari 2011 hingga 17 Juni 2011 dengan total Rp 186.500.000.

Tak lama kemudian, korban menerima hasil kurang menyenangkan, anaknya tidak lulus mengikuti tes seleksi bersekolah di IPDN. Dengan demikian, korban pun menuntut pelaku untuk mengembalikan uangnya. Namun sampai saat ini pelaku belum juga memenuhi tuntutan korban.

“Atas peristiwa tersebut, korban mengaku ditipu dan melaporkan ke petugas Polsek Tembilahan dan saat ini pelaku sudah diamankan,” tutup PAUR Humas Polres Inhil. (mirwan)




Ketersediaan Mesin Pertanian di Inhil Masih Sangat Minim

Bupati Inhil, HM Wardan tampak mencoba mempergunakan Alsintan dalam kegiatan panen benih padi unggul di Ballai Benih Pertanian Pekan Arba beberapa waktu lalu
Bupati Inhil, HM Wardan tampak mencoba mempergunakan Alsintan dalam kegiatan panen benih padi unggul di Ballai Benih Pertanian Pekan Arba beberapa waktu lalu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga saat ini, sarana pendukung berupa alat pertanian yang tersedia di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih sangat minim.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Inhil dicontohkan seperti tanam padi di Kecamatan Tembilahan Hulu. Dimana dengan luas tanaman padi hingga 2.253 hektare, ketersediaan RMU hanya 7 unit, sedangkan yang dibutuhkan seharusnya sekitar 23 unit. Selanjutnya power threser terdapat 19 unit padahal yang dibutuhkan normal seharusnya sebanyak 131 unit.

Dicontohkan lagi seperti Kecamatan Batang Tuaka. Dimana luas tanam padinya sekitar 3.672 hektare, RMU yang tersedia hanya ada 22 unit sementara yang dibutuhkan sebanyak 26 unit, dan untuk power thresernya yang ada 45 unit, sedangkan yang dibutuhkan sebanyak 199 unit.

“Itu hanya sebagian contoh saja, masih ada lagi contoh lain seperti tanaman jagung. Yang jelas, kita merasa masih membutuhkan beberap jenis alat pertanian seperti, Rice Milling Unit (RMU), Power threser, dan corn seller,” jelas Kepala DTPHP Kabupaten Inhil melalui Kabid Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Juni Astuti, Senin (9/3/2015).

Katanya, beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil ini telah memiliki beberapa alat Alsintan tersebut, hanya saja terkendala oleh jumlah.

Dengan demikian, mulai saat ini pihaknya gencar mengkoordinasikan kepada Pemprov atas persoalan tersebut. Bahkan, juga digencarkan hingga ke Pemerintah Pusat. “Hal ini dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat kita juga, dan merupakan salah satu bentuk upaya pencapaian program Swasembada Pangan yang telah dicanangkan oleh Presiden RI,” tutupnya.(mirwan/adv pemkab inhil)




Masih Kumpulkan Bukti, Polres Inhil Ngaku Incar Salah Seorang Pejabat di Inhil

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga saat ini, Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir (Inhil) mengaku masih mengumpulkan bukti-bukti sebelum akan menangkap salah seorang pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Inhil sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Pasalnya, 2 alat bukti yang diharuskan ketentuan dan peraturan yang berlaku masih belum lengkap, sehingga pejabat yang disebut-sebut itu belum ditahan oleh Polres Inhil.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kasat Reskrim, AKP Ade Zamrah saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, namun ia tidak menyebutkan secara rinci persoalan ini.

“Masih kita proses, jadi belum dapat kita rincikan,” tutur Ade kepada awak media, Sabtu (21/2/2015).

Apabila seluruh berkas sudah lengkap, lanjut Ade, maka pihaknya akan memberikan informasi tersebut.

“Jika sudah P21 dengan kejaksaan, pasti kita undang semua teman-teman media untuk ekspose,” imbuhnya.(adi)