7 Bayi Gizi Buruk Ditemukan di Tembilahan, Orang Tua Diminta Rutin Periksakan Bayinya ke Posyandu

Camat Tembilahan, M Syatir Hasan memberikan sambutan saat penyerahan bantuan bagi 5 pasien gizi buruk, di UPT Puskesmas Gajah Mada Tembilahan.
Camat Tembilahan, M Syatir Hasan memberikan sambutan saat penyerahan bantuan bagi 5 pasien gizi buruk, di UPT Puskesmas Gajah Mada Tembilahan.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh orang tua di Kota Tembilahan dan sekitarnya terutama yang memiliki bayi diminta, untuk rutin melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan bayinya di Posyandu.

Permintaan tersebut disampaikan Camat Tembilahan, M Syatir Hasan terkait dengan ditemukannya 7 pasien atau bayi penderita gizi buruk di Kecamatan Tembilahan.

Diakui Syatir, dirinya sangat terkejut setelah mendapatkan informasi dan mengetahui adanya masyarakat di Kecamatan Tembilahan yang mengalami gizi buruk, khususnya pada bayi di wilayah Tembilahan Hilir.

“Saya yakin, kalau kita cari dan teliti lagi, masih banyak kasus-kasus seperti ini yang belum terdata, apalagi di desa-desa yang jauh dan terpencil,” tutur Syatir.

Oleh karena itu, ketika melihat adanya kelainan pada bayi, hendaknya para orang tua segera memeriksakan bayinya ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), seperti Posyandu.

“Kita minta para ibu lebih memperhatikan dan rutin memeriksakan kesehatan anaknya, sehingga generasi muda kita ini dapat tubuh serta berkembang dengan sehat dan kuat,” tambahnya.

Selanjutnya, Syatir meminta kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, untuk rutin melakukan pendataan dan mengawasi kesehatan masyarakat, serta melakukan berbagai langkah pencegahan dan pengobatan.

“Kita juga mengimbau kepada para donatur yang memiliki kelebihan dan kemampuan, untuk mau peduli dengan sesama dan memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya. (adi)

 

 




Kurang Dana, Kata Camat, Pengaspalan jalan Jadi Tidak Tuntas

Jalan H Hasan ini salah satu titik badan jalan yang terabaikan dalam perbaikan pembanguna jalan Pelangiran Besar
Jalan H Hasan ini salah satu titik badan jalan yang terabaikan dalam perbaikan pembanguna jalan Pelangiran Besar

PELANGIRAN (detikriau.org) – Perbaikan badan jalan yang telah dibangun di pusat ibu kota kecamatan Pelangiran dinilai masih belum maksimal. Hal ini disebabkan masih terdapat beberapa titik ruas jalan yang belum tuntas dikerjakan.

“Saya pikir bangunan jalan di Pelangiran Besar ini belum bisa dikatakan maksimal, masak tidak keseluruhannya diperbaiki,” keluh Supri, salah seorang warga setempat, Jum’at (30/1/2015).

Mirisnya lagi, diantara beberapa titik badan jalan yang tidak disemenisasi tersebut tepat pada badan jalan yang rusak parah seperti jalan H Hasan parit 3. atas persoalan itu sangat diharapkannya kepada Pemerintah untuk benar-benar serius memperhatikan kondisi bangunan yang akan dinikmati bersama.

“Kita berharap Pemerintah Daerah melalui dinas terkait maupun Pemerintah Kecamatan tidak sekedar membangun, tapi perhatikan hasil dari bangunan itu bisa memuaskan,” pintanya.

Sementara itu, Camat Pelangiran Sutarno Wandoyo S Sos MH saat dikonfirmasi menerangkan bahwa setelah pekerjaan pembangunan perbaikan badan jalan Pelangiran Besar beberapa waktu lalu itu terdapat permasalah. Sebab, para pekerja tidak menyelesaikan secara tuntas.

Permasalahan tersebut dikatakannya bahwa para pekerja tidak melakukan pengaspalan secara menyeluruh, masih ada sekitar 40 meter yang tidak terselesaikan. Meski begitu, ia telah mendapat pernyataan nantinya akan diselesaikan.

“Memang tidak semua disemenisasi karena keterbatasan dana, karena dana yang disediakan dari APBD Kabupaten Inhil kurang sedikit dari jumlah Rp 1 Miliyar. Pengaspalan jalan itupun masih ada sekitar 40 meter, tapi persoalan tersebut sudah kami bicarakan,” kata Sutarno.(mirwan)