Bupati Inhil Ajak Masyarakat Gapai Kebahagian Melalui Pengorbanan

Bupati Inhil menyampaikan sambutan pada pelaksanaan Shalat Idul Adha 1435 H. Foto; Agustan/humas pemkab inhil
Bupati Inhil menyampaikan sambutan pada pelaksanaan Shalat Idul Adha 1435 H. Foto; Agustan/humas pemkab inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan menyebutkan bahwa Hari Raya Idul Adha atau yang lebih dikenal dengan hari Raya Kurban telah memberikan pelajaran kepada seluruh umat islam tentang jalan menuju kebahagiaan melalui pengorbanan sebagaimana apa yang telah dilakukan oleh Nabi Ismail As dan Nabi Ibrahim As.

Selain itu, melalui semangat Hari Raya Idul Adha, Bupati yang dikenal agamis ini mengajak seluruh masyarakat khususnya masyarakat di kabupaten Indragiri hilir untuk turut bersama-sama membangun dan memajukan Negeri Seribu Parit.

Bupati dan Wakil Bupati serta unsur Muspida Inhil laksanakan Shalat Idul Adha 1435 H
Bupati dan Wakil Bupati serta unsur Muspida Inhil laksanakan Shalat Idul Adha 1435 H

“Membangun Negri yang kita cintai ini dengan penuh keikhlasan dan pengorbanan, demi tercapainya kesejahteraan masyarakat menuju Inhil yang lebih maju, bermarwah dan bermartabat.” Ajak Bupati

Pelaksanaan Sholat Idul Adha yang dilaksanakan dilapangan upcara jalan Gadjah Mada ini juga tampak dihadiri oleh Wakil Bupati inhil, H Rosman Malomo, Unsur Forkompimda serta beberapa pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil dan ribuan umat islam di Tembilahan.

Bertindak selaku imam adalah Imam Masjid Agung Batam, Kepulauan Riau, H Muhammad Alwi dan Khatib dari Imam besar Masjid Universitas Riau (Unri), H Tajuddin Noor.(gus/adv pemkab Inhil)




Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha pada 4 Oktober

sapiJAKARTA — Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1435 Hijriah pada Sabtu, 4 Oktober 2014 Masehi, sesuai data dan kesimpulan hasil “hisab hakiki”.

Dalam siaran persnya, Rabu (24/9), dikatakan hisab hakiki adalah metode yang berpatokan pada gerak benda langit, khususnya matahari dan bulan sebenarnya.

Dalam siaran pers yang ditandatangani Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, M.A itu tercatat tiga kriteria “wujudul-hilal” sudah terpenuhi. Ketiganya yakni harus sudah terjadi ijtimak (konjungsi) antara bulan dan matahari, ijtimak terjadi sebelum terbenam matahari, dan ketika matahari terbenam bulan belum terbenam, atau bulan masih berada di atas ufuk.

Pada Idul Adha tahun ini, ijtimak menjelang bulan Dzulhijah 1435 H terjadi pada Rabu Legi, 24 September 2014 pukul 13.15 WIB atau pukul 09.15 Waktu Arab Saudi, karena selisih waktu WIB dengan Arab Saudi adalah empat jam.

Ijtimak terjadi pada siang hari di Yogyakarta yang berarti ijtimak terjadi sebelum terbenam matahari di daerah tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa kriteria pertama dan kriteria kedua “wujudul-hilal” sudah terpenuhi, yakni terbenam matahari di Yogyakarta, Rabu (24/9) pukul 17.35 WIB, sehingga umur bulan pada saat itu 04 jam 19 menit 45 detik.

Untuk kriteria ketiga juga sudah terpenuhi karena berdasarkan perhitungan tersebut, pada saat terbenam matahari di Yogyakarta, 24 September 2014, bulan masih di atas ufuk dengan ketinggian 0′ 30′ 04′.

Hal itu berarti, saat matahari terbenam, bulan belum terbenam, sehingga hilal sudah wujud.

Dengan terpenuhinya ketiga kriteria tersebut maka ditetapkanlah pada 1 Dzulhijah 1435 H dimulai pada saat terbenam matahari, Rabu (24/9), dan konversinya dengan kalender Masehi ditetapkan pada keesokan harinya, Kamis (25/9).

Sementara itu, Kementerian Agama akan menggelar Sidang Itsbat (penetapan) awal Dzulhijjah 1435 H/2014 M pada 24 September 2014 dan pada perhelatan tahunan tersebut seluruh ormas Islam akan diundang. Keputusan yang disepakati dalam Sidang Itsbat akan disampaikan secara luas kepada masyarakat oleh pejabat Kementerian Agama dan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia. (republika)