Pemkab Diminta Anggarkan Harga Satuan Hingga Kecamatan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait diminta untuk menganggarkan harga satuan pekerjaan hingga di tingkat kecamatan.

Hal itu dimaksudkan agar proses pembangunan di seluruh wilayah di Negeri Seribu Parit ini, dapat berjalan dengan baik dan lancar, tanpa adanya kendala dan hambatan di lapangan, baik yang menyangkut masalah hukum maupun persoalan lainnya.

Seperti yang diungkapkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Ferryandi saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I bersama sejumlah Kepala Desa (Kades), di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas, belum lama ini.

Menurut penilaian Ferryandi, Pemkab Inhil melalui Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Sekretariat Daetah (Setda) sangat lamban dalam menetapkan harga satuan di setiap pekerjaan yang dilaksanakan.

Padahal, seharusnya harga satuan di setiap kecamatan itu berbeda-beda, tergantung jarak tempuh atau jauh dekatnya lokasi pekerjaan pembangunan yang telah ditetapkan.

“Ini menjadi satu kendala bagi pihak kecamatan, karena kecamatan yang jauh harus disamakan harga satuannya dengan kecamatan yang terdekat dengan Ibukota Kabupaten. Sedangkan, jarak dan lokasinya jauh berbeda,” tutur Ferryandi.

Oleh karena itu, politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini meminta agar Bagian Ortala Setda, dapat menganggarkan harga satuan pekerjaan sampai di tingkat kecamatan.

“Ini perlu menjadi perhatian serius pihak terkait, karena jika keluar dari aturan dan buku pintar yang dipegang oleh Bagian Ortala, maka pekerjaan itu bisa disebut mark up,” pungkasnya. (adi/adv)




Pemkab Inhil Diminta Segera Laksanakan Pasar Murah

Anggota DPRD Inhil, Malian Ghazali
Anggota DPRD Inhil, Malian Ghazali

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mengingat harga kebutuhan pokok yang cenderung meningkat selama Bulan Suci Ramadhan hingga memasuki Hari Raya Idul Fitri 1436 H ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta segera melakukan operasi pasar dengan menggelar pasar murah.

Permintaan tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Inhil, Malian Ghazali saat ditemui detikriau.org di Kantor DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Selasa (7/7/2015).

Dikatakan Malian, keberadaan pasar murah dalam kondisi seperti saat ini tentunya sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kabupaten Inhil, terutama bagi mereka yang kurang mampu.

Dengan adanya pasar murah, setidaknya mampu membantu dan meringankan beban masyarakat terhadap banyaknya biaya yang dibutuhkan selama Bulan Puasa dan menjelang lebaran.

“Jadi, kita minta Pemkab Inhil melalui satuan kerja (satker) terkait untuk secepatnya melakukan operasi pasar dengan melaksanakan pasar murah,” tutur Malian.

Dijelaskan politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, pasar murah merupakan salah satu program dan agenda yang sudah ditetapkan oleh Pemkab Inhil setiap tahunnya. Oleh karena itu, seharusnya program ini sudah dipersiapkan secara matang dan bisa dilaksanakan secepat mungkin.

“Kalau tidak sekarang kapan lagi, karena kebutuhan saat ini sudah sangat banyak, belum lagi harga kebutuhan pokok yang terus mengalami kenaikan,” terangnya.

Langkah ini sangat penting, lanjut Malian, apalagi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kondisi pasar pada tahun 2015 ini terlihat sepi dikarenakan belum berjalannya berbagai kegiatan dan murahnya harga kelapa masyarakat.

“Jadi, kita minta Pemkab Inhil lebih peka terhadap keadaan masyarakat, salah satunya dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok yang harganya murah dan terjangkau oleh masyarakat kurang mampu melalui pasar murah,” imbuhnya. (adi/adv)




Harga Beras Di Inhil Masih Stabil

foto0822Tembilahan (detikriau.org) – Kenaikan harga jual beras dipasaran dihampir seluruh daerah di Indonesia, hingga saat ini belum terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir khususnya di Kota Tembilahan. Harga jual beras dipasaran dipastikan masih diperjualbelikan dengan harga normal.

“pantauan kita disejumlah pasar dikota Tembilahan belum ada kenaikan harga. Kita berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan agar tidak memberatkan masyarakat,” Ujar kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy kepada awak media melalui sambungan selularnya, rabu (25/2)

Ditambahkannya, sebagai instansi yang bertugas dibidang perdagangan dan industri, mantan kepala Dinas Perhubungan Inhil ini menyatakan bahwa untuk memastikan perdagangan tetap berjalan dengan baik, pihaknya secara rutin melakukan pengawasan terutama terhadap komodity yang menyangkut kebutuhan pokok masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari sejumlah pedagang beras di pasar pagi jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, dibenarkan pedagang belum ada kenaikan harga. “Masih normal. Harga masih stabil seperti biasa. Harga beli kita dari pemasok juga masih normal,” Ujar salah seorang pedagang di pasar pagi, Herman, rabu (25/2)

Untuk beberapa merk beras asal jambi, seperti Cucak Rowo, Panda, Rambutan dan beberapa merk lainnya dipasarkan dengan kisaran harga Rp 10,5 ribu – Rp 11 ribu perkilo. Sedangkan untuk beras asal sumbar seperti KRS sebelumnya dipasarkan seharga Rp 13 ribu kini naik menjadi Rp 13,5 ribu.

“tapi kenaikan KRS ini sudah terjadi sejak beberapa minggu yang lalu. Biasanya kenaikan terjadi hanya disebabkan tingginya permintaan dari masyarakat,” Tandas Herman.(mirwan)




Tahun Baru, Harga Sembako Stabil

pedagang-pasarTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pasca momen pergantian tahun baru 2015 serta beriringan dengan turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, harga kebutuhan sembako di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih stabil seperti biasa.

“Sayur-sayuran masih stabil. seperti tomat salah satunya, harga masih dikisaran 13 ribuan per kilo, kalaupun ada yang tinggi, itu hanya kebijakan si penjuannya saja,” kata salah satu pedagang sembako di pasar terapung jalan Yos Sudarso Tembilahan Saleh (26), senin (5/1/2015)

Ditambahkan Saleh, harga sejumlah kebutuhan pokok memang sedikit mengalami kenaikan menjelang pergantian tahun kemaren. Namun tidak pada semua kebutuhan, kenaikan hanya terjadi beberapa kebutuhan pokok yang berkiatan dengan momen natal dan tahun baru.

Menurut Anto, salah seorang pedagang ikan di pasar parit 11 Kecamatan Tembilahan Hulu nyatakan bahwa harga ikan juga relative stabil. Harga ikan menurutnya lebih dipengaruhi dari tercukupinya atau tidak pasokan ikan dari pedagang besar.

“kalau pasokan normal, harga biasanya tidak ada perobahan. Meski untuk beberapa komoditas seperti kepiting harga cukup melonjak. Hal ini lebih disebabkan karena minimnya pasokan.” Ujar Anto sambil mengatakan nelayan sekarang lebih memasarkan kepiting ke Batam dan Singapura karena harga jual yang lebih tinggi dibandingkan pasar lokal,

Sementara tu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil melalui Kabid Perdagangan, Raja Taruna S Sos membenarkan hingga kini harga sembako masih stabil, tidak ada terjadi kenaikan maupun penurunan drastis.

“Sebagian besar harga sembako saat ini masih tercatat pada harga normal, meski beberapa sembako ada yang turun harganya dan sebahagian ada juga yang naik. Namun persoalan itu biasa terjadi di pasaran,” Sampaikannya, senin (5/1)

Ditambahkan Raja Taruna setidaknya ada tiga jenis sembako mengalami penurunan seperti, daging ayam Ras pada akhir tahun kemaren dengan harga Rp 28 ribu, harga Wortel Rp 15 ribu dan terakhir harga Tomat Rp 13 ribu.

“Harga masing-masing jenis sembako itu mengacu pada catatan pada tanggal 30 Desember 2014 lalu, dan memasuki awal tahun ini dimulai mengacu pada tanggal 2 Januari 2015. Masing-masingnya kini mengalami penurunan sekitar Rp 1000 perkilo,” tambahnya.

Untuk kebutuhan lainnya seperti Beras, minyak goreng, gula dan lainnya tidak ada perobahan. Kalaupun ada kenaikan atau penurunan masih dalam batas normal. Tandasnya. (mirwan)




Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik

sembako1Tembilahan (detikriau.org) – Harga sejumlah kebutuhan pokok di di kota Tembilahan menjelang Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 bergerak naik.

Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikkan di antaranya beras, ikan, telur ayam ras, kacang tanah, daging ayam potong, bawang putih, bawang merah, cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit serta sejumlah kebutuhan lainnya.

“Biasa bang setiap menjelang akhir tahun seperti ini. Apalgi belakangan ini memang sudah dipengaruhi kenaikan BBM,” Ujar salah seorang pedagang dipasar kayu jati Kecamatan Tembilahan Hulu, Amat, selasa (29/12).

Untuk daging ayam ras menurut amat memang biasanya akan mengalami peningkatan permintaan apalagi menjelang malam pergantian tahun. Sedangkan sejumlah sayur mayur lebih disebabkan sedikit berkurangnya pasokan karena penurunan produksi akibat pengaruh cuaca. “Itu menurut sejumlah pemasok sayur mayur dari sumbar,” Kata Amat

Salah seorang pembeli warga setempat, Ny. Imis mengakui kenaikkan beberapa kebutuhan keseharian ini cukup berat dirasakan masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah seperti diriya.

“Sudah berat dengan adanya kenaikkan BBM dan listrik akhir tahun 2014 ini nanti bakal ditambah dengan rencana pemerintah menaikkan harga gas dan lainnya,” keluh ibu dua anak yang mengaku bingung membagi biaya hidup sehari-hari termasuk kebutuhan biaya pendidikan anak-anaknya ini.(dro)




Ditingkat Petani, TBS Sawit Dibandrol Rp 4 hingga 6 ratus per kilo

sawitTEMBILAHAN (detikriau.org) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ditingkat petani masih dipatok Rp 600 an per kilo gram. Harga ini relative stabil sejak terjadinya penurunan beberapa waktu lalu.

“Sampai saat ini belum ada kenaikan yang berarti. Setelah kami kalkulasikan rata-rata harga sawit hanya Rp 600 per Kg,”ungkap Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Muktar T kepada detikriau.org, Rabu (10/9).

Bahkan untuk daerah tertentu, harga TBS sawit hanya berkisar Rp 400 per Kg. kondisi ini memang sangat dikeluhkan para penati yang hanya menggantungkan hidup dari hasil komoditi sawit.

“Kalau dibagian dalam, seperti Kecamatan Batang Tuaka harganya lebih murah. bisa dibawah harga rata-rata,”katanya.

Tak kunjung membaiknya harga TBS kelapa sawit juga dirasakan langsung oleh Agus, petani asal Kecamatan Kempas. Menurutnya banyak faktor yang menyebabkan merosotnya harga TBS kelapa sawit. Antara lain sebagai perusahaan penampung banyak memiliki kebun sendiri.

“Kalau saya rasa penyebabnya buah TBS kelapa sawit ditingkat petani banyak, pembeli kurang. Karena rata-rata perusahaan sudah memiliki kebun sendiri, oleh sebab itu mereka tidak bergantung dengan petani,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat mencarikan solusi kongrit supaya harga TBS kelapa sawit bisa normal seperti biasa. Minimal kata Agus harga TBS kelapa sawit bertahan Rp 1000 per Kg. kalau dibawah itu, petani masih kesulitan menutupi kebutuhan hidup.(dro/*1)