Yusril Persilakan Rizieq Shihab Tarik Anggota FPI dari PBB

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra bersama Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Ferry Noer berfoto dengan nomor urut partai politik peserta Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, 6 Maret 2018. KPU resmi menetapkan Partai Bulan Bintang dengan nomor urut 19 untuk Pemilu 2019. PBB disahkan sebagai peserta pemilu 2018 setelah menang dalam sidang ajudikasi penyelesaian sengketa pemilu. TEMPO/Fakhri Hermansyah

Bekasi– Tempo mewartakan, Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra, meminta calon anggota legislatif yang berafiliasi atau menjadi simpatisan Front Pembela Islam (FPI) agar mengundurkan diri.

“Sudah ada statement dari Habib Rizieq kepada anda (caleg dan pengurus PBB yang aktivis FPI) semua. Ya kami minta anda mengundurkan diri,” kata Yusril di Bekasi, Rabu, 30 Januari 2019.

Sikap Yusril tersebut tak lepas dari dukungan politik partainya kepada pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di pilpres 2019. Sedangkan, sejumlah kadernya masih ada yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Solahudin Uno. “Habib Rizieq silakan mau tarik anggota FPI dari PBB, silakan,” ujar dia.

Yusril menyebut, caleg PBB yang berafiliasi ke FPI tak lebih dari 15 persen dari seluruh kader partainya di Indonesia. Ia mencontohkan, di Sumatera Utara, dari 668 caleg hanya sekitar 23 orang yang tak sejalan dengan dukungan politik partai dalam pemilihan presiden.

“Di Sumatera Barat dari 536 yang deklarasi 30 orang, di DKI Jakarta ada 140 caleg, yang dukung Prabowo-Sandi ada sekitar 26 orang,” kata dia.

Yusril tak khawatir jika para caleg tersebut mengundurkan diri akan menggerus suara partainya. Justru, kata dia, dengan arah politik saat ini, banyak masyarakat mulai bergabung memberikan dukungan kepada partai berlambang bulan dan bintang tersebut. “Misalnya sekarang ini, Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (Aspataki) menyatakan dukungannya kepada PBB,” ujar dia.

Asosiasi itu mengklaim memiliki anggota hingga 190 perusahaan, dengan ratusan balai latihan kerja. Sedangkan jumlah pekerja migran yang masih ada di penampungan diperkirakan mencapai 3 juta orang. “Tidak khawatir sama sekali kehilangan suara dari massa FPI,” kata Yusril.




Dubes Arab Saudi: Kalau Habib Rizieq Bermasalah Pasti Sudah Dipenjara

Dubes Arab Saudi di PP Muhammadiyah/RMOL

Jakarta — Dutabesar Arab Saudi untuk Indonesia Osama Bin Mohammed memastikan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tidak memiliki masalah di Arab Saudi.

Osama menegaskan, tidak ada masalah selama Rizieq Shihab tinggal di Mekkah, baik itu masalah keimigrasian, maupun masalah penempelan bendera di dinding belakang kediamannya.

“Terkait tentang izin tinggal, kalau seandainya Habib Rizieq memiliki masalah di Kerajaan Arab Saudi, mungkin sudah dipenjara,” katanya di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta, Selasa (13/11) dilansir dari rmol.co

Dia menegaskan, kehidupan Rizieq Shihab masih terjamin. Ada perhatian dari pemerintah Saudi maupun Indonesia atas keberadaannya.

“Habieb Rizieq dalam hal ini masih terjamin kehidupannya, diperhatikan kehidupannya,” tukasnya.

Kedutaan Besar Republik (KBRI) di Riyadh sempat menyebur bahwa masa berlaku visa Rizieq Shihab sudah habis pada tanggal 9 Mei 2018 dan diperpanjang kembali dengan visa No 603724XXXX hingga akhir masa tinggal pada tanggal 20 Juli 2018.

Seharusnya, Rizieq Shihab kembali ke tanah air per 21 Juli 2018 untuk mengurus administrasi perpanjangan visa.