Tenaga Pendidik diminta Laksanakan Tugas dan Tanggungjawab Secara Optimal

“Lebih di Khususkan Bagi yang Bertugas diwilayah Terpencil”

Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas
Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tenaga pendidik atau guru yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk lebih optimal dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, terutama mereka yang ditempatkan di wilayah terpencil serta jauh dari ibukota kabupaten dan kecamatan.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil, Herwanissitas saat berbincang dengan awak media di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Herwanissitas, sebagai abdi negara, pemerintah dan masyarakat, seorang guru yang menyandang status Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus mau ditugaskan dimana saja, serta wajib bekerja sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku.

“Kepada seluruh guru yang berada di daerah pedesaan, diharapkan untuk lebih pro aktif dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pengajar, terlebih lagi sebagai seorang PNS,” tutur pria yang akrab disapa Sitas ini.

Politisi Partai Pebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini menilai, kebanyakan tenaga pengajar yang ditugaskan di wilayah yang jauh dari ibukota kabupaten sering melalaikan tugasnya dengan berbagai alasan.

“Banyak kita dengar mereka yang mengajar di daerah yang jauh itu tidak maksimal dalam mengajar, apalagi mereka tidak berdomisili di daerah tempat mereka ditugaskan itu,” tambahnya.

Kendari dirinya tidak menampik bahwa kekurangan tenaga pengajar dari kalangan PNS di Kabupaten Inhil juga mempengaruhi mutu pendidikan, lanjut Sitas, namun dengan adanya tenaga pengajar honorer diharapkan bisa membantu untuk peningkatan kualitas pendidikan di Inhil.

“Kita juga berharap agar para guru PNS bisa berdomisili di tempat mereka mengajar, sehingga tidak ada alasan tidak masuk mengajar, yang berimbas kepada hak anak-anak atau generasi penerus untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” imbuhnya. (adi)

 




Bobol Rumah Guru, Pria Pengangguran Ini Sikat Sejumlah Harta Benda

Ilustrasi maling. foto: net
Ilustrasi maling. foto: net

Tanah Merah (detikriau.org) – RA alias Boy (25), warga RW 04 desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah terpaksa diamankan petugas kepolisian karena terlibat tindak pidana pencurian di kediaman seorang guru, Helfianto (47) warga jalan Perintis RW 05 desa Tanah Merah, Sabtu (20/2/2016).

Berdasarkan laporan polisi nomor: LP/05/II/2016/ Res Inhil/Sek Tanah Merah tentang tindak pidana Curat, pria pengangguran ini beraksi disaat korban sedang tertidur lelap dini hari. Pelaku masuk kerumah korban dengan cara mencungkil dinding dan membuka pintu rumah bagian belakang.

Korban terjaga dari tidur sekitar pukul 04.00 WIB. Kala itu baru disadarinya pintu rumah sudah terbuka lebar. Merasa curiga, korban memeriksa kondisi dalam rumah dan didapati sejumlah harta benda miliknya sudah raib.

“Pagi itu juga petugas kita langsung melakukan penyidikan, sekitar pukul 09.30 WIB, pelaku berhasil ditemukan beserta sejumlah barang bukti,” ungkap PAUR Humas Polres Indragiri Hilir (Inhil), Iptu Warno Akman.

Adapun barang bukti hasil curian adalah berupa 1 unit laptop merk lenovo beserta charger, 2 unit Handphone merk Samsung dan Cross, 1 buah tabung gas LPG 3 kg dan 1 buah cas jepit warna orange. (Mirwan)




Tingkatkan SDM, Pemkab Inhil Upayakan Pemerataan Guru

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) akan tetap berupaya untuk melakukan pemerataan guru atau tenaga pendidik hingga di seluruh pelosok-pelosok daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, H Fauzar usai menghadiri Rapat Paripurna ke-1 DPRD, dengan agenda pembukaan masa sidang ketiga tahun sidang 2015 dan penyampaian laporan hasil Reses II tahun 2015, di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Fauzar, dalam rangka mendukung dan meningkatkan kualitas pendidikan di Negeri Seribu Parit, Pemkab Inhil akan terus melakukan evaluasi terhadap keberadaan guru-guru di daerah.

“Ini merupakan bentuk komitmen kita, untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Inhil,” tutur Fauzar menanggapi salah satu hasil reses yang disampaikan saat itu.

Ditegaskan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil ini, ke depan Pemkab Inhil tidak ingin lagi mendengar dan mendapatkan laporan tidak adanya guru PNS di suatu daerah, karena keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat terutama para pelajar.

“Karena itu, kita harapkan dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak terkait, supaya lebih memperhatikan dan memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan,” imbuhnya. (adi/adv)




Bupati: Guru Jangan Gegabah Putuskan Untuk Melakukan Pinjaman Kredit.

BAGANSIAPIAPI, (detikriau.org) – Bupati Rokan Hilir, H Suyatno meminta kepada guru baik guru PNS maupun guru honorer tidak gegabah dalam memutuskan untuk melakukan pinjaman kredit. Apalgi hanya kebutuhan yang dinilai kurang mendesak.

”Siapa yang tidak butuh uang. Saya saja pernah mengajukan kredit pinjaman dengan menggadaikan SK. Namun apa akibatnya, ketika saya mencalonkan diri untuk menjadi Bupati pada tahun 2006, saya kewalahan mencari dana,” kata Bupati Rokan Hilir, Suyatno, A.Mp saat menghadiri acara seminar guru, Kamis (3/4/2015) di Gedung Serba Guna Bagansiapiapi.

Ketika terjadi persaingan dalam hidup, kata Suyatno, orang akan berlomba -lomba mencari prestise agar bisa diterima di lingkungan sosialnya. Digambarkan Bupati, dahulu anak SMP jika ke sekolah kebanyakan berjalan kaki atau paling banter menggunakan sepeda. Namun seiring dengan perjalanan waktu, kebiasaan itu diganti dengan menggunakan sepeda motor.

Bagi orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi, tentu tidak aka ada persoalan. Tapi bagi yang ekonominya pas-pasan dan ingin mengikuti gaya ini bagi kebutuhan anaknya, tentulah harus mengajukan kredit motor.

Menurut Suyaatno, memang ada MoU antara PGRI dengan Bank Mandiri dalam pemberian fasilitas kredit pinjaman dengan persyaratan yang lunak . Namun, dari pihak PGRI sendiri, juga harus memberikan keyakinan kepada pihak bank agar tidak lagi meminjam kepada lembaga keuangan informal yang nyata-nyata akan memberatkan guru itu sendiri ketika mencicil kredit bunga pinjaman setiap bulannya.

”Kita tidak bisa pungkiri, selama ini guru meminjam uang kepada lembaga keuangan informal lainnya. Untuk itu, butuh kepercayaan penuh kepada bank agar seluruh guru tidak lagi meminjam di lembaga informal itu. Cukup di Bank Mandiri. Untuk itu, perlu peran PGRI untuk mengakomodir seluruh anggotanya,” tutup Suyatno.( tris/adv/*)




Sambutan Ketua PGRI Riau Terkesan Dicueki

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Penyampaian Kata sambutan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau Prof Dr H Isjoni Msi pada acara pengukuhan pengurus PGRI Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Sabtu (21/3/2015) kemaren terkesan dicueki.

Kenapa tidak, ketika ia sedang berkicau, sejumlah anggota PGRI Kabupaten Inhil yang hadir malam itu sibuk berbincang tak menentu dengan teman seprofesinya.

Padahal, secara tidak langsung Ketua PGRI Riau dalam sambutannya sempat menyinggung bahwa seorang guru itu harus jadi panutan, tidak hanya pada murid, namun juga menjadi percontohan oleh sejumlah kalangan yang berkompeten.

“Jangankan anggota PGRI, guru secara umum itu juga harus tanggap, minimal memperhatikan dari segala aspek yang berkenaan dengan bahasan kemajuan pendidikan, apalagi kita sebagai anggota yang tercatat resmi,” katanya.

Meski begitu, perbincangan sesama anggota tersebut tetap berlanjut tanpa henti hingga akhir sambutan Ketua PGRI Provinsi Riau.

Mirisnya lagi, dari pantauan awak media di lapangan, ketika giliran sambutan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, sejumlah guru yang duduk di barisan kanan ruangan dan belakang itu malah meninggalkan ruangan acara dan memilih untuk pulang langsung.(mirwan)




Guru Jangan Pilih Kasih, Adriyanto : Tidak Mesti Siswa Bandel itu Jadi Penjahat

adriantoTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh guru atau tenaga pendidik yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik mungkin. Pasalnya, masa depan suatu bangsa atau daerah sangat bergantung pada generasi penerus yang dididiknya.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Adriyanto saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Adriyanto, profesi guru merupakan salah satu pekerjaan mulia, yang dapat digeluti oleh siapa saja yang dinilai mampu dan telah memenuhi berbagai persyaratan, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Oleh karena itu, siapa saja yang telah diberi amanah dan kepercayaan untuk mengemban profesi tersebut, hendaknya dapat melaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

“Contohnya dalam mendidik para siswa di sekolah, seorang guru jangan pernah pilih kasih dan membeda-bedakan anak didiknya, apalagi kepada siswa yang bandel,”

tutur Adriyanto.

Dijelaskan politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Inhil ini, tidak mesti siswa yang bandel itu menjadi penjahat nantinya, karena banyak juga mereka yang dulunya bandel di sekolah, sekarang bisa berhasil serta mampu menduduki jabatan tertentu dan strategis di Negeri Seribu Parit.

“Jadi, jangan sepelekan siswa, tetap berikan motivasi dan dukungan kepada mereka, untuk menjadi lebih baik dan meraih cita-cita di masa depan,” imbuhnya. (adi/adv)