Sudah Masuki Triwulan 3 Tahun 2015, Plt Sekda Inhil Harap Dana Desa Segera Dicairkan

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Mengingat saat ini sudah memasuki pertengahan Bulan Agustus tahun 2015, maka diharapkan dana program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) dapat segera dicairkan, sehingga bisa langsung dilaksanakan pekerjaannya.

Hal itu disampaikan Plt Sekda Inhil, H Fauzar usai memimpin rapat terbatas, guna membahas terkait persoalan dana desa, yang hingga kini belum ada satupun yang cair dan terealisasi, Kamis (6/8/2015).

Rapat terbatas yang digelar di aula lantai 5 Kantor Bupati, Jalan Akasia Tembilahan ini, diikuti Asisten III Setda, Afrizal, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), H Yulizal, sejumlah pejabat eselon dan camat se-Kabupaten Inhil.

Dikatakan Fauzar, seluruh pihak yang terkait dalam pelaksanaan program DMIJ, harus bekerja dengan lebih giat lagi, guna mempercepat pencairan dana program yang menjadi unggulan Pemkab Inhil selama 5 tahun ini.

“Keterlambatan pencairan dana ini telah memasuki masa triwulan ketiga di tahun 2015, karena itu harus disikapi secara serius oleh seluruh stakeholder terkait,” tutur Fauzar.

Dijelaskan Fauzar, keterlambatan ini disebabkan adanya perubahan peraturan perundang-undangan alokasi dana desa, namun hal itu telah didiskusikan dengan berbagai pihak yang ada.

“Diharapkan, dana desa ini bisa secepatnya dicairkan, supaya berbagai program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik dan maksimal hingga akhir tahun nanti,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal juga berharap kepada seluruh SKPD terkait, untuk dapat membantu kelancaran pencairan dana desa ini, sesuai dengan keputusan Dirjen yang mengimbau kepada seluruh instansi agar tidak mempersulit pencairan dana desa.

“Dengan diadakannya rapat ini, diharapkan ke depan seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Inhil, untuk dapat bekerjasama dan membantu proses pencairan dana desa, karena desa merupakan ujung tombak kemajuan di setiap daerah,” imbuhnya. (adi/adv)




Dewan Minta Pemkab Inhil Berikan Pembinaan Bagi Rekanan dan Kepala SKPD

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk memberikan pembinaan terhadap para rekanan dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungannya.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama sejumlah SKPD terkait, guna membahas tentang progres kegiatan dan pembangunan tahun 2015, di ruang Banggar Gedung DPRD, Jalan HR Soebranas Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Yusuf, pembinaan ini sangat penting dilakukan guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya hambatan dan kesalahan, baik dalam proses lelang di ULP maupun saat pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Dengan pembinaan ini, diharapkan tidak ada lagi kontraktor yang tidak mengerti, bahkan sampai menyewa jasa dari pihak lain, untuk mengurus kelengkapan dokumen administrasi dan persyaratan lelang di ULP,” tutur Yusuf.

Apalagi, lanjut Yusuf, saat ini persyaratan yang harus dipenuhi oleh pihak rekanan untuk bisa memasuki proses lelang di ULP dinilai sangat rumit.

“Selain menyulitkan pihak rekanan, ini juga berimbas pada rendahnya penyerapan progres fisik APBD Inhil tahun 2015,” tambahnya.

Dijelaskan politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, apabila persyaratan lelang terlalu dipaksakan, maka akan menimbulkan korban, seperti yang terjadi pada pengerjaan fisik jembatan di Kecamatan Enok.

“ULP mintanya harus ada ISO, tapi pelaksanaan di lapangan tidak begitu, sehingga menjadi persoalan bagi pihak rekanan, karena adanya temuan oleh aparat hukum,” imbuhnya. (adi/adv)




Ini Dia 10 Tanda Bahaya Persalinan Yang Sebaiknya Diketahui Sejak Dini

Bayi
Bayi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna mencegah dan mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, serta menghindari kemungkinan terjadinya bahaya saat proses melahirkan, maka seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama kaum ibu diajak, untuk mengetahui apa saja yang menjadi tanda-tanda bahaya persalinan.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kadiskes, seluruh masyarakat terutama kaum ibu yang akan melahirkan, hendaknya mengetahui apa saja tanda-tanda bahaya persalinan, dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Ini penting untuk menjadi perhatian bersama, guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Kadiskes.

Adapun tanda-tanda bahaya persalinan, yang sebaiknya diketahui sejak dini, yaitu :

  1. Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas.
  2. Keluar darah dari jalan lahir sebelum melahirkan.
  3. Tali pusat atau tangan/kaki bayi terlihat pada jalan lahir.
  4. Tidak kuat mengejan.
  5. Mengalami kejang-kejang.
  6. Air ketuban keluar dari jalan lahir sebelum terasa mulas.
  7. Air ketuban keruh dan berbau.
  8. Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar.
  9. Gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat.
  10. Keluar darah yang banyak setelah bayi lahir.

“Bila ada tanda-tanda bahaya persalinan ini, sebaiknya ibu harus segera dibawa ke bidan atau dokter, untuk mendapatkan pertolongan medis,” pesan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini. (adi/adv)




Ini Dia 10 Tanda Bahaya Persalinan Yang Sebaiknya Diketahui Sejak Dini

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna mencegah dan mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, serta menghindari kemungkinan terjadinya bahaya saat proses melahirkan, maka seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama kaum ibu diajak, untuk mengetahui apa saja yang menjadi tanda-tanda bahaya persalinan.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kadiskes, seluruh masyarakat terutama kaum ibu yang akan melahirkan, hendaknya mengetahui apa saja tanda-tanda bahaya persalinan, dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Ini penting untuk menjadi perhatian bersama, guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” kata Kadiskes.

Adapun tanda-tanda bahaya persalinan, yang sebaiknya diketahui sejak dini, yaitu :

Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas.

  1. Keluar darah dari jalan lahir sebelum melahirkan.
  2. Tali pusat atau tangan/kaki bayi terlihat pada jalan lahir.
  3. Tidak kuat mengejan.
  4. Mengalami kejang-kejang.
  5. Air ketuban keluar dari jalan lahir sebelum terasa mulas.
  6. Air ketuban keruh dan berbau.
  7. Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar.
  8. Gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat.
  9. Keluar darah yang banyak setelah bayi lahir.

“Bila ada tanda-tanda bahaya persalinan ini, sebaiknya ibu harus segera dibawa ke bidan atau dokter, untuk mendapatkan pertolongan medis,” pesan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini. (adi/adv)




Selain Mencegah Penularan Penyakit, Alvi : Kepedulian Terhadap Kesehatan Juga Dapat Meningkatkan Kualitas Hidup

IMG_1478TEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna mencegah penularan berbagai penyakit berbahaya, khususnya pada kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini, seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau untuk peduli terhadap kesehatannya dan keluarga.

“Selain mencegah menularnya beragam penyakit, kepedulian terhadap kesehatan juga dapat meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Alvi, kesadaran berperilaku hidup sehat sangat penting diterapkan sejak dini, tujuannya agar seluruh masyarakat di Negeri Seribu Parit dapat mencapai taraf kesehatan yang lebih baik.

“Kita ingin seluruh masyarakat Inhil dapat hidup sehat dan terbebas dari berbagai penyakit berbahaya maupun penyakit menular,” tambahnya.

Oleh karena itu, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini meminta kepada seluruh masyarakat terutama generasi muda, untuk meningkatkan pengetahuannya tentang dunia kesehatan, khususnya yang berkaitan langsung dengan proses penularan penyakit dan cara mengantisipasi.

“Harapannya supaya generasi muda dapat menyebarkannya pada generasi muda yang lain. Sehingga, mata rantai sosialisasi tidak terputus,” terangnya.

Adapun dampak positif dari sosialisasi yang intensif tersebut, yakni masyarakat yang bermukim di daerah perkotaan maupun di pedesaan akan memahami bahaya dan cara penularan berbagai penyakit, sehingga bisa dicegah sejak dini.

“Mari sama-sama kita jaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar kita, guna mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat dan sejahtera,” imbuhnya.(adi/adv)




Selain UGD, Puskesmas Gajah Mada Tembilahan Siapkan Ambulance dan Siaga Bencana 24 Jam

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, maka Puskesmas Gajah Mada Tembilahan berkomitmen untuk menyiapkan dan menyediakan jasa ambulance dan siaga bencana 24 jam.

Hal itu diungkapkan Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto saat pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi para bidan di wilayah kerja setempat, kemarin.

Dikatakan Subowo, tenaga kesehatan mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengayomi serta memberikan pelayanan bagi masyarakat.

“Jadi, semua PNS, PTT dan honorer harus benar-benar melaksanakan tugasnya selama jam kerja,” tutur Subowo.

Oleh karena itu, Kepala Markas PMI Inhil ini menginginkan, selain menyediakan pelayanan UGD 24 jam, pihaknya juga akan menyiapkan ambulance dan siaga bencana 24 jam, sehingga masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis bisa segera terlayani.

“Dengan semangat baru ini, mari kita bekerjasama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, supaya masyarakat itu sehat semua dan pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan,” harap Subowo, yang baru saja menjabat sebagai Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan ini.(adi)