Dinkes Gelar Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP

Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi didampingi Kasi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni saat memimpin Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP
Kepala Dinkes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi didampingi Kasi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni saat memimpin Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi Kesehatan Ibu dan Bayi (KIA), Keluarga Berencana (KB) dan Gizi menggelar pertemuan evaluasi program KIA dan Audit Maternal Perinatal (AMP), Senin (25/5/2015) kemaren.

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu aula wisma di Tembilahan ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinkes, DR Hj Alvi Furwanti Alwie, serta diikuti seluruh Kepala UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator se-Kabupaten Inhil.

Kepala UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator di Kabupaten Inhil mengikuti Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP
Kepala UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator di Kabupaten Inhil mengikuti Pertemuan Evaluasi Program KIA dan AMP

Kadinkes Inhil dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mencari solusi pada pelaksanaan lintas program yang berintegrasi dalam rangka menguatkan dan mendongkrak capaian program.

“Seperti pada program P2, baik itu penanganan malaria dan lain sebagainya yang juga membutuhkan target yang sama, sinergi dan penguatan lintas program bersama kegiatan yang ada di Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), sehingga pelaksanaannya lebih efektif, efisien dan capaiannya lebih baik,” tutur Alvi.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, melalui kegiatan tersebut juga disampaikan tentang berbagai program pemerintah, khususnya program deteksi dini penyakit kanker leher rahim atau serviks.

“Dengan begitu, kita harapkan seluruh aparatur dan tenaga kesehatan dapat turut bersama-sama mendukung serta mensukseskannya, melalui Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Puskesmas yang ada di Kabupaten Inhil,” tambahnya

Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi Dinkes Inhil, Siti Munziarni menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 25 hinnga 27 Mei 2015 ini dalam rangka meningkatkan capaian program dan menurunkan jumlah kematian ibu dan anak.

Oleh karena itu, melalui kegiatan ini diharapkan Kepala UPT Puskesmas dan Bidan Koordinator dapat mengetahui serta melaksanakan integrasi program KIA dengan lintas program yang ada di Puskesmas.

“Kami juga sangat mengharapkan dukungan sepenuhnya dari Kepala UPT Puskesmas terhadap pelaksanaan Program KIA di wilayah kerjanya,” imbuhnya. (adi/adv)




Dinkes Inhil Berikan Bimtek KIA, KB dan Gizi Bagi Bidan di Kecamatan GAS

bimtek KIATEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi KIA, KB dan Gizi memberikan bimbingan teknis (bimtek) bagi tenaga kesehatan, khususnya bidan-bidan yang ada di Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Selasa (10/3/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Puskesmas Kelurahan Teluk Pinang ini, dihadiri Kepala Dinkes Inhil diwakili Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni, Kepala UPT Puskesmas Teluk Pinang, Siti Kordiati dan Kepala UPT Puskesmas Sungai Iliran, Kusmahendra.

Kasi KIA, KB dan Gizi Dinkes Inhil, Siti Munziarni dalam sambutannya mengajak seluruh tenaga kesehatan terutama bidan, untuk meningkatkan kerjasama dan koordinasi dalam bekerja, sehingga tidak ada bidan yang tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, karena ini juga berkaitan langsung dengan eksistensi dan nama baik Puskesmas dimana ia ditempatkan.

“Buatlah berbagai inovasi dalam pelaksanaan program kerja dan penyuluhan, guna mempermudah pekerjaan di lapangan, serta dalam upaya mencapai dan mensukseskan program-program kesehatan yang telah direncanakan,” tutur Imun, begitu ia akrab disapa.

Apalagi, berdasarkan data yang ada pada tahun 2014 lalu, jumlah kematian ibu dan bayi di Negeri Seribu Parit ini masih termasuk dalam kategori tertinggi di Provinsi Riau, yakni mencapai 24 ibu dan 183 bayi.

Oleh karena itu, lanjut Imun, tenaga kesehatan harus lebih banyak melakukan penyuluhan dan konseling di lapangan, agar masyarakat lebih mengetahui dan memahami apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatannya, terutama bagi ibu dan bayi.

“Kita harus tahu tugas dan fungsi kita, serta bertanggung jawab dalam mendukung dan menyukseskan berbagai program kesehatan. Jadi, ke depan tidak ada lagi bidan yang hanya bisa melaksanakan satu pekerjaan saja, tapi harus menguasai seluruh pekerjaan, khususnya terkait KIA, KB dan Gizi,” imbuhnya.(adi/adv)