Sejak Pagi Hingga Sore, 19 Kali Gempa Bumi Guncang Mamasa

Detikriau.org – Sejak pagi hingga sore Pukul 15.20 Wib, kamis 15 november 2018, BMKG mencatat 19 kali Gempa Bumi mengguncang Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat. Gempa terkuat 5 SR dan terendah 2,5 SR

Gempa pertama pada pukul 06:31:25 WIB dengan Pusat gempa berada di darat 12 km TimurLaut Mamasa atau pada tiitk koordinat 2.91 LS 119.44 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 5 SR

Pukul 06:36:41 WIB. Gempa kembali terjadi berpusat di darat 40 km Timur Laut Mamasa atau pada titik koordinat 2.6 LS 119.51 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 4,2 SR

Pukul 06:45:27 WIB. Pusat gempa berada didarat 24 km Timur LAut Mamasa atau pada titik koordinat 2.73 LS 119.45 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 3,2 SR

Pukul 07:33:15 WIB. Pusat gempa berada didarat 20 km Timurlaut Mamasa atau pada titik koordinat 2.78 LS 119.45 BT dikedalaman 7 km dengan kekuatan 3,8 SR

Pukul 07:34:17 WIB. Pusat gempa berada didarat 20 km Timurlaut Mamasa atau pada titik koordinat 3.07 LS 119.4 BT dikedalaman 7 km dengan kekuatan 3,9 SR

Pukul 07:40:30 WIB. Pusat gempa berada didarat 17 km Timurlaut Mamasa atau pada titik koordinat 2.87 LS 119.67 BT dikedalaman 6 km dengan kekuatan 3,3 SR

Pukul 07:46:55 WIB. Pusat gempa berada didarat 16 km Tenggara Mamasa atau pada titik koordinat 3.41 LS 119.45 BT dikedalaman 5 km dengan kekuatan 3,2 SR

Pukul 08:25:30 WIB. Pusat gempa berada didarat 17 km Tenggara Mamasa atau pada titik koordinat 3.41 LS 119.5 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 3,7 SR

Pukul 08:38:23 WIB. Pusat gempa berada didarat 30 km Timulaut Mamasa atau pada titik koordinat 2.65 LS 119.42 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 3,3 SR

Pukul 08:52:49 WIB. Pusat gempa berada di darat 27 km Timurlaut Mamasa atau pada titik koordinat 2.68 LS 119.41 BT dikedalaman 11 km dengan kekuatan 3,8 SR

Pukul 09:02:02 WIB. Pusat gempa berada di darat 27 km Timur Laut Mamasa atau pada titik koordinat 2.53 LS 119.82 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 2,6 SR

Pukul 09:21:07 WIB. Pusat gempa berada di darat 7 km Barat Daya Mamasa atau pada titik koordinat 2.97 LS 119.3 BT dikedalaman 8 km dengan kekuatan 2,5 SR

Pukul 09:29:13 WIB. Pusat gempa berada di darat 20 km Timur Laut Mamasa atau pada titik koordinat 2.83 LS 119.49 BT pada kedalaman 10 km dengan kekuatan 2,5 SR

Pukul 09:40:11 WIB. Pusat gempa berada di darat 23 km Timur Laut Mamasa atau pada titik koordinat 2.77 LS 119.48 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 2,8 SR

Pukul 10:14:29 WIB. Pusat gempa berada di darat 15 km Timur Laut Mamasa atau pada titik koordinat 2.82 LS 119.43 BT pada kedalaman 5 km dengan kekuatan 3,2 SR

Pukul 10:32:40 WIB. Pusat gempa berada di darat 21 km Timur Laut Mamasa atau pada titik koordinat  2.9 LS 119.52 BT dikedalaman 5 km dengan kekuatan 2,8 SR

Pukul 10:55:02 WIB. Pusat gempa berada di darat 17 km Tenggara MAMASA-SULBAR atau pada titik koordinat 2.99 LS 119.46 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 5 SR

Pukul 14:46:37 WIB. Pusat gempa berada didarat 16 km Tenggara Mamasa atau pada titik koordinat 3.05 LS 119.37 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 2,6 SR

“ Pukul 15:20:37 WIB. Pusat gempa berada di darat 10 km Timur Laut Mamasa atau pada titik koordinat  2.85 LS 119.4 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 3,2 SR.” Rilis BMKG melalui laman resminya.

Laporan: Amrul




Gempa M 5,2 di Mamasa Sore Tadi Bikin Masyarakat Panik, Dua Orang Pingsan

Sulbar, detikriau.org – Gempa bumi berkekuatan 5,2 skala richter (SR) yang mengguncang wilayah Mamasa, Sulawesi Barat pada pukul 16.42 WIB, Rabu (7/11) sempat membuat sejumlah pengungsi panik. Bahkan dua orang diantaranya dilaporkan pingsan.

10.646 jiwa masyarakat yang tinggal dilokasi pengungsian saat goncangan gempa berlarian menuju ke tanah lapang.

“Dilaporkan dua orang pingsan karena kaget atas kejadian gempa tersebut,” sebut Sutopo dalam keterangan tertulis dilansir melalui rmol.co

Puluhan ribu masyarakat ini mengungsi akibat gempa sehari sebelumnya berkekuatan 5,5 SR Selasa (6/11) yang terjadi pada pukul 01.35 WIB. Masyarakat mengantisipasi gempa dengan mengungsi di tanah lapang karena saat gempa dirasakan keras selama 4 sampai 5 detik.

“Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat gempa. BPBD Kabupaten Mamasa masih melakukan pendataan dampak gempa,” pungkas Sutopo.