Aniaya Istri, Polisi Amankan Seorang Warga Kateman

Gambar ilustrasi. net
Gambar ilustrasi. net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Al (41) warga Kelurahan Bandar Sri Gemilang Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa diamankan petugas kepolisian, karena terbukti melakukan penganiayaan terhadap istrinya sendiri, Siti Fatimah (34) di rumahnya, Jum’at (11/9/2015) kemarin, sekitar pukul 11.20 WIB.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman membenarkan terjadinya peristwa itu dengan berdasarkan laporan bernomor : LP/14/IX/Reskrim/Polsek Kateman tertanggal 11 September 2015.

Kronogisnya, diterangkan Warno bermula dari pertengkaran mulut karena pelaku tidak member izin istrinya berangkat membawa anak-anaknya ke Medan.

“Korban ini tetap nekat turun dari rumah. Disaat keluar rumah, pelaku secara spontan mengejar istrinya dan kemudian menarik rambut korban hingga terjatuh dan menyeret menyeretnya masuk kembali ke dalam rumah,” jelas Paur Humas

Tak cukup sampai disitu, pelaku ini juga menginjak-injak dan melayangkan tinjuan. Akibatnya, Fatimah mengalami luka memar dibagian mata sebelah kiri dan butuh perawatan.

“Sebab itulah, petugas mengamankan pelaku di Mapolsek Kateman untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutup PAUR Humas. (mirwan)




Bupati Inhil Tegaskan UNISI adalah sebuah Universitas yang Sudah Terakreditasi

dari kiri: Asisten 3 Setdakab Inhil, HAfrizal, Ketua Dewan Pembina yayasan Tasik Gemilang, H Indra Muclis Adnan dan Ketua Yayasan Tasik Gemilang, H Edy Syafwannur saat menghadiri kegiatan pelantikan rektor UNISI
dari kiri: Asisten 3 Setdakab Inhil, HAfrizal, Ketua Dewan Pembina yayasan Tasik Gemilang, H Indra Muclis Adnan dan Ketua Yayasan Tasik Gemilang, H Edy Syafwannur saat menghadiri kegiatan pelantikan rektor UNISI

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Inhil, HM Wardan menegaskan bahwa Universitas Islam Indragiri (UNISI) Tembilahan adalah sebuah Universitas yang sudah terakreditasi. Lulusan UNISI yang mengikuti tes CPNS, 99 % dinyatakan lulus secara administrasi.

“Hal ini tentunya menjawab keraguan kita akan UNISI selama ini. Oleh karenanya secara terang saya sampaikan bahwa UNISI telah terakreditasi secara sah,” Ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisiten III Setdakab Inhil, H Afrizal saat pelantikan Rektor UNISI masa bhakti 2014-2017, Dr R Sri Handayani,SE,MM bertempat di Lapangan Fakultas Ekonomi Unisi jalan Soebrantas Tembilahan, Kamis (11/12/2014).

Pada kesempatan itu, Bupati juga berkesempatan menyampaikan beberapa masukan untuk pengelolaan UNISI kedepannya yakni agar UNISI melakukan konsolidasi dengan seluruh Stake holder Unisi, agar terciptanya harmonisasi dan akselarasi dalam penataan dan pengembangan Institusi dan Akademik.

UNISI juga diminta untuk menyusun dan merumuskan visi dan misi Perguruan Tinggi, serta membuat Road MAP pengembangan UNISI jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Serta UNISI juga diusulkan untuk melaksanakan tatakelola Perguruan Tinggi yang baik (Good University Governance) dengan menerapkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabel, dan professional. (dro/adv pemkab inhil)




Bupati : Pengembangan Ekonomi Harus Sesuai Daerah

bupati inhilTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pengembangan ekonomi harus sesuai dengan kondisi daerah. Pasalnya, standar ekonomi tiap daerah berbeda.

Itu yang menjadi pemikiran utama dalam memberdayakan ekonomi di Inhil. Pemberdayaan itu tidak bisa disamakan dengan pelaksanaan daerah lain. Bupati Inhil, Dr H Indra Muchlis Adnan menyebut, pemberdayaan yang sesuai dengan kondisi daerah itu merupakan tuntutan.

“Kita tidak bisa menyamakan standar ekonomi warga Inhil dengan daerah lain. Karena tuntutan ekonomi tiap daerah itu berbeda”jelas Bupati. Di Inhil lanjutnya, pemberdayaan ekonomi harus lebih ditekankan ke pedesaan. Karena mayoritas warga Bumi Sri Gemilang  memang  bermukim di pdesaan.

Pemberdayaan ekonomi yang disejalankan dengan program desa mandiri ditegaskan tetap menjadi perhatian Pemkab Bumi Sri Gemilang. “Itu sebabnya pemberdayaan ekonomi baik UED SP atau yang lainnya kita pusatkan di desa. Bukan di kecamatan dan ibukota  kabupaten”jelas Bupati.

Selanjutnya, desa yang mengelola dana pemberdayaan itu sesuai dengan kebutuhan warganya. Hal itu memungkinkan dana yang dialirkan sesuai dengan kebutuhan warga.

Selain UED SP, ada juga pemberdayaan ekonomi melalui majelis taklim. Pola itu dianggap relevan karena memberdayakan kaum ibu sembari mereka beraktivitas membantu suami atau keluarganya.(dro/*1)




Gemilang TV dan Radio Taja Temu Akbar dan Silaturahmi Fans

IMG_7929TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Dalam rangka meningkatkan tali silaturahmi, Humas Pemkab. Inhill mengadakan Temu Akbar dan Silaturahmi Fans Radio Gemilang FM dengan segenap Kru Gemilang TV dan Gemilang FM di malam pergantian tahun bertempat di taman Studio Gemilang TV dan Gemilang FM Tembilahan. Selain dihadiri oleh lebih dari 100 Fans Gemilang FM se-Kab. Inhil, acara ini turut dihadiri Kabag Humas, Riduwan Ahim, S. Sos, M. Kes, Camat Tembilahan Kota, sudinoto beserta beberapa mantan Penyiar Gemilang FM.

Kesemarakkan acara yang dilaksanakan di moment pergantian tahun ini dimulai dari Senin pagi, 31 Desember 2012, lewat beberapa Fun Game berhadiah, yang diikuti oleh segenap Fans Gemilang FM yang hadir, diantaranya lomba karaoke, senam sehat, lomba pantun, dan lomba MC.

Kabag Humas Setdakab Inhil, ridwan Ahim (baju putih) meniup lilin ulang tahun ke 47 bersama-sama kru dan karyawan Gemilang TV dan Radio.
Kabag Humas Setdakab Inhil, ridwan Ahim (baju putih) meniup lilin ulang tahun ke 47 bersama-sama kru dan karyawan Gemilang TV dan Radio.

Acara kemudian dilanjutkan pada malam harinya, menyambut malam pergantian tahun, dari 2012 ke 2013. Dalam kesempatan ini, Kabag Humas juga menyempatkan diri mengukuhkan IKGFM (Ikatan Keluarga Fans Gemilang FM) yang diketuai oleh Bunda Eny. Kemudian dilakukan juga pemilihan Penyiar terfavorit yang langsung dipilih oleh Fans yang hadir di malam ini. Terpilih Dayang sebagai Penyiar terfavorit. Dalam sambutannya, Kabag Humas menyampaikan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan tali silatrurahmi diantara Fans Gemilang FM, dengan Penyiar serta segenap Kru Gemilang TV dan Gemilang FM. “Di samping itu, kegiatan ini juga merupakan wujud dari ucapan terimakasih kepada segenap Fans Gemilang FM yang masih setia menjadi pendengar.” Ujar Kabag Humas.

Moment Jumpa Fans ini sekaligus diselaraskan dengan perayaan ulangtahun kejutan untuk Kabag Humas, yang berulangtahun ke-47 pada tanggal 31 Desember 2012.(dro/rls humas Pemkab Inhil)




TINGKAH OKNUM DOKTER RSUD PH TERUS MENGECEWAKAN. KOMISI IV DPRD INHIL DIMINTA UNTUK SEGERA TANGGAP.

Uang? Yes, Kemanusiaan? No. Gambar Ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Komersialisasi Rumah Sakit Swasta oleh Oknum dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH)  semakin melupakan sisi kemanusiaan. Seorang pasien pemilik kartu askeskin juga dengan alasan peralatan medis RSUD PH yang tidak memadai dirujuk ke RSI. Diminta Dewan segera turun tangan agar masyarakat tidak terus dirugikan.

“Dokter bilang kalau mempergunakan peralatan RSUD PH sulit untuk memastikan penyakit yang keluarga saya derita. Kita dirujuk untuk melakukan perobatan ke RSI. Karena tidak ada pilihan kitapun tanpa pikir panjang menyetujui. Tapi setelah dirawat dan dilakukan diagnosa menggunakan peralatan medis di RSI, si dokter juga nyatanya tidak bisa memberikan jawaban pasti,” Tutur seorang keluarga pasien, Doni saat mengemukakan kekecewaannya kepada detikriau.org baru-baru ini di Tembilahan.

Masih menurut penuturan Doni yang juga menjabat Ketua salah satu RT di kota Tembilahan ini, kini keluarganya yang termasuk dalam keluarga ekonomi menengah kebawah yang berobatpun harus menggunakan askeskin ini jangankan sembuh malah harus pinjam kanan kiri untuk membayar tagihan biaya perobatan yang menurut ukurannya terbilang selangit.”Kalau komersialisai yang saya nilai sudah mengesampingkan rasa kemanusiaan ini  terus dibiarkan tentunya akan semakin banyak masyarakat yang dirugikan. Saya berharap, khususnya kepada Komisi IV DPRD Inhil untuk segera menyikapi hal ini.” Ungkap Doni dengan penuh harap.

Sebelumnya, Ketua LSM Gemilang Serumpun, Indra Gunawan ketika dikomfirmasi terkait persoalan ini, menuding para dokter yang bertugas di RSUD Puri Husada Tembilahan sudah menyalahi kode etik yang ada. Bagaimana tidak, sudah jelas mereka saat itu sedang bertugas di RSUD, tapi mereka mempromosikan RSI. Padahal untuk pasien yang melakukan konsultasi mampu ditangani di RSUD.

“Sangat tidak pantas apa yang dilakukan oleh tenaga medis seperti itu. Mereka saat itu sedang tugas untuk RSUD Puri Husada. Jadi kalau memang pasien yang berobat bisa ditangani, lakukan segera langkah medis kepada pasien, kenapa harus disuruh ke RS Indragiri segala,” ujar aktivis yang terkenal lantang tersebut.

Lain cerita kalau mereka sedang praktek dan  tidak di dalam jam dinas seperti itu. Tapi itupun meski di sampaikan terlebih dahulu kepada pasien apakah ingin di rawat di RSUD atau RS Indragiri. Karena pada kenyataannya dokter yang menangani di RSUD dan RS Indragiri, dokternya ya itu-itu juga.

“Sebagai tenaga dokter, mereka sudah terikat dengan sumpah. Jangan hanya mengedepankan sisi komersial tanpa memikirkan nasib masyarakat yang sedang dalam kesusahan seperti itu,” tukas Indra.

Direktur RSUD PH Tembilahan, dr Iriyanto SPD ketika dikonfirmasi terkait dengan peralatan medis RSUD PH, baru-baru ini  mengatakan bahwa saat ini peralatan medis  di RSUD PH cukup bagus  dan masih sangat layik untuk  dipergunakan.

“Kalau dibandingkan dengan alat USG yang ada di RS Indragiri punya kita memang masih kalah, tapi kondisinya masih sangat bagus. Tentunya masih bisa digunakan untuk mendiaknosa penyakit,” jawabnya

Sayangnya, Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Kartika Roni ketika coba dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, sabtu (18/2) belum bersedia menjawab. (fsl)