Waduh, Diduga Hanya Persoalan Cinta, Remaja di Teluk Sungka Nekat Gantung Diri

petugas saat melakukan evakuasi jasad korban

Gaung Anak Serka, detikriau.org – Diduga hanya bermotifkan cinta, Muhammad Indra (21) nekad akhiri hidup dengan cara menggantung diri. Jasad pria warga Dusun Teluk Sungka Ilir Desa Sungai Iliran Kecamatan Gaung Anak Serka Kabupaten Indragiri Hilir ditemukan pertamakali oleh nenek korban, kamis (30/11/2017) sekira pukul 05:30 Wib.

Menurut keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony Putra, S.IK, MH, melalui Kapolsek Gaung Anak Serka, AKP Yan Fajar, saat menemukan tubuh cucunya tergantung pada seutas tali, nenek korban, Amoi (66) seketika memberitahukan kepada warga setempat dan kemudian diteruskan Bhabinkamtibmas Teluk Sungka AIPTU Herimon.

Menerima laporan, Kapolsek dan Personel Polsek Gaung Anak Serka bersama tim medis dari Puskesmas Sungai Iliran dipimpin dr. Fajar segera mendatangi TKP. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan tanda – tanda orang bunuh diri pada jasad korban.

“Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan bersedia membuat surat pernyataan penolakan pemeriksaan lanjutan. Dugaan sementara dari pihak keluarga, korban bunuh diri, karena putus cinta.” Jelas Kapolsek./Am




Ditinggal Seorang Diri, Warga Keritang Akhiri Hidup dengan Seutas Tali

KERITANG (detikriau.org) – Wahyudi (19) warga Jalan Sukamulia Lorong Jambu Desa Kotabaru Siberida Kecamatan Keritang ditemukan tewas gantung diri, Kamis (22/9/2016) sekitar pukul 13.30 WIB kemaren di dapur rumahnya.

Informasi dari kepolisian, aksi bunuh diri tersebut berlangsung ketika rumah dalam keadaan sepi. Dimana, saat itu ibundanya sedang berada di pasar dan abang kandungnya Sam sedang mengajar di sekolah setempat.

“Pertama melihat korban adalah abangnya, saat itu kondisi korban sudah meninggal dunia,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra. Jum’at (23/9)

Dipaparkan, ketika abang korban pulang, pintu rumah dalam keadaan terkunci rapat. Ia pun akhirnya menyusul ibunya di pasar. Namun ibu korban meyakinkan bahwa si korban ada di dalam rumah. Sam kembali ke rumah tetapi pintu tetap terkunci.

Merasa ada yang tidak beres, si saksi mencoba masuk paksa kedalam rumah dengan cara menerjang pintu bagian depan hingga terbuka. Begitu masuk iapun kaget, korban ditemukan tergantung dengan menggunakan seutas tali nilon.

Saksi dengan segera menurunkan tubuh korban dan memberitahukan kepada orang tuanya, petugas Polsek Keritang serta tim medis setempat.

“Hasil pemeriksaan medis, terdapat cairan sperma pada kemaluan korban, lidah dalam keadaan terjulur dan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan atau hal-hal lain yang mencurigakan pada tubuh korban,” tandasnya./Mirwan




Pria Gangguan Jiwa Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Kelapa

KEMPAS (detikriau.org) – Suyatni (27) meninggal dalam kondisi gantung diri di Pohon Kelapa, Jum’at (9/9/2016) petang. TKP tersebut tepat di belakang rumahnya di Blok J Dusun Suka Jadi Desa Rumbai Jaya Kecamatan Kempas.

Menurut informasi dari kepolisian, saksi pertama yang melihat adalah orang tua korban sendiri, Tukipo. Saat itu, sekitar pukul 18.30 WIB si saksi sedang mencari korban di dalam rumah namun tidak ada.

Kemudian ia mencari  ke belakang rumah dan sontak membuatnya kaget, pasalnya ia melihat korban sudah tergantung dengan tali nilon yang diikat ke batang pohon kelapa dalam keadaan telanjang.

Melihat hal tersebut, saksi inipun memotong tali dengan menggunakan gergaji dan meletakkan korban ke tanah, saat itu kondisi korban tidak bernyawa lagi.

Dan waktu itu juga, orang tua korban ini meminta pertolongan kepada warga sekitar. Tak lama kemudian, sejumlah masyarakatpun berdatangan dan langsung dibawa untuk dilakukan pemeriksaan petugas medis dari Puskesmas setempat.

“Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, hanya ada bekas jeratan pada leher korban,” terang Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Dolifar Manurung melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra, Sabtu (10/9/2016).

Berdasarkan keterangan keluarga korban, lanjut Paur Humas, pria itu sedang menderita gangguan jiwa sejak tahun 2009. Bahkan secara rutin, korban secara terus-menerus mengkonsumsi obat dari Pustu Rumbai Jaya pada penyakit yang dideritanya./mirwan




Diduga Persoalan Hutang, Nasabah BRI di Pulau Burung Ini Pilih Bergantung Diri

PULAU BURUNG (detikriau.org) – Dasar (53), warga Desa Bangun Harjo Jaya Kecamatan Pulau Burung ditemukan tewas gantung diri, Rabu (20/7/2016) sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban yang kesehariannya berprofesi sebagai petani ini ditemukan bergantung diri di Lokasi Tanah R Jalur 10 Desa Bangun Harjo Jaya dengan menggunakan sehelai kain warna hijau atau tali sabuk pengganti ikat pinggang.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui Paur Humas, Ipda Heriman Putra menjelaskan, tubuh kaku Dasar pertamakali diketahui saat istri korban, Samini (49) mencari suaminya yang sudah tidak tampak sejak ia bangun tidur sekitar pukul 06.00 WIB. Mencari keberadaan sang suami, Samini-pun akhirnya keluar rumah dan meminta bantuan kepada salah seorang rekannya, Ani Khoiriah (36) untuk menelusuri keberadaan korban.

Beberapa waktu mencari saksi akhirnya menemukan korban dalam kondisi tergantung di atas Pohon Mangga. Saat iti juga Ani berteriak meminta bantuan kepada warga lainnya.

“Disaat korban diturunkan, kondisinya sudah meninggal dunia,” ungkap Heriman Putra.

Selanjutnya, korban dibawa dan dilakukan pemeriksaan secara medis. Hasil pemeriksaan medis, sebelum gantung diri, korban diduga meminum Racun Coracron yakni racun hama sayur karena terdapat cairan racun dari mulut korban.

“Namun tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, artinya korban meninggal dunia murni akibat kehabisan oksigen karena jeratan tali di leher,” terangnya.

Adapun motif tindakan tersebut, lanjut Paur Humas, berdasarkan keterangan istri korban bahwa sejak seminggu sebelumnya, korban sering bercerita bahwa tidak lama lagi dia akan mati karena kerap mengeluhkan beban hutang yang belum terlunasi.

“Kata istrinya, korban bingung siapa yang akan membayar pinjamannya di BRI,” tutupnya./ Mirwan




Warga Sungai Gantang ditemukan Tewas Gantung Diri

” Polisi Akui Belum Ketahui Motif dibalik Peristiwa Ini”

KEMPAS (detikriau.org) – Halim (42) warga Dusun Rumbai Sejuk Desa Sungai Gantang Kecamatan Kempas ditemukan tak bernyawa dengan posisi gantung diri di teras kediamannya, Minggu (1/5/2016) sekitar pukul 14.30 WIB.

Menurut informasi dari kepolisian, jasad korban awal mulanya diketahui oleh anaknya Nur Hikmawati (23) sepulang melaksanakan shalat Zuhur di Masjid terdekat.

“Melihat tubuh bapaknya tergantung, sontak saksi berteriak meminta pertolongan sehingga datang beberapa saksi lainnya,” kata PAUR Humas Polres Indragiri Hilir (Inhil) IPTU Warno Akman.

Setelah saksi lain berdatangan, korban pun langsung diturunkan dari gantungan dan dibawa ke Puskesmas Sungai Salak Tempuling untuk dilakukan Visum.

Dari hasil visum dinyatakan bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia pada saat sampai ke Puskesmas. Ditubuh korban juga tidak ditemui adanya tanda-tanda kekerasan serta dibagian leher korban terdapat jelas bekas jeratan tali nilon dan pada bagian kemaluan korban mengeluarkan cairan sperma.

“Sampai saat ini, motif korban gantung diri belum diketahui,” tutup Warno./ Mirwan




Pria Jebolan Pesantren Ini Ditemukan Bergantung Diri di Kamar Tidur

TEMBILAHAN, detikriau.org – Rudiansyah ditemukan tewas gantung diri di ruang kamar rumahnya jalan Ahmad Yani, Gg Serta Daya RT 03 RW 10 Tembilahan Hulu, Selasa (26/4/2016) kemarin.

Aksi nekat Rudi ini mula diketahui oleh istri korban, Rina (26). Awalnya, Rina sedang tidak berada di rumah dan di korban seorang diri.

Sekitar pukul 19.30 WIB, Rina pulang ke rumah namun kondisi pintu dalam keadaan terkunci.

“Waktu itu kakak saya panik karena pintu digedor tak kunjung dibuka. Lantas kakak saya inipun meminta bantuan kepada tetangga sekitar untuk mendobrak pintu,” cerita adik ipar korban, Randu (23).

Begitu pintu berhasil dibuka, lanjut Randu, istri korban langsung menuju ke kamar. Kaget, pandangannya langsung mengarah suaminya yang tergantung dengan seutas tali ayunan. Bahkan kondisinya saat itupun juga sudah tidak bernyawa.

“Saya tidak menyangka abang kami mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, sebab dia dikenal dengan sosok alim dan tamatan pondok pesantren,” tuturnya.

Begitu juga yang disampaikan ayah korban, Darlan bahwa si Rudi memiliki jiwa agamis yang cukup tinggi sehingga pihak keluarga tidak dapat memprediksi sebab apa aksi nekat tersebut.

Disamping itu, pihak keluarga juga mengaku tidak ada mendengar bersitan cerita adanya persoalan korban dengan pihak lain.

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman membenarnya adanya peristwa tersebut. Namun hingga berita ini dirilis, kepolisian belum memberikan keterangan lebih luas.

“Yang jelas sempat dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan Visum,” ungkap Warno./Mirwan