Antisipasi Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap, Ini Tipsnya

foto: Mirwan
foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Mengingat semakin pekatnya kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) saat ini, maka seluruh masyarakat diimbau agar melakukan langkah pencegahan sejak dini terhadap berbagai kemungkinan gangguan kesehatan akibat kabut asap.

“Langkah pencegahan ini sangat penting, apalagi mengingat dampak kabut asap yang sangat tidak baik bagi kesehatan kita,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan (Promkes), Fitri Astuti kepada detikriau.org di ruang kerjanya, kemarin.

Adapun beberapa tips yang perlu diperhatikan, untuk mengantisipasi serta melindungi diri dari gangguan kesehatan akibat kabut asap, diantaranya :

  1. Hindari atau kurangi aktifitas di luar rumah atau gedung, khususnya bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan.
  2. Jika terpaksa harus pergi ke luar rumah atau gedung, sebaiknya menggunakan masker.
  3. Minumlah air putih lebih banyak dan lebih sering.
  4. Bagi anda yang memiliki gangguan paru dan jantung sebelumnya, lakukan konsultasi kepada dokter, untuk mendapatkan perlidungan tambahan sesuai kondisi kesehatan anda, serta segera berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernafas atau gangguan kesehatan lainnya.
  5. Budayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti makan bergizi, jangan merokok, istirahat yang cukup dan lain-lain.
  6. Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah, sekolah, kantor dan ruang tertutup lainnya.
  7. Penampungan air minum dan makanan harus terlindung dengan baik.
  8. Sebelum mengkonsumsi buah-buahan, sebaiknya dicuci terlebih dahulu. (adi/adv)



Kadinkes Imbau Masyarakat Lapor Jika Ada Warga yang Dipasung

“Menuju Inhil Bebas Pasung 2017”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau, untuk segera melapor ke petugas kesehatan terdekat apabila mengetahui atau menjumpai orang dengan penyakit gangguan kejiwaan yang dipasung.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi dalam upaya mendukung dan mensukseskan program Inhil Bebas Pasung 2017, yang telah dicanangkan oleh Pemkab Inhil beberapa waktu lalu.

Dikatakan Alvi, jika ada masyarakat yang salah satu keluarganya mengalami gangguan kesehatan kejiwaan dan dipasung, hendaknya dapat segera mendatangi petugas kesehatan, untuk meminta pelayanan kesehatan bagi pasien tersebut.

“Jangan takut datang ke petugas kesehatan, karena persoalan kejiwaan ini mulai dari yang ringan sampai yang berat. Kadang-kadang karena ketidaktahuan kita, justru yang ringan diperlakukan sama dengan kejiwaan yang berat, sehingga mereka semakin stres,” tutur Alvi saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, belum lama ini.

Oleh karena itu, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini sangat mengharapkan kerjasama dan dukungan dari seluruh masyarakat di Negeri Seribu Parit, untuk memberikan jaminan dan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada siapapun juga tanpa mengenal perbedaan.

“Marilah sama-sama kita membantu mereka (pasien gangguan kejiwaan, red), untuk kembali sehat atau menuju sehat dan bisa berbaur serta bersosialisasi kembali dengan masyarakat sekitar,” imbuhnya.(adi/adv)




Alvi : Kita Tidak Mau Ada Lagi Masyarakat Inhil Yang Dipasung

“Pemasungan Termasuk Pelanggaran HAM”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie menyatakan bahwa apa yang telah dicapai oleh Puskesmas Pembantu (Pustu) Bakau Aceh, Desa Batang Tumu, Kecamatan Mandah dalam penanganan pasien dengan gangguan kesehatan merupakan modal awal keberhasilan dan patut menjadi contoh bagi yang lain, khususnya dalam mendukung dan mensukseskan Program Inhil Bebas Pasung tahun 2017.

“Kita bertekad dan berusaha semaksimal mungkin, supaya penuntasan pasung di Inhil bisa terwujud. Kita tidak mau ada lagi masyarakat yang dipasung,” tutur Alvi saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, kemarin.

Dijelaskan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, pihaknya hanya ingin menolong masyarakat, karena pasung juga termasuk dalam salah satu pelanggaran Hak Azazi Manusia (HAM).

“Jadi, kita tidak mau nantinya terjadi tindak pidana yang bisa merugikan masyarakat disebabkan ketidaktahuan mereka, karena peran pemerintah disini bukan hanya untuk melakukan pengobatan terhadap para pasien, tapi juga melindungi masyarakat dengan program yang sebenarnya merupakan amanah dari Undang-undang,” tambahnya.

Oleh karena itu, mewujudkan Inhil Bebas Pasung tahun 2017 bukanlah pekerjaan yang mudah dan membutuhkan kerjasama serta dukungan dari seluruh lintas sektor, seperti di RSUD Puri Husada Tembilahan, yang rencanananya pada tahun 2016 mendatang akan dibangun ruang rawat inap jiwa.

Dengan begitu, lanjut Alvi, proses pelaksanaan pasung dalam arti kata bagi pasien yang mengalami gangguan kesehatan kejiwaan berat bisa diinapkan sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Pekanbaru, Provinsi Riau.

“Tapi nantinya, untuk pengembalian mereka (pasien, red) ke masyarakat membutuhkan peran serta tenaga kesehatan kita di lapangan, sebagai pendamping pasien dalam memberikan pengobatan secara berkelanjutan,” imbuhnya.(adi/adv)




Sudah Lajim, PLN Tembilahan Kembali Berlakukan Pemadaman Bergilir

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – PLN Rayon Tembilahan kembali berlakukan pemadaman bergilir. Hal ini disebabkan gangguan sejumlah mesin pembangkit.

“kita alami defisit sekitar 1,5 MW. Ada gangguan dibeberapa unit mesin sewa,” sampaikan Manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman, rabu (1/100/2014)

Giliran pemadaman mulai diberlakukan sejak 30 September kemaren dengan interval waktu pukul 17.00 – 23.00 WIB. Hal itu dikatakan Budi sudah disesuaikan dengan kondisi beban yang ada sampai saat ini.

“Durasinya 1 : 6. Artinya 1 mati 6 malam hidup,” Tambahkan Budi.

Pemadaman bergilir yang dilakukan perusahaan plat merah itu jelas menjadi keluhan sebagain besar warga kota Tembilahan yang menjadi pelanggan PLN. Menurut warga kondisi ini sudah sering terjadi.

Helmi menilai kontruksi kelistrikan daerah itu cukup rapauh. Salah satu bukti bisa dilihat dari adanya pemadaman yang diakibatkan gangguan jaringan maupun persoalan teknis lainya. Semestinya hal itu tak sampai terjadi.

“Kalau sudah seperi ini yang dirugikan kami sebagai pelanggan. Artinya kami tidak merasa puas atas apa yang diberikan, sementara kami meski bayar mahal dari jasa yang diberikan PLN,” katanya dengan nada kecewa.(dro/*1)