Sukseskan Program Pemberian Obat Filariasis Massal, Pemkab Inhu Gelar Rakor

Rengat, detikriau.org – 1 Oktober 2016 mendatang, program pemberian obat massal penyakit filariasis (kaki gajah) tahap V akan dilakukan serentak diseluruh wilayah di Indonesia. Sebagai bentuk komitmen serta kesiapan guna mensukseskan kegiatan itu, Pemkab Inhu menggelar rapat koordinasi di Aula Bappeda dan Litbang Inhu, Senin (8/8/2016).

Rakor yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Inhu H Asryan tersebut turut menghadirkan narasumber drg Tyas dari Dinas Kesehatan Propinsi Riau.

“Tahun ini merupakan tahun ke lima pemberian obat pencegahan massal dari penyakit filariasis. Secara umum, upaya yang dilakukan Pemkab Inhu pada tahap sebelumnya telah mencapai target. Dan,1 oktober nanti kegiatan ini akan dilakukan serentak di seluruh wilayah yang tergolong dalam wilayah endemis penyakit ini,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Inhu Rika Varia Nora.

Menurutnya, sasaran pemberian obat pencegahan massal filariasis ini adalah seluruh masyarakat Inhu yang tergolong pada kelompok usia diatas dua tahun kecuali ibu yang dalam kondisi hamil. Sejauh ini, lanjut Rika sudah ditemukan sejumlah kasus penyakit filariasis di tiga kecamatan di Inhu. Diantaranya, Kecamatan Rengat Barat, Sungai Lala dan Kelayang.

“Penyakit ini tidak dapat diobati, untuk itu upaya yang dilakukan Dinkes Inhu yakni melakukan tata kelola agar tidak memperburuk kondisi penderita,” tambahnya.

Ia mengharapkan, melalui rakor ini akan terbentuk komitmen untuk mensukseskan gerakan pemberian obat massal penyakit filariasis sehingga nantinya penderita penyakit ini tidak bertambah dan tahun 2020 mendatang tidak lagi ditemukan.

Harapan yang sama juga disampaikan  Asisten Pemerintahan dan Kesra Inhu H Asryan. Menurut Asryan, melalui rapat koordinasi ini diharapkan mampu membangun semangat dalam upaya pengoptimalan bulan eliminasi kaki gajah sekaligus untuk mengevaluasi kendala yang ditemukan pada tahapan sebelumnya.

Untuk itu, ia menghimbau agar semua pihak yang terkait dapat membangun satu komitmen guna mensukseskan pemberian obat pencegahan massal filariasis pada 1 oktober mendatang.

“Saya berharap, melalui rakor ini dapat memacu semangat semua pihak terkait untuk membentuk satu komitmen demi mencapai hasil yang terbaik. Semoga kerja keras kita dapat memberikan hasil terbaik bahwa masyarakat Inhu terhindar dari penyakit ini,” jelas H Asryan.

Turut hadir pada rapat koordinasi ini beberapa perwakilan FKPD, Camat serta sejumlah utusan dari UPTD Puskesmas se Kabupaten Inhu. (Zal)




Serentak di Seluruh Indonesia, POMP Filariasis Tahap IV di Inhil Dimulai Awal Oktober

Scan_20141203+(2)TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jika tidak ada aral melintang, Pemberian Obat Massal Pencegah (POMP) Filariasis tahap IV di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan dimulai pada awal Bulan Oktober mendatang.

Rencana tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), dr Saut Pakpahan saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Saut, pada tahun 2015 ini, program eliminasi penyakit kaki gajah atau Filariasis di Negeri Seribu Parit sudah memasuki tahun keempat.

“Mudah-mudahan, tahun ini kita bisa melaksanakannya secara serentak di seluruh Indonesia, yang rencananya digelar pada minggu pertama Bulan Oktober,” tutur Saut.

Nantinya, lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini, kegiatan tersebut akan dilaksanakan pencanangannya di Jakarta, yang dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Untuk Kabupaten Inhil, segala obat-obatan dan logistiknya sudah masuk dari Pusat dan pada akhir bulan ini, kita akan melakukan pertemuan koordinasi tingkat kabupaten dan tingkat kecamatan, guna persiapan lebih lanjut,” terangnya.

Untuk diketahui, obat Filariasis ini harus dikonsumsi masyarakat 1 kali dalam setahun, yang dilakukan selama 5 tahun berturut-turut, tujuannya agar masyarakat Kabupaten Inhil bebas dari penyakit yang lebih dikenal dengan sebutan kaki gajah.(adi/adv)




POMP Filariasis Target Tuntas Akhir Januari

cacing filariaTEMBILAHAN (detikriau.org)ditargetkan pelaksanaan program Pemberian Obat Massal Pencegah (POMP) Filariasis tahap ketiga akan tuntas pada akhir Bulan Januari 2015 mendatang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil, dr Saud Pakpahan kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan Saud, pelaksanaan program POMP Filariasis ini sempat tertunda, karena lambannya pendistribusian obat dari Jakarta ke Kabupaten Inhil, dalam hal ini pihak Diskes.

“Awalnya, direncanakan POMP ini diberikan kepada masyarakat pada November, namun dikarenakan lambannya pendistribusian obatnya, POMP Filariasis ini baru bisa dilaksanakan pada Desember 2014 lalu,” kata Saud.

Kendati sempat terlambat pelaksanaannya, namun Saud mentargetkan pada akhir Januari 2015 ini, pelaksanaan POMP Filariasis sudah selesai didistribusikan kepada seluruh masyarakat Inhil.

“Hingga saat ini, kami mencatat pendistribusian sudah mencapai 85 hingga 90 persen. Jadi, dalam waktu dekat ini mudah-mudahan sudah tuntas,” Tandasnya. (adi)




Penutup Rangkaian Kegiatan HKN, Minggu, Diskes Inhil Agendakan Senam Sehat

Bupati Inhil saat melakukan pemukulan gong tanda dimulainya pencanangan kegiatan POMP Filariasis tahap 3 serta Inhil bebas pasung 2017 bertempat di kantor Diskes Inhil kemarean.
Bupati Inhil saat melakukan pemukulan gong tanda dimulainya pencanangan kegiatan POMP Filariasis tahap 3 serta Inhil bebas pasung 2017 bertempat di kantor Diskes Inhil kemarean.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Penutup serangkaian kegiatan Sempena peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 50 tahun 2014, Minggu, 16 November mendatang, Diskes Inhil akan melaksanakan Senam Sehat Bugar yang diikuti sekitar 600-an peserta yang melibatkan  jajaran Pemerintah, masyarakat  dan mitra kerja Dinas Kesehatan.

Sejalan dengan kegiatan itu, dihari yang sama, Diskes Inhil juga akan berpartisipasi dalam pemecahan record “Komitmen Tidak Merokok” yang dilaksanakan secara serentak diseluruh Indonesia oleh jajaran kementrian kesehatan RI yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada pemenang lomba Pos Yandu yang telah dilaksanakan Diskes Inhil pada juli 2014 yang lalu.

“Pemenang lomba, Posyandu Anggrek Bulan Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh ini juga berhasil menyabet juara pertama ditingkat Provinsi Riau yang penyerahan penghargaannya telah dilakukan pada peringatan HKN tingkat Provinsi di Pekanbaru kemaren,” Terang Kadiskes Inhil, Dr Alvi Furwanti Alwie SE MM, kamis (13/11/2014)

Sehari sebelum penutup serangkaian kegiatan HKN 2014 ini, sabtu (15/11/2014), Diskes Inhil juga menggelar kegiatan Gerak Jalan Santai yang dilanjutkan dengan lomba Hand Hygiene Dance.

Ditambahkan mantan Kepala Bappeda Inhil ini, berbagai kegiatan lainnya sempena peringatan HKN yang telah dilaksanakan, adalah pemilihan Tenaga Kesehatan Teladan dan Puskesmas Berprestasi, lomba dokter kecil tingkat kabupaten bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Inhil, serta pemberian obat masal pencegahan Filariasis tahap ke 3 serta Pencanangan Inhil bebas Pasung tahun 2017 yang saat itu juga dihadiri secara langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan.

Serangkai dengan kegiatan POMP Filariasis tahap ke tiga serta pencanangan Inhil bebas pasung 2017 juga telah dilaksanakan pelantikan Mabisaka dan Sakabakti Husada (SBH) Dinas Kesehatan Inhil.

“Agar lebih akrab, 11 November kemaen kami juga melaksanakan malam keakraban antara Diskes dengan seluruh Kepala Puskesmas. Agenda ini dimanfaatkan untuk berkoordinasi tentang program-program kesehatan,” tambahnya.

Agar program-program pemerintah dapat tersosialisasi dengan baik hingga ke tingkat paling bawah, lembaga yang bergerak dibidang kesehatan ini juga melakukan penyuluhan PHBS  tingkat Sekolah Dasar dan lomba  Cuci Tangan Pakai Sabun tingkat Taman Kanak Kanak ( TK ). (dro)




Tiga Kasus Kaki Gajah Kembali Ditemukan

kaki gajahTEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali menemukan tiga kasus penyakit kaki gajah di Kecamatan Enok. Dengan demikian secara total terdapat 69 penderita kaki gajah yang tersebar di berbagai daerah di Inhil.

Kepala Dinas kesehatan Inhil Rasul Alim, menyebutkan sejauh ini untuk mengetahui seberapa banyak kasus kaki gajah di Inhil, pihaknya terus melakukan sweeping ke rumah-rumah masyarakat. Inhil sendiri kata mantan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan merupakan daerah endemis penyakit kaki gajah.

“Saat ini program pemberian obat missal filariasi masih terus berlanjut. Satu persatu rumah warga kami datangi untuk menemukan kasus ini,”sebut Rasul, Rabu (27/2).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Inhil, penyakit kaki gajah ini tersebar di delapan kecamatan di Inhil. Diantaranya adalah Kecamatan Batang Tuaka, Mandah, Pelanggiran, Kemuning, Tempuling, Gaung Anak Serka (GAS), Kuala Indragiri (Kuindra), Pulau Burung dan terahir Kecamatan Enok.

“Sebelumnya hanya delapan kecamatan yang kita temukan kasus ini, tapi setelah dilakukan pemberian obat massal filariasis ditemukan lagi tiga kasus serupa yakni di Kecamatan Enok,”katanya. Dia yakin masih ada kasus demikian diberbagai daerah di Inhil, hanya saja belum ditemukan.

Ia juga berpesan jika ditemukan penyakit yang menyerupai dengan penyakit kaki gajah, masyarakat diminta untuk segera melaporkanya kepada petugas kesehatan terdekat. Karena keterlibatan dan peran serta masyarakat tidak bisa ditinggalkan dalam menjaga kesehatan dan lingkungan,”imbuhnya.(dro/*1)