Dibanjiri Peminat, Hampir 500 Peserta Ikuti Festival Pancing Udang

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hampir 500 peserta memadati arena Festival Mancing Udang Galah di Parit 21 Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (10/5/2018).

Kegiatan tersebut digelar oleh Komunitas Pemburu Si Jepit Biru Kabupaten Inhil yang bertemakan Dengan Menjaga Silaturrahmi Antara Pemancing untuk Menjaga Leraiaran Inhil.

Ketua Komunitas Pemburu Si Jepit Biru Kabupaten Inhil, Defri Ghipari Anwar mengatakan bahwa terlaksananya kegiatan ini berawal dari gagasan kawan-kawan yang sama-sama hobby memancing.

Dan ini katanya didukung penuh oleh para pemancing hingga dari berbagai pihak lain. Yang lebih menarik lagi, Komunitas sosial tersebut ikut menjaga kelestarian udang.

“Kami para pemancing yang hobby tidak akan melakukan meracun, yang ada kami prihatin adanya tindakan itu dengan berbagai macam cara menangkap menyalahi aturan yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Komunitas Pemburu Si Jepit Biru Kabupaten Inhil, Said Aniel Osman menambahkan bahwa ratusan peserta itu datang dari berbagai daerah, selain Kabupaten Inhil, juga diikuti 3 Kabupaten lainnya yakni Inhu, Pelalawan dan Kampar.

“Kegiatan ini dilaksanakan karena perairan Inhil darurat 1 dari bahaya meracun. Untuk itu, kami mengambil inisiatif sebagai Iven tahunan yang memotori pergerakan sosial independen yang peduli terhadap komuniti udang galah dan ikan di perairan Inhil,” paparnya.

Sesungguhnya kata Aniel, potensi di perairan Inhil ini sangat luar biasa jika seluruh masyarakat bergerak bersama-sama dengan Pemkab Inhil menjaga perairan tersebut.

“Kami yakin bahwa komuniti udang dan ikan di perairan Inhil akan mampu memperkenalkan Inhil di kancah mata nasional. Apalagi hal tersebut dirasakan oleh setiap pemancing yang pernah memancing di perairan Inhil,” pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui, bagi para pemenang nantinya, untuk juara I akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 2 juta, juara II Rp 1,5 juta dan juara III Rp 1 juta./mirwan




Pemkab Inhil Apresiasi Festival Mancing Udang Galah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) mengapresiasi kegiatan Festival Mancing Udang Galah di Parit 21 Tembilahan.

Pernyataan ini disampaikan Plh Asisten III Setda Kabupaten Inhil, RM Sudinoto saat menghadiri sekaligus membuka resmi Festival tersebut, Kamis (10/5/2018).

“Atas nama pemerintah, kami mengapresiasi kegiatan ini karena bernilai positif untuk memahamkan kepada masyarakat bagaimana menangkap udang dan ikan dengan cara yang benar,” kata RM Sudinoto.

Sebagaimana diketahui, memancing merupakan suatu aktifitas yang digemari banyak kalangan, namun jika dipandang dari sisi manfaat maka banyak manfaat yang didapatkan yakni membantu memperkuat persahabatan, menguji kesabaran dan lain sebagainya.

Selain menyalurkan hobby, juga dapat memberikan pemahaman bagaimana mencari ikan dan udang yang baik tanpa merusak lingkungan.

Apalagi katanya, potensi kelautan yang dimiliki Kabupaten Inhil ini sangatlah besar, untuk itu bisa digali dengan cara yang baik dan benar.

Maka dari itu, ia berpesan untuk menghindari cara yang tidak benar seperti meracun, sentrum listrik dan mengebom. Menjaga kelestarian dan sumber daya ikan dan udang di perairan Kabupaten Inhil itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perikanan dan Kelautan Nomor 45 Tahun 2009.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan dapat mempererat persahabatan antar pemancing,” tutupnya./adv/mirwan




Festival Pancing Udang Para Pemburu ‘Si Jepit Biru’ Miliki Prospek Jadi Iven Tahunan

Tembilahan, detikriau.org – Festival Pancing Udang Para Pemburu ‘Si Jepit Biru’ menuurt Bupati Inhil HM Wardan memiliki prospek untuk dijadikan sebuah iven tahunan. Hal itu didasari atas tingginya minat masyarakat untuk mengikuti festival pancing yang baru pertamakalinya diadakan ini.

“Ini sangat luar biasa. Memiliki prospek dikembangkan jadi iven tahunan. Masyarakat yang turut serta dalam kegiatan ini mencapai 300 peserta. Itu pun sudah dibatasi,” ujar Bupati kepada wartawan, usai pembukaan di lokasi Festival, Parit 21, Tembilahan, Kamis (14/12/2017) pagi kemaren

Selain dijadikan sebagai sebuah hiburan dan  wadah menyalurkan hobi, Festival Pancing Udang, diungkapkan Bupati, dapat juga dijadikan sebuah sarana untuk mempromosikan potensi dan kekakayaan kelautan perairan Indragiri.

“Untuk diketahui, potensi kelautan kita sangat luar biasa. Saya sudah sampaikan kepada para peserta tadi, dikarenakan potensi kelautan kita sangatlah besar, hal ini sempat dilirik oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk kemudian dijadikan sebagai daerah budidaya udang gala dan kepiting,” papar Bupati.

Pelaksanaan Festival Pancing Udang, disebutkan Bupati, sudah sangat sesuai dengan program pengembangan udang gala dan kepiting yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil.

Ketua Panitia Penyelenggara, Febri Ghifari mengatakan, Festival Pancing Udang yang ditaja oleh Komunitas Pemburu ‘Si Jepit Biru’ diadakan, mulanya berawal dari hobi. Kemudian, karena hobiyang tidak tersalurkan, dikatakan Febri, rekan – rekan di Komunitas pun menggagas penyelenggaraan Festival Pancing Udang.

“Gagasan ini, Alhamdulillah direspons positif oleh Bupati Inhil, Bapak Wardan. Maka kami pun segera mempersiapkan semua kebutuhan penyelenggaraan,” urai Febri.

Febri mengatakan, dalam proses persiapan penyelenggaraan Festival Pancing Udang, pihak Panitia juga menjalin koordinasi dengan instansi Pemerintah Kabupaten Inhil terkait, yakni Dinas Kelautan dan Perikanan.

“Sampai pada akhirnya gagasan kegiatan Festival Pancing Udang dapat direalisasikan. Kami berharap semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan setiap tahun,” tandas Febri.

*Jaga Kelestarian Biota Laut*

Menurut Bupati Inhil, HM Wardan, Festival Pancing Udang menjadi sebuah langkah penting dalam upaya menjaga kelestarian biota laut. Pada kegiatan Festival Bupati menyampaikan kepada para peserta regulasi tentang larangan untuk mengeksploitasi khazanah kelautan menggunakan tuba.

“Berdasarkan UU nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan, masyarakat dilarang untuk mengunakan tuba dalam mencari ikan dan udang. Termasuk juga, ada pelarangan untuk menyentrum karena dengan menyentrum, induk beserta benur nya pun akan ikut mati,” pungkas Bupati.

Senada, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Mukhtar T mengatakan, kegiatan Festival Pancing Udang, merupakan wujud dari upaya memelihara keseimbangan ekosistem laut.

“Terdapat 12 Sungai besar di Indragiri. Didalamnya terkandung potensi biota laut yang terjaga dalam sebuah ekosistem. Kalau ada kesadaran nelayan untuk tidak menggunakan tuba dalam mencari ikan maka potensi itu akan menjadi sesuatu yang luar biasa,” tukas Mukhtar.

Mukhtar mengatakan, ketika habitat biota laut terjaga, maka usaha pengembangan potensi kelautan juga akan dapat terwujud menjadi kekayaan alam laut yang melimpah.

“Menangkap ikan dengan memancing menjadi sebuah langkah yang benar. Tidak merusak ekosistem, tidak menimbulkan kematian biota laut secara masif. Maka itu, Festival Pancing Udang menjadi sebuah sarana untuk memperkenalkan langkah yang tepat dalam menangkap ikan dan jenis biota laut lainnya,” tandas Mukhtar seraya mengatakan, pihak Dinas Kelautam dan Perikanan menyambut baik penyelenggaraan Festival Pancing Udang./diskominfop_inhil/rls/Am/adv