DKP Inhil Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan Mangrove

DSC_0057 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan mangrove, khususnya kepada masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

“Kita harus tetap menjaga kelestarian mangrove karena mangrove ini merupakan habitat biota laut,” kata Kepala DKP Kabupaten Inhil, Wiryadi usai menghadiri kunker Komisi B DPRD Provinsi Riau, Rabu (18/3/2015).

Ia menjelaskan, dari luasan pesisir di Kabupaten Inhil yang kurang lebih seluas 60 ribu Kilometer tersebut, semuanya termasuk dalam potensi meningkatkan perikanan, dan kelanjutannya hanya pada pengelolaannya saja lagi.

“Apabila kita dapat menjaga kelestarian mangrove dengan luasan tersebut maka tentunya akan dapat meningkatkan potensi perikanan, karena magrove itu sebagai ekosistem  habitat biota laut, seperti ikan dan udang,” Ujarnya

Diterangkannya, saat ini DKP Inhil terus mengupayakan untuk meningkatkan kesadaran nelayan kecil guna menjaga kelestarian lingkungan mangrove terlebih pada pemahaman lingkungan mangrove bagi kelangsungan hidup biota laut.(mirwan)




DKP Inhil Wacanakan Budidaya Ikan Asli Sungai Indragiri

Kepala DKP Inhil, H Wiryadi Umar saat melakukan kunjungan ke BBI di Desa Mumpa kemaren
Kepala DKP Inhil, H Wiryadi Umar (kiri)  saat melakukan kunjungan ke BBI di Desa Mumpa kemaren

Tembilahan (detikriau.org) – Kedepannya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir berencana untuk memprogramkan budidaya ikan asli sungai Indragiri. Dengan upaya ini disamping diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat juga untuk menghindari punahnya ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi itu.

Dikatakan Kepala DKP Inhil, H Wiryadi Umar dalam kunjungan kerjanya di Balai Benih Ikan (BBI) Desa Mumpa Kecamatan Tempuling kemaren, beberapa jenis ikan yang kini memiliki nilai ekonomis yang sangat mejanjikan itu seperti Ikan patin sungai dan udang galah.

 

“Ikan-ikan itu kini banyak diminati oleh masyarakat karena rasanya yang enak. Jika ini bisa kita budidayakan dengan baik, tentunya akan memberi dampak peningkatan ekonomi masyarakat disamping tentunya untuk menjaga agar jenis ikan ini tidak sampai punah dihabitat aslinya,” Sampaikan Wiryadi

Disamping ikan-ikan asli perairan sungai Indragiri, daerah pesisir Inhil selama ini juga memang menjadi penghasil ikan. Bahkan ikan-ikan hasil tangkapan nelayan Inhil cukup banyak yang dipasarkan hingga ke Negri tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

“Kekayaan sumber alam perairan yang kita miliki ini haruslah kita kelola dengan baik agar dapat memberi manfaat kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.” Tambahnya

Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Inhil itu juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak mempergunakan racun dan bahan-bahan berbahaya lainnya guna menangkap ikan. Tindakan seperti ini menurutnya akan menjadi penyebab kerusakan habitas dan memusnahkan hewan air.

‘Hindari mencari keuntungan sesaat. Jika itu dilakukan, akibatnya akan memusnahkan, tidak hanya indukan tetapi juga anak-anak ikan. Dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang oleh anak cucu kita kedepannya.”Pesan Wiryadi. (dro)

 




Kadis KP Inhil Inginkan Kedepannya BBI Lebih Memberi Manfaat Bagi Masyarakat

DSC_1640Tempuling (detikriau.org) – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir, H Wiryadi Umar memprogramkan kedepannya Balai Benih Ikan (BBI) yang terletak di Dusun Karya Maju Desa Mumpa Kecamatan Tempuling akan lebih memberikan manfaat bagi kehidupan, terutama kehidupan masyarakat sekitar.

Menurut Wiryadi dalam amarannya pada acara penyambutan siswa Prakerin SMKN 1 Kecamatan Mandah Kab Inhil bertempat di BBI, senin (12/1) untuk mencapai maksud ini, pengelola BBI menurutnya haruslah mampu membaur dengan masyarakat sekitar agar terciptanya rasa kekeluargaan dan mempermudah dalam memberikan sosialisasi.

“Kedepan saya berkeinginan BBI akan lebih dikenal dan disenangi masyarakat. Oleh karenanya, pengelola BBI disamping harus memiliki ilmu perikanan yang baik juga harus bisa bermasyrakat.” Ujar Wiryadi.

DSC_1676Ditambahkan Wiryadi, BBI sejatinya hanya fokus sebagai penyedia bibit ikan unggul, sedangkan budidayanya masyarakatlah yang harus melakukan. Berhasil atau tidaknya BBI terukur jika nantinya masyarakat sekitar akan lebih unggul dalam melakukan budidaya perikanan.

“Pemerintah dalam hal ini BBI dibawah naungan DKP hanya menyediakan sarana dan transfer ilmu. Berhasil tidaknya diukur dari sejauhmana masyarakat dapat menterjemahkan apa yang didapatnya di BBI bagi kehidupannya,” Tegas Wiryadi

Dalam kesempatan itu, Wiryadi juga berpesan kepada siswa dan siswi prakerin untuk dapat memanfaatkan waktu selama menjalani praktek dengan menimba ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Nantinya, setelah selesai dan kembali membaur bersama masyarakat segala ilmu pengetahuan yang didapat diharapkan akan memberikan manfaat untuk mencari penghidupan yang lebih baik terutama bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Usai melaksanakan acara sambutan mahasiswa prakerin SMKN 1 Kecamatan Mandah, Wiryadi didampingi Babinsa, Kepala Desa Mumpa, Kadus Karya Maju, siswa Prakerin dan sejumlah pejabat DKP Inhil melakukan kunjungan kelokasi kolam milik BBI. (*)




Dua Warga Diamakan DKP

Menggunakan Racun Jenis Record Saat Mengkap Ikan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Kelautan dan Perikanan  (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir, bekerjasama dengan Satuan Polisi Airud berhasil mengamankan dua orang oknum masyarakat. Mereka berdua ditangkap karena kedapatan menggunakan bahan baracun jenis record saat menangkap ikan di perairan di Desa Tanjung Baru.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ir H Saripek MP, kepada Vokal melalui HP, Rabu malam, (25/7), mengatakan, keberhasilan pihaknya dalam mengamankan tersangka tidak terlepas dari peranan masyarakat setempat yang mengimformasikan adanya aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan berbahaya.

“Mendapat laporan warga kita langsung mengambil langkah konkrit dan langsung berangkat menuju lokasi bersama Polisi Airud. Saat di lokasi kita juga dibantu oleh Babinsa setempat hingga berhasil mengamankan dua tersangka”terangnya.

Ia menambahkan pelaku sebenarnya berjumlah empat orang. Dua lain masih sempat kabur saat akan ditangkap. Tapi meski begitu, kata Saripek, identitas pelaku yang melarikan diri sudah kita ketahui. “Saat ini tersangka dan barang bukti dibawa ke Tembilahan untuk diproses lebih lanjut,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Kadis Perikanan, meminta kepada nelayan untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam menangkap ikan. Perbuatan semacam itu tidak akan ditolerir, karena bentuk perlawanan terhadap hukum. Makanya kalau memang tertangkap, tentu akan diproses secara hukum.

Selain itu menangkap ikan menggunakan bahan berbaya, tentu akan merusak habitat bahkan bisa memusnahkan biota air dalam jangka panjangnya. Tentunya kita tidak ingin hal itu terjadi, sebab kalau terus berlanjut, tentunya kedepan akan semakin sulit mencari ikan dan udang diperairan yang sudah terkena racun.

“Tidak kalah pentingnya zat berbahaya yang digunakan dalam menangkap ikan, tentu akan membahayakan bagi masyarakat yang mengkonsumsi hasil tangkapan ikan yang dimaksud. Maka kita terus menghimbau agar masyarakat jangan melakukan kegiatan semacam itu,” harapnya. (suf)