4 Upaya Disperindag Inhil Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

fahrolTEMBILAHAN (detikriau.org)– Untuk mencapai target dalam meningkatkan perekonomian masyarakat kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Inhil H Pahrurrazy menyebutkan 4 macam upaya yang akan dikerjakannya mulai tahun 2015 ini.

“Tidak perlu banyak-banyak, cukup 4 macam upaya saya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Inhil ini,” katanya, Rabu (7/1/2015).

Dari 4 macam upaya tersebut dikatakannya, yang pertama adalah dengan memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Inhil ini, kedua ia akan memberikan dukungan dan bantuan berupa hibah kepada kelompok masyarakat pedesaan, ketiga dengan memfungsikan kelompok-kelompok pedesaan dalam industri kecil melalui pelatihan-pelatihan yang menggunakan bahan baku dan SDM dari masyarakat pedesaan, dan terakhir adalah dengan memberdayakan kelompok-kelompok industri sandang seperti salah satu contohnya usaha jasa jahit.

Upaya yang akan dikerjakannya dalam mencapai tujuan peningkatan perekonomian masyarakat tersebut menurutnya sesuai dengan misi Bupati Inhil untuk menjadikan Kabupaten Inhil sebagai Kabupaten Kelapa. Sebab dalam upaya tersebut juga akan tercipta peningkatan pengembangan kelapa.

Dari sejumlah upaya Disperindag kedepan ini ia juga mengharapkan dukungan dari sejumlah instansi-instansiterkait termasuk masyarakat pada umumnya, sebab, jika ini gagal akan dirugikan bersama.

“kita menyediakan dana sekitar Rp 6 Milyar untuk melakukan beberapa upaya itu,” Tandasnya. (mirwan/adv pemkab inhil)




Kadisperindag Inhil Ancam Berikan Sanksi Bawahannya yang Nakal

Kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy saat memimpin rapat perdana dengan Tim Pembinaan dan penertiban Pedagang pasar
Kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy saat memimpin rapat perdana dengan Tim Pembinaan dan penertiban Pedagang pasar

Tembilahan (detikriau.org) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil meminta kepada seluruh bawahannya untuk bekerja serius dan benar. Jika kedapatan ada yang bermain, ia mengancam akan berikan sanksi tegas.

 

Peringatan keras ini disampaikan kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy disela rapat perdana bersama Tim Pembinaan dan Penertiban Pedagang Pasar bertempat diruang rapat Disperindag Inhil kemaren. Menurutnya, upaya penertiban pedagang haruslah dikerjakan secara bersama dan terbuka dengan didasari kepentingan masyarakat umum bukan pribadi.

 

“bekerja dengan jujur dan serius. Jangan ada yang berani bermain dengan mengambil keuntungan pribadi,” Peringati Fahrolrozy

 

Mantan Kadis Perhubungan Inhil ini dengan gamblang juga melarang kepada bawahannya untuk tidak menarik retribusi mengatasnamakan Disperindag kepada pedagang yang menggelar dagangan diluar lokasi yang sudah diperuntukan. Jika ini dilakukan, ia khawatir akan timbul kesan “pelegalan”.

 

Disamping hal ini, Fahrolrozy juga meminta bawahannya untuk memberikan laporan yang benar. Ia juga mengaku mendapatkan informasi bahwa ada beberapa pedagang yang sebenarnya sudah membayar retribusi tetapi tidak dilaporkan.

 

“Saya akan cek hal ini, jika benar ada yang bermain, saya tidak akan segan untuk berikan sanksi.” Pungkas Fahrolrozy. (dro)




Penertiban Pedagang Dilakukan Melalui Upaya Persuasif

Rapat perdana disperindag inhil dengan Tim Pembinaan dan Penertiban Pedagang PasarTembilahan (detikriau.org) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil, H Fahrolrozy meminta agar upaya penertiban pedagang dilakukan melalui pendekatan persuasif dan kekeluargaan. Dengan menyampaikan sosialisasi dan upaya pemahaman secara santun diyakini akan dapat menimbulkan kesadaran para pedagang akan makna pentingnya upaya penertiban yang akan dilakukan.

Disampaikan Fahrolrozy dalam rapat perdana bersama Tim Pembinaan dan Penertiban Pedagang Pasar bertempat di ruang rapat kantor Disperindag Inhil, rabu (29/10/2014) menegaskan bahwa upaya penertiban ini dilakukan pemerintah sebagai sebuah langkah untuk menjadikan kota Tembilahan sebagai kota yang bersih, Indah, tertib dan Asri.

“Apalagi tidak lama lagi kita akan menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Riau. Sesuai pesan Bupati, kita harus berbenah agar tamu-tamu kita yang datang dari luar akan merasa nyaman berada di kampung halaman kita.” Ujar Fahrolrozy

Untuk mewujudkan hal itu ditambahkan mantan Kadishubkominfo Inhil ini, salah satu upaya sesuai dengan bidang kerja Disperindag adalah melakukan penertiban pedagang terutama pedagang-pedagang yang memanfaatkan ruang yang bukan diperuntukan untuk lokasi berdagang.

Saat ini, Disperindag Inhil sedang fokus untuk melakukan penertiban pedagang-pedagang di seputaran jalan Yos Sudarso, Jembatan parit XI dan parit VI. Sedangkan pedagang gerobak yang keberadaannya juga dirasakan cukup mengganggu ketertiban terutama kelancaran lalu lintas dikatakannya akan ditangani oleh pihak Kecamatan Tembilahan.

“tugas yang dirasakan cukup berat adalah upaya pemindahan pedagang kaki lima disepanjang jalan Yos Sudarso, pedagang didepan toko Palapa, pedagang depan Kahuripan serta pedagang yang menempel menjelang tanggal 12 Desember mendatang. ” Kata Fahrolrozy

Namun meskipun dirasakan berat, Fahrolrozy berkeyakinan jika dilakukan dengan sosialiasi dan pemberian pemahaman yang baik hingga timbulnya kesadaran pedagang maka upaya penertiban tentunya akan menjadi ringan. “Inilah tugas yang harus segera dilakukan oleh TIM. Berikan sosialisasi dan pemahaman agar pedagang mau memberikan kerjasama yang baik,” Tandasnya.(dro)




Agen Diminta Jual LPG 3 Kg Sesuai harga yang Ditentukan

lpgTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengingatkan pihak agen untuk menjual Gas LPG 3 sesuai dengan harga yang ditetapkan pada Surat Keputusan (SK) Bupati.

Meski dalam waktu dekat ini akan ada kenaikan harga jual LPG bersubsidi, namun bukan berarti pihak agen bisa menaikan harga jual sesuka hati.

“Kita pinta agen menjual sesuai harga yang telah ditentukan,” ujar Kadisperindag Inhil, H Pahrolrozy, Kamis (18/9).

Diaktakan mantan Kadishubkominfo inhil ini, pihaknya hanya melakukan pengawasan dan pemantauan kalau terjadi kelangkaan dan sebagainya serta melaporkan dan mencarikan solusi dari persoalan tersebut.

“Jika ada pembatasan, itu bukan gawenya Disperindag,” Tambah Fahrolrozy

Pihak Provinsi sudah mematok kenaikan Gas tersebut sebesar Rp 1.350 per tabung dari harga semula. Sama halnya untuk Kabupaten Inhil yang akan disesuaikan dengan kondisi geografis namun tak berberda jauh dari harga yang ditentukan.

Pertamina menurutnya juga sduah berjanji akan menambah kuota LPG bersubsidi sekitar 30 ribu tabung. Jumlah itu diyakini dapat memenuhi kebutuhan konsumen.(dro/*1)




Pemkab Inhil Tak Miliki Wewenang Tentukan HET LPG

lpgTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) tidak memiliki kewenangan untuk mengatur atau menetukan Harga Eeceran Tertinggi (HET) untuk Gas LPG.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Inhil, H Pahrolrozy, saat dikomfirmasi baru-baru ini di Tembilahan

“Naiknya memang berlaku se Indonesia. Ketentuan harga itulah yang harus dilaksanakan oleh agen dan penjual,” ungkap Pahrolrozy.

Sejauh ini Disperindag Inhil menurutnya terus mengawasi perdangan Gas LPG ditengah-tengah masyarakat agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan terlebih lagi bagi konsumen itu sendiri.

Kekawatiran beralihnya sebahagian konsumen Gas LPG 12 Kg, ke Gas LPJ bersubsidi 3 Kg, dikatakannya juga jauh-jauh hari sudah diantisipasi oleh pemerintah. Antara lain dengan dikeluarkanya Surat Keputusan (SK) Gubernur tentang patokan harga.

“Patokan kenaikan Gas LPG bersubsidi Rp 1.350 per tabung dari harga semula. Namun untuk daerah kita tetap akan disesuaikan dengan adanya penambahan biaya transpotasi namun pada dasarnya tidak akan jauh dari harga yang sudah ditetapkan pemerintah,” tambahnya.

Ditambahkan oleh mantan kadishubkominfo Inhil ini, berdasarkan hasil rapat baru-baru ini pihak Pertamina berjanji akan menambahkan kuota LPG bersubsidi sekitar 30 ribu tabung. Jumlah itu diyakini dapat memenuhi kebutuhan konsumen di Inhil. Tandasnya.(dro/*1)




Selambatnya Tgl 10 September, Kawasan Kuliner KG diresmikan

DSC_0300Tembilahan (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan pemberian hak berdagang di kawasan kuliner “kelapa gading” bagi pihak penyewa lapak eks pujasera jalan kapten muchtar langsung dari pemda (pihak kedua.red) dan sekaligus memanfaatkannya sebagai tempat berdagang.

Prioritas selanjutnya diberikan kepada pihak ketiga yang menyewa kepada pihak kedua serta pihak kedua yang kiosnya terbakar beberapa waktu yang lalu.

Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Disperindag Inhil, H Fahrolrozy kepada awak media diruang kerjanya, jum’at (6/9/2014). Dikatakan mantan Kadishub inhil ini, setelah satu bulan berjalan, pihaknya akan kembali melakukan chek fisik di kawasan kuliner “kelapa gading”, jika nantinya didapati adanya pihak kedua yang kembali menyewakan kepada pihak lainnya, maka hak kepemilikan lapak dagangan pihak kedua akan dicabut dan dibatalkan.

“kita sudah lakukan pencabutan nomor undian bagi pihak kedua eks pedagang pujasera yangmemiliki surat-surat. Dari 120 lapak di kawasan kuliner kelapa gading, 81 lapak sudah di undi,” Jelas Fahrolrozy

Dalam kesempatan pencabutan undian itu, Fahrolrozy juga mengakui ada pihak kedua yang memiliki surat hingga 5 buah, ia memutuskan hanya memberikan hak sewa maksimal sebanyak 2 lapak.

Dalam proses pencabutan undi ini, fahrolrozy mengaku memang panggil pihak kedua dan pihak ketiga, artinya disperindag menurutnya memberikan kesempatan kepada kedua pihak ini untuk berembuk akan kelanjutan kesepakatan mereka berdua.

“waktu mereka membuat kesepakatan kita tidak pernah diberitahu, jadi hari ini jangan kami yang disalahkan,” Kilah Fahrolrozy

Terkait informasi kritikan masyarakat bahwa sebahagian besar pihak kedua adalah juga oknum PNS, Fahrolrozy mengaku tidak mengetahui akan hal ini.

Ditambahkan Fahrolrozy, tangal 8 atau selambatnya tanggal 10 september mendatang kawasan kuliner kelapa gading sudah dioperasionalkan. Saat ini progress pengerjaanya sudah mencapai 80 persen.

“untuk sekedar di informasikan bahwa pembangunan kawasan kuliner kelapa gading dibiayai melalui dan csr Surya Dumai Group, Sinar Mas Group dan PT Bayas Biofuels,” Tandasnya. (dro)