Tera Ulang 237 Alat Timbang, Disperindag Inhil Temukan Separuhnya Tidak Akurat
Tembilahan, detikriau.org – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tera ulang 237 unit timbangan milik pedagang di dua pasar besar di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu. Separuh dari jumlah alat timbang itu didapati tidak akurat.
“dari total 237 alat timbang itu, 101 unit milik pedagang Pasar Kayu Jati Tembilahan Hulu dan 136 unit milik pedagang pasar Terapung Tembilahan. Separohnya kita dapati tidak akurat,” Ujar Kasi Pelayanan Tera Ulang, Bidang Metrologi Disperindag Inhil, Winiarti ST
Diterangkan Winiarti, tera ulang ini dilaksanakan pihaknya selama dua hari yakni tanggal 23-24 Juli 2018.
Kegiatan itu merupakan sosialisasi tahunan Disperindag dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Kemetrologian dan sidang tera ulang alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapan lainnya (UTTP).
“terhadap alat timbang yang tidak akurat kita lakukan perbaikan sesuai standar ukur dari berbagai alat yang tersedia.” Akhirinya./ mirwan
Jelang Ramadan, Pemkab Inhil Gelar Pasar Murah
Foto: arsip detikriau.org/ Mirwan
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah, Senin (14/5/2018).
Kabid Pasar Disperindag Inhil, Ahmad Fitri menerangkan bahwa, disamping untuk mengantisipasi gejolak harga, pasar murah itu juga dilaksanakan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang tibanya bulan Ramadan 1439 H.
“Nanti dibulan Ramadan, lokasi pasar murah dihalaman samping kantor Disperindag ini akan dijadikan sebagai lokasi pasar Wadai. Saat ini, kita selenggarakan dahulu pasar murah,” katanya.
Dari pantauan lapangan, tampak sejumlah masyarakat Kota Tembilahan berbondong-bondong membeli segala bahan pokok di Pasar Murah.
Dimana, arena Pasar Murah tersedia berbagai bahan seperti minyak goreng, beras dan lain sebagainya hingga tersedia Gas Elpiji ukuran 3 Kg.
Sebelumnya, Plt Kadisperindag Inhil, Azwar menyampaikan bahwa pasar murah sempena masuknya bulan suci bagi umat muslim ini, direncanakan akan dilaksanakan sebanyak tiga kali. Pertemakali diadakan menjelang tibanya bulan Ramadan, kemudian di pertengahan dan akhir bulan Ramadan.
“Tapi kita lihat dulu bagaimana kondisinya nanti,” Ujar Plt Kadisperindag Inhil, Azwar C saat itu
Saat itu Azwar juga berpesan agar masyarakat tidak khawatir akan terjadinya gejolak harga. Saat ini menurutnya, Disperindag Inhil terus lakukan pantauan sejumlah kebutuhan pokok. Jika terpantau terjadinya gejolak harga, Disperindag akan segera menyampaikan kepada pihak Kementrian Perdagangan. Nantinya, baik pusat maupun melalui provinsi akan melakukan suplay kebutuhan pokok yang mengalami gejolak harga.
“Ini perintah Presiden. Kita pantau terus harga pasaran dan setiap hari dilaporkan. Pusat ataupun melalui Provinsi akan segera menyikapi dengan mensuplai barang jika memang nantinya ada gejolak harga,” Pastikan Azwar./adv/mirwan
Antisipasi Gejolak Harga, Disperindag Inhil Wacanakan Gelar Pasar Murah Ramadan
“Yakini tidak akan terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok selama bulan suci bagi umat islam ini”
Psar murah ramadan. foto net
Tembilahan, detikriau.org – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir wacanakan akan mengelar pasar murah ramadan. Kegiatan yang ditujukan untuk antisipasi gejolak harga kebutuhan pokok selama bulan suci bagi umat islam ini rencana akan diadakan sebanyak tiga kali.
“kita wacanakan pelaksanaanya sebanyak tiga kali, yakni mejelang masuknya bulan ramadan, pertengahan dan akhir. Tapi kita lihat dulu bagaimana kondisinya nanti,” Ujar Plt Kadisperindag Inhil, Azwar C ditemui diruang kerjanya, selasa (4/3/2018) kemaren
Menurut Azwar, masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya gejolak harga. Saat ini, Disperindag Inhil terus lakukan pantauan sejumlah kebutuhan pokok. Jika terpantau terjadinya gejolak harga, Disperindag akan segera menyampaikan kepada pihak Kementrian Perdagangan. Nantinya, baik pusat maupun melalui provinsi akan melakukan suplay kebutuhan pokok yang mengalami gejolak harga.
“Ini perintah Presiden. Kita pantau terus harga pasaran dan setiap hari dilaporkan. Pusat ataupun melalui Provinsi akan segera menyikapi dengan mensuplai barang jika memang nantinya ada gejolak harga,” Pastikan Azwar.
Disamping itu, ditambahkan Azwar, senin mendatang, pihaknya juga merencanakan untuk memanggil sejumlah distributor. Pemanggilan ini menurutnya untuk memintakan kerjasama dalam menjaga kondusifitas Ramadan dengan tidak melakukan hal-hal untuk mengambil keuntungan diluar aturan ditengah tingginya kebutuhan masyarakat saat bulan suci Ramadan.
Disamping hal itu, pemanggilan sejumlah distributor itu menurutnya juga untuk mendapatkan data secara pasti ketersediaan stok kebutuhan masyarakat. Jika persediaan mencukupi, tentunya tidak akan terjadinya gejolak harga.
“yang jelas, pedagang saya yakini tidak akan berani main curang dengan menumpuk barang dan menjual lagi dengan harga tinggi saat barang langka. Mereka akan rugi sendiri, karena setiap ada kelangkaan, kita akan lapor dan suplay akan dipasok pusat atau melalui Provinsi,” Kembali ingatkan Azwar./red
Disperindag Inhil: Tiga Bahan Pokok Alami Pergeseran Harga
Foto Ilustrasi pedagang pasar: net
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sedikitnya tiga dari sembilan bahan pokok mengalami pergeseran harga. Ketiga bahan tersebut adalah beras premium, minyak goreng dan cabe merah.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Dianto Mampanini melalui Kasi Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Ifdiarman.
“Masih stabil, tetapi per 27 Maret 2018, ada tiga yang mengalami pergeseran harga turun naiknya namun tidak terlalu melonjak,” kata Ifdiarman kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (4/4/2018).
Tiga bahan pokok tersebut menurutnya adalah beras premium, tingkat pergeserannya mengalami penurunan sekitar 22 persen dari harga eceran Rp 18 ribu menjadi Rp 14 ribu perkilogram.
Kemudian, minyak goreng mengalami kenaikan sekitar 9 persen dari harga eceran Rp 11 ribu menjadi Rp 12 ribu perkilogram, dan Cabe Merah mengalami penurunan sekitar 9 persen dari harga 55 ribu menjadi Rp 50 ribu perkilogram.
“Sementara itu saja yang mengalami pergeseran harga, kami terus memantau harga pasar hingga 2 kali turun dalam seminggu, tepatnya hari Selasa dan Jumat,” tutupnya./Mirwan
Tim Yustisi Tertipkan Lapak Liar Seputaran Jalan Yos Sudarso
Tembilahan (detikriau.org) – Tim gabungan dari Satpol PP, Polres Inhil, Dishub dan Disperindag Inhil melakukan penertiban pedagang diseputaran jalan Yos Sudarso Tembilahan. Penertiban pedagang ini dilakukan kepada pedagang yang memanfaatkan badan jalan sebagai lokasi berjualan. Senin (13/10/2014)
Pantauan lapangan detikriau.org, tim gabungan melakukan penertiban lapak pedagang disepanjang jalan Yos Sudarso, Jalan Pasar Tengah dan beberapa gang penghubung menuju jalan Yos Sudarso.
Dilokasi, lapak-lapak pedagang yang biasanya memenuhi sepanjang ruas jalan di pasar terbesar di Kota Tembilahan ini sudah tampak lengang. Dibeberapa lokasi hanya terlihat beberapa tumpukan material kayu dan dikemas oleh beberapa masyarakat untuk diangkut mempergunakan kendaraan kayuh roda tiga.
“Sebelum penertiban hari ini, kita sudah membongkar sendiri. Hanya sebahagian kecil saja yang masih ada yang hari ini ditertibakan tim yustisi,” Ujar salah seorang pedangang, Ujang kepada detikriau.org dilokasi.
Menurut Ujang yang mengaku sudah berdagang selama puluhan tahun dilokasi pasar ini, secara pribadi ia sangat mendukung upaya pemerintah untuk melakukan penertiban. Apalagi tujuan semua ini menurutnya dalam rangka menjadikan kota Tembilahan menjadi kota bersih dan indah. Hanya saja ia meminta agar pemerintah dapat memberikan jaminan wadah relokasi baru untuk mereka dapat kembali mengais rezky
“Kami hanya masyarakat biasa yang setiap harinya menggantungkan rezky dipasar. Sudah menjadi kewajiban pemerintah juga tentunya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakatnya termasuk jaminan untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidup. Yang terpenting, ada wadah baru untuk kemi berdagang,” Harap Ujang.
Kakan satpol PP, TM Syaifullah dikomfirmasi melalui sambungan selularnya menyatakan bahwa target penertiban Tim Yustisi kali ini adalah pedagang yang mempergunakan badan jalan Yos Sudarso untuk lokasi berjualan termasuk pedagang yang mendirikan lapak dagangan menempel dinding-dinding ruko. Sementara untuk lokasi pedagang pakaian di depan pelabuhan LLASDP juga di jalan Yos Sudarso belum dilakukan pembongkaran karena sudah ada kesepakatan ditunda menjelang selesainya lokasi penampungan sementara di sisi turap jalan.
“Pedagang buah dan kelontong sudah kita tertibkan, terkecuali pedagang pakaian karena memang sudah ada kesepakatan dengan Disperindag Inhil. Seluruh ruas jalan ini akan segera dilakukan pengaspalan.” Ujar TM Syaifullah menjawab komfirmasi. (dro)
Lokasi Terbaui “Maksiat” Pujasera di Berangus
Tembilahan (detikriau.org) –Disperindag Inhil didampingi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pihak Kecamatan Tembilahan, hari ini, selasa (9/9/2014) melakukan pembongkaran rampung lokasi pujasera jalan kapten Muchtar.
Seluruh pedagang kawasan yang sudah beralihfungsi sebagai lokasi hiburan malam ini akan dipindahkan kelokasi baru di kawasan kuliner kelapa gading jalan HR Subrantas yang akan diresmikan pengoperasiannya pada tanggal 13 September mendatang.
“insyaallah peresmiannya akan kita lakukan pada tangal 13 nanti,” Ujar Kadisperindag inhil, H Fahrolrozy menjawab komfirmasi detikriau.org ketika ditemui dilokasi, selasa (9/9/2014)
Selain penertiban kawasan pujasera, mantan Kadishubkominfo Inhil ini juga mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap sejumlah pedagang gerobak yang mangkal dikawasan itu.
“jumlahnya sekitar 60 pedagang. Kita prioritaskan untuk melakukan pemindahan di samping stadion beringin,” Tandasnya.
Selain dihadiri langsung oleh kadishubkominfo, Fahrolrozy, pemberangusan lokasi terbaui “maksiat” ini juga dihadiri oleh kakansatpol PP, TM Syaifullah dan Camat Tembilahan, Ismet A Yani. (dro)